Si Tuan Bucin

Si Tuan Bucin
Part 40


__ADS_3

Keesokan harinya menjelang siang yang panas nya menyengat, tetapi tidak bagi yang sedang berjalan jalan di sebuah mall yang besar dan luas. Mau apa lagi muda mudi yang datang kesana jika tidak pergi ke bioskop/


Brugh, karena terlalu fokus melihat ke belakang kepala Rea terbentur dada bidang seorang lelaki.


"Ngga punya mata?!" ketus perempuan yang tengah berjalan berdua dengan lelaki itu, Rea menyipitkan kedua matanya, lalu mendengus dingin.


"Ada apa?" Rea menoleh dan mendongak, "ngga ada apa-apa," jawabnya cuek dan melanjutkan jalannya, Raditya berdecak gemas.


"Hei, ngga punya adab dan etika loe?!" perempuan itu berteriak marah karena Rea tidak mau minta maaf dan malah memilih pergi tanpa merasa bersalah.


"Kenapa dengan calon istri saya?" Rea yang mendengar ucapan Raditya seketika berhenti dan memutar badan, Raditya memiringkan kepala memandang raut wajah kesal Rea dan kemudian menyeringai.


"Dia calon istri loe?" Raditya mengangguk tapi dengan raut wajah tak suka mendengar cara gadis itu menyebut dirinya.


"Sepertinya calon istri saya ngga salah jika dia tak mau minta maaf," Rea menyipitkan kedua matanya, menatap bingung pada lelaki yang selalu mengaku-aku sebagai calon suaminya.

__ADS_1


"Kenapa bisa gitu?" tanya gadis itu tak terima, "sstt, Lili, sudah. Aku juga yang salah karena jalan ngga lihat-lihat," gadis yang ternyata Lili itu mendengus dingin.


"Kak, ayo," rengek Rea yang mulai malas meladeni gadis tak jelas itu, Raditya mengangguk lalu berjalan melewati Lili dan Ringgo.


"Jangan bilang kamu tertarik pada gadis sombong dan songong itu!" ketus Lili yang kesal lalu menghentak hentakkan kakinya di lantai keramik, Ringgo merasa kesal karena sikap ke kanak-kanakan perempuan yang berstatus kekasihnya itu.


"Kita pulang saja," ujar Ringgo yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Lili yang tercengang dengan ucapan dan tindakan Ringgo.


"Tapi kita belum nonton lho, Yank," protes Lili kesal, padahal tadi niatnya bolos kuliah dan mengajak Ringgo untuk menonton bioskop karena ada film terbaru yang kata teman-temannya romantis dan ada adegan plus plusnya.


"Aarrggh," Lili mengeram kesal, 'ini semua gara-gara gadis tak mau tahu diri itu,' umpat Lili dalam hati.


Ringgo merasa jika Lili makin kesini makin menyebalkan dan posesif, Lili tak tahu saja jika Ringgo memiliki kekasih selain dirinya. Selain wajah, harta juga kedudukan mendukung untuk seorang Ringgo Agustin menggaet wanita manapun. Jika perempuan itu tahu, pasti akan mengamuk dan melakukan apapun agar hanya dirinya yang menjadi milik Ringgo.


Ringgo sengaja menggaet Lili karena merasa kasihan pada adiknya, Ringgo tak mau adiknya hancur jika jadian dengan wanita matre semacam Lili.

__ADS_1


Ringgo tersenyum samar mengingat gadis judes yang tak sengaja bertabrakan dengan dirinya tadi, "manis dan lucu," gumamnya lirih.


***


"Kenapa kau suka sekali bilang kalau aku calon istri kamu?" tanya Rea kesal, tangannya bertumpu pada pinggangnya yang ramping dan tatapan nya menghunus setajam pedang.


Raditya tertawa kecil, lalu sedikit menunduk dan memajukan wajahnya sehingga sejajar dengan telinga Rea.


"Karena kita sudah di jodohkan, dan kemungkinan besar kamu akan menjadi NYONYA RADITYA FERNANDES," ucap Raditya yang kemudian menarik kepalanya dan tak lupa mengecup lembut pipi Rea yang putih dan kini berubah menjadi merah.


"Aku akan biarkan semua pria mendekati kamu, tapi ingat, rumahmu hanya aku. Jadi sejauh apapun kau pergi dan melangkah, kau akan tetap kembali padaku," tangan Raditya terulur dan punggung tangan kekar yang di tumbuhi bulu bulu halus itu mengelus pipi Rea.


"Ck, apa sih," ketus Rea yang sebenarnya menahan malu dan tersanjung, coba bayangkan jika ada lelaki yang begitu mencintai dirimu dan selalu ada untuk dirimu, selalu membuat hatimu berdebar, membuat hari-harimu berwarna menjadi budak cintamu.


Raditya tertawa geli melihat wajah Rea yang merona, gadis itu kemudian masuk kedalam mobil dan memasang wajah cemberut.

__ADS_1


Kyaaa, ganteng kali kau kak Raditya



__ADS_2