SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 133: Kembali dan Mengobrol


__ADS_3

Begitu Isander meninggalkan Kota Komodo yang masih ada tersisa ratusan monster tingkat rendah di rentang tingkat B dan A, banyak sekali Agter yang memandang Isander terbang menuju ke dalam hutan.


Semua Agter yang menyerang monster melalui sisi bagian timur kota memandang Isander sejenak sebelum kembali membunuh monster yang tersisa.


Mereka memandang Isander untuk memberi penghormatan kepada Isander karena telah membunuh monster besar tadi yang berbahaya.


Goron dan teman-temannya kembali memerintahkan banyak Agter untuk menyerang para monster yang masih hidup.


Timnya sangat diandalkan oleh pemerintah kota karena tak ada lagi tim yang lebih tinggi dan kuat dari mereka semua.


Maka dari itu, Goron menjadi pemimpin Agter Kota Komodo setelah pemerintah kota bagian keamanan tak lagi bertugas karena alasan usia.


Mereka terus bertarung melawan monster selama berjam-jam sampai monster mati seluruhnya tanpa ada yang tersisa.


Di sisi lain, Isander telah sampai di tempat di mana kelompoknya menunggunya dari pertarungan melawan monster gajah raksasa yang berubah menjadi monster humanoid yang kuat.


Mereka menunggu di pertengahan jalan menuju rumah.


Ketika Isander bertemu mereka, mereka semua sudah menyiapkan makanan karena waktu makan siang sudah terlewat begitu lama sehingga mereka harus makan sebelum sakit perut datang.


Kedatangan Isander membuat mereka lega seolah beban yang ada tubuhnya terangkat dan tubuh menjadi jauh lebih ringan.


"Ayah! Apa Ayah tidak terluka?!"


Melihat Isander datang, Meisya melepaskan pelukan Giya yang memeluknya sambil duduk, berlari cepat menuju Isander.


Isander segera menangkap Meisya dengan tubuhnya yang masih utuh tak terluka karena baju zirah Baryon Cenagon terlalu tangguh untuk dihancurkan.


Menggendong Meisya dan menggodanya, Isander menjawab, "Ayah tidak apa-apa, ayah baik-baik saja sekarang."


Setelah mengatakan itu, Isander menoleh kepada Giya. "Apakah ada monster yang menghampiri kalian?"


"Ada, beberapa monster tingkat B," balas Giya dengan cepat.


Reza mengangguk dan menambahkan, "Mereka berjenis Rhitager dan Eltager yang sempat menghampiri kita berniat membunuh. Untungnya, mereka bukan monster yang kuat layaknya monster tingkat A. Jadi, kami bisa mengatasi hal tersebut."


Mendengar jawaban mereka berdua, Isander menjadi senang sekaligus lega, tidak ada yang begitu mengancam mereka. Dengan begini, artinya semua aman dan tidak ada yang terluka.


Monster yang disebutkan Reza ada yang baru Isander kenal.


Dengan rasa ingin tahunya, Isander bertanya, "Apa monster Eltager itu?"


"Eltager monster berbentuk gajah yang memang berasal dari gajah yang terinfeksi virus monster sehingga berevolusi," jawab Kila dengan pengetahuannya tentang monster.


Jawaban ini membuat Isander bertanya lagi, "Lantas, apakah monster itu memiliki tingkatan yang lebih kuat?"


"Ya, itu adalah monster yang kamu lawan barusan. Elgoter, monster tingkat S. Kalau tidak salah ingat itu monster teratas," Reza menjawab dengan pengetahuannya.


"Elgoter tingkat S?"


Dengan jawaban ini, Isander menjadi paham mengapa monster tersebut kuat. Ternyata tingkatnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Deegiant dan monster level A lainnya.

__ADS_1


Monster level S memiliki ketahanan dan kekuatan yang jauh lebih kuat dari monster level A. Perbandingan kekuatan mereka terpaut jauh sejauh yang Isander rasakan dan alami ini.


Elgoter merupakan salah satu monster yang paling kuat yang pernah dia lawan sekarang.


Ketangguhan fisik, kekuatan fisiknya, ukuran, dan mungkin regenerasi tubuhnya cukup tinggi, dengan aspek itu Isander bisa nyatakan bahwa Elgoter sangat kuat.


