
Isander memberi perintah kepada anggotanya untuk pergi ke Kota Komodo untuk menukarkan Koin Agta.
Selagi Giya dan yang lainnya di Kota Komodo, Isander berniat untuk pergi ke bangunan Candi Borobudur yang tidak jauh dari di mana tempat rumah mereka berada.
Di sekitar belasan kilometer dari rumah, ada Candi Borobudur yang seharusnya tidak pindahkan dan tetap ada di sana.
Kota Komodo letaknya ada di Yogyakarta, bagian timur dari Pulau Jawa.
Namun, tidak di bagian paling timur Pulau Jawa, masih ada daerah lain di ujung pulau.
Mungkin, Isander akan ke sana untuk memeriksa kondisi areanya, memastikan ada manusia dan pemukiman lain yang hidup.
Sebelum itu, mereka ingin pergi ke Candi Borobudur untuk mengetahui kondisi Candi Borobudur, apakah candi itu dirusak atau tidak.
Di Pulau Jawa hanya ada 2 kota yang berdiri, tidak ada kota lain tempat Agter hidup.
Hanya orang-orang yang bukan Agter yang hidup di luar kota, seperti Isander.
Orang biasa yang tidak berguna hidup terlantar di tengah-tengah wilayah yang dikuasai oleh monster-monster
Isander tidak tahu ada berapa banyak orang yang hidup di luar kota.
Asumsinya, manusia di luar kota makin sedikit lantaran masih ada monster-monster. Pemukiman Isander berasal sudah hancur dan penduduk yang mati, juga Rain Settlement sama nasibnya, banyak yang tewas.
Dari kedua peristiwa tersebut bisa diambil sebagai contoh pengurangan dan dijadikan data bahwa manusia di luar kota makin berkurang. Meskipun pengurangannya tidak sebanyak sebelumnya.
Dalam perjalanan, mereka semua sempat bertemu dengan beberapa monster yang tersesat di hutan.
Semua monster yang bertemu dengan mereka pasti mati.
Helen dan Reren yang mengeksekusi pertama kali monster-monster yang bermunculan untuk meningkatkan kemampuannya menjadi lebih kuat.
Apabila jumlah monster makin banyak, Giya dan lainnya akan bergerak untuk mengurusi monster yang menyerang.
Sementara Isander, di menggendong Meisya dan bersantai tanpa melihat anggotanya sibuk membunuh monster.
Hal ini bukan berarti Isander tidak peduli, melainkan Isander sangat peduli terhadap anggota kelompoknya sehingga dia membiarkan monster yang ada dijadikan pijakan untuk mereka bisa menjadi lebih kuat lagi.
__ADS_1
Jika semua monster dibunuh oleh Isander, anggota kelompoknya tidak akan berkembang dan akan macet perkembangan kekuatannya.
Sangat disayangkan jika seperti itu.
Lebih dari 1 jam mereka berjalan, mereka semua berpisah menjadi dua kubu sebelum tiba di Kota Komodo.
Isander memimpin Helen dan Reren pergi ke arah di mana Candi Borobudur, sedangkan Reza dan lainnya masuk ke dalam Kota Komodo.
Mereka berkata untuk bertemu di rumah pada sore hari sebelum matahari tenggelam.
Setelah itu, Isander berjalan bersama gadis remaja dan Meisya menuju tempat di mana Candi Borobudur berada.
Di antara anggota kelompoknya, tidak ada yang mengetahui letak yang sebenarnya di mana Candi Borobudur, tetapi Reza memberi petunjuk bahwa Candi Borobudur ada di arah timur laut dari Kota Komodo.
Dengan petunjuk tersebut Isander pergi untuk bisa sampai di Candi Borobudur.
Kemungkinan besar, kegiatan mereka akan menghabiskan banyak waktu untuk mencari di mana Candi Borobudur berada.
Isander usahakan untuk menemukan Candi Borobudur dengan cepat.
Dia mengingat dirinya bisa terbang, mencari letak sebenarnya Candi Borobudur bisa dengan cara terbang, terlebih Candi Borobudur itu besar dan tinggi.
"Kak Isander, aku ingin bertanya."
"Ya, bertanya apa?" Isander menoleh untuk melihat Helen berjalan di sampingnya.
Melihat Isander menyahuti panggilannya, Helen segera bertanya dengan suara yang penasaran, "Kak Isander, aku masih belum paham dengan bagaimana dunia ini hancur. Sebenarnya, apa yang mengakibatkan dunia ini seperti sekarang?"
