
Maira tak mau bersikap egois dengan terus mempertahankan perasaanya nya. Entah cinta atau rasa kagum yang ia rasa saat ini. Maira masih merabanya. Ia hanya berpasrah kepada sang pemilik kehidupannya untuk memadamkan cinta yang telah lama tumbuh agar tidak semakin berkembang.
Hari ini ia sangat bersemangat untuk menjalani kegiatannya. selama seminggu ini Maira begitu giat agar skripsinya lengkap dan cepat selesai sehingga bisa segera mengikuti sidang.
Mobil silver milik Abi Khaliq berhenti tak jauh dari gerbang kampus. Maira minta di turunkan di depan Mini market di sebrang kampusnya.
"Makasih ya, Bi, udah antar Maira! Doain aku lulus sidang proposal ini, semoga tidak ada revisi jadi aku bisa lanjut ke sidang akhir." ucap Maira
"Abi doakan supaya putri Abi ini selalu mendapatkan kemudahan dalam belajar. di lancarkan sampai sidang akhir." Abi mengelus pelan kepala yang berbalut kerudung bermotif menambah cantik penampilannya pagi ini.
"Aamiin ... terima kasih doanya, Bi!" Maira merengkuh tangan Abi Khaliq lalu menciumnya dengan takzim sebelum ia keluar dari mobil tersebut.
Mobil yang dikendarai Abi Khaliq pun melaju meninggalkan Maira yang berdiri melepas kepergiannya dengan melambaikan tangan.
Setelah mobil jalan menjauh, Maira berbalik badan kakinya melangkah memasuki mini market tepat di hadapannya. Maira mencari sesuatu di rak dekat kasir yang biasanya terdapat berbagai macam coklat batangan dari berbagai macam merk cokelat ada Silverking, Delfa, Cadberry dan Toblersix ada di sana. Tapi yang di carinya tidak ada di rak tersebut. Maira pun bertanya pada kasir barangkali masih ada persediaan di gudang.
"Permisi mbak, maaf coklat Toblersix nya ada lagi ngga ya? di sini habis."Maira menunjuk rak kosong di depannya.
"Maaf Kak, itu tinggal stok terakhir. Ambil merk lain aja Kak, ada promo loh untuk cokelat Delfa nya. Beli dua dapat potongan harga lima ribu, mau ngga?" Mbak kasir malah menawarkan barang promosi.
"Yah.. enggak deh Mbak, aku enggak suka merk itu lebih suka sama bentuk yang segitiga kaya Toblersix pas buat di genggam potongannya pun pas buat di potek." Maira tersenyum kikuk. "Ini ada dua lagi, punya siapa Mbak?" tanya Maira saat ia melihat cokelat kesukaannya berada di meja kasir.
"Ini punya masnya yang pake kemeja navy Kak, dia lagi ambil belanjaan yang kurang." Mbak kasir menunjuk lelaki berkemeja navy sedang mengambil minuman di lemari pendingin di sudut ruangan, Mata Maira mengikuti arah yang di tunjuk Mba kasir.
"Aku beli satu deh, Mbak? nanti Mas yang itu suruh pilih yang lain! Aku butuh banget satu aja yang rasa cokelat ini, aku mau sidang proposal hari ini. Butuh cokelat itu buat ngilangin Nerveus." Maira memohon kepada Mbak kasir, cokelat Toblersix pun sudah di genggamnya.
"Aduh gimana ya, Kak. aku enggak berani. Itu punya orang soalnya."
"Aku bayar deh dua, yang satu aku ambil satunya lagi Mbak kasih ke si Mas itu. ya ... ya ...Please .." Maira masih memohon dengan wajah memelasnya.
"Ok deh ..." jawab Mbak kasir menyetujui.
"Alhamdulillah, Makasih loh Mbak. Maira menoleh ke arah lelaki berkemeja navy tak terlihat wajahnya karena dia masih sibuk memilih minuman yang tertata rapi di lemari pendingin itu. "Lama amat, ambil minuman doang" batin Maira.
"Sudah Kak! ada yang mau di tambah lagi?" Mbak Kasir menawarkan barang yang lain. teguran Mbak kasir membuat Maira memfokuskan pada pembayaran cokelat nya.
__ADS_1
"Ini aja Mbak, terima kasih banyak. sampaikan maaf saya untuk si mas itu, karena sudah meminta tanpa ijinnya" Maira membayar dua cokelat Toblersix. satu cokelat ia masukan ke dalam tas dan satu lagi di tinggalkannya untuk lelaki yang tak ia lihat wajahnya.
"Kembaliannya Kak" panggil Mbak Kasir saat Maira hendak pergi dari meja kasir.
"Buat Mbak aja. saya buru-buru takut telat. sekali lagi makasih ya, Mbak." Maira melambaikan tangan lalu mendorong pintu kaca agar segera keluar dari minimarket sebelum si empunya cokelat mendatangi kasir.
"Terima Kasih Kak, silahkan belanja lagi nanti" Mbak kasir menangkupkan tangan di depan dadanya.
Tak lama lelaki berkemeja navy pun kembali dengan beberapa minuman dan makanan ringan di dalam keranjang yang ia pegang.
