Si Tuan Bucin

Si Tuan Bucin
Si Bucin 41


__ADS_3

Rara mendongak kala merasakan poninya di usap, "Mau?" tawar Fajar sambil menunjuk capcay kuah yang barusan dia lihat. Rara hanya melempar senyum dan menggeleng.


"Pak, capcay kuah dua, di makan sini. Minum nya es jeruk," Fajar order pada si bapak yang sedang memasak paklay, si bapak mengangguk.


"Ayo, duduk di sana aja," Fajar menunjuk tikar yang berisi beberapa pasangan sedang menikmati nasi goreng dan capcay goreng. Rara berdiri lalu mengekori Fajar, Fajar menepuk-nepuk pelan tikar sebelahnya.


"Duduk sini, udah bersih," kata Fajar yang membuat Rara tersenyum, beberapa menit minuman datang, si mas berkata, "10 menit lagi selesai mas, Mbak." Rara dan Fajar mengangguk.


"Gimana tadi permintaan yang aku ajukan?" Rara menoleh menatap Fajar, keningnya mengerut bingung, Fajar tampak salah tingkah.


"Soal kamu mau nggak jadi pacar ku," ujar Fajar pelan, tangan kanannya meraih jemari Rara lalu menggenggam nya, Rara merasakan tangan Fajar dingin. Efek sudah malam pikir Rara polos.


"Emmh...." ponsel Rara berdering, Rara menarik tangannya yang tadi di genggam Fajar.

__ADS_1


(Assalamualaikum, Ra. Besok kamu masuk apa? Boleh saya mengantar kamu lagi nggak? Kak Fandi) pesan yang terkirim di ponsel Rara. Rara melirik Fajar yang tengah menunduk, meremas jemarinya sendiri. Jemari Rara bergerak lincah di layar ponsel miliknya.


(Ngga usah, Kak. Rara bisa berangkat sendiri) jawaban yang Rara kirim, centang dua abu-abu langsung berubah biru.


(Kamu nggak ngrepotin aku, Ra. Biar kita lebih dekat, bukankah kita di jodohkan. Jadi biar aku semakin mengenal dirimu, calon istriku,) jawaban dari kak Fandi, Rara mengatupkan kedua bibirnya.


(Tadi aku tanya nomermu ini pada adikmu, awalnya dia nggak mau kasih. Tapi di desak sama ayahmu akhirnya dia mau, he he he) pesan yang masuk lagi di aplikasi berwarna hijau milik Rara.


"Terima kasih, Mas," ucap Rara dan Fajar bersamaan, si mas tersenyum menanggapi ucapan terima kasih mereka.


Rara memotong cabai hijau kecil yang di siapkan di piring itu, mengaduk hingga semua tercampur. Lalu menyendok dan meniupnya sebentar.


"Enak ngga, Ra?" tanya Fajar yang belum menyendok sama sekali, Rara mengangguk sambil memberikan dua jempolnya, sedang mulutnya sibuk mengunyah dan membuka lalu menutup, pertanda dia sedikit kepanasan.

__ADS_1


Kembali Rara menyendok dan melahapnya, Fajar tersenyum sambil mengusap lembut dan penuh sayang kepala Rara. "Pelan-pelan," tegur Fajar yang merasa ngeri melihat Rara makan, seperti tidak terjeda dan tidak kenal panas. Padahal tangannya sesekali mengipasi mulutnya.


"Aku seperti orang yang ngga pernah makan ya?" tanya Rara setelah mulutnya kosong dan menandaskan setelah es jeruknya. Fajar menggeleng sambil mulutnya sibuk mengunyah.


"Aku malah suka lihat kamu kaya gini, ngga jaim. Biasanya cewek kalau makan bareng cowok malu-malu," jawab Fajar yang juga telah meneguk es jeruknya.


"Mau nambah lagi capcay nya?" tawar Fajar yang melihat piring Rara tinggal sedikit, Rara tersenyum lalu menggeleng.


"Es nya aja," jawab Rara, Fajar memanggil mas-mas yang tadi mengantar pesanan mereka sedang lewat membawa minuman muda mudi yang baru datang. Lima menit kemudian si mas-mas nya membawa es jeruk pesanan Rara, Rara berdecak sebal kala ponselnya berbunyi.


Bibirnya cemberut kala tahu siapa yang menelpon dirinya.


Nah lho siapa hayo yang telepon Rara? Ikuti terus karya recehku ini Kawan.

__ADS_1


__ADS_2