Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan
13. susu hangat


__ADS_3

"Sama-sama neng, mudah mudahan apa yang bapa sampaikan bisa membantu dan bermanfaat buat kalian," ucap Pa Subki.


Tak lama istri dari Pa Subki, Bu Dami keluar dari pintu yang berada tepat di samping Pak Subki. Bu Dami membawa susu yang sudah di kemas dalam botol, dan susu tersebut masih hangat tanda kalau susu tersebut belum lama di hangat kan. Agar lebih nikmat saat di minum dalam kondisi cuaca dingin.


"Pak! ini ada sedikit susu yang bisa di bawa untuk si Neng nu gareulis iyeu ( buat si neng yang cantik ini) sambil menyerahkan beberapa botol susu murni kepada pa subki."


Pak subki menerima susu tersebut kemudian memberikan kepada Anna dan yang lain."Itu sekalian buat temen neng yang tadi pulang duluan." ujarnya.


"Ngiring ngaraosan neng, sedikit. Susu na haneut keneh cocok pisan mun di cocol ku roti bagelen ( ngikut ngerasain neng, susunya masih anget cocok banget kalau di celup pakai roti bagelen ), tawar bu dami kepada Anna, Dita dan Nia.


"Hayu atuh! bapa! ajakin duduk hela si neng na, karunya apanan tos kerja teh," ajak Bu Dami.


"Nya atuh Bu. Hayu neng, kita duduk santai dulu di depan! sambil menikmati susu anget.


Mereka berjalan ke depan menuju bale yang biasanya di gunakan Pak Subki dan pekerja yang lain untuk bersantai. Jaraknya jauh dari kandang sapi, jadi bau kandang sapi tak begitu menyengat saat mereka bersantai.


"Ari si ibu! teun ngajak nyocol roti bagelan ka susu tapina malah mawa susu nu ges di botolan, mana roti na henteu di bawa dei!"


(si ibu gimana ngajak nyelup roti ke susu tapi malah bawa susu yang di botolan, mana rotinya ngga di bawa lagi), kumaha Aai si ibu teh?" tanyanya kepada Bu Dami.


"Eh nya pa! ih kumaha nya, ari ibu teh! maklum atuh da, udah tua jadi suka lupa. sakedap atuh ibu candak deui susuna di dapur." Bu Dami hendak kembali ke dapur.


Anna mengerti apa yang di bicarakan Pa Subki dengan istrinya. Ia langsung mencegah Bu Dami.


"Ngga usah Bu! ini aja udah cukup, terima kasih," sergah Anna.


"Ngga pa-pa atuh neng, da henteu tiap hari datang ke sini nya! itu yang di botol buat nanti di bawa ka tenda." Bu Dami menimpali dan langsung beranjak pergi ke dapur untuk mengambil susu di cangkir dan roti bagelen agar bisa di nikmati bersantai.


Akhirnya Anna, Nia dan Dita pun ikut bersantai sejenak. Menikmati indahnya sore hari di bukit pegunungan. Susu dan roti pun menemani kehangatan mereka di sore hari.

__ADS_1


"hfuuuuh.. hfuuuh." Anna meniup susu panas di dalam cangkir. Ia menikmati keindahan sore di peternakan sapi. Begitu pun dengan Nia dan Dita.


"Enak ya? rejeki anak baik ini mah dapet kenikmatan luar biasa! menikmati secangkir susu dan roti. Ih.. mantap, "Alhamdulillah," ucap Anna yang lanjut mencelupkan roti kedalam susu.


"Rejeki anak Sholehah, ni!


Ha..ha.. sayang banget tuh serli ngga ikut di sini."Dita menimpali.


"Iya bener," sambung Nia.


Anna hanya tersenyum melihat gurauan dari mereka. Mereka berbincang tentang peternakan dan cara pemeliharaan. Di saat pembicaraan santai itu pun Anna tak lupa untuk mencatat sebagian dari ucapan Pak Subki sebagai tambahan catatan untuk tugas.


