
Aroma yang di keluarkan saat di masak membuat rasa lapar itu muncul tiba-tiba. Tadinya Anna nekad mau mampir sendiri ke warung makan itu, tapi saat melihat Abbas yang menghampirinya, Ia mengobrol sebentar lalu mengajak Abbas untuk ikut menemaninya makan dengan alasan gantian mentraktir nya.
Lokasi dekat di pinggir jalan membuat warung makan itu ramai, saat menjelang sore hingga malam hari. Seperti saat ini semua meja yang ada di dalam warung tenda itu terisi oleh para pengunjung yang datang untuk menikmati makanan yang menggugah selera.
Setelah yakin mengajak Abbas untuk menemaninya makan di warung makan pinggir jalan, Anna terlebih dulu memesan makanan untuknya dan Abbas. Kini, di atas meja terhidang makanan yang dari tadi membuat Anna tergoda untuk menikmatinya.
Anna memesan pecel ayam dengan satu porsi nasi uduk dan satu gelas Air jeruk manis hangat. Begitu juga dengan Abbas, makanan yang mereka pesan sama. Anna juga menambahkan beberapa tusuk Ati ampela yang di buat seperti sate. Abbas hanya menggeleng kepala melihatnya.
Menunya ayam goreng, ati ampela, dan tahu tempe. Yang bikin istimewa adalah sambal setan yang pedasnya nendang. Sambalnya ulek diracik segar dari cabai rawit merah di tambah lalapan timun, kol, dan daun kemangi yang masih segar.
"Abang beneran, enggak pa-pa makan di sini" Anna kembali bertanya untuk meyakinkan.
"Emang kenapa, An! Aku terbiasa ko, makan di tempat seperti ini, tenang saja!" jawab Abbas.
"Ya, enggak enak aja, Aku nya, Bang! Masa seorang pemimpin kantor jasa, Aku ajak makan di pinggir jalan!" Anna tersenyum "Tapi hari ini, Aku yang traktir, Bang!" seru Anna.
Abbas mengangguk, mengiyakan ucapan Anna.
Anna berdoa terlebih dulu sebelum melahap pecel ayam yang membuatnya makin berselera untuk menyantapnya.
"Bismillahirrahmanirrahim," ucap Anna.
Abbas tersenyum mendengarnya. Meski belum seutuhnya berpindah keyakinan. Anna terbiasa mengucapkan basmallah setiap mengawali dalam melakukan sesuatu. kebiasaan itu mengalir begitu saja karena ia selalu berada di dekat orang-orang baik. Maira selalu menjadi contoh baik untuknya.
Mereka berdua makan dengan hikmat. Abbas sesekali melihat ke arah Anna yang tanpa canggung saat makan bersamanya.
itu yang Abbas suka dari Anna selalu menjadi diri sendiri. Anna sendiri terlihat bersemangat menghabiskan makanan yang di pesannya.
Suara nada dering membuat Anna menghentikan sejenak kegiatan makannya.
Anna lupa ia belum sempat memberi kabar kepada Mama dan Tante Melly.
"Iya Mah, maaf! Anna lupa dari tadi hujannya deras. Ini Anna lagi makan di warung pecel ayam, sama temen Anna mah! Mama mau sekalian Anna belikan makanan?" Anna langsung memberi penjelasan kepada Mama Ami yang khawatir kepadanya saat menjawab panggilan telpon dari mamanya.
"Enggak usah, Nak. Mama sudah makan tadi sama Tante Melly. Kamu hati-hati pulangnya, jangan terlalu malam! tak enak sama Tante Melly dan Om Anwar," seru Mama Ami.
"Iya, Mah. Selesai makan Anna langsung pulang ko! Miss U, Mah."
"Miss U too sayang, Mama tunggu ya."
"Siap." Anna mengakhiri sambungan telponnya.
Anna kembali melanjutkan makan nya yang tertunda,Ia habiskan makanan yang tersisa di piringnya, sate ati ampela pun tak lepas di lahapnya.
Anna melirik ke arah Abbas, ternyata makanan di piring Abbas sudah habis tak tersisa. Piring kotor pun sudah di geser dari hadapannya. Saat ini pandangan Abas malah beralih ke arah Anna sambil terus memperhatikannya.
__ADS_1
Anna yang di perhatikan oleh Abbas merasa canggung.
"Abang, jangan liatin Aku kayak gitu!" ucap Anna saat ia menyuapkan suapan terakhir nya. kemudian menumpuk piring kotor, lalu mencelupkan tangan ke dalam mangkuk kecil berisi air dengan beberapa irisan jeruk agar tak bau amis. Tak lupa Anna keringkan tangan dengan tisu yang tersedia di sana.
Abbas terkekeh kecil melihat tingkah Anna.
"Kamu kaya enggak makan seharian," ejek Abbas. orang yang mendapat ejekan terlihat malu.
"Iihh ... Abang! jangan kencang-kencang ngomongnya. Aku malu!" Anna melirik kanan dan kiri merasa malu jika Ada yang mendengar ucapan Abbas.
"Hahaha." Abbas semakin kencang menertawakan nya.
Kebersamaan bersama ini yang Abbas di rindukan saat tak bersama Anna. Rasanya perasaan nyaman dan bahagia dirasakannya.