Pantas saja jika tembok kota tak bisa menahan serangan Elgoter. Apa yang tembok itu tahan bukan monster kroco atau yang kecil, melainkan monster tingkat S.


Setelah mendengar jawaban mereka, Isander berjalan dan duduk bergabung dengan kelompoknya, kemudian mulai makan siang bersama sembari bertanya tentang Elgoter.


"Buku yang aku baca di Kota Komodo waktu itu, Elgoter ini tak punya kekuatan unsur alam, seperti mengendalikan tanaman atau yang lainnya. Meski begitu, Elgoter merupakan monster yang punya mode humanoid yang kuat," Kila menjelaskan tentang Elgoter kepada Isander sambil siap menyuapi dirinya sendiri.


"Jadi, kemampuannya adalah berubah menjadi humanoid yang sempat aku lawan?" tanya Isander yang mengerti dengan penjelasan dari Kila. Dia memastikan kembali apa yang ia lawan adalah Elgoter yang dibicarakan oleh Kila dan yang lainnya.


Reza kembali menganggukkan kepalanya beberapa kali sambil mengunyah, kemudian dia menjawab dengan mulut setengah diisi makanan, "Benar, kalau tidak salah ingat namanya Supreme Elgoter."


Supreme Elgoter adalah nama bentuk dari monster Elgoter, monster gajah raksasa.


Reza dan Kila memberi tahu tentang Elgoter semampunya. Mereka berdua tidak tahu di mana kekuatan yang bisa monster itu keluarkan jika Isander tidak cepat membunuhnya.


Asumsi Isander, monster Supreme Elgoter tidak jauh berbeda dengan Elgoter versi normal, hanya saja ada kekuatan fisiknya bertambah, itu yang Isander rasakan setelah bertubrukan dengan monster tersebut secara mentah-mentah.


Kekuatan fisik Supreme Elgoter lebih tinggi darinya, Isander bisa tahu itu, karena di konfrontasi awal Isander terpental dan itu menunjukkan bahwa kekuatannya lebih lemah dari Supreme Elgoter.


Selain itu, Supreme Elgoter punya kemampuan regenerasi atau pemulihan yang cepat dan stamina yang kuat.


Tampaknya, monster tersebut memang mengandalkan kekuatan fisik dan ketangguhan tubuh.


Kemungkinan gadingnya juga bisa dijadikan sebagai senjata alami di saat pertarungan terjadi.


Nina mengalihkan pandangannya ke arah Isander dan bertanya, "Tangan besar yang kamu munculkan itu apa?"


"Kemampuanku. Tangan dari suatu makhluk besar yang jauh lebih besar dibandingkan dengan Elgoter," jawab Isander dengan santai sambil menyuapi Meisya makanannya.


"Bagaimana itu bisa muncul? Aku melihatnya seperti ada lubang dimensi di sekitar pangkal tangan itu."


Tebakan Nina cukup benar. Menurut Sistem, Hand of Hell Titan adalah tangan yang dimunculkan dari makhluk neraka berjenis Titan, dan itu sesuai dengan nama yang diberikan Sistem.


Sayangnya, Sistem hanya memberikan akses kepada Isander untuk memunculkan tangannya saja.


Meskipun begitu, dengan tangan makhluk besar itu bisa mengalahkan monster tingkat S.


Sangat disayangkan sekali lagi, memunculkan satu tangan monster itu saja sangat menguras stamina dan energi yang terkandung di dalam tubuh Isander.


Isander jarang sekali kehabisan energi karena energi yang terkandung di dalam tubuhnya terbilang besar.


Namun, Ball of Storm yang Isander keluarkan sebelumnya juga memakan banyak energinya karena selain besar, kekuatan Ball of Storm tersebut sangat kuat dan merusak. Ditambah lagi dengan menggerakkan banyak batang pohon dari hutan dan dibawa melalui dasar tanah hingga ke kota, itu juga memakan energi yang besar.


Tidak aneh jika Isander merasa energinya habis terkuras.


Dengan adanya kemampuan tambahan Hand of Hell Titan, itu membuat tubuhnya terisi penuh oleh energi dengan kapasitas yang ditingkatkan.

