Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan
Mandi Wajib


__ADS_3

Abbas bangun lebih dulu dari Anna. Tidak langsung beranak dari tempat tidur. Tubuh mereka berdua hanya berselimut kain.


Senyum Abbas terus mengembang sambil memperhatikan wajah cantik Anna saat memejamkan matanya.


Anna sempat terusik ketika Abbas meraba pipinya.


Sengaja Abbas lakukan agar Anna terbangun.


"Dek... Bangun! Sebentar lagi masuk waktu subuh, kita harus mandi wajib terlebih dulu," bisiknya lembut di telinga Anna sambil menciumi pipi mulusnya.


Anna membuka mata perlahan. Ia tersenyum saat Abbas adalah pemandangan pertama yang dilihatnya.


Tangan Anna mengulur, meraba pahatan sempurna yang ada di depan matanya.


Rahang wajah yang tegas dan tampan itu adalah miliknya.


"Harusnya aku yang bangunin Abang!" Anna terus saja mengabsen wajah Abbas dengan jemarinya turun ke leher yang berjakun. Perlahan dan sangat pelan. Jari lentiknya bergerak terus menelusuri leher lalu ke dada bidang Abbas.


Anna mengulas senyum tipis saat mengingat kegiatan mereka semalam. Pembobolan gawang untuk pertama kali begitu membuat ibadah nereka sempurna.


"Kenapa malah senyum sendiri, Dek! Ayo ngebayangin apa?" tebak Abbas. "Bayangin semalam ya?" goda Abbas membuat Anna tersipu malu.


"Apa sih, Bang! Enggak kok!" kilah Anna.


"Masih ada waktu sebelum adzan berkumandang," ucap Abbas seteleh melihat waktu di dinding kamar.


Dengan cepat Abbas membungkam bibir Anna. Bola mata yang membulat adalah reaksi dari Anna saking terkejutnya dengan serangan dadakan itu.


Mereka kembali melakukannya. Tidak sesulit tadi malam, kali ini Abbas dengan lancar menjalankan tugasnya.

__ADS_1


"Aww...," jerit Anna saat ia mencoba bangun dari tempat tidur.


"Kenapa? Sakit ya? Biar digendong sama Abang saja," Abbas terlihat khawatir.


Anna mengangguk pelan sambil meringia memegangi bagian tubuh yang terasa perih itu.


Anna mengeleng pelan sempat menolak tapi Abbas tidak menggubrisnya. Abbas menutupi tubuh polos Anna dengan selimut lalu menggendongnya ala bridal style menuju kamar mandi. Membersihkan diri usai melakukan hubungan suami istri. Abbas juga ingin mengajarkan kepada Anna tata cara yang benar menurut islam.


****


"Membaca doa atau niat mandi junub. Bersihkan telapak tengan 3 kali. Cuci tangan usai membersihkan ********. Berwudhu secara sempurna. Menyiram kepala 3 kali menggunakan air, bilas seluruh badan dengan cara mengguyurkan air. Bersihkan area badan yang sulit dijangkau. Bener, gak Bang?" tanya Ana yang kembali mengulang cara membersihkan diri usai berhubungan kepada Anna.


Abbas yang memperhatikan mengangguk sambil tersenyum. Ia merasa bahagia mendapati istri seperti Anna, istri yang mau di bimbing olehnya. Sama-sama belajar untuk lebih baik.


"Ulangi wudu nya, setelah itu kita solat jama'ah bersama," ucap Abbas tidak beranjak berdiri di pintu kamar mandi.


"Abang, minggir! Anna sudah wudhu." pinta Anna takut wudhu nya batal karena bersentuhan dengan Abbas.


"Kuat, Bang! Hanya linu dan berasa tidak nyaman aja, tapi nanti juga sembuh," ujar Anna


"Yakin?" Abbas menegaskan.


"Yakin, Abang!"


Akhirnya Abbas sedikit menggeser tubuhnya, Anna melewati Abbas dan menunggu suaminya mengulang wudhu.


***


Usai mengerjakan solat berjamaah Anna dan Abbas tidak berdiam diri. Merka berdua mencari udara segar di halaman rumah Anna.

__ADS_1


Ternyata Mama Ami dan Papa Reno sudah berasa di sana lebih dulu.


"Pagi, Pah... Mah...," sapa Anna kemudian mengecup pipi keduanya bergantian.


"Mama bahagia sekali, pagi ini?" tanya Anna yang melihat Mama Ami begitu bersemangat dengan wajah yang bahagia.


"Iya dong, Mama bahagia! Tante mu sebentar lagi sampai ke sini. Bi imah dan Pak Joko juga akan ke sini sore nanti!" Mama Ami menjelaskan.


"Yang bener, Mah?" sergah Anna.


Mama Ami menganguk pelan.


"Akhirnya, bisa sama-sama lagi sama Bi Imah!" ucap Anna girang tingkahnua seperti anak kecil. Abbas yang melihat lnya tersenyum.


Anna sedikit meringis saat gerakannya terlalu banyak bergerak. Ia lupa kalau bagian bawah tubuhnya masih bengkak dan terasa linu. Gaya jalan Anna aja terlihat sedikit berbeda.


"Om... Tante...,!" teriak seseorang dari arah pintu.


Krekk....


"Woi... pengantin baru, mana nih. Gue datang kagak di sambut!"


.


.


.


Siapa nih yang datang????

__ADS_1


baca kelanjutan ceritanya


ya.


__ADS_2