Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan
Balasan cewek jutek


__ADS_3

Abbas hanya membalas Risma dengan anggukan saat ia memasuk ruang tamu lewat pintu samping. Seperti biasa, Abbas akan bersifat dingin dan cuek saat berhadapan dengan orang yang baru di kenalnya.


Risma terperangah dengan respon yang di berikan Abbas.


"Dih ... sombong banget, So cool, gitu! mubazir banget senyum gue," gerutu Risma. Ia merasa kesal mendapat respon cuek dari pria yang sempat membuatnya terkagum karena kesalehannya saat menjadi imam solat.


Tante Melly tersenyum saat melihat Risma merasa jengkel terhadap Abbas. Tante Melly yang melangkah lebih dulu dari Abbas dan Risma, lantas mempersilahkan Abbas untuk duduk terlebih dulu di ruang tamu. Dia akan memanggil Anna untuk segera turun.


"Silahkan duduk! Tunggu sebentar ya, Nak Abbas, Tante mau panggil Anna dulu!"


"Iya, Tante!" Terima kasih.


Abas pun duduk di sofa yang berada di tengah rumah itu.


Risma yang hendak berjalan menaiki anak tangga menghentikan langkahnya saat Tante Melly memanggilnya.


"Ris ... Kamu temenin tamu aja, sana! sebentar ko, sampai Anna turun aja!" perintah Tante Melly kepada Risma yang langsung mendapat penolakan dari anak perempuannya itu.


"Males, jutek gitu! Aku aja yang panggil Anna," protes Risma.


"Ck, kamu ini. Nah ... sekarang kamu ngerasain 'kan kalau di cuekin sama orang! makanya kamu juga jangan terlalu jutek sama cowok!" sindir Tante Melly. Dia melihat sikap Abbas yang cuek kepada Risma ketika masuk kedalam rumah tadi.


"Mama ... ih, apaan sih! siapa yang jutek? Aku males ngeladenin cowok yang cuman main-main aja! mendingan serius dengan pekerjaan dan kuliah! udah ah, Mama enggak asik!" Risma Melangkah cepat menaiki anak tangga menuju lantai dua. menghampiri Anna untuk segera turun ke bawah. Ia juga merasa tersindir dengan ucapan mamanya.


Sikap Risma kepada pria yang ingin dekat dengannya begitu cuek dan dingin sekarang dirinya merasakan di cuekin oleh pria yang disapanya.


"Tolong panggilkan Anna ya, sayang!"


"Ya," Risma menjawab singkat.


Tante Melly menggelengkan kepala lalu tersenyum melihat tingkah putrinya.


"Maaf ya, Nak Abbas. Dia memang seperti itu sifatnya. tunggu ya, sebentar lagi Anna turun! Tante ke kamar sebentar."


Abbas hanya mengangguk menanggapinya.


Sambil menunggu Anna, Abbas mengabari Bu Lidia kalau dia akan pulang terlambat dan menyuruh Bu Lidia dan anak-anak untuk makan lebih dulu tanpa harus menunggunya pulang.


Tak lama Anna turun bersama Mama Ami, mereka berdua langsung mendekat dan duduk berseberangan di ruang Tamu. sedangkan Risma lebih memilih di dalam kamar daripada bergabung dengan mereka di ruang tamu .


Tante Melly pun kembali dari kamarnya setelah membereskan mukena yang di pakai solat tadi berganti dengan pakaian rumahan tetap dengan kerudung hijab yang menjadi baju andalan sehari-harinya.


"Bi ... Bi Warsih!" panggil Tante Melly kepada Asisten rumah tangganya.


"Iya, nyah." Bi Warsih datang perlahan sembari menunduk sopan.


"Tolong buatkan minuman buat temannya Anna. Oh ya, untuk Ibu Ami dan Saya tolong buatkan teh hangat jahe saja ya, Bi!"

__ADS_1


"Baik, Nyah."


"Terima kasih ya, Bi!"


"Iya, Nyah. Bi Warsih berbalik menuju dapur untuk membuatkan minuman sesuai perintah pemilik rumah.


Tante Melly ikut bergabung bersama mereka duduk bersama di ruang tamu. Tante Melly yang cenderung banyak berbicara dan bertanya kepada Anna dan Abbas. Sikapnya yang ramah membuat Abbas menjadi lebih nyaman berada di sana.


"Permisi ... ini minumannya!" Bi Warsih datang membawa minuman untuk di suguhkan.


Anna membantunya meletakkan di atas meja.


Bi Warsih juga membawakan beberapa piring berisi kue untuk menemani obrolan santai mereka.


