
"Ren, dia siapa?" mama Reno bertanya dengan wajah songong, menunjuk Rara dengan dagu.
"Dia pacar Reno, sudah Reno bilang'kan Ma, Pa. Reno sudah punya pasangan, jadi stop jodoh-jodohin Reno dengan anak rekan bisnis papa," dari nadanya si Reno benar-benar kesal dan geram.
"Orang tuanya kerja apa? Memiliki usaha apa?" pertanyaan satu belum di jawab sudah ditanyai pertanyaan yang lain.
"Saya bukan orang kaya seperti mas Reno, saya hanya seorang karyawati yang bekerja di sebuah minimarket. Saya hanya tinggal bersama ayah dan adik saya yang baru lulus sekolah Kejuruan," ungkap Rara tanpa rasa malu membeberkan identitasnya.
"C'k orang miskin rupanya," ejek Cila dan membuat Rara geram, "walau saya orang miskin, saya bisa menghargai orang, bukan hanya mencela dan mengejeknya," sindir Rara yang membuat papa Reno tersenyum.
__ADS_1
"Kamu sudah makan malam?" Rara menggeleng di iringi senyum kecil, "ya sudah, kita makan malam dulu. Om sama tante juga laper," papa Reno bangkit dan mengulurkan tangan kearah sang istri.
"Re, ajak Cila dan Rara makan malam dulu," titahnya pada putra sulungnya, "iya, Pa," jawab Reno cepat, dan mengajak mereka keruang makan.
Reno mengambil tempat di sebelah kanan sang papa sedang sang mama di sisi kiri, "om, tante Cila ga ikut makan malam ya. Hanya di sini nemeni Reno saja," Rara hanya mencebik 'alasan, bilang aja diet' kata Rara dalam hati.
"Kenapa? Jangan bilang lagi diet?" Reno seperti menyuarakan isi hati Rara, ingin sekali gadis itu berterima kasih. Sebenarnya dia bisa saja langsung ngomong tapi masak baru bertemu orang tua Reno udah nunjukin sikap bar-barnya, kan ngga lucu. Tar yang ada om Reno marah trus batalin pembayaran untuk operasi ayahnya.
Rara akui walau dia sombong, tidak suka berbicara dengan orang kelas kebawah, Rara yakin dia aslinya baik.
__ADS_1
"Kenapa harus diet?" kali ini mama Reno yang bertanya, Cila gelagapan. Sedang Rara asyik melihat-lihat menu mewah tersebut, hatinya berbisik 'orang kaya enak ya, sekali makan se gini menunya. Coba ini di rumah gue, bisa buat seminggu bahannya,' Rara berdecak dan geleng-geleng heran dan kagum.
"Mau makan yang mana?" Reno menawari Rara, Cila yang mendengar menjadi terlihat tidak suka, segera dia membalik piring dan mengambil nasi sedikit lalu berkata "aku mau sayur itu," tunjuk Cila pada sayur sawi dicampur tahu putih yang letaknya kebetulan di depan Reno.
"Sayur ini?" Reno menujuk sayur yang di maksud Cila, gadis itu mengangguk, Reno mengangguk dan memberikan mangkok berisi sayur tersebut dengan wajah bahagia Cila menerimanya, sedang Rara hanya mengernyit heran, 'bukan'kah tadi katanya tidak makan, tapi ya sudahlah pasti dia lapar' Rara mencoba berfikir positif.
Rara yang sering berpikir positif kali ini tetap berpikir positif, kemudian Rara melihat Cila hanya mengambil kuahnya saja, "itu kok yang lu ambil kuahnya doang?" Cila tidak menjawab.
"Dia tidak suka sayuran," Reno yang menjawab, "pantas badannya kurus," ucap Rara spontan sambil manggut-manggut, lalu membekap mulutnya dan memukul pelan karena kecelposan.
__ADS_1
"Memang kamu suka makan sayur?" mama Reno yang bertanya, Rara mengangguk.
"Saya juga bisa memasak, kalau mau tante kapan-kapan saya masakin," tawar Rara, namun mama Reno langsung berkata, "tidak usah paling tidak enak," nada nya setengah mencibir, Cila tersenyum senang karena merasa di bela, sedang Rara hanya mengangguk dan tersenyum kecut.