Si Tuan Bucin

Si Tuan Bucin
Si Bucin 34


__ADS_3

Di dalam gudang Rania terus mengekori Rara, karena risih Rara berhenti dan menatap kesal sahabatnya tersebut.


"Yang nganter loe tadi siapa? Cakep lho," ujar Rania sambil tersenyum genit, "eh tadi yang nabrak loe kayak pernah ketemu, tapi di mana ya?" Rara menggeleng gemas melihat tingkah temannya ini.


Apa dia tidak ingat, mas Seno yang mengantar dia kemarin. Rara membuang nafas berat, lalu melangkah meninggalkan Rania yang melamun dan sedang membayangkan apa.


"Ra, besok loe lembur lagi ya. Gue ada acara keluarga." kata partner Rara di kasir, selalu saja seperti ini, selalu acara keluarga di jadikan alasan.


"Tapi besoknya aku libur ya, Kak. Ayah mau operasi soalnya," sahut Rara akhirnya setuju, terlihat partner Rara berpikir.

__ADS_1


"Jika lusa ngga bisa lembur, besok jangan libur, lagian kan jatah ku libur juga belum aku ambil," ucap Rara santai namun sedikit memaksa.


"Tapi masalahnya aku mau kerumah mertuaku yang di luar kota, paling siang baru bisa balik kesini," sahut partner Rara yang bernama Santi, Rara mendengus mendengar alasan teman kerjanya ini.


"Oke, kalau gitu aku liburnya ambil Sabtu, dan Minggu aku ambil siang, karena harus nemeni ayah yang baru selesai operasi." tandas Rara yang membuat Santi hampir menolak, "kalau ngga mau ya sudah, besok kamu masuk pagi lusanya masuk siang, biar bisa ketempat mertua kamu," ucap Rara gemas.


Enak saja urusan keluarga di jadikan alasan, kalau sudah bosan kerja mending keluar. Rara ingat kak Santi, begitu mereka memanggil nya karena hanya dirinya yang sudah menikah dan yang paling berumur, sering menceritakan bisnis suaminya yang sedang berkembang pesat.


"Memang adik kamu ngga bisa jaga ayah kamu, Ra?" kak Santi masih membahas dirinya ingin libur dan besok nya masuk siang.

__ADS_1


Rara menghentikan gerakan tangannya yang sedang menghitung uang, sebenarnya ini belum tugasnya, daripada mendengar hal konyol dan tidak penting lebih baik Rara menyibukkan diri.


"Ria juga sibuk, Kak. Pilihan ada di kakak sekarang, pilih besok libur, lusa masuk siang terus Sabtu nya aku libur dan Minggu nya aku masuk siang.


Atau besok masuk pagi lusa kamu masuk siang, dan aku ngga ambil libur." Rara berujar, kak Santi terlihat berpikir.


"Tapi minggu depan aku ambil jatah libur 2 kali lho, gantinya minggu ini," timpal Rara tanpa memandang kak Santi. Banyak yang tahu, walau Rara penurut tapi dia juga keras kepala. Tidak ada yang bisa mengganggu keputusannya.


"Tapi Sabtu kan ramai, Ra!" protes kak Santi, Rara kembali mendengus kesal. "Aku kan juga baru pulang dari luar kota, jadi masih capek," sambung kak Santi masih dengan nada protes.

__ADS_1


Kak Santi dan Rania terlonjak kaget saat Rara mengebrak meja kesal, "lalu mau kak Santi apa? Apa kak Santi pikir aku juga ngga capek lembur tiba-tiba, mau libur ngga boleh. Itu kan sudah menjadi hak Rara, Kak!" seru Rara kesal, sedang kak Santi hanya diam dan menunduk.


Hai hai hai..Rara udah up nih.. nah lho Rara marah, tau orang diem kalau marah serem di bikin marah wkwkwk. Sayang kalian semua, sehat selalu zeyeng


__ADS_2