Si Tuan Bucin

Si Tuan Bucin
Si Bucin 108


__ADS_3

Pak Gito segera izin meninggalkan Ara setelah ada telepon masuk tadi, dengan alasan ada orang yang membutuhkan tenaganya. Dulu sebelum tahu semua, Ara dengan mudah percaya dengan ucapan Pak Gito, akan tetapi sekarang setelah tahu jika ayah sambungnya ternyata pembohong, Ara sedikit ragu akan semua cerita yang pria itu katakan.


"Kok kalian bisa bareng an?" cecar Ara pada adik serta Anton, Ria menggeser kursi yang akan di duduki agar lebih dekat dengan kakaknya.


"Tadi pas ada yang ngabari ayah sudah sampai di depan rumah sakit ini, kata tante sama nenek, aku suruh ngumpet dulu sama om itu?" Ara mengerti yang di maksud 'Om' oleh adiknya, "katanya takut kalau aku di bawa paksa pulang sama ayah," Ria menambahkan ceritanya, Ara mengangguk mengerti.


"Sekarang di mana dia?" tatapan Ara beralih pada Anton yang kini posisinya berdiri di belakang sang adik, lelaki yang menurut Ara menyebalkan itu seperti pura pura tidak melihat dan tidak mendengar, jemarinya yang besar sibuk memelintir rambut Ria yang panjang.


Ara yang sudah berbulan bulan bersama Reno, dan setidaknya sedikit mengenal para sahabatnya mulai hafal watak dan tingkah mereka. Entah kenapa saat ini Ara merasa lelaki yang di kenal playboy di kalangan sahabat Reno, tertarik pada adiknya.


Ara ingat, dulu Anton pernah mengenalkan dirinya pada pacar pacarnya, namun dengan ekpresi yang biasa biasa saja. Pun Anton tidak agresif pada para wanita wanitanya, Ara tersenyum menyeringai kala mendapat ide.

__ADS_1


Ria yang penasaran melihat kakaknya tersenyum aneh akhirnya bertanya, "kak Rara kenapa senyum senyum kaya gitu?" mata Ria memincing sebelah, Ara menggeleng sambil mengulas senyum.


"Dik, kamu sayang kakak 'kan?" Ria mengangguk walau menurutnya pertanyaan sang kakak aneh, walau Ria merasa sering menyusahkan dan merepotkan sang kakak, akan tetapi tak dapat di pungkiri jika dirinya begitu menyayangi Ara, saudari nya satu satunya.


"Kalau ada cowok yang suka kamu trus deketin kamu tapi kakak ngga setuju, kamu mau 'kan nurutin kata kata kakak buat njauhin dia?" Ara bertanya sambil menggenggam jemari Ria yang juga menggenggam jemarinya, ekor matanya melirik kearah Anton.


Anton yang mendengar ucapan Ara tiba tiba merasa hati dan firasatnya tidak enak, lelaki itu yang awalnya menunduk dan sibuk dengan rambut Ria kini mendongak dan mendapati pacar sahabatnya sedang tersenyum penuh kemenangan.


"Tadi dia ke kantor, ada urusan penting katanya. Makanya tadi dia nyuruh aku datang kesini," Anton tiba tiba menjelaskan, Ara mencebik, sedang Ria menoleh dan menatap kedua orang itu dengan bergantian.


"Paling sebentar lagi datang, katanya ngga sampai petang," Anton menambahkan, Ara manggut manggut mendengar penuturan lelaki itu, selang beberapa menit pintu terbuka dan seorang wanita seumuran bundanya Ara, dengan dandanan menor serta pakaian mahal yang ia kenakan, dan di belakangnya seorang pria sudah berumur tapi masih terlihat tampan dan gagah seperti sang putra.

__ADS_1


"Ra, boleh om masuk?" tanya pria itu, Ara mengangguk pertanda mengizinkan, Anton juga menunduk dan melempar senyum pada pasangan tersebut. Keduanya pun melangkah mendekati keberadaan Ara, dan refleks Ria juga Anton sedikit mundur untuk memberi ruang untuk tamu yang baru datang.


"Kamu sakit apa?" tanya sang pria itu yang mendapat tatapan tidak suka dari sang istri, "kecapekan dia, Pa," bukan Ara atau Anton juga bukan Ria yang menjawab.


"Kecapekan apa kok bisa sampai kaya gini?" sang mama menjawab dengan mencibir, sang suami tersenyum lalu memandang putranya dan bertanya, "baru dari kantor, Ren?" yang di tanya mengangguk lalu melangkah mendekati brangkar tempat Ara berbaring.


"Salim dulu sama mama papa kamu, lagian kamu juga lama ngga pulang 'kan?" Ara memerintah dengan nada berbisik saat Reno mengecup keningnya, lelaki itu mengangguk lalu mengambil tangan mama dan papanya lalu mencium takzim.


Om Yudha- ayah Reno tersenyum sambil menepuk pundak putranya, tidak terasa putranya sudah dewasa dan sebentar lagi akan menikah. Ya Reno sudah meminta sang papa dan mama datang untuk melamar Ara, lelaki itu juga sudah mengerti semua apa yang telah terjadi dan mereka alami.


Niat Reno untuk melamar Ara seminggu lagi saat sang oma pulang gagal karena wanitanya droop, dan kebetulan keluarga kandung Ara berada di sini juga, oleh karena itu tadi saat akan kembali ke kantornya, ia memyempatkan diri mampir ke kantor papanya untuk berbicara.

__ADS_1


Dan di sinilah mereka berdua, setelah melakukan bujukan dan perdebatan yang cukup alot, akhirnya sang mama setuju.


__ADS_2