Pertanyaan yang pernah Isander tanyakan dahulu. Sekarang sudah dia beri tahu oleh Giya dan lainnya.
Helen dan Reren belum tahu karena tidak ada yang memberi tahunya.
Anggota kelompok Isander pun tidak sadar bahwa keduanya tidak tahu tentang asal monster ini.
Dengan jawaban yang masih diingat di kepalanya, Isander menjawab dengan jelas, "Di suatu hari, pada tahun 2017, terjadi sebuah peristiwa yang luar biasa dan menggemparkan dunia.
"Sebuah benda asing jatuh dari luar angkasa dan menghantam Samudra Hindia.
__ADS_1
"Benda tersebut adalah sebuah batu luar angkasa yang di dalamnya terdapat sesosok makhluk aneh yang memiliki bakteri yang bersifat mutagen, mutasi gen sel inang sehingga menyebabkan terjadinya kelainan materi gen pada sel atau jaringan di inang.
"Bakteri ini dapat membuat makhluk hidup menjadi sosok monster yang luar biasa kuat.
"Begitu peristiwa itu terjadi, di hari selanjutnya muncul jutaan makhluk aneh dari berbagai pantai yang ada di negara Indonesia, Afrika, India, dan Australia.
"Makhluk laut terkontaminasi bakteri tersebut dan berhasil bermutasi menjadi makhluk yang mengerikan dan berbahaya.
"Makhluk daratan pun bermutasi dengan ukuran yang besar lebih dari ukuran normalnya, dan monster-monster yang kalian lihat adalah binatang yang terkena bakteri yang masih belum diketahui apa jenisnya."
Informasi yang diberikan oleh Isander lebih lengkap karena ada informasi tambahan yang diberikan oleh Giya dan lainnya ketika ke kota.
Pada intinya, monster muncul di dunia ini karena dari sebuah bakteri kecil yang dibawah oleh meteorit yang berhasil jatuh dan menghantam lautan.
Bakteri tersebut dengan cepat menjalar dan hinggap pada ikan-ikan pada awalnya. Pada akhirnya, binatang darat yang memakan ikan tersebut ikut terkontaminasi oleh bakteri.
Ada beberapa manusia yang juga langsung terinfeksi dari ikan yang sudah dihinggapi oleh bakteri tersebut.
Mengetahui ini, Helen dan Reren sangat terkejut, ternyata monster ini disebabkan oleh makhluk kecil bernama bakteri yang terbawa dari batuan meteorit.
"Lalu, bagaimana dengan kondisi meteorit itu?" tanya Reren yang ingin tahu dengan meteorit yang mendarat di tengah samudra.
Isander mengangkat bahunya dan menjawab lagi, "Tidak tahu. Orang-orang tidak ada yang tahu kelanjutan dari meteorit tersebut karena peristiwa penyebarannya banyak monster terjadi begitu cepat sehingga para ilmuwan dan para pakar belum sempat memeriksa batuan luar angkasa tersebut."
Tak ada satu orang pun yang tahu bagaimana nasib meteorit sekarang karena lautan itu sulit untuk dijelajahi karena lingkungannya punya tekanan yang sangat kuat.
Selain faktor tersebut, ada monster-monster berbahaya yang belum pernah mereka lihat yang hidup di laut.
Dengan kata lain, Isander dan semuanya yang hidup di darat termasuk aman karena monster lemah hanya ada di daratan ini.
Helen yang masih ingin tahu dengan bakteri menakutkan tersebut, melontarkan pertanyaan lagi, "Jadi, apakah kita benar-benar tidak memiliki obat penawar untuk menghentikan para bakteri itu dibasmi?*
"Tidak tahu pastinya, tetapi yang aku tahu, para ilmuwan sudah sangat sedikit karena penyerangan besar-besaran para monster yang membuat banyak ilmuwan mati. Jika tak ada ilmuwan, artinya tidak ada obat penawar," jawab Isander dengan sabar dan jelas dalam menerangkan.
Tepat ketika mereka asyik mengobrol, sebuah pesan datang di jam tangan mereka secara bersamaan.
Pesan itu berasal dari Giya dan kawan-kawan.
__ADS_1
Ketika ketiganya membaca pesan tersebut, dan wajah mereka menjadi berubah.
"Ikuti aku!"