SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 101: Dua Gadis Pemula


__ADS_3

Setelah Reza mengatakan itu, mereka semua berseru mengikuti kata terakhir yang diucapkan Reza.


Meisya yang imut pun mengikuti kata di akhir kalimat yang Reza ucapkan.


"Olaaa!" Meisya melompat dengan kaki kecilnya sembari mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi. Dia mengikuti orang dewasa ini bergerak.


Isander memeluk Meisya dan mencium pipinya karena tidak tahan dengan tingkah lucu anaknya sendiri. Giya dan wanita lainnya bahkan tak kuasa menahan keimutan yang dipancarkan oleh Meisya mereka ikut mencium pipi Meisya penuh dengan perasaan gemas.


Setelah mereka bersorak gembira, Isander pergi sendiri ke Medan pertempuran untuk membereskan jejak mereka bertarung melawan monster.


Kali ini, Isander benar-benar menghilangkan jejak tempat mereka bertarung, mungkin ada beberapa jejak kecil yang tersisa dari pembersihan tersebut, tetapi itu tak begitu jelas terlihat, mungkin orang yang jeli yang dapat menemukan bahwa tempat tersebut bekas tempat pertempuran anggota kelompoknya.


Pakaian Reren dan Helen usai membantai banyak monster menjadi kotor, ada beberapa bercak darah yang menempel di baju mereka. Sebelum datang ke tempat Isander menunggu, Nina sudah membersihkan wajah dan beberapa anggota tubuh mereka yang sempat sedikit berlumuran darah.


Dengan begitu, mereka semua memiliki niat untuk mencari sungai sebelum pulang ke rumah.


Tak jauh dari tempat mereka memanen monster, terdapat sungai kecil dengan aliran air yang cukup deras. Sungai ini cukup untuk menjadi tempat mereka mencuci pakaian.


Selain di sana, terdapat sungai di dekat rumah, tetapi tempatnya ada di bagian utara hutan yang terhitung jaraknya.


Lebih baik mencuci baju di sini daripada ke sungai di Utara hutan. Untungnya, mereka membawa tas penyimpanan ruang angkasa yang punya luas ruangan yang besar, beberapa pakaian kotor yang biasa akan mereka cuci dua hari sekali dibawa saat ini.


Mereka semua menyempatkan diri untuk mencuci pakaian dengan hanya menggunakan air sungai.


Tidak ada sabun cuci baju di dunia ini, perusahaan sabun telah hancur oleh monster ketika awal-awal mereka menyerang manusia.


Beberapa bahan pokok dan benda penting di dunia telah lenyap sebab kehancuran yang dilakukan monster-monster yang menginvasi.


Untuk membangkitkan benda dan barang tersebut sulit. Umat manusia hampir kembali ke zaman purba yang semuanya serba manual dan teknologi tak eksis di dunia.


Senjata api yang manusia banggakan telah tiada. Orang yang dapat membuat senjata api entah ke mana kehadirannya, tak ada berita mulut ke mulut yang membicarakan tentang orang pembuat senjata api.


Akan tetapi, ada kejanggalan mengenai senjata bom yang dimiliki oleh banyak negara. Para Agter tidak tahu di mana bom atom yang menjadi senjata pamungkas manusia diletakkan dan disimpan.


Apakah itu sudah digunakan? Jika iya, mengapa tidak ada berita dan kabar yang memberi tahu tentang kejadian ledakan bom?


Persoalan ini masih menjadi perdebatan dan buah bicara orang-orang di dunia ini.


Sebelumnya, Isander pernah bertanya mengenai senjata api dan bom hebat milik negara-negara besar di dunia ini. Namun, Giya dan Nina sendiri tidak tahu tentang hal tersebut.


Semua tentang itu masih misteri.


Isander berasumsi bahwa senjata hebat, seperti bom atom, nuklir m, dan senjata biologis, disimpan di suatu tempat oleh pemimpin perkotaan yang masih bertahan dan berdiri di dunia ini.


Mengingat Giya dan Nina pernah menyebutkan kalau pemerintah melarang menggunakan bom nuklir untuk memukul balik monster.


Jika tidak digunakan, artinya mereka menyimpannya.


