
Beberapa tahun kemudian seorang gadis berambut panjang, memiliki manik mata amber tengah menatap kesal pada lelaki blasteran yang kini berdiri menghalangi jalannya.
"Menyingkirlah, Kak!! Aku sudah terlambat," geram gadis itu, bukannya marah lelaki itu tersenyum lalu menarik tangan gadis yang masih berdiri di ambang pintu. Manik matanya yang berwarna hijau memiringkan kepalanya dan melihat di belakang gadis itu tengah berdiri lelaki paruh sedang tersenyum sembari menatap kearah mereka.
"Om, Raditya anter Rea dulu boleh? Habis ini saya segera ke kantor," lelaki itu yang ternyata Raditya mengulum senyum kala melihat gadis yang membuatnya jatuh sejatuh-jatuhnya mencebik kesal.
Reno hanya mengangguk membuat Rea mendelik kesal, "jaga tuan putri saya," kata Reno yang langsung di acungi dua jempol oleh Raditya, karena sudah mendapat izin dari papanya, akhirnya Rea menurut.
Keduanya berjalan beriringan menuju mobil berwarna merah milik Raditya, dengan segera Raditya membukakan pintu sebelah di mana Rea akan duduk, Setelah memastikan gadis itu duduk dengan benar, Raditya menutup pintu itu dan berlari mengitari mobilnya.
Raditya membuka pintu lalu masuk dan duduk di sebelah Rea, melihat gadis itu mengerucutkan bibir membuat Raditya gemas. Sudah lebih dari 3 tahun Raditya menyatakan perasaannya, akan tetapi gadis ini masih keras kepala tidak mau menerima dirinya.
Namun, dulu rasa yang ia kira hanya sebatas kagum dan penasaran akhirnya menjadi cinta dan ingin memiliki gadis itu selamanya, dan Raditya tak akan bisa dan tak akan mau jika cintanya di tolak.
__ADS_1
Setelah puas menatap wajah gadis yang hampir beberapa bulan tidak di lihatnya, Raditya memasukkan anak kunci ke lubangnya, lalu memutar dan mesin pun menyala dan mobil itu meninggalkan pekarangan rumah Reno menuju gedung di mana Rea akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang selanjutnya yaitu kampus.
"Re, mama titip salam buat kamu," kata Raditya membuka obrolan, Rea menoleh, "tante ikut pulang juga?" tanya Rea antusias, walau sering kesal dan jengkel pada Raditya, akan tetapi gadis itu sangat nyambung jika di ajak bicara dan bercerita oleh Nyonya Fernandes.
"Iya, katanya kapan kapan mau ngajak jalan kamu lagi," Raditya menanggapi celotehan Rea. Gadis itu duduk dan menghadap kedepan, terlihat dia sedang berpikir.
"Tapi seminggu ini Rea ada kegiatan kampus, Kak," jawab Rea setelah lama berpikir, lagi Raditya mengulas senyum mendengar jawaban gadis pemilik hatinya.
"Tapi nanti kalau aku sama tante jalan jalan ke mall, kamu ikut ya?" Raditya menautkan kedua alisnya, bingung.
"Nanti kalau kamu ikut, kan yang bayarin belanjaan aku, kamu," imbuh Rea yang langsung tersenyum lebar dan terlihat puas.
"Atur waktunya, besok kalau kamu mau apapun, bilang. Biar calon suami kamu ini yang membayar," seloroh Raditya yang di tanggapi cebikan dan memutar bola mata oleh Rea.
__ADS_1
"Kuliah yang bener, biar aku tambah cinta," seloroh Raditya, kini mereka sudah sampai di kampus terkenal di mana Rea melanjutkan pendidikannya.
"Apa hubungannya?" tanya Rea bingung, "ck udah sana keluar dan segera masuk ke kampus, belajar yang bener, inget," Raditya mendorong bahu Rea setelah membukakan pintu dari dalam.
Rea yang melihat suasana kampus terlihat sudah ramai pun bersemangat, saat Rea menoleh, cup. Bibirnya dan bibir Raditya bertemu, refleks Raditya menahan tengkuk Rea yang seakan bergerak menarik kepalanya.
"Kak Radit?!" jerit Rea kesal sembari memukul lengan kokoh lelaki yang telah mengambil ciuman pertamanya, Raditya pun tertawa puas.
"Tenang saja, itu yang pertama juga bagiku kok," ucap Raditya santai tapi membuat Rea salah tingkah dan segera keluar, Rea yakin, wajahnya kini pasti merah seperti kepiting rebus.
Melihat Rea yang kesal, Raditya tertawa puas, di lihatnya punggung gadis itu hingga tertelan tembok, setelah tidak terlihat lagi, Raditya beringsut ke kursi tempat Rea duduk, matanya terpejam membayangkan gadis itu duduk di pangkuannya lalu ia memeluk dari belakang.
Hanya membayangkan memeluk gadis itu, tiba tiba ada reaksi pada tubuhnya. Raditya berdecak kesal lalu membuka matanya dan menarik pintu yang tadi belum tertutup.
__ADS_1