Tak terasa waktu sudah hampir menjelang sore. Suasana di sekitar pun sudah mulai berkabut. Mereka harus segera kembali ke perkemahan untuk menyusun tugas dan mengumpulkan nya ke panitia. Meski hanya baru catatan tetapi arahan panitia agar langsung pengumpulan itu meminimalisir agar tak kehilangan catatan di karenakan malam hari ada acara renungan malam bersama, esok harinya adalah kegiatan bansos untuk warga dan siang sampai sore hari acara bebas untuk semua mahasiswa.


***


"Terimakasih ya Pak, Bu! kami kembali dulu ke perkemahan. Ngga enak juga sama teman kami yang sudah sampai duluan dari tadi," ucap Anna sembari mengulurkan tangan kepada pa Subki dan Bu dami untuk Salim. Nia dan dita pun mengikuti. Mereka bertiga berpamitan dan kembali ke perkemahan dengan sekantong oleh oleh susu dari Pak Subki.


Sedangkan Nia dan Dita kembali ke tenda untuk bersiap pergi membersihkan diri. Sesampainya di tenda, Nia melihat Serli sedang asik bersama kedua teman yang selalu ada bersamanya.


Nia memberikan titipan dari Pak Subki tadi. Hasil susu sapi perahan yang sudah di olah agar dapat langsung di minum.


"Ser, ini ada titipan dari pemilik peternakan tadi!" seraya menyerahkan kantong berisi susu dalam botol, Nia memberikannya kepada Mimi yang posisinya tak jauh dari Nia. mereka sedang asik bersantai di dalam tenda.


"Apaan tuh!" tanya Serli.


"Susu sapi yang siap minum, masih anget ko," imbuh Nia.


"Ih.. males gue, enek minumnya juga, kebayang sama bau tempat pengambilannya! wooek." Serli masih merasa jijik dengan kejadian tadi siang di peternakan.

__ADS_1


"Ya sudah kalo kamu ngga mau! Mimi, Tia kamu mau ngga?." Tia dan Mimi saling pandang dan melirik ke arah Serli. Serli yang merasa di tunggu jawaban dari lirikan kedua temannya langsung menjawab sambil mengancam.


"Kalau lu mau ambil itu susu," awas lu ancam serli.


Mimi yang merasa tak kan beres jika ia mengambil susu itu, tak jadi menerimanya.


"Buat lo aja deh,Ni! gue kurang begitu suka sama susu.


"Ok.. kalian ini, susu kan sehat! ko pada ngga mau sih, Aneh!" kalau kalian ngga mau sih ok, buat aku aja, lumayan buat nambah protein. hi..hi..


"Eh Nia, udah beres kan tugas kita. lu ngga lupa kan tadi fotoin gue pas memerah sapi, awas aja kalau sampai ngga ada gambar gue, gue balas nanti di kampus," ancam serli.


"Ada Ser! kalau kamu ngga percaya coba cek aja nanti ke Anna, semua ada ko di kameranya."


"Ni, hayu cepetan katanya mau mandi! bareng sama aku ke kamar mandinya soalnya dah agak gelap ni, rada serem juga kalau sendiri. sekalian bawa perlengkapan solat aja. bentar lagi kan waktunya ISOMA ( istirahat solat makan) dah hampir mendekati waktu Maghrib nih!" ucap Dita sambil mengusap tangannya, Dita merasa cuaca di sana sudah mulai dingin. Kabut pun sudah mulai menutupi pandangan.


"Ayo, tapi tunggu Anna deh, kasian kan dia juga sendiri!" jawab Nia.


Tak berselang lama, Anna yang di tunggu pun datang, Anna pun langsung ikut mengambil perlengkapan mandi.


...Terima kasih sudah sampai di bab ini....


...author sangat lebih berterima kasih untuk kalian yang mau memberikan ...


...like 👍...


...komen ✍️...


...klik favorit ❤️...

__ADS_1


...Salam hangat dari Author Mayya_zha...


__ADS_2