"Terima kasih, Bi" ucap Mama Ami.


"Sama-sama, Bu" Bi Warsih pun kembali ke dapur.


Mama Ami sesekali berbicara kemudian bertanya kepada Abbas. Dimana dan sudah lama lak dia mengenal Anna.


Abbas menjawab apa adanya. karena baru mengenal Anna beberapa bulan ini. Awalnya mereka hanya saling mengenal karena sering bertemu di acara pengajian bulanan yang di adakan di Masjid AZz - Zikra Sentul, Bogor. Berlanjut pada saat Anna berkunjung ke Rumah Bintang tempat dia tinggal.


"Wah kalian sering ikut pengajian di Sentul?" sambung Tante Melly.


"Alhamdulillah sering, Tan! Aku hanya ikut hadir bantu-bantu doang. Maira sering ajak Aku ke sana. Ya, pas pengajian mulai aku tunggu di depan," tutur Anna.


"Aamiin," Jawab mereka kompak.


"Mama sangat senang kamu tinggal di sini berada bersama orang-orang baik. Mendengar ceritamu, Mama yakin mereka akan membantumu menjadi muslim yang taat kelak." ucap Mama Ami.


Perkataanya membuat Tante Melly dan Abbas terdiam saling mencerna arti dari ucapan Mama Ami.


"Maksud kamu, apa, Mi?" tanya Tante Melly penasaran.


"Aku minta tolong kepada mu dan Mas Anwar untuk membantu Anna menjadi seorang mualaf seperti niatannya. Aku dan Mas Reno sudah merestuinya, kami bangga Dia menjadi dewasa dengan berani mengambil keputusan besar dengan tanggung jawab yang harus ditaatinya kelak." Mama Ami membelai Anna lembut. Anna tersenyum malu.


"Alhamdulillah," jawab Abbas dan Tante Melly.


"Nanti kita bicarakan setelah Mas Anwar dan Rayyan pulang dari kantor, Oh iya, ko tumben ya Mas Anwar belum sampai. Biasanya dia tiba di rumah sebelum Maghrib." ucap Tante Melly.


Abbas melihat waktu di Arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Merasa sudah terlalu lama di sana, Abbas pamit untuk pulang.


"Maaf, Tante." Abbas memandang Tante Melly dan Mama Ami bergantian lalu kembali berkata, "Saya pamit pulang. Terima kasih sudah mengijinkan saya ikut berjama'ah di sini!" ucap Abbas sopan.


"Sama-sama, kamu sepertinya pintar mengaji ya, Nak Abbas. Bacaan solatmu begitu fasih," tanya Tante Melly.


"Saya juga masih belajar, Tante." elak Abbas.

__ADS_1


"Ya sudah! Hati-hati di jalan. Kamu pulang ke Bogor, sendiri?" Tante Melly kembali bertanya.


"Ya, Tante."


"Hati-hati di jalan. Ingat jangan ngebut! jalanan pasti licin habis hujan seperti ini. Terima kasih juga sudah mengantar Anna sampai sini!" sambung Mama Ami.


"Iya, Tante. Sama-sama, doakan saya selamat sampai tujuan?"


"InsyaAllah, Allah melindungimu sampai tiba di tempat tujuan." Tante Melly mendoakan.


"Terima kasih, Tan."


Abbas berdiri di ikuti Tante Melly dan Mama Ami. Mereka mengantar Abbas sampai di pintu.


Langkah Abbas terhenti saat Mama Ami memanggil namanya.


"Nak, Abbas!" Mama Ami menghentikan langkah Abbas.


Abbas berbalik dan menghadap Mama Ami.


"Ya, kenapa, Tan?" tanya Abbas heran.


"Tolong bantu anak saya menjadi muslim yang baik, tuntun dia agar taat pada keyakinannya nanti, Saya bisa merasakan perasaan yang Anna rasakan terhadapmu. Jadi saya percaya padamu kamu bisa membimbingnya." ucap Mama Ami.


Abbas terkejut mendengarnya. Begitu pula dengan Anna.


"Mah ..."


.


.


.


.


Hai.. aku Doubel up hari ini...


boleh dong minta dukungan vote dan gift nya


Yang ikhlas ya 😁😁😁


Doakan semoga kedepannya makin lancar buat up kelanjutan ceritanya.


Doakan juga untuk karya selanjutnya yang aku ikut lombakan berhasil lolos dari revisi..


Terima kasih buat semua yang masih setia.

__ADS_1


Salam hangat dari Author retcehan sepertiku.


__ADS_2