Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan
Kangen Tempat Tidur


__ADS_3

Anna memilih membersihkan diri terlebih dulu, sebentar lagi waktu maghrib tiba. Ia harus segera membangunkan suaminya yang tertidur.


Anna merasa canggung usai membersihkan diri. Mau keluar kamar mandi, tapi merasa malu. Anna lupa membawa pakaian ganti saat mandi tadi, K ia takut Abbas sudah terbangun dan melihat tubuhnya yang hanya berbaut handuk.


Sedikit mengintip Anna lakukan, ternyata Abbas masih tertidur lelap. Posisinya tak berubah, masih memeluk guling. Anna terkekeh kecil melihatnya. Wajah suaminya itu sangat lucu saat tidur.


"Syukur lah, kalau masih tidur. Berarti aku bisa keluar kamar mandi." Anna melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian. Anna sesekali melirik Abbas, takut suaminya sudah terbangun sedangkan Anna masih belum rapi dengan pakaiannya.


Dengan gerakan cepat Anna berganti pakaian. Setelah selesai Anna begitu terkejut seraya memegangi dadanya.


"Astaghfirullahaladzim... Abang, ngagetin aja!" tegur Anna.


Abbas tersenyum jahil ke arah Anna. Satu tangannya menyangga kepala, tidur miring menghadap Anna.


"Abang, bangun tidur sejak kapan?" tanya Anna penuh selidik.


"Barusan!" jawabnya singkat sambil terus mengembangkan senyumnya.


"Bohong! Abang ngintip ya?" Tanya Anna sambil berjalan mendekati Abbas.


"Bener, Dek! Suwer deh!" Abbas mengangkat tangan yang nganggur dengan menunjukkan jari tengah dan jari telunjuknya. "Ngintip itu diem-diem terus gak ketahuan. Tadi tuh, pas Abang melek, pemandangan indah terlihat di depan mata. Sayang kalau Abang lewatin, Halal tapi belum tersentuh." Abbas lekas nyengir menunjukan deretan giginya yang belum di gosok.


"Abang!" Pekik Anna dengan bola mata yang membulat. "Itu sama aja, Abang lihat Anna pas ganti baju." Anna langsung memukul bahu Abbas.


Pria yang sedang berbaring miring itu tumbang seketika, bersamaan dengan Anna yang jatuh di atas tubuh kekarnya. Sebab saat Anna menarik tangan usai memukul lekas tangan itu ditarik oleh Abbas.


"Tidak dosa, bagi Abang. Sebab kamu itu halal bagiku. Mau di lihat dari depan, belakang, dicium, dicubit, pakai ataupun tidak pakai baju, semuanya sah. "Abbas tersenyum seraya menyibakkan surai yang terurai menutupi wajah cantik Anna.


Anna tersenyum simpul mendengarnya. Suaminya itu sangat pandai menggoda.

__ADS_1


"Abang gombal banget!" Anna hendak menghindar dari tubuh Abbas, tapi tangan kekar suaminya malah melingkar di pinggang Anna. "Abang, lepasin! Tubuh Anna berat loh!" Anna sedikit berontak di atas tubuh Abbas.


"Jangan banyak bergerak, Dek! Nanti ada yang bangun." Sontak Anna diam mematung. Abbas dengan cepat mengganti posisi tubuh mereka.


Kini, Anna berada di bawah kunjungan Abbas. Kedua manik mata mereka saling menatap dalam, saling melampar senyum. Lekas Abbas mengecup kening. Jika berlama-lama Abbas pasti kembali tergoda dengan sesuatu yang halal itu.


Tapi Abbas tidak mau gegabah melakukannya. Abbas adalah pemimpin keluarga saat ini. Ia ingin mengajarkan Anna dengan sesuatu yang dimulai dengan ibadah.


"Abang mandi dulu! Sebentar lagi maghrib. Kita solat sama-sama." Abbas mencium bibir Anna sekilas. Kemudian berdiri dan berlalu ke kamar mandi. "Dek, tolong siapkan sarung sama baju koko, Abang! Ada dalam koper." pinta Abbas sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi.


"Iya, Bang!" jawab Anna seraya bangun dari tidurannya untuk menyiapkan pakaian Abbas.


***


Anna dan Abbas melaksanakan ibadah bersama dalam kamar. Anna tidak langsung membaka mukenah nya. Wanita yang saat ini telah dah menjadi istri Abbas meminta suaminya itu mengajarinya mengaji. Meskipun Anna sudah lancar dalam membaca Al-Quran, ia ingin Abbas mengoreksi apakah bacaannya benar atau salah.


"Alhamdulillah... Hanya ada beberapa ayat yang saja perlu di perbaiki, selebihnya... MasyaAllah... Istri Abang ini, sungguh istimewa," puji Abbas ketika Anna menutup kitabnya.


"Abang salah. Masih banyak yang harus Anna pelajari, bantu Anna agar menjadi muslimah yang baik," Ucap Anna.


Mereka berdua kembali melaksanakan salat isa. Hanya berdua saja.


Ketukan pintu kamar usai Anna dan Abbas beribadah. Membuat Anna segera melepas mukena nya.


Krekkk...


Mama Ami adalah orang pertama yang Anna lihat saat membuka pintu.


"Mama ganggu kalian tidak?" tanya Mama Ami ragu sebab ia mengerti kondisinya. Pengantin baru itu membutuhkan waktu berdua saat ini.

__ADS_1


"Ganggu apa sih, Mah! Anna baru selesai solat jama'ah sama Abang! Kenapa, Mah?"


"Makanan yang tadi masih banyak, dan semuanya sudah Mama hangatkan. Barangkali suamimu mau makan lagi?"


Anna melirik Abbas yang berjalan ke arahnya.


"Abang mau makan lagi, apa tidak?" tanya Anna.


"Mama sama Papa sudah makan belum?" Abbas malah bertanya kepada Mama Ami.


"Mama sama Papa sudah makan. Papa mu sedang beristirahat di kamar," sahut Mama Ami.


"Nanti aku dan Anna ke bawah buat makan. Mama pasti lelah, sebaiknya ikut istirahat saja sama Papa!" ujar Abbas yang begitu memperhatikan Mama Ami.


"Benar tidak apa-apa, Mama tidak menemani kalian?" Mama Ami menyakinkan.


"Ada aku mah, Aku bisa melayani Abang." Anna menimpali.


"Oh, ya, benar sekali! Kamu harus belajar melayani suamimu mulai saat ini!" ujar Mama Ami. "Kalau begitu Mama kembali ke kamar ya, Mama kangen sama tempat tidur di kamar." lanjutnya.


"Kangen sama tempat tidurnya apa sama Papa, Mah?" celetuk Anna.


Mama Ami tersenyum menanggapinya. "Dua-duanya, Nanti kamu juga akan merasakan rasa rindu saat jauh dari suamimu!" ucap Mama Ami sambil berlalu dari hadapan mereka berdua.


Anna mengerucutkan bibirnya. "Masa baru bersama sudah mau berpisah lagi, Mah!" keluh Anna tapi tidak didengar oleh Mama Ami karena mamanya itu telah jauh menuruni anak tangga.


****


Yang nungguin malam pertama sabar ya... segera meluncur. hari ini up 2 bab...

__ADS_1


__ADS_2