Si Tuan Bucin

Si Tuan Bucin
Si Bucin 107


__ADS_3

"Masuk," titah Ara pada Ria dan pria yang mengantar adiknya tersebut, jemari Ria yang sengaja dia sembumyikan saling meremas karena takut, ekor matanya melirik kearah ayahnya yang juga tengah menatap dirinya.


"Oya, maaf selama beberapa minggu ini aku bawa adikmu ke luar kota, di sana banyak kerjaan yang harus kami tanggani," ucap pria itu yang malah membuat kening Ara dan Pak Gito mengkerut karena bingung.


"Oya, Reno udah cerita belum kalau adikmu ini udah keluar dari perusahaan nya, trus aku rekrut di perusahaan milikku? Ya walau gaji dan perusahaan milikku kecil, tapi di sana aman," ucap pria itu di sertai senyum miring, Ara mulai mengerti, ini adalah permainan kekasihnya dan sahabatnya ini untuk melindungi Ria.


"Saya mungkin lupa memberi tahu kakak waktu teleponan, mungkin karena rasa rindu yang terjadi saat kami harus berjauhan, Bos," Ara menambahi ucapan pria itu, Ara mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


"Maksudnya apa kenapa Ria bisa kerja sama kami trus pergi ke luar kota, bukankah selama ini dia sudah-" Pak Gito menghentikan ucapannya barusan yang hampir keceplosan, Pak Gito hampir mengatakan jika Ria pernah dia jual menggantikan Ara, namun kabur. Dan Pak Gito berpikir jika putrinya ini setelah kabur akan mengadu pada Ara, oleh karena itu dia menyuruh pria yang membawa Ria bersembunyi.


Pak Gito berpikir, jika Ria bercerita pada Ara, Ara pasti akan bercerita pada Reno dan mungkin dengan kekuasaan serta uang yang orang kaya miliki pasti akan cepat dengan mudah menemukan mereka berdua.


Pria hidung belang itu juga marah marah pada pak Gito, sudah rugi uang, wanita pun tak dapat. Dan Pak Gito terus saja meminta uang dan uang pada para sahabatnya untuk menghidupi kedua pria yang dia sembunyikan tersebut, tentu dengan iming iming akan segera menikahkan Ara yang mereka tahu adalah Rara pada anak mereka.


Pria itu ternyata Anton, Reno memaksa sahabatnya itu melindungi calon adik iparnya, awalnya Anton mendesak ingin mengetahui alasannya. Dan mau tidak mau mas Seno menceritakan semua yang sudah terjadi dan Ria alami, yang langsung membuat Anton setuju dan dalam hati bertekat akan melindungi gadis kecil ini.

__ADS_1


"Lalu kenapa kamu ngga kasih tahu ayah?" Pak Gito mendesak Ria, Anton mendecakkan lidah terdengar tak suka.


Saat Pak Gito akan kembali bersuara, dering ponselnya berbunyi, dengan segera tangannya masuk ke saku jaket hitam yang ia kenakan dan mengambil ponsel itu dan menggeser ikon hijau itu hanya Pak Gito yang bisa mendengar suara seseorang di seberang sana. Pak Gito hanya menjawab, 'ya, aku mengerti, ya aku paham, ya aku akan segera kesana,' dan sambungan telepon itu terputus.


"Ayah beli hape itu dari mana uangnya?" Ara mencecar pertanyaan pada Pak Gito, pria itu gelagapan dan belum siap dengan pertanyaan yang Ara lontarkan. Kecerobohannya membuat dirinya ketahuan jika memiliki ponsel android yang mahal yang dia dapat dari menguras uang sahabatnya dan selalu menggunakan nama Rara, jika tidak demikian maka mereka akan mempersulit.


"Ini hadiah ulang tahun yang Om Ridwan berikan pada ayah," bohong Pak Gito, akan tetapi Ara paham jika ayah angkatnya ini sedang berbohong. Namun sesuai perintah Reno, Ara harus pura pura percaya.

__ADS_1


__ADS_2