Anna semakin malu dibuat oleh Abbas.
"Keliatan kaya orang kelaparan banget ya, Bang? abisnya sambelnya nikmat banget!"
Abbas tersenyum lalu menggeleng kemudian mengangguk. Ia masih menggoda Anna.
"Dih ... Abang, maksudnya apa coba" Anna cemberut di buatnya.
"Aku senang kamu selalu menunjukan sikapmu sebenarnya!" Abbas terus melihat ke arah Anna tanpa mengurangi senyum di wajahnya.
Anna melipat kedua tangannya di atas meja kemudian menyembunyikan wajah di atas tumpukan tangannya.
Abbas terus tersenyum.
"Oh, ya! Aku sampai lupa. Abang mau anterin Anna ke rumah Om Anwar?"
Abbas mengangguk. "Aku enggak akan biarkan kamu sendirian, ke sana! Ayo, sebentar lagi masuk waktu magrib, masih jauh jalan ke rumah Om mu?" tanya Abbas seraya berdiri hendak keluar dari warung tenda itu.
"Deket ko, Bang! sebentar, kali ini Aku yang bayar loh, 'kan aku yang traktir!" Anna berjalan mendahului Abbas. Tak mau Abbas kembali yang membayar makan sore nya kali ini.
Anna dan Abbas kini berada dalam mobil. Mereka akan menuju rumah Om Anwar. Anna memberi petunjuk jalan kepada Abbas.
Di perjalanan yang tak lama itu Anna dan Ababa Kembali berbincang. semakin lama kedekatan diantara mereka semakin dekat. kebiasaan dan hal tentang keduanya mereka bicarakan.
Abbas tak pernah sedekat ini dengan seorang perempuan. Mungkin karena perasaan yang dimilikinya untuk Anna.
Abbas mencoba menahan perasaan ini, tapi rasa cinta datang sendiri tanpa terkendali. pernah ia menahan rasa karena berpikir tak mungkin untuk meneruskan perasaannya karena perbedaan keyakinan diantara mereka.
Setiap kejadian yang selalu mempertemukan mereka. Seiring berjalannya waktu pun, perasaan itu terus tumbuh. Abbas selalu berusaha menahan dan mengendalikan diri untuk tidak mengungkapkan perasaannya.
Saat ia mengetahui isi hati dan niatan Anna sebelum dekat dengannya, bahwa Anna memang ingin belajar untuk mengenal lebih jauh tentang Islam, terlebih Abbas lihat perkembangan Anna saat mempelajari semuanya.
Perasaan itu semakin tak terkendali. sedikit demi sedikit ia curahkan perasaannya melalui sikap. Ia ingin Anna mantap akan keputusan atas dasar dari hatinya bukan karena seseorang. Abbas juga merasakan perasaan yang sama dengan Anna. Perasaan cintanya bersambut, mungkin Anna berpikir sama dengannya. perbedaan keyakinan lah yang membuat mereka berdua sama-sama menahan perasaannya.
__ADS_1
***
Kendaraan yang di kendarai Abbas tiba di kediaman Om Anwar. Bangunan mewah itu terlihat begitu memukau. Perumahan di daerah selatan Jakarta ini menjadi incaran para pengusaha karena jalur perjalanan, lokasi, suasana dan tempat hiburan yang tersedia di sekitarnya.
Anna mengajak Abbas untuk mampir terlebih dulu di rumah Om Anwar sebelum Ia keluar dari mobil Abbas. Waktu Maghrib hampir tiba sebentar lagi.
Tante Melly yang kebetulan berada di luar bersama Mama Ami melihat Keberadaan mobil yang berhenti tepat di depan gerbang rumahnya.
"Apa itu Anna, Mel?" tanya Mama Ami saat mobil hitam berhenti depan rumah Tante Melly.
"Coba Aku lihat dulu!" Tante Melly berdiri lalu berjalan mendekati gerbang, memastikan siapa yang berhenti di depan rumahnya.
"Abang ... Mau mampir dulu? Aku kenalkan sama Tante dan Mama ku. Kebetulan Mama baru sampai tadi siang dari Surabaya," ajak Anna.
Abbas melihat waktu pada Arloji di tangannya. "Ya, sebentar lagi masuk waktu Maghrib, apa tak merepotkan jika Aku mampir?" Abbas malah bertanya balik.
"Merepotkan sekali, kalau Abang minta makan lagi. Masa barusan abis makan udah minta lagi!" canda Anna.
Abbas dan Anna tertawa dengan candaannya.
"Aku tak serakus itu. Yang menghabiskan makanan sampai seperti belum makan seharian, kayak siapa ya tadi?" Abbas balas menyindir Anna seraya memegang dagu seakan sedang berpikir.
"Iihh ... Abang, mah malah nyindir.!" Anna cemberut.
"Haha ..." Abbas kembali tertawa.
.
.
.
Hari ini banyak senyum dan tawa buat Abbas. makin Deket aja deh Doubel A'A ini..
Asik nih, yang mau ketemu calon Mertua..
semoga mendapat restu buat Babang Abas..
jangan lupa like komen dan vote untuk Mereka.
Jangan lupa mampir juga ke karya temanku ni
Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Cinta Kedua, karya Ratih_gianti.
recommended banget buat kalian.
__ADS_1