
Dengan Armor Baryon Cenagon membungkus sekujur tubuhnya, sosok Isander meluncur hingga masuk ke dalam air danau.
Tidak sampai 5 detik berlalu, sebuah gelombang air yang besar naik ke atas langit dengan suara ledakan yang luar biasa.
Bam!
Semburan air terhempas ke segala arah hingga membasahi tepi danau.
Hujan tercipta karena ledakan yang muncul dari dalam danau.
Usai hujan buatan tersebut menghilang, pemandangan yang luar biasa ditampakkan dengan jelas.
Seekor monster besar dengan bentuk yang mirip kuda nil tengah cengkeram mulut besarnya oleh sebuah tangan besar yang terbuat dari logam dan kristal.
Monster Hipgoter berhasil Isander tangkap dengan kekuatan logam dan kristalnya yang dikendalikan untuk membuat tangan kanan raksasa dengan panjang 400 meter.
Lebar jari-jari tangan logam Isander mampu menutup seluruh mulut besar Hipgoter tanpa bisa terbuka lagi.
Membuat tangan raksasa sebesar itu masih sedikit terasa menguras energi Isander. Namun, rasanya jauh lebih sedikit terkuras dibandingkan sebelumnya dia mengeluarkan dua buah pedang raksasa secara bersamaan.
Hal ini disebabkan karena kekuatan fisik Isander yang terus-menerus menyedot banyak energi dari sinar matahari yang menerpanya.
Energi yang baru saja diambil dalam beberapa hitungan detik sudah terisi kembali.
Grrr!
Sebuah suara dengkuran terdengar dari mulut Monster Hipgoter yang marah akibat serangan Isander yang tiba-tiba ini.
Sayangnya, Hipgoter tak bisa melakukan apa-apa karena Isander mengangkat tubuhnya ke atas dan keluar dari dalam danau.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Isander mengeluarkan Hipgoter yang tinggal di danau dan diangkat ke langit.
Dengan energi yang besar, Isander menciptakan dua tangan raksasa dengan ukuran dan bentuk yang sama untuk mencengkeram tubuh bagian tengah dan belakang Monster Hipgoter.
Sebuah jeritan kesakitan yang terpendam akibat mulutnya yang tak bisa dibuka terdengar dari Monster Hipgoter.
Isander mengendalikan ketiga tangan Isander untuk menghancurkan tubuh Monster Hipgoter hingga terputus.
[Ding! Terdeteksi Bahwa Meisya Memiliki Keinginan! Memberikan Anda 2 Kartu Peningkatan Kemampuan!]
Suara mekanis kaku memasuki kepala Isander di tengah-tengah dirinya mengendalikan ketiga tangan raksasa buatannya.
__ADS_1
Hal ini membuat Monster Hipgoter tertunda matinya selama beberapa detik karena Isander merasa senang dengan hadiah yang diberikan oleh Sistem.
Dengan begitu, Kartu Peningkatan Kemampuan makin banyak dan mendekati jumlah 10 buah kartu untuk meningkatkan Kemampuan Beast Baryon Cenagon.
Butuh 5 kartu lagi untuk bisa Isander tingkatkan satu kemampuan favoritnya.
Butuh usaha yang lebih banyak agar Isander bisa mendapatkan 5 Kartu Peningkatan Kemampuan lagi.
Otomatis membuat Isander untuk lebih rajin dan cepat mencari monster yang terlihat kuat supaya Meisya melontarkan sebuah keinginannya secara natural.
Meski terdengar memanfaatkan kekhawatiran anaknya sendiri. Faktanya, Isander perlu banyak kekuatan untuk bisa mewujudkan cita-citanya.
Tanpa ada banyaknya kekuatan yang dimiliki, Isander sangat sulit untuk mengalahkan monster-monster tak beradab ini. Tentu saja, mereka tidak memiliki kecerdasan untuk melakukan perjanjian yang membingungkan alias melakukan perdamaian di atas kertas.
Kecuali monster-monster di sini memiliki akal untuk bisa bermusyawarah dengan manusia tentang pembagian wilayah dunia ini.
Kabar gembira yang datang kepada Isander mendorong dirinya untuk menghancurkan seluruh tubuh Monster Hipgoter yang mencoba untuk memberontak.
Apa pun tindakan yang dilakukan oleh Monster Hipgoter tak ada artinya di bawah ketiga tangan raksasa Isander.
Seluruh tubuhnya benar dikekang dan sama sekali tidak diberi kesempatan kecil untuk terlepas.