Mencuci baju dan mandi, mereka lakukan secara terpisah dan saling bergantian, kecuali Reza dan Kila yang merupakan pasangan.


Mandi berdua pun mereka tidak masalah karena ada keterikatan cinta dan komitmen yang sangat pribadi.


Giya dan lainnya mencuci pakaian boleh bersama, tetapi masalah mencuci tubuh atau mandi, mereka akan bergantian dan dilarang mengintip jika berbeda jenis.


Sementara Isander dan Meisya boleh mandi berdua karena punya hubungan keluarga, lebih lagi mereka berdua ayah dan anak, Meisya tidak bisa mandi sendiri di sungai yang punya arus air yang cukup deras.


Mereka semua menghabiskan waktu lebih dari 3 jam, dan masih ada waktu kurang lebih 2 jam untuk malam tiba dan kegelapan menyelimuti dunia.


Kurang dari 2 jam, mereka sudah sampai di rumah kayu, bahkan masih tersisa 1 jam sebelum malam datang.

__ADS_1


Waktu yang tersisa mereka gunakan untuk bersantai dan bersenang-senang, tak lupa mengawasi hutan yang mengelilingi rumah mereka.


Isander biasanya membiarkan Meisya bermain dengan Giya, kini Meisya punya teman bermain tambahan, yakni Reren dan Helen yang punya sifat yang sama, sifat kekanak-kanakan mereka membuat mereka berdua dan Meisya bisa berinteraksi dengan cukup baik.


Mereka terlihat, seperti adik dan kakak dalam satu keluarga.


Isander dan Reza berdiri di luar mereka mengobrol sambil membahas suatu permasalahan tentang dunia ini.


Di rumah terdapat semua wanita dan anak-anak, mereka harus aman karena jikalau ada penyerangan hebat, paling tidak mereka masih punya harapan untuk selamat.


Pada dasarnya, lebih penting wanita ketimbang pria dalam keberlangsungan hidup manusia di dunia. Pria tak bisa melahirkan dan sedangkan wanita biasa. Jadi, sisakan banyak wanita di dunia ini untuk harapan manusia untuk bangkit tetap ada.


"Garuda Comity mereka memiliki empat anggota yang aktif bertugas bersama, mereka adalah Byantara, Kei, Sadam, dan Hendra. Mereka berempat merupakan tangan kanan pemerintah Kota Garuda yang membereskan banyak permasalahan yang bersangkutan dengan penyerangan monster," ujar Reza sambil duduk di atas batu kecil yang dapat diduduki. Matanya mengarah ke Isander yang bertanya tentang sesuatu.


Isander memegang dagunya mendengar perkataan Reza. Dia bertanya tentang kelompok Garuda Comity yang pernah diceritakan oleh mereka ini, tetapi tidak begitu detail sehingga dia penasaran dengan hal tersebut.


"Mereka berada di tingkat kekuatan apa?" tanya Isander yang masih ingin tahu lebih akan kelompok resmi Kita Garuda.


"Kalau tidak salah, Tara atau Byantara ini berada di level Grandmaster, masalah jumlah bintangnya, aku tidak bisa memastikan," jawab Reza sesuai dengan pengetahuannya.


Tak menyangka kelompok ini kuat, salah satu dari keempat anggota kelompoknya berada di tingkatan yang sama dengan Isander sendiri.


Jujur, ini agak mengancam. Isander sendiri tidak percaya bahwa kelompok dari Kota Garuda adalah orang baik.


Mendengar soal kasus-kasus tentang mereka dari Reza membuat Isander skeptis kalau mereka benar-benar baik ingin membantu umat manusia maju.


Kewaspadaan akan kelompok mereka harus dibangun, kecuali anggota kelompok, orang lain tak bisa dipercaya sepenuhnya. Di dunia ini yang telah rusak, tak perlu banyak berharap dengan seseorang, manusia di zaman ini sangat buruk dibanding sebelum manusia sebelum krisis monster.


Reza belum selesai memberi tahu informasi yang terkait dengan kelompok ini. "Ada satu anggota inti Garuda Comity ini, anggota tersebut dijuluki sebagai Ice Frail, nama aslinya adalah Aqila—"


"Tunggu!" sela Isander dengan wajah yang terpana. "Bisa kamu ulangi lagi informasi tentang satu anggota itu?"


