
Papa Reno dan Mama Ami menerima tawaran Bu Lidia kali ini untuk menginap di rumah bintang. Padahal mereka sudah menolak tapi rasanya tidak enak hati ketika mendengar Bu Lidia sudah menyiapkan semuanya.
Ibu angkat dari Abbas itu pun sudah mempersiapkan semuanya untuk keluarga Anna. Tapi Tante Melly dan Om Anwar tidak ikut menginap di sana. Mereka lebih memilih pulang saja. Akhirnya Tante Melly, Om Anwar dan Risma pulang. Mereka berpamitan lebih dulu.
“Maaf, Bu Lidia kami tidak bisa ikut menginap, lain kali saja kita berkunjung ke sana!” ucap Tante Melly menolak ajakan Bu Lidia.
“Ya, lain kali kita akan berkumpul lagi!” balas Bu Lidia.
“Dimana kakakmu, Ris?” tanya Tante Melly ketika tidak melihat kehadiran Rayyan diantara mereka.
Risma melirik ke sudut tempat dimana Rayyan sedang berisik dengan seorang gadis cantik berhijab di sampingnya. Ya, dia adalah Maira. Sahabat Anna yang ikut datang ke resepsi pernikahannya.
Masalah Anna dan Maira soal Abbas sudah ada titik terang, mereka sudah menyelesaikannya secara baik-baik. Maira memastikan perasaannya terhadap Abbas hanyalah kekaguman semata tidak ada perasaan lain. Ia harus meyakinkan Anna akan hal itu.
“Ya sudah, kita tinggalkan saja Rayyan. Dia sedang berjuang mendapatkan jodohnya! Semoga saja berhasil kali ini dan Mama akan bermunajat jika wanita itu pilihannya,” ucap Tante Melly dan semua ikut menatap ke arah Rayyan.
Rayyan melihat dari jauh keluarganya sedang menatap dirinya dan Maira.
Pemuda slengean itu melambaikan tangan sambil mengembangkan senyum.
“Dih, Kasian banget tuh cewek kalau mau sama Kak Rayyan!” celetuk Risma.
“Eh... Jangan begitu, Mama berharap Rayyan bisa mendekati sahabat dari Anna itu. Anaknya baik dan solehah.” Tante Melly menatap ke arah Maira sambil tersenyum.
Maira mengangguk sopan sambil tersenyum dari kejauhan.
Akhirnya Tante Melly, Om Anwar dan Risma pamit pulang. Tak lupa berpamitan kepada Anna dan Abbas.
__ADS_1
Rayyan juga menghampiri mereka bersama Maira. Lalu berpamitan kepda keluarga Rayyan.
“Jangan lupa langsung pepet kalau sudah ada lampu hijau,” celetuk Tante Melly kepada Rayyan saat ia akan pulang.
“Siap Mah! Do’akan saja lampu merah cepat berganti hijau buat Rayyan mah,” balas Rayyan seraya melirik Maira.
Gadis itu mengerutkan alis tidak mengerti arti dari percakapan mama dan anak itu yang tertuju kepadanya. Maira lekas meraih tangan Tante Melly dan menyalaminya dan menangkupkan di dada saat Om Anwar pamit.
Rayyan pamit sebentar kepada Maira, Anna dan Abbas. Pria itu akan mengantarkan keluarganya menuju mobil yang sudah menunggu mereka di depan lobi.
Tak lama Rayyan kembali, sayangnya Maira malah akan pulang bersama dengan Abi dan Bundanya.
‘Yah, sue banget sih gue, baru mau lanjutin pedekate, udah mau diajak pulang aja pujaan hati gue!’
Batin Rayyan kemudian menunjukkan senyum terpaksanya agar terlihat manis padahal hatinya teriris.
Disusul Papa Reno, Mama Ami dan Bu Lidia serta anak-anak asuh yang ikut ke tempat resepsi itu pamit kepada Abbas dan Anna.
Beliau bilang ada kejutan lagi untuk Anna.
“Jangan, Mama sudah siapkan semua itu! Kamu harus ke sana bersama Abbas.”
Anna menoleh ke arah Abbas. Hanya tatapan jahil yang Anna dapatkan.
“Ish...” delik Anna dan mendapat senyuman dari Abbas.
Pria itu sangat senang melihat Anna yang cemberut karena dilarang ikut pulang ke rumah bintang.
__ADS_1
Anna dan Abbas mengantarkan orang tua mereka hingga melepas kepergiannya.
Anna dan Abbas menoleh ke arah Rayyan.
“Kamu mau tetap di sini, atau langsung pulang?” tanya Abbas kepada Rayyan yang terlihat lesu.
“Sabar Mas, kalau gak sanggup deketin Maira lebih baik melambaikan tangan ke kamera sekarang juga. Berat buat dapetin dia mah!” ledek Anna semakin membuat Rayyan tertunduk lesu.
“Au... Ah..., Mas mau pulang aja! Nyusul Mama!” Rayyan hendak melangkah meninggalkan Abbas dan Anna.
Anna terkirim melihat Rayyan.
“Tidak ada yang tidak mungkin selagi kita mau berusaha dan berdoa. Perjuangkan cinta hingga dia merasakan betapa besarnya perjuanganmu untuk mendekatinya. Sejatinya wanita akan lebih suka dengan pria yang penuh dengan perjuangan,” Bisik Abbas dan membuat Rayyan sekan mendapatkan masukan yang melegakan perasaanya.
“Kamu benar!” Rayyan menepuk pundak Abbas kemudian berjalan dengan semangat menuju mobilnya.
“Berjuang untuk Maira!” Rayyan mengangkat tangannya yang terkepal seakan menyemangati diri sendiri.
“Semangat buat honeymoon!” ucap Rayyan kepada Abbas. Anna merona akan ucapannya.
****
Di rumah bintang banyak kamar kosong yang tersedia. Bu Lidia sudah mempersiapkan semuanya untuk kedatangan Keluarga Anna.
Papa Reno dan Mama Ami terkejut dengan semuanya.
“Maaf kami merepotkan Anda Bu Lidia. Padahal kami bisa pulang ke Jakarta, tanpa harus menginap di sini!” ucap Mama Ami.
__ADS_1
“Saya malah merasa senang sekali akan kehadiran kalian di sini, Besan!”
Bersambung