"Loh, cokelatnya ko cuman satu, satunya lagi mana Mbak," tanya Rayyan pada Mbak Kasir. Diletakkan nya keranjang di atas meja kasir untuk melakukan pembayaran.
"Maaf Mas, tadi Kakak yang itu perlu banget cokelat nya dia bilang si buat ngilangin Nerveus soalnya mau sidang siang ini." Mbak kasir menunjuk pintu kaca terlihat dari dalam Maira berjalan sambil membawa file di tangannya.
"Aneh, ngilangin Nerveus pake cokelat. pantes aja doyannya nya cokelat, masih bocah keliatannya," gerutu Rayyan seraya memperhatikan Maira dari belakang.
"Kakak itu sudah bayar cokelat nya, Mas. Yang satu buat Mas katanya buat permintaan maaf sudah meminta tanpa ijin. Mas bisa pilih cokelat yang lain." Mbak kasir memberitahu lalu menarik melakukan scan pada barang yang di bawa Rayyan di dalam keranjang.
"Oh, udah di bayar! untung dong gue. nih Mbak tambahin aja cokelat merk lain. biarin lah merk lain juga." Rayyan memasukan dua cokelat batang merk lain untuk di bayar. "Lagian rese banget si ponakan gue, segala pilih merk buat cokelat doang, rasa sama aja manis, kayak saya. Iya enggak Mbak?" Rayyan mengembangkan dada membanggakan dirinya di depan Mbak Kasir.
Maira yang merasa di perhatikan menoleh ke minimarket tempat yang ia tinggalkan beberapa menit yang lalu. Ia melihat Rayyan sedang melakukan transaksi dengan Mbak kasir. "Syukur deh, untung buru-buru keluar. jadi enggak harus ketemu sama orang itu, bisa jadi debat. panjang deh urusannya."
Maira pun lekas menyebrang jalan menuju gerbang kampusnya. Terasa getaran di tas selempang yang ia pakai. Setelah sampai di depan gerbang kampus di ambilnya ponsel terlihat notifikasi pesan chat dari Anna sahabat yang selalu menyemangati nya dalam ketidakpercayaan diri yang ia alami.
[Assalamualaikum, Mai.Aku sudah ada di depan ruangan guru pembimbing buat sidang proposal. deg-degan banget. doain ya biar lulus] Anna
[ Waalaikumsalam, An. Aku baru sampai, An. ini juga langsung ke ruang dosen pembimbing skripsi ku. doain juga ya. Kalau sudah selesai ke tempat biasa ya, An!] Maira
[Siap. biar kita bisa wisuda bareng 💪, siapa yang sudah selesai duluan pesenin es kelapa ya] Anna
[siap, semangat juga] Maira
[ Bay ... bay..✊✊💪💪💪, Assalamualaikum] Anna
[ 😊 Waalaikumsalam]
Maira tersenyum menanggapi pesan chat dari Anna.
__ADS_1
ia meneruskan langkahnya menuju ruangan dosen pembimbing yang akan menilai skripsi miliknya. apakah harus revisi atau mendapatkan tanda tangan untuk lanjut pada sidang akhir.
Rayyan
Satu kantong belanjaan berwarna Biru berlabel pohon beringin di masukkan ya ke dalam mobil, tepatnya di bangku tengah mobil tersebut.
"Kalau bukan permintaan Tante Ami, males banget deh nurutin. kenapa enggak nyuruh tuh bocah ambil aja sih sendiri ke rumah. segala di bawain oleh-oleh. manja banget." Rayyan melajukan mobilnya memasuki gerbang Kampus ternama di Bogor sambil bersungut-sungut. Ia tepikan mobil yang dikendarai nya di tempat parkir kampus tersebut.
"Tau lama begini mending janjian dulu sama si Bella." gerutu Rayyan. " Mana pengen ke toilet lagi. ck ... lama banget si tuh bocah? di chat bales nya bentar lagi terus, udah mau sejam lebih masih sebentar aja, kapan kelarnya coba? ngajuin sidang proposal apa buat proposal, segala minta beliin cokelat juga, Argh ..." Rayyan mengacak rambut kebelakang dengan jarinya. Mulai merasa bosan menunggu seseorang.
Menghilangkan kejenuhan dengan berkeliling kampus sambil menunggu kabar dari sepupunya membuat keseruan tersendiri untuk Rayyan.
Keberadaannya membuat perhatian para beralih kepadanya. rasa percaya diri yang tinggi membuatnya semakin membusungkan dada melewati para mahasiswi.
"Emang bener daya tarik seorang Rayyan tak pernah di ragukan." Rayyan membanggakan dirinya sendiri. Ia terus mendapat perhatian sepanjang langkahnya lalu memusatkan pandangannya ke samping memberi sapaan manis kepada beberapa mahasiswi yang memperhatikannya, tanpa melihat di depan ada seorang wanita berdiri menghalangi jalannya.
"Bruukkkk....
.
.
.
.
Hai para pembaca yang setia
ikuti terus karyaku ini ya..
makin seru untuk kisah selanjutnya ...
dukung terus karyaku beri like komen sebanyak banyaknya. kasih kritikan karena aku senang jika di kritik.
jangan lupa kasih vote dan hadiah juga .
salam hangat dari Author recehan. Mayya_zha
__ADS_1