"Anggota inti dari Garuda Comity memiliki julukan Ice Frail, nama aslinya adalah Aqila. Dia adalah seorang wanita dengan kekuatan es yang agak serupa dengan Helen, gadis remaja ...."


Ketika Reza menjelaskan tentang satu anggota lain dari Garuda Comity, Isander tertegun selama beberapa waktu yang singkat, dan kemudian terus mendengarkan informasi tentang anggota satu ini.


Di dalam otak Isander saat ini, ada satu potongan ingatan yang terlepas dari otak Isander sehingga Isander mengetahui sebuah kebenaran yang ternyata itu masih berkaitan dengan satu anggota Garuda Comity ini.


Sebelum terjadinya invasi monster besar-besaran yang membuat porak-poranda banyak tempat di Bumi, istri Isander kuliah di salah satu kampus ternama daerah Jakarta.


Ketika terjadi penyerangan monster pertama kali di Jakarta, kampus tempat istri Isander menuntut ilmu diserang, mengakibatkan banyak korban mati di sana.


Ada teman istrinya yang bernama Aqila yang ternyata diselamatkan oleh istrinya ini saat penyerangan berlangsung di kampus.


Teman Aqila tampaknya selamat atas kejadian tersebut karena Isander sendiri ada di tempat kejadian.


Benar, Isander adalah teman Aqila di kampus, dan juga teman istrinya saat masih kuliah. Wanita yang menjadi istri Isander merupakan wanita yang diincar Isander dari awal masuk sekolah dasar. Selama belasan tahun Isander satu kelas dengan wanita yang sama, tetapi di antara mereka berdua tak ada rasa suka, bahkan Isander tahu sendiri istrinya sendiri pernah memiliki seorang pacar di beberapa jenjang pendidikan.


Hingga akhirnya di kampus tersebut Isander bertaruh pada nyawanya sendiri demi keselamatan wanita yang dia sukai selama bertahun-tahun.


Beruntungnya, nyawanya tak diambil oleh monster karena Isander memiliki insting bertahan hidup yang kuat. Istrinya yang ingin berkorban untuk teman bernama Aqila ini Isander selamatkan dan mereka berdua berhasil selamat dari penyerangan monster.


Singkat cerita, bertahun-tahun lamanya Isander dan wanita kesukaannya saling mencintai dan memutuskan melakukan pernikahan kecil-kecilan dan sangat sederhana. Situasi mereka menikah pun masih di panas-panasnya peperangan melawan monster masih berlangsung.


Atas pernikahan mereka berdua, lahirlah Meisya. Namun, kebahagian itu tidak bertahan lama, istrinya yang sangat disayangi oleh Isander meninggalkan dunia selamanya.


Sangat tragis cerita masa lalu Isander di dunia ini.


Namun, bukan itu poin dari yang Isander ingat, melainkan teman istrinya yang bernama Aqila.

__ADS_1


"Aqila? Apakah orang itu adalah teman dia saat kuliah?" Isander bertanya-tanya dalam hati.


Dia tidak tahu kebenarannya, mungkin saja anggota Garuda Comity tersebut kebetulan punya nama yang sama dengan temannya ini.


Di dalam hati Isander, keinginan untuk mengungkap tentang anggota kelompok tersebut menjadi muncul dan besar.


Dengan demikian, Isander meminta Reza untuk memberikan banyak informasi tentang Aqila.


Sayangnya, informasi yang diberikan oleh Reza selanjutnya tidak terlalu penting.


Aqila yang dikenal sebagai Ice Frail merupakan wanita kuat dengan tingkat kekuatan yang digadang-gadang melebihi keempat anggota lainnya di Garuda Comity. Kepribadian dari Aqila adalah orangnya terlalu dingin dan sesuai dengan kemampuan Agta yang dimilikinya.


Wanita tersebut memiliki prestasi dan reputasi yang baik di banyak daerah di pulau Jawa, tetapi Reza tidak tahu rincinya di mana saja.


Kesimpulan yang bisa Isander ambil, Aqila wanita kuat dengan sifat dingin yang agak sombong, tidak mau begitu terlalu dekat dengan pria, Reza menyebutkan Aqila ini tak memiliki catatan cinta dengan pria, terlebih wanita, orang yang sangat penyendiri dan bergerak sendiri.


Hal ini membuat Isander makin penasaran dan ingin lebih tahu tentang wanita itu.


Setelah obrolan mereka selesai, langit telah berubah menjadi hitam gelap yang menutupi semua langit di daerah pulau Jawa.


Mereka berdua masuk ke dalam rumah dan bersiap-siap untuk makan malam dan tidur beristirahat di malam hari.


Waktu memang terasa cepat, Isander bahkan merasa waktu ini berjalan begitu cepat karena hari ini adalah hari ketiga setelah Reza memberi tahu informasi tentang Ice Frail.


Selama 3 hari ini, Isander dan kelompoknya mendapatkan banyak peristiwa yang cukup berarti bagi mereka semua.


Peristiwa atau kabar yang baik yang didapatkan oleh mereka salah satunya tentang kedua gadis remaja yang baru bergabung ke kelompok Isander.


Mereka berdua memiliki perkembangan kekuatan yang sangat pesat ketimbang yang lain. Kendali mereka atas kekuatan yang dimiliki berkembang dengan baik, mereka sudah sangat terkontrol, kemampuannya mampu digunakan secara efektif dan efesien, dan perkembangannya benar-benar terjadi dalam 3 hari saja.


Selain kontrol kemampuan mereka meningkat, mental mereka juga telah lebih stabil dibandingkan sebelumnya. Mereka tidak begitu terkejut dan mual saat melihat tubuh monster sedemikian rupa hingga terlihat menjijikkan dan sadis. Mereka bisa menahan mental mereka dalam menghadapi kerasnya dunia yang mereka tinggali ini.


Obat mereka setelah membunuh monster adalah bermain bersama Meisya. Meisya adalah obat mereka semua.


Bukan hanya peristiwa itu, ada peristiwa lain yang penting, yaitu monster-monster di hutan sekeliling rumah mereka sudah hampir lenyap.


Pembantaian dilakukan selama 3 hari berturut-turut, sekaligus melatih Reren dan Helen dalam melawan monster. Hasil panen mereka cukup banyak dan perbekalan untuk pergi dan kembali bertualang cukup melimpah.


Anggota kelompok Isander membawa banyak benda yang penting, yaitu korek api kayu, tali, baju atau kain, beberapa kantung yang terbuat dari kain, minyak, garam, dan beberapa benda esensial lainnya.


Namun, Koin Agta yang mereka tukarkan tidak langsung dihabiskan semuanya, masih ada setengah Koin Agta yang mereka kumpulkan dari pembantaian monster untuk digunakan saat mereka sampai di kota berikutnya.


Mungkin saja, di Kota Komodo ini mempunyai benda lain yang tidak ada di Kota Garuda dan juga dibutuhkan oleh kelompok mereka.


Jadi, lebih baik disimpan terlebih dahulu hingga waktu berbelanja tiba.


Kabar yang lainnya adalah kabar yang sangat personal, Isander berhasil menembus ke tingkat Agter King One Star. Satu tingkat lebih tinggi dari Grand Master Three Star. Meskipun beda satu level, perbedaan kekuatan dari kedua tingkatan tersebut berbeda.


Isander memiliki kesadaran pada kemampuannya ini seolah-olah semua kemampuan yang dia miliki bergabung menjadi anggota tubuhnya, saking dirinya mudah untuk mengontrol kekuatan supernya


Omong-omong, energi yang digunakan Isander tidak sepenuhnya dari kekuatan Agta, melainkan energi yang ada pada tubuhnya yang setiap saat mengisi dan terus bertambah.


Entah dari mana datangnya energi yang ada di dalam tubuhnya. Isander curiga itu masih berkaitan dengan kemampuan Magnetar Body.


Dengan tingkat kekuatannya bertambah, kemampuan mengontrol kayu telah meningkat ke level B. Kemampuan kayu Isander lebih kuat dari level sebelumnya.


Isander lebih leluasa dalam mengendalikan kayu pohon di jarak yang lebih luas lagi.


"Apa kalian sudah siap untuk bertualang?"

__ADS_1


__ADS_2