Si Tuan Bucin

Si Tuan Bucin
Part 8


__ADS_3

Semenjak Rea sekolah, Reno sering kesepian karena putrinya pulang sore, dan sesampainya di rumah, Rea sibuk dengan tugas rumahnya. Dan Rea sering tidur lebih awal, Reno terkadang sedih dan tidak ikhlas kala melihat putrinya sibuk dengan dunianya sendiri.


"Andai kau masih ada, pasti aku tak akan kesepian jika tuan putri kita sekolah, dan pangeran kecil kita tidak akan hilang, Ra," Reno berbicara dengan foto Ara di tangannya, "bahkan kau belum menggendong mereka," Reno lalu terkekeh mengingat begitu bayi bayi itu keluar dia sangat antusias dan langsung menggendong sang putra.


"Seandainya dia ada di sini kita kasih nama siapa ya, Rea namanya 'kan dari Reno dan Ara, lalu yang putra kita...." Reno tampak berpikir, sudah lama dia memikirkan sebuah nama untuk putranya, akan tetapi belum ketemu, "Rendra mungkin ya, gabungan dari nama Reno dan Ara juga," katanya sambil menatap foto Ara lalu tertawa.


***


Waktu begitu cepat berlalu, setahun sudah Rea belajar di kelas satu, dan kini kenaikan kelas pun tiba, saat mengambil raport Reno begitu bahagia karena putrinya mendapatkan peringkat nomer satu.


Ia mengadakan syukuran yang mengundang anak yatim piatu dan memberi pada orang yang tak mampu, berbanding terbalik dengan Rendra. Keluarga mama angkatnya atau keluarga Nadin hanya merayakan dengan makan makan di sebuah resto, dan kebetulan Rea juga Anton dan Ria berada di sana.

__ADS_1


Para anak anak bermain di tempat bermain yang tersedia, Diva yang selalu mengekor Rendra kali ini menangis karena lagi lagi Sera mendorongnya.


"Kau tak apa?" Rea mendekat dan menolong Diva, sedang saat ini Rendra sedang ke toilet dan Nadin beserta keluarganya tidak melihat kejadian itu.


"Aku tidak apa apa," jawab Diva takut takut saat melihat netra Sera yang terus menatap penuh kebencian padanya, "kenapa kakak mendorongnya dia?" Rea maju seakan tidak takut jika anak perempuan yang umurnya lebih beberapa tahun darinya menyakiti dirinya.


"Bukan urusanmu!!" ketus Sera, "aku ngga apa apa kok, Kak," Diva menengahi keduanya lalu menarik lengan Rea yang seakan menantang Sera, "tapi dia udah ngedorong kamu," ucap Rea kesal, sebenarnya walau Rea mirip Reno yang cuek dan dingin, akan tetapi dia tidak bisa melihat seseorang di tindas dan di sakiti.


"Ada apa ini?" mendengar suara kakak lelakinya, Diva segera berlari ke belakang punggungnya, Rendra menatap Rea yang seperti menantang kakaknya.


"Bukan aku, tapi dia!" ketus Rea memotong ucapan Rendra lalu menunjuk wajah Sera dengan kesal, "kak," Rendra menatap sendu wajah kakak perempuannya, sedang Sera melengos tidak tega melihat wajah Rendra yang menggemaskan.

__ADS_1


"Kita kembali ke meja mama dan makan saja, ada penganggu di sini," Sera seakan menyindir Rea, gadis kecil itu terkekeh sambil menopang kedua tangannya di depan dada, terlihat sangat angkuh dan arogan.


"Aku nggak akan ikut campur kalau kau tidak mendongak dia di hadapanku," katanya yang di iringi seringai lalu melangkah pergi meninggalkan Rendra, Diva dan Sera untuk kembali ke meja Ria dan Anton.


Rendra menatap kepergian Rea dengan senyuman, Rendra sangat kagum pada gadis pemberani itu, dia berjanji suatu saat jika gadis itu butuh bantuan, maka ia dengan senang hati akan menolong dirinya karena telah menolong adiknya.


***


"Dari mana?" Rea yang di tanya hanya tersenyum lalu menggeleng, kemudian netranya melihat Rendra dan kedua gadis yang ia temui duduk tak jauh darinya, Rea menatap sengit pada Sera, pun gadis yang sudah berusia belasan tahun itu.


Ria dan Anton mengikuti arah pandangan Rea, "kalian ada masalah?" Ria bertanya sembari berbisik, Rea mengangguk.

__ADS_1


"Dia jahat, dia ngedorong adiknya hingga jatuh dari perosotan, untung tadi Rea lihat dan sempat menolong, jika tidak pasti jidatnya berdarah," jawabnya terlihat berapi apai, Anton menggeleng, tak heran jika Rea begitu berani menantang gadis yang usianya lebih tua darinya.


"Ya sudah, sekarang makan dulu habis ini kita pulang, papamu pasti menunggu," Ria membelai rambut panjang Rea, mencoba meredam amarah yang tiba-tiba datang pada keponakan nya ini, dan Ria takut jika ada aoa apa dengan Rea, ia yang akan di saahkan oleh ibu mertua juga kakak iparnya.


__ADS_2