Si Tuan Bucin

Si Tuan Bucin
Si Bucin 102


__ADS_3

Ara dan Reno menoleh saat mendengar suara sepatu beradu dengan lantai, tampak seorang gadis muda tengah menatap sedih pada Ara yang sedang di infus dan wajahnya yang putih itu pucat.


"Kakak!!" Ria menjerit histeris lalu berlari menghambur pada Ara yang sudah merentangkan kedua tangannya, karena Reno sudah melepas pelukan mereka.


"Aku memang kangen dan pengen ketemu kak Rara, tapi ngga seperti ini, ngga harus di rumah sakit kaya gini," ucap Ria sendu, Ara mengusap lembut punggung adiknya yang masih sesenggukan di dalam pelukannya.


"Kakak udah nggak papa, Ria," Ara mencoba menghibur, namun bukannya berkurang akan tetapi semakin kencang lah tangis asik kecil Ara.


"Aku kira kamu ngga suka menangis, mengingat kamu itu tegas dan galak dari kakak," kata Ara bermaksud bercanda yang malah mendapat tepukan pelan di pahanya.


"Abang, kak Rara kenapa bisa seperti ini?" Ria melerai pelukan itu dan menoleh kearah Reno yang tengah memandang mereka penuh haru. Ara terkejut, Ria memanggil pacarnya dengan sebutan 'abang' padahal biasanya dia memanggil Reno dengan panggilan 'Kakak', ah tapi itu tidak buruk juga pikir Ara.


Berarti Ara bisa membedakan jika adiknya memanggil dirinya dan Reno, "kak Rara kenapa senyum senyum sendiri?" Ria bertanya heran karena melihat sang kakak yang tersenyum tanpa sebab.

__ADS_1


"Kakak hanya merasa senang aja ketemu kamu," dalih Ara yang sepenuhnya tidak berbohong, tapi juga menutupi kebahagiaannya.


"Oya, kamu sudah ketemu tempat indekost yanag aman?" Reno akhirnya bertanya mengingat calon adik iparnya sudah hamoir sebulan tinggal bersama sahabatnya, dan itu tidak terlalu bagus untuk berkembangan mental Ria, mengingat Mas Seno juga sudah memiliki wanita di hatinya.


Reno tahu jika Mas Seno adalah tipe pria yang setia, akan tetapi manusia tidak ada yang tahu kedepannya. Dan Reno harus mencegahnya bukan?


"Kemarin udah di cariin pacarnya mas Seno, katanya ada kok yang deket sini, jadi aku aman dan bisa terjangkau waktu serta biaya buat ke kantor," celetuk Ria yang hanya di angguki Reno, gadis itu tidak marah akan reaksi pacar kakaknya itu.


Ya, Ria mulai terbiasa dengan sikap dingin Reno pada orang sekitarnya kecuali dengan kakaknya. Pria itu akan berubah 180 derajat saat berbicara dan menatap wajah kakaknya, yang bisa di pastikan jika pria ini akan setia karena tidak mau menatap wanita atau orang lain.


"Nenek," Ara tersenyum kala melihat nenek serta tante juga orang yang dia kira pamannya datang menemui dirinya.


"Kamu kenapa seperti ini?" tanya sang nenek dengan suaranya yang serak karena sepanjang perjalanan dari desa ke kota hanya menangis dan menangis.

__ADS_1


"Dia bandel, Nek," seloroh Reno yang mendapat pukulan sayang dari tante Ara, "om," Ara menyapa pria yang dikira om Indra.


Ayah Andri mengangguk sambil tersenyum, dalam hatinya sangat bahagia bisa melihat wajah putri satu satunya, peninggalan sang istri yang sangat dia cintai.


"Oya, Ria. Ini nenek kak Ara, itu tante kak Ara dan itu om kak Ara," Ara menunjuk dan memperkenalkan keluarga nya satu persatu sambil menunjuk satu persatu orang yang dia maksud, Ria mengernyit bingung.


"Kamu adik Ara?" nenek Ara bertanya sambil menggenggam pergelangan tangan Ria, bukannya menjawab Ria malah bergantian menatap Ara dan sang nenek.


Ara tersenyum melihat reaksi adiknya, "ini nenek Ara yang berarti nenek kamu juga, itu tante Ara yang berarti tante kamu juga, dan itu-" Reno mengatupkan kedua bibirnya dan melanjutkan ucapannya, "itu om nya Ara yang berarti om kamu," imbuh Reno.


"Sudahlah, kita keluar dan akan tante jelaskan. Jika kebanyakan orang di sini kasihan Ara nya," sang tante menyela dan mereka mengangguk mengerti dan paham.


Netra Ara tidak berpaling dari wajah ayah Andri, entah kenapa hatinya berdebar dan menghangat kala tatapan mata mereka bertemu.

__ADS_1


"Kami keluar dulu," Ayah Andri memutus tatapan dirinya dan putrinya dan berjalan keluar ruangan tersebut, walau hatinya bahagia, namun satu sisi dirinya juga sedih karena saat bertemu, keadaan mereka seperti ini.


__ADS_2