Akan tetapi, ekspresi wajah Isander berubah pada saat tangan raksasa yang membungkam mulut Hipgoter itu makin lama terkikis oleh sesuatu.
Isander membiarkan fenomena ini terjadi, tetapi dua tangan raksasa yang lain tetap dalam penjagaan Isander untuk selalu memegang seluruh tubuh Monster Hipgoter.
Beberapa menit berselang, Isander melihat bahwa mulut Monster Hipgoter hancur dan hanya menyisakan pangkal mulut yang terbuka lebar.
Moncong yang hancur dan berdarah itu mengisap tangan raksasa Isander hingga tersisa setengah.
Benar apa yang diinformasikan oleh anggota timnya, Monster Hipgoter ini memiliki kemampuan untuk menyedot apa pun di depannya ke dalam mulutnya agar bisa dimakan.
Meskipun tangan raksasa Isander sudah menutup mulutnya, itu tidak semua terpegang, masih ada ruang di pangkal Mulu yang tidak terpegang.
Hal ini membuat Monster Hipgoter memutuskan untuk menghancurkan mulutnya sendiri untuk bisa mengisap tangan logam raksasa milik Isander demi bisa hidup.
Perjuangan dan tekad monster satu itu membuat Isander tersadar bahwa seberapa mustahil untuk kemenangan didapatkan, dia tetap terus berjuang hingga mati.
Meskipun dia mati, paling tidak ada niat untuk hidup dan perjuangan yang patut dipuji.
Tangan raksasa hancur seluruhnya di bawah pandangan mata Isander oleh sedotan maut Monster Hipgoter, kekuatan menarik dari Monster Hipgoter itu tidak berhenti sampai menelan tangan logam Isander.
__ADS_1
Mulutnya mencoba untuk menyedot tanah dan pepohonan yang ada di bawahnya.
Mengetahui serangan selanjutnya monster satu ini, Isander membasah tubuh Monster Hipgoter untuk pergi ke keinginan 9.000 meter di atas langit.
Dengan begitu, Monster Hipgoter tak bisa menarik pepohonan dan tanah di depan kepalanya yang setengah hancur.
Monster Hipgoter hanya bisa menyedot udara dan awan yang ada di depannya, tetapi Isander tak membiarkan Monster Hipgoter hidup lebih lama.
Sebuah bola yang dikelilingi petir kuning dengan diameter 200 meter tercipta di kedua tangan Isander.
Sosok Isander tampak sangat kecil di bawah Ball of Storm yang dia ciptakan ini, setengah energi yang Isander miliki tersedot untuk bisa membuat serangan sebesar ini.
Mata Monster Hipgoter yang merah menyala itu dipenuhi putus asa melihat Ball of Storm yang sangat besar.
Dia bisa merasakan betapa kuatnya bola yang tercipta dari angin yang bergerak begitu cepat dan kacau dengan diselimuti benang petir kuning yang sangat banyak.
"Terima kasih ...."
Setelah ucapan Isander keluar, serangan Ball of Storm terlempar ke sosok Monster Hipgoter yang dipegang oleh dua lengan raksasa logam.
Bola besar itu segera menghantam tubuh Monster Hipgoter dan seluruh tubuhnya ditelan oleh Ball of Storm.
DUAR!!!
Sebuah cahaya ledakan yang menyilaukan tercipta di atas langit yang tinggi.
Cahaya yang bersinar sangat terang itu bisa dilihat oleh tim Isander di belasan kilometer jauhnya dari tempat Isander berada.
Langit menjadi lebih cerah seperti ada dua Matahari yang menyinari seisi dunia.
Gelombang kejut tercipta di atas langit dan menghasilkan hempasan angin yang kuat di bawahnya.
Air danau sampai bergejolak bagai ember berisi air digoyang dengan kuat hingga meluap ke mana-mana.
Pepohonan menjadi miring ke belakang ke arah yang sama dengan arah gelombang angin yang datang.
Angin besar ini bisa dirasakan oleh Giya dan yang lainnya di jarak yang cukup jauh dari tempat Isander mengeksekusi monster.
Memang kekuatan anginnya tidak terlalu besar karena terlalu jauh dari jarak ledakan tercipta.
Giya, Aqila, Goron, dan yang lainnya secara serentak melihat ke atas langit dan menemukan sebuah bola ledakan perlahan menyusut dan berangsur-angsur menghilang.
__ADS_1
"Apakah dia sudah selesai?"