__ADS_1


Namun, dengan kapasitas yang besar pun, energi yang Isander punya hanya bisa mengeluarkan satu tangan Hell Titan selama hitungan menit dan tak sampai satu jam pun.


Kekuatan yang besar butuh energi yang besar juga untuk digunakan.


Tidak berbeda dengan Ball of Storm. Ball of Storm pun sama karena kemampuan ini punya kerusakan yang besar, tetapi penggunaan energinya cukup tinggi.


Oleh sebabnya, Isander tidak terlalu sering menggunakan kemampuan tersebut. Lebih memilih menggunakan Dark Spear karena lebih hemat energi, kerusakan serangannya pun cukup kuat.


Alasan dua senjatanya tidak digunakan oleh Isander karena kedua senjata itu tidak begitu efektif melawan monster karena serangannya tidak bisa lagi melukai Supreme Elgoter dengan parah, dan hanya memberikan luka ringan.


"Benar, aku memunculkan tangan makhluk tersebut menggunakan portal."


Isander membenarkan ucapan Nina dan itu membuat semua anggota kelompoknya menatap Isander dengan tatapan yang tinggi serta luar biasa.


Ketua timnya punya kemampuan yang sangat di luar nalar.


Tidak ada seorang Agter pun punya kekuatan Isander yang melawan langit.


Memikirkan tangan besar yang Isander panggil membuat mereka menjadi merinding, bulu kuduk mereka berdiri karena ketakutan.


Bayangkan saja monster dengan tingkat S saja bisa diremas sampai mati. Bagaimana jadinya jika mereka yang diremas, mungkin mereka bisa menjadi remahan tepung goreng.


Setelah makan siang, mereka semua pergi ke lokasi tempat rumah baru mereka akan dibuat.


Lokasinya masih di arah timur, tetapi lebih jauh lagi sekitar 2 kilometer dekat sebuah bukit yang indah.


Isander dan yang lainnya bekerja sama untuk membuat rumah baru.


Tidak sampai malam tiba, rumah mereka hampir selesai dibuat, besok Isander akan menyelesaikan pembuatan rumah ini.


Walaupun belum selesai, rumah yang mereka buat masih bisa ditempati karena sudah ada ranjang kayu yang keras. Mereka hanya tinggal membawa kasur lantai dari rumah sebelumnya ke sini.


Dengan kecepatan terbang Isander, dia bisa memindahkan barang yang ada di rumah lama ke rumah barunya.


Di malam hari, mereka membahas tentang keuntungan yang mereka dapatkan dari menyerang monster yang menghampiri mereka ingin membunuh.


Sementara itu, Isander sama sekali tidak mengambil bukti pembunuhan monster Supreme Elgoter dan banyak sekali monster tingkat rendah.


Jikalau saja Isander mengumpulkan bukti monster yang dia bunuh, mungkin dia sudah menjadi orang kaya dengan koin Agta menggunung.


"Apakah kalian merasa ada yang aneh dengan peristiwa penyerangan Kota Komodo tadi?" tanya Nina dengan wajah yang misterius.


"Aneh?" Giya menatap Nina dengan heran. "Apa yang aneh?"


"Benar, apa yang aneh?" tambah Reza yang penasaran.


Menghirup udara, Nina menatap semua orang dan berkata, "Apa kalian tidak sadar bahwa kebanyakan monster tingkat rendah yang dipimpin oleh Elgoter barusan masih dalam jenis yang sama dan berhubungan dengan penyerbuan kemarin."


"Maksud kamu Rhigarets dan Rhitager itu?"


"Benar. Jenis monster tersebut ikut melakukan penyerangan seolah sedang membalas dendam akan kematian Rhigarets dan yang lainnya di bagian utara kota." Nina dengan cepat mengangguk dan membenarkan ucapan Reza.

__ADS_1


Mendengar perkataan yang keluar dari Nina, Reza berpikir sesaat dan tahu poin apa yang dibicarakan Nina. "Maksud kamu, ada dalang yang memerintahkan monster jenis Rhigarets dan Rhitager ini selain Supreme Elgoter yang membawanya?"


"Benar, apa ada sosok kuat yang mengendalikan dan memberi perintah mutlak kepada mereka untuk menyerang kota?"


__ADS_2