
Satu minggu sudah mereka menikah. Setiap hari Anna mendapat pelajaran berharga dari suaminya.
Abbas tidak pernah lupa mengajak Anna mengaji setiap habis salat berjamaah bersamanya.
Setiap habis salat subuh, Anna menyetor hapalan juz kepada Abbas.
Banyak yang Anna pelajari. Abbas sebagai imam dalam rumah tangga sangat sabar mengajari Anna yang masih belum paham sepenuhnya Islam.
“Terima kasih ... Abang sudah banyak mengajari Anna banyak hal. Terima kasih juga, Abang mau menerima kekurangan Anna yang masih dangkal ilmu agama,” ucap Anna setelah mencium punggung tangan Abbas sehabis salat isya.
“Tidak perlu berterima kasih. Itu sudah kewajiban Abang dalam mengajak dan membimbingmu. Abang bersyukur mendapati seorang istri yang mau di bimbing oleh imamnya.”
“Bukankah mempunyai pasangan yang pemahaman ilmunya setara dengan suami akan lebih mudah dalam merajut rumah tangga?” tanya Anna masih dalam balutan mukena.
Abbas tersenyum mendengar pertanyaan istrinya itu. Lekas pria itu meraih tangan Anna yang masih terbatasi oleh mukena. Sehingga Anna masih bisa menjaga wudu-nya.
“Dengar, Sayang! Bersanding dengan seseorang yang mempunyai pemahaman yang sama atau lebih itu memang terlihat mudah. Tapi ...,”Abbas mengeratkan genggaman tangannya terhadap Anna masih tersekat kain mukena.
“Abang lebih suke membimbing pasangan yang bisa diajak belajar bersama dalam satu pemahaman. Daripada bersanding dengan seseorang yang ilmunya setara bahkan lebih, akan selalu ada perdebatan nantinya. Abang tidak menginginkan itu.”
Anna terlihat begitu serius mendengarkan setiap ucapan dari suaminya.
“Abang bicara seperti ini tidak bermaksud menyinggung ilmu atau pemahaman yang kamu punya. Tetapi, Abang suka dengan caramu menerima semua yang masukan hal yang baru kamu ketahui, kegigihanmu dalam mempelajari sesuatu. Dan banyak lagi yang Abang suka dari dirimu, Abang sering memperhatikan itu. Sebab itulah yang membuat hati ini mentok hanya buat kamu, Dek!” tutur Abbas membuat wajah Anna merona.
__ADS_1
“Kita salat sunah dulu, ya!” ajak Abbas.
Anna paham dengan ajakan itu. Setelah ini ia akan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri.
Semenjak kehadiran Abbas di kediaman mereka. Rumah itu terasa hangat. Setiap subuh dan selepas magrib akan terdengar alunan ayat suci Al-Quran di rumah itu.
Bi Imah dan Pak Joko juga merasa senang dengan kehadiran Abbas.
Meskipun Orang tua Anna dengan mereka berbeda keyakinan. Saling menghormati dan saling menghargai selalu tercipta diantara mereka. Papa Reni dan Mama Ami tidak pernah merasa keberatan jika Abbas ataupun yang lain mengumandangkan suaranya dalam membaca Ayat suci Al-Quran di dalam rumahnya. Bahkan Papa Reno malah menyuruh untuk merenovasi pendopo yang ada di halaman belakang menjadi mushola kecil tempat mereka beribadah agar bisa menjalankan salat berjamaah.
Anna masih nyaman berada dalam dekapan Abbas. Saat ini, mereka berdua berada dalam balutan selimut yang sama. Selimut yang menutupi tubuh polos keduanya.
Anna melepaskan tangan yang sedang memeluk Abbas. Suaminya itu merasakan pergerakan Anna, lekas Abbas pun ikut membuka mata.
“Aku harus, Bang! Mau ambil minum dulu!” sahut Anna.
“Biar Abang yang ambil!” Cegah Abbas saat Anna hendak bangun dari tempat tidur. Anna menarik selimut agar tubuh polosnya tertutupi kain tebal tersebut.
Annas menutup wajahnya sendiri saat melihat Abbas berlenggang mengambil air minum yang letaknya tak jauh dari tempat tidur.
Malu, rasanya malu melihat suaminya. Padahal Anna sangat menyukai saat tubuh kekar itu saat beradu keringat dengannya.
Abbas kembali ke tempat tidur, Anna tersenyum geli saat Abbas mendekatinya.
__ADS_1
“Abang, ih ... Kenapa tidak pakai baju sih!” ucap Anna malu ketika melihat suaminya hanya memakai celana pendek untuk menutupi garuda gagahnya.
Abbas menyodorkan gelas berisi air putih kepada Anna kemudian mengacak pelan rambut hitam legam milik istrinya itu. Setelah itu Anna menenguk air putih sampai habis lalu mengembalikan gelas kosong kepada Abbas.
Setelah meletakkan gelas kosong di nakas. Abbas kembali ke tempat tidur. Duduk mendekati Anna.
“Malas rasanya pakai baju, kalau habis ini Abang akan berolahraga lagi!” celetuk Abbas kemudian ikut masuk kembali ke dalam selimut. Anna merasa terkejut dengan yang Abbas lakukan.
“Abang!”pekik Anna saat Abbas kembali menyerang Anna.
“Huss ... Jangan berisik nanti pembaca iri sama kita!”
.
.
.
.
Abbas.... Semprul.....
Akupun iri pengen ngajak paksu masuk dalam selimut.
__ADS_1
Mentang-mentang pengantin baru lanjut sampe pagi.....