SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 88: Monster yang Menyedihkan


__ADS_3

Sebuah bangunan berdiri di jarak 2 kilometer dari rumah kayu miliknya, bangunan ini juga terbuat dari kayu yang ditumpuk dan dirakit menjadi rumah kecil yang rentan roboh.


Sebelumnya, Isander tidak menemukan rumah ini. Mungkin saja dia tidak tahu lantaran belum pernah melewati area ini.


Namun, seingatnya dia pernah melewati tempat ini ketika berkeliling mencari tempat yang cocok untuk membangun rumah.


Ini sangat aneh dan ganjil.


Isander berdiri di depan rumah kecil atau gubuk reyot ini, matanya bergerak di antara bagian depan gubuk dengan saksama, berusaha mencari sesuatu yang aneh.


Setelah diperiksa dan tidak menemukan apa-apa, Isander melangkahkan kakinya secara perlahan sambil memandang ke arah pintu gubuk dengan kewaspadaan yang tinggi.


Tangan Isander mendorong pintu rumah hingga terbuka lebar, dan ruangan yang ada di dalam terlihat olehnya.


"Kosong?" Isander berdiri di tengah ruangan yang ada di balik pintu dan menatap ke sekelilingnya.


Tidak ada apa-apa di dalam bangunan kecil ini, hanya ada tembok yang terbuat dari kayu, tampak sangat kotor dan tidak terurus.


Mungkin tidak ada yang mengurus tempat singgah yang kecil ini.


Di dalam rumah kecil ini cuma terdapat satu ruangan, dan tidak ada ruangan lain. Jadi, Isander tidak bisa melihat ke ruangan lain.


Tahu bahwa rumah ini kosong, Isander berniat untuk keluar dan kembali ke lubang misterius.


Isander berpikiran lubang yang dia ikuti dan telusuri tidak berhenti sampai di sini. Jikalau memang berhenti, seharusnya makhluk atau monster yang menjadi pelaku pembuat lubang di dalam tanah ada di sekitar sini.


Namun, sedari tadi dia tidak menemukan dan merasakan keberadaan dari makhluk lain selain dirinya.


Duar!


Pada saat ini, bawah lantai rumah yang dipijak oleh Isander dalam sekejap hancur.


Lubang besar dengan diameter hampir 10 meter terungkap jelas di dalamnya.


Reaksi Isander aktif sangat cepat sehingga sebelum lantai rumah reyot ini meledak, Isander telah melompat tinggi dan menerobos atap rumah kayu.


Peristiwa barusan sangat mendadak, Isander benar-benar terkejut dengan suara ledakan yang muncul.


Mendarat di luar rumah, mata Isander memperhatikan rumah kayu di depannya berangsur-angsur hancur dan puing-puing kayu berjatuhan sedikit demi sedikit.


Kriettt!


Sesosok makhluk aneh keluar dari lubang yang meruntuhkan rumah, dan menjerit keras hingga gelombang kejut tercipta dari suaranya.


Melihat ini, Isander segera mundur dan menjauhi makhluk yang muncul.


Makhluk ini seharusnya adalah seekor monster dari jenis yang berbeda dan belum pernah Isander temui sebelumnya.


Bentuknya yang mirip dengan kelabang membuat Isander merinding.


Pasalnya, tubuh panjang yang memiliki cangkang dan ratusan kaki ini punya kepala manusia yang terlihat terdistorsi.


Isander tidak bisa mengetahui siapa sosok dari kepala ini.


Kemungkinan besar, monster ini berasal dari seorang manusia. Sudah jelas dari kepalanya.


Ukuran monster ini sangat besar, memiliki panjang belasan meter hampir 20 meter dengan lebar yang mencapai sekitar 4 meter atau lebih.

__ADS_1


Sejujurnya, monster ini lebih menjijikan penampilannya ketimbang monster Pak Tole.


Kepala yang terlihat seperti kepala manusia ini memiliki mata merah yang selalu melotot dan mulutnya terbuka mengeluarkan cairan hijau tetes demi tetes.


Ditambah lagi oleh kombinasi dari tubuh panjang melata yang punya ratusan kaki di tubuhnya, itu terlihat menggelikan dan mengerikan.


Tidak usah ditanya lagi, monster inilah yang Isander cari.


Swosh!


Dark Spear dengan cepat Isander keluarkan, langsung memasang sikap bertarung dengan wajah yang serius.


Dirinya sudah siap untuk bertabrakan dengan monster ini.


Monster kelabang berkepala manusia ini menegakkan setengah dari tubuhnya tinggi-tinggi, kepala ini menatap Isander dengan mata merah yang menyala-nyala.


Melihat gerakan monster, Isander mencengkeram erat Dark Spear di tangan kanannya, pertempuran akan dimulai sebentar lagi.


"Ag–agter ... Is–isan—er."


Suara serak yang aneh dengan nada bicara terputus-putus keluar dari mulut di kepala manusia ini.


Isander yang mendengarnya terdiam sejenak dan menatap monster ini dengan pupil mata yang membesar.


Dia tidak salah mendengar, monster ini memanggilnya dengan namanya.


Makin lama Isander menatap kepala dari monster ini, sebuah wajah yang dikenalinya tercetak dan terbayang pada kepala monster, dan itu lambat laun menjadi mirip.


"Pak Ghandi?!"


Benar, Isander melihat kepala ini serupa dengan wajah Pak Ghandi yang ia kenal.


Hal ini membuat Isander makin yakin bahwa monster di depannya adalah Pak Ghandi.


Dia tidak menyangka akan bertemu Pak Ghandi dalam situasi yang seperti ini.


Kenyataan ini terlalu berbeda dengan apa yang ia duga. Isander menduga Pak Ghandi dibawa oleh seseorang dan disembuhkan saat dia dan Pak Tole yang berubah menjadi monster.


Krieett!!!


Berikutnya, monster ini tiba-tiba menyerang Isander yang tengah tercengang dengan fakta yang diberikan.


Sosok monster merayap dengan cepat dan mengarahkan banyak kaki depannya membidik Isander.


Tombak di tangan Isander memblokir banyak tusukan kaki monster yang berusaha melukainya.


Percikan api tercipta di tiap-tiap Dark Spear menangkis tusukan kaki monster yang sangat tajam.


Kakinya ini terbuat dari tulang yang keras berwarna hitam kemerahan, dan itu sangat tajam, mudah menusuk tubuh manusia dari perut ke punggung belakang.


Klang! Klang!


Semua serangan yang diluncurkan monster ini tidak ada yang berhasil menyentuh tubuh Isander, tak ada satu tusukan pun yang luput dari pertahan tombak Isander.


Melihat sosok Isander yang berdiri di kejauhan dengan kondisi tanpa luka, kemarahan monster terpancing dan amarah di dalam dirinya meledak bagai gunung yang meletus.


Kepala Pak Ghandi yang hancur mulai berubah dan terdistorsi kembali menjadi sesuatu yang menakutkan.

__ADS_1


Dalam beberapa kedipan mata, kepala manusia berubah menjadi kepala monster yang mengerikan dengan banyak bola mata yang bergerak.


Monster memiliki penampilan yang menjijikkan sekaligus membuat orang merinding, terlebih orang yang punya Trypophobia, pasti sudah kejang-kejang begitu melihat sosok monster ini.


Suatu perasaan berbahaya dirasakan oleh Isander, dan dia benar-benar serius dalam melawan monster satu ini.


Meskipun ada rasa sedih di dalam hatinya karena monster yang dihadapi memiliki latar belakang yang bersangkutan dengannya, tetapi sekarang sudah bukan waktunya untuk bersedih dan memikirkan ini.


Isander fokus ke tujuannya, yaitu membunuh monster dan membersihkan seluruh monster di dunia ini.


Lagi pula, manusia yang sudah menjadi monster mustahil untuk dikembalikan menjadi seorang manusia lagi.


Krieet!!


Pekikan monster yang membuang udara kosong berombak kembali muncul disertai dengan serangan jarak jauh berupa muntahan cairan asam.


Cesss!


Cairan asam yang dimuntahkan dengan telak menghujani tepat di atas tubuh Isander.


Namun, semua cairan asam tersebut ditahan oleh sesuatu yang tembus pandang sehingga tak membuat Isander terluka sedikit pun.


"Sial!"


Muntahan monster tidak berhenti setelah cairan asam keluar begitu banyak menggenangi tanah di mana Isander berdiri.


Suhu panas dari cairan asam samar-samar bisa dirasakan oleh Isander. Jika tidak pindah, Isander khawatir dirinya akan berubah menjadi cairan antara daging dan darah yang menguap.


Whoosh!


Kaki Isander menendang tanah dan sosoknya melesat cepat ke samping, dia berhasil lolos dari terjangan air asam yang mematikan.


Tepat ketika Isander mendarat di bagian medan pertempuran yang lain, monster ini mengehentikan muntahannya dan langsung melanjutkan serangannya.


Cangkang keras mengkilap berwarna hitam kemerahan terbuka, dan secara bersamaan seluruh cangkang di tubuh monster ini keluar dan meluncur dengan kecepatan yang tinggi


Swooshh!


Puluhan cangkang lebar dan tipis terbang sangat cepat, seperti piring terbang, menunjuk ke arah di mana sosok Isander berada.


Mata Isander telah menemukan serangan ini dan dia mencoba untu menahan semua cangkang yang terbang ini.


Klang!


Satu demi satu cangkang keras ditangkis oleh tombaknya. Gerakan Isander tak kalah cepat, dan bahkan melampaui kecepatan kecepatan serangan monster yang menuju ke arahnya.


Tombak Isander berputar-putar dengan indah, semua cangkang yang keras dan tajam tersebut berhasil ia tepis tanpa ada satu pun yang lolos.


Sebuah senyuman muncul di sudut mulut Isander ketika dia sukses menahan serangan ini.


Sayangnya, senyum tersebut menghilang di detik berikutnya dan Isander menatap ke arah tanah yang dia injak.


Boom!


Tubuh Isander terpental oleh sesuatu yang muncul di bawah tempatnya berdiri.


Monster kelabang tanpa cangkang muncul tepat di tanah tempat Isander berdiri tadi.

__ADS_1


Krieett!


__ADS_2