
Sosok Kei terlihat berdiri di antara anggota tim Isander dan Garuda Comity yang lain sedang menjaganya.
Pada saat ini, Kei terlihat sedang mengendalikan magma yang diselimuti listrik hitam di sekitarnya.
Bisa dilihat dari benang-benang listrik tersebut, kekuatan Agta unsur alam yang telah dibangkitkan oleh Kei ialah petir hitam.
Namun, petir ini tidak diketahui seperti apa serangannya dan kegunaannya dalam pertarungan melawan monster.
Benang listrik berwarna hitam melintas di mata Kei, sosoknya menghilang di tempat dan muncul di puluhan meter jauhnya tepat di depan monster buatan.
Bam!
Dengan pukulan tangan magma yang panas, tubuh monster buatan yang memiliki ukuran lebih dari 15 meter itu hancur menjadi beberapa bagian tubuh.
Tubuh monster tersebut hancur karena dampak pukulan magma dan petir hitam yang menyambar ke seluruh tubuh monster.
Petir ini memiliki efek panas dan juga merobek target.
Dengan kecepatannya menyambar yang tinggi pada tubuh target, memberikan dampak robekan yang banyak di tubuh target sehingga terpotong acak dan dapat dipastikan mati.
Tidak ada bedanya petir hitam dengan yang lain dalam masalah energinya, tetapi petir hitam Kei mampu membuat tubuh musuh membusuk usai terkena sambaran petirnya.
Efeknya cukup menakutkan karena itu mirip dengan efek kutukan yang dikenal banyak orang. Memperburuk tubuh targetnya dengan sesuatu yang tak biasa, kemudian membuat target mati perlahan.
Cukup kejam karena target merasakan kematian perlahan, artinya target mengalami kesakitan yang teramat di detik-detik sebelum pergi.
"Efek yang keren! Aku menyukai kekuatan Agta keduaku!"
Kei tersenyum puas sambil melihat tinjunya dilapisi magma dan petir hitam.
Sosok Kei menjadi buram dan dia berpindah lagi di jarak ratusan meter untuk menghancurkan monster kuat.
Sudah jelas hasilnya dimenangkan oleh Kei karena kemampuannya yang kuat.
Monster itu hancur dan menjadi daging potong yang dijajakan para tukang daging di pasar.
Sementara itu, Goron memilih perubahan pada tubuhnya yang menakjubkan, di mana dia bisa mengubah kekerasan tubuhnya bagai manusia batu atau menjadi manusia lumpur.
Kekuatan Agta yang didapatkan Goron berunsur lumpur.
__ADS_1
Goron dengan sesuka hatinya bisa membuat lumpur dari tanah, menghasilkan lumpur sendiri, dan mengubah diri sendiri menjadi layaknya lumpur yang kental.
Sangat keren, Goron memiliki fleksibilitas dalam bertarung yang cukup tinggi. Bisa saja dia mengubah Medan pertempuran menjadi lumpur hidup yang mengisap makhluk hidup ke dalam lumpur sampai mati.
Dengan tubuhnya bertransformasi menjadi lumpur, nyawa Goron bisa terselamatkan karena beberapa serangan yang diarahkan kepadanya.
Unsur lumpur yang cair bisa meloloskan serangan tanpa memberikan jejak luka.
Sangat luar biasa, kemampuan terkuat yang dimiliki seorang Agter setelah Isander adalah Goron, jika dilihat dari jenisnya karena Goron bisa mengubah tubuhnya menjadi benda cair seperti lumpur.
Sosok Goron berjalan menuju ke luar formasi para anggota tim, dia berjalan tanpa memedulikan monster yang hendak menyerangnya.
Begitu para monster berada di dekat Goron, tubuh mereka tiba-tiba dilapisi oleh lumpur, kaki mereka juga mulai tenggelam ke bawah, tidak tahu kapan ada lumpur hidup di dekat Goron.
Dengan tangan batu yang besar melayang di atas beberapa monster, serangan fatal terjadi dan monster itu hancur dengan tubuh yang remuk tidak karuan.
Hantaman demi hantaman terjadi di sekeliling Goron, semua monster yang hendak menyerangnya seketika terjebak lumpur dan tak bisa bergerak, apalagi meloloskan diri, kecuali ada topangan yang dapat membawanya ke atas.
Melihat kekuatan Goron yang luar biasa, mereka semua tersenyum senang, akhirnya ada tiga Agter yang memiliki dua kekuatan Agta unsur alam.
Tim mereka bertambah kuat dengan banyaknya Agter kuat, mereka semua lega. Monster di sini bisa diatasi dengan kesulitan yang tidak begitu besar.
Duar!
Sengaja Isander lakukan untuk meringankan mereka semua dalam gelombang monster buatan satu ini.
Isander bisa merasakan ada gelombang monster buatan lain menunggu mereka.
Cahaya putih muncul di sekitar monster buatan berbentuk serangga besar, kemudian tubuh monster itu terpotong-potong dengan halus dan bagian tubuh monster itu terjatuh ke bawah, berserakan di atas tanah.
"Sudah habis?" tanya Reza kepada Kila yang ada di sampingnya.
Kila mengangguk sambil menyimpan kembali kekuatan Agta miliknya, menjawab sambil tersenyum, "Monster yang kamu lawan adalah monster terakhir."
Sosok Isander muncul di tengah-tengah mereka sambil menggendong Meisya di tangan. Terdapat Giya dan Aqila berdiri di dekat Isander.
Mulut mereka membentuk senyuman melihat kedatangan Isander, perlahan kaki mereka bergerak menghampirinya.
"Istirahat sejenak, pulihkan energi dan stamina kalian. Masih ada gelombang monster buatan lain, mereka tidak habis begitu saja," kata Isander kepada mereka semua dengan wajah yang serius.
__ADS_1
Mendengar ini, mereka semua menjadi cemas dan buru-buru untuk beristirahat.
Melihat mereka semua yang panik dan tidak santai, Isander mengajak mereka untuk pergi dari tempat ini dan pindah ke tempat lain yang lebih baik.
Tidak lupa membersihkan medan pertempuran dari kerusakan saat ingin pergi.
Semua anