Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan
Oleh-oleh khas Surabaya


__ADS_3

Suara klakson mobil itu memberi kode kepada Anna bahwa si pemilik mobil pamit untuk pergi lalu Anna membalas dengan melambaikan tangannya.


Anna kembali ke dalam ruang kumpul dimana Maira menunggunya. Dilihatnya Maira sedang menyusun berkas yang tadi berantakan karena terjatuh.


"Maaf Mai, lama. Loh kenapa tuh berkasnya? ko berantakan gitu" tanya Anna seraya mendekat ke sofa yang di duduki Maira. membantu nya merapihkan berkas sesuai susunannya.


"Rayyan enggak cerita ke kamu?"


Anna menggelengkan kepala, emang ada apa?" Anna bertanya balik.


"Tadi pagi, kami bertemu di ruang dosen. Dia nabrak Aku, tapi itu juga salahku sih, keluar tiba-tiba saking groginya abis sidang proposal sama pak dosen" akunya kepada Anna.


"Oh ... jadi kamu, cewek yang tadi di bicarakan Mas Rayyan" ucap Anna tanpa mengalihkan perhatiannya dari berkas milik Maira yang di rapihkan nya.


Maira menghentikan gerakan menyusun berkas sesuai urutannya. merasa penasaran dengan ucapan Rayyan kepada Anna tentang dirinya.


"Emang, Mas Rayyan bilang apa sama Kamu, An? tanya Maira ragu.


"Oh itu, dia cuma bilang sedang mengagumi ciptaan sang pencipta yang dia lihat."


Maira tersenyum malu mendengarnya.


"Nih, sudah selesai tinggal di satukan sama punya mu. Banyak juga ya penelitian yang kamu tulis, Mai?" Anna memberikan berkas yang tersusun rapi seraya meneliti proposal milik Maira saat merapikannya.


"Terima kasih, An." Maira menerima tumpukan berkas lalu menyatukannya dengan susunan berkas yang ia rapihkan.


"Akhirnya tiga hari lagi kita sidang skripsi. enggak nyangka ya, Mai." Anna merebahkan tubuhnya di sofa, mengambil bantal sofa di dekatnya lalu di peluknya erat.


"Iya, An. Tak terasa sebentar lagi kita Wisuda. mudah-mudahan di lancarkan semuanya."


"Aamiin" Jawab Anna.


"Mai, pindah ke kamar yuk. bantuin aku bongkar itu" Anna menunjuk kardus yang berada tepat di samping pintu kamar Anna kemudian berdiri mendekatinya.


"Apa sih, isinya An. Kelihatan nya banyak begitu" Maira ikut berdiri penasaran dengan isi kardus yang berada di hadapan nya.


Anna mengangkat bahu "Entahlah, aku juga nggak tahu, Mai?! perasaan, aku minta bawain dikit kenapa yang datang banyak begini ya? Anna melihat heran kardus di depannya lalu membuka lebar pintu kamar agar ia bisa mengangkat kardus kedalamnya.


Anna lekas mengangkat kardus lalu membawanya ke dalam kamar.


"Kuat, An?" tanya Maira seraya membantu memegangi pintu agar tak menutup kembali saat Anna melewatinya. Ia tunggu sampai Anna memasuki kamar.


"Kuat, dong. Enggak seberat yang aku pikir. Alasan saja ni Mas Rayyan, segala ngeluh bawa berat nih kardus!?" gerutu Anna.


Maira hanya tersenyum menanggapi ocehan Anna.

__ADS_1


Setelah kardus di masukan ke dalam kamar Anna. Maira mengambil proposal miliknya di ruang kumpul di selipkannya proposal tersebut di ketiak kirinya. Tak lupa ia bawa es kelapa yang baru diminum setengah gelas olehnya dan Es kelapa Anna yang terlihat masih utuh.


"Anna, tolong bukain pintunya. susah ni buat buka!" Maira sedikit berteriak agar Anna mendengar suaranya.


Anna membuka pintu mempersilahkan Maira masuk. Maira meletakkan es kelapa di atas meja kecil tak jauh dari rak buku yang berada di sampingnya.


Anna mengambil gunting di tempat pensil lalu duduk lesehan di karpet bulu bergambar keropi. ia buka kardus berisi kiriman dari mamanya di Surabaya.


"Apaan sih, isinya?" Anna menggunting lakban yang menempel di kardus tersebut lalu membukanya perlahan.


"Wah ... Emang Mama tuh paling sayang deh sama anaknya. banyak banget kirimannya." Anna mengeluarkan satu persatu makanan dari dalam kardus.


Pada bagian atas dikeluarkannya empat kotak persegi panjang kecil berwarna cokelat bertulis kan Spikoe Surabaya. Mungkin karena kotak itu berisi bolu jadi di simpan paling atas agar tak tertumpuk supaya tak merusak bentuk dari bolu tersebut.



Spikoe Surabaya ini terdiri dari dua lapisan namun dengan isian dan rasa yang tidak kalah nikmat dengan lapis Surabaya lainnya. Terdapat beberapa pilihan rasa seperti original, speculas, plum, dan kismis yang semuanya dibuat dengan resep tradisional. Kue ini sangat di sukai Maira. Beberapa kali Anna memberinya karena Mama Ami sering sekali mengirimi kue tersebut.


"Kesukaan kamu, Mai. tolong potongin dong. biar kita makan sekalian!" Anna menyodorkan satu kotak kue tersebut ke arah Maira dan satunya ia letakkan di sisinya.


Maira menerima kue itu lalu bangun dari duduknya. Ia pergi ke dapur di luar kamar untuk memotong kue tersebut dengan menyajikan di atas piring yang sudah beralaskan tisu di bawahnya.


Maira pun kembali ke kamar, terlihat beberapa barang yang sudah di keluarkan Anna dari dalam kardusnya. Ada empat bungkus bandrek sreg dengan dua varian.



Begitu semangatnya Anna mengeluarkan semua isi dalam kardus. seperti seorang anak yang mendapat hadiah dari orang tuanya. Ternyata Mamanya tak lupa memasukan makanan kesukaannya.


Makanan ini biasa ia makan dengan nasi hangat saat malas keluar dari kos an untuk mencari makan. ia cukup memasak nasi saja. karena Abon dan Oseng tuna Asap ini awet hingga satu Minggu kedepan, tergantung cara penyimpanannya.



Oseng tuna Asap kemasan toples



Abon sapi asli Surabaya


Dua makanan favorit nya ini membuat Anna begitu kesenangan.


"Terima kasih, Mama selalu ingat makanan kesukaan anakmu ini" Anna berucap seolah ada Mama Ami di sisinya seraya mengeluarkan nya dari dalam dus.


"Mamamu mengirim makan sebanyak ini ... untuk mu, An?" tanya. Maira heran.


"Enggak buat ku semua, Mai! sebagian akan aku bagian.

__ADS_1


Dan makanan terakhir yang di keluarkan Anna Adalah kerupuk kenjeran, ada beberapa bungkus kerupuk kenjeran di dalam dus.



Kerupuk kenjeran terbuat dari ikan laut asli, rasa lezat dan gurih membuat kerupuk ini pas. bisa di jadikan teman makan ataupun jadi camilan.


Setelah mengeluarkan semua yang ada di dalam dus. Anna merapikan makanan itu. Ia berniat memberikan sebagian makanan nya untuk seseorang. Tak lupa ia memisahkan beberapa makanan untuk Maira dan Bunda Ima.


Di dalam kamar mereka berbincang perihal kelulusan dan rencana kedepan setelah lulus kuliah.


Anna berniat untuk kembali ke Surabaya. berpisah beberapa tahun dari Mamanya membuatnya berpikir sudah waktunya ia menemani sang Mama. Semenjak berhenti bekerja beberapa bulan lalu. membuat Mama Ana selalu merindukannya. mungkin karena waktunya lebih sering di habiskan di rumah. jadi begitu terasa ketiadaan Anna di sampingnya.


Sebelum berhenti bekerja, Mama Ami membangun Toko pakaian yang terletak di tengah Kota Surabaya. untuk mengisi kekosongan nya. Ia selalu berada di Toko tersebut untuk mengecek kemajuan toko yang baru di didirikannya itu.


Ting ...


Suara singkat dari ponsel milik Anna terdengar.


lekas Anna meraih ponsel miliknya. Anna membaca pesan yang ia terima seraya menunjukan ekspresi ceria dan senyum yang berkembang.


"Siapa, An? sampe senyum sendiri gitu" tanya Maira saat melihat Anna senyum-senyum sendiri.


"Bang Abbas, Mai. Anna terkekeh dengan candaan yang tertulis dalam chat tersebut." Anna mendaratkan tubuhnya di kasur berbaring tengkurap seraya melanjutkan chatnya bersama Abbas.


Maira hanya tersenyum melihat tingkah Anna.


"Apa mereka sudah menjalin hubungan? Aku harus ikhlas. Tak baik untukku menumbuhkan rasa terhadap orang yang tak memiliki perasaan terhadapku. itu akan menyiksa diriku. sudah waktunya kamu menutup lembaran perasaanmu. Allah pasti tau yang terbaik untukmu." Maira menyemangati diri sendiri dalam hati.


.


.


Happy weekend.


Semoga hari libur kalian menyenangkan.


meski tulisan ini masih banyak kekurangan dalam setiap katanya. dukung terus ya!


L**uangkan sebentar untuk memberi like dan komen di akhir bab nya. Apalagi memberi kritik dalam karyaku ini. Aku tambah bersemangat menerimanya agar aku bisa perbaiki untuk kedepannya.


jangan lupa beri vote atau sedikit hadiah untuk karyaku.


Terima kasih sebelumnya sudah membaca cerita ini


Salam hangat dari Mayya_zha**

__ADS_1


__ADS_2