
Malam harinya di sebuah rumah nan mewah, kendaraan roda dua terparkir di dalam garasi.
"Ck, punya keluarga kaya ngga punya keluarga," gumam seorang lelaki sembari tangannya melepas helm lalu mengacak rambutnya.
"Tuan Rangga," seorang asisten rumah tangga menyapanya, lelaki yang ternyata Rangga itu hanya berdehem membalas sapaan sang art.
"Tadi Nyonya dan tuan besar berpesan agar tuan muda makan dan istirahat karena mereka akan pulang malam hari, dan di atas ada-" ucapan art itu menggantung karena ia yakin tuan mudanya itu paham arah pembicaraan nya.
Rangga hanya mengangguk dan melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga untuk mencapai kamarnya, saat melewati kamar sang kakak terdengar suara \*\*\*\*\*\*\* dan rintihan, Rangga hanya berdecak kesal pada kakak lelakinya yang selalu saja membawa wanita kerumah jika tidak ada orang tua mereka.
Rangga membuka pintu kamarnya dan segera masuk, melempar tas yang berisi beberapa buku ke atas sofa yang terletak di kanan pintu masuk. Lalu menghempaskan bobotnya ke atas ranjangnya yang empuk, senyum terukir di bibirnya.
"Andrea," gumamnya lirih, matanya terpejam membayangkan tadi berhasil memeluk gadis yang telah membuatnya menjadi bersemangat untuk hidup.
__ADS_1
Selang beberapa menit kemudian pintu kamarnya di ketuk, dengan malas Rangga bangkit dan berjalan kearah pintu, membuka pintu itu dan netranya melihat sang kakak yang hanya bertelanjang dada dan menyisakan celana panjang dan keringat hasil pertempuran panas tadi.
Sedang perempuan yang bergelayut manja di lengan kakaknya hanya memakai celana pendek dan tank top, menampakkan bukit itu yang hampir tumpah karena ketatnya pakaian yang perempuan itu.
"Ada apa?" tanya Rangga dengan malas, tatapan matanya malas memandang perempuan yang memakai pakaian kekurangan bahan tersebut.
"Adik Lili pengen kenalan sama elo," Rangga terkekeh mendengar ucapan kakak lelakinya, "sorry bang gue udah ada cewek," tolak Rangga langsung, Lili yang mendengar penolakan Rangga akan adiknya langsung membuatnya emosi dan kesal.
"\*\*\*\*\*\* mana yang bisa nandingi kecantikan adik gue, Ngga?" pertanyaan yang terdengar hinaan di telinga Rangga.
"Dengar, dia sangat berbeda dengan adik loe yang sok suci itu," desis Rangga sambil menunjuk wajah Lili, "dan bahkan jika abang gue melihat dia, gue yakin, loe pasti akan di tinggalkan," Rangga menyeringai puas melihat wajah Lili pias.
Lili sangat tahu tipe perempuan seperti apa yang bisa membuat Rangga jatuh cinta, Lili dulu adalah gebetan Rangga. Namun, karena kurang cepat bertindak maka Ringgo, kakak dari Rangga mengambil nya dan menyatakan perasaannya tanpa memikirkan perasaan Rangga saat itu.
__ADS_1
Lili adalah teman SMP Rangga, dan mereka satu kelas juga. Rangga dulu sering bermain ke rumah Lili, oleh karena itu Lila, adik dari Lili mulai menyukai Rangga.
Namun, karena mengira Lili dan Rangga berpacaran, maka lila memilih mundur. Saat tahu ternyata mereka tidak ada hubungan, Lila kembali maju.
Dan Rangga sangat tahu jika Lila sering berganti ganti pacar, mereka juga sering melakukan hubungan suami istri. Teman Rangga juga pernah menjadi kekasih Lila, dan gadis itu memohon agar hubungan mereka tidak di ketahui Rangga.
Namun, kesetiaan persahabatan mereka membuat mantan pacar Lila mengatakan semuanya. Hingga sejauh apa hubungan mereka berdua.
"Dahlah, lanjutin sana \*\*\* \*\*\* nya, gue mau tidur. Mau mimpiin tuan putri tercinta gue," ujar Rangga mengusir lalu terkekeh melihat wajah kesal pada perempuan itu.
"Sayang, aku ngga mau tahu ya, Rangga harus jadi pacar Lila. Jika tidak aku takut nanti dia bunuh diri," Lili merayu Ringgo agar membujuk Rangga menerima cinta adiknya.
"Sampai kapanpun gue ogah sama cewek murahan yang mengobral tubuhnya pada semua laki-laki!!" Rangga yang mendengar rengekan kekasih kakaknya berteriak menegaskan penolakan darinya.
__ADS_1
"Hanya Andrea Mahesa yang akan jadi milik gue," gumamnya lirih sambil tersenyum.