
Di sebuah kamar seorang wanita, di sebuah kota yang tidak orang tahu dan akan menyangka.
"Kenapa kau selalu beruntung wanita kampung," desis seorang wanita lain yang menatap foto seseorang dan menatap penuh dengan kebencian.
"Dulu Rudi begini mencintai dirimu hingga aku dengan tega merebutnya dengan berbagai cara, agar kau menjadi gila dan itu berhasil. Tapi kenapa kau lebih beruntung karena ternyata kau di nikahi Andri yang ternyata lebih kaya dan lebih tampan dari Rudi. Kenapa kau selalu beruntung, kenapaaaaa!!??" wanita itu berteriak histeris lalu membanting bingkai hingga kaca itu hancur dan berseraman.
Ia memandangi bingkai foto yang terdapat foto dirinya dan wanita yang dulu menjadi temannya, namun rasa iri kaena banyak yang menyukai wanita itu, membuat dirinya membenci dan bertekat akan merebut apapun yang wanita itu punya.
"Kau kenapa lagi?" tanya seorang pria yang kini berdiri dan menatap heran dan kesal akan kelakuan wanita itu, setiap hari hanya uring uringan tak jelas, "kenapa dia selalu beruntung?" wanita itu balik menatap lelaki itu.
"Kau yang bodoh, mau tidur dan hamil dengan Rudi yang wajah dan kekayaannya di bawah Andri." ucap lelaki itu tanpa merasa bersalah, "kau juga bodoh, kenapa kau bisa gagal membunuh anak anaknya. Jika mereka berdua mati, secara harta Andri akan jatuh ke tangan Karina, dan itu secara tak langsung kau bisa ikut menikmati nya, Gito!!" pekik wanita itu yang kemudian melempar bantal kearah lelaki yang ternyata adalah Pak Gito.
__ADS_1
"Sudahlah, Dita. Saat ini kita harus merencanakan sesuatu agar kita bisa mendapatkan sedikit harta anak sambungku itu. Setidaknya sebagai ucapan terima kasih karena aku sudah merawat dan membesarkan dia hingga kini ia bisa bertemu dengan bocah gemblung itu," ujar Pak Gito yang merencanakan sesuatu untuk bisa menguasai harta Ara.
Dan dengan tidak tahu malu nya mengatakan jika ia yang merawat dan membesarkan Ara, padahal sedari kecil Ara sudah membantu bundanya berdagang. Pak Gito memberi uang untuk bundanya Ara pun tak seberapa di banding uang untuknya berjudi.
"Memang apa kelebihan Karina di banding aku? Aku cantik juga masih cantikan aku, seksi, lebih seksian aku," cibir wanita yang bernama Dita, Pak Gito menghela nafas lelah. Adiknya ini terlalu percaya diri sekali, jika di lihat dari manapun Karina atau bundanya Ara lebih cantik dan memiliki lesung pipi seperti Rara, dan memiliki tubuh mungil mirip Ara, sedang Rara agak tinggi seperti perawakan yang Ayah Andri miliki, jadi dengan tubuh mungil itu Karina begitu terlihat berisi.
Dan tak ada yang tahu jika Pak Gito dan Dita adalah kakak beradik, mereka begitu pintar menyembunyikan rahasia itu dari siapa pun. Dan kini Pak Gito sudah hampir satu bulan berada di rumah adiknya ini setelah pengejaran tersebut.
Setelah Dita bercerai dengan Rudi, wanita itu mencoba menggaet lelaki yang lebih kaya, tak perduli jika lelaki itu sudah memiliki istri dan anak. Yang ada di otaknya hanya uang dan uang untuk ia bersenang senang.
Sempat beberapa kali Dita dilabrak dan dihajar istri sah dari lelaki yang ia goda, akan tetapi bukannya kapok, Dita semakin bersemangat. Hingga kini sudah banyak lelaki hidung belang yang mau mengucurkan uang jutaan untuk Dita, asalkan wanita itu mau melayani hasratnya.
__ADS_1
Bagi Dita itu tak masalah, asal ia bisa mendapatkan uang dan mereka saling menguntungkan. Dita dapat uang dan lelaki hidung belang itu mendapat kepuasan.
"Mas, jika kita muncul sekarang, mereka pasti masih menempatkan penjagaan. Bagaimana kalau kita tunggu beberapa bulan lagi, sementara itu kamu nikah aja sama Tante Denok. Dia itu kan janda kaya raya, yang terpenting, kita bisa menikmati uangnya," celetuk Dita yang kemudian tertawa.
Tante Denok adalah wanita yang umurnya lebih tua lima tahun dari Pak Gito, wanita itu menjadi janda karena di tinggal mati oleh suaminya. Dan pertemuan pertama antara Tante Denok dengan Pak Gito membuat Tante Denok tertarik dan wanita itu mengutarakan perasaannya.
Di tinggal mati suaminya membuat dirinya selalu haus belaian sosok pria, dan melihat wajah tampan Pak Gito, Tante Denok pun akhirnya memutuskan akan menjadikan lelaki itu suaminya. Jika dengan cinta dia tak bisa mendapatkan Pak Gito, maka ia akan mencoba dengan memberikan hartanya.
Sebenarnya Pak Gito adalah lelaki setia, namun ia memiliki sifat buruk, suka berjudi. Dan Pak Gito mengenal Karina saat Dita yang saat itu bekerja pada tempat yang sama sedang makan siang atau istirahat. Melalui Dita, Pak Gito mengorek informasi mengenai wanita pujaan hatinya.
Akan tetapi rasa kecewa ia rasakan ketika ia melihat Rudi mendekati dan menatap Karina penuh cinta, membuat Pak Gito gelap mata hingga mengompori adiknya untuk merebut Rudi. Sebenarnya hatinya juga sakit saat melihat Karina hancur saat melihat dan mendengar penghianatan yang Rudi dan Dita lakukan, yang sebenarnya adalah siasatnya untuk mendekati dan mendapatkan cinta wanita itu.
__ADS_1
"Aku hanya mencintai dan akan terus mencintai Karina, takkan ada wanita lain yamg bisa menggantikan posisinya di hatiku, mengerti!!" ketus Pak Gito yang kemudian berlalu dari sana, "wanita itu sudah mati, Mas. Untuk apa kau masih menunggu dirinya??" suara cempreng Dita melengking memenuhi kamar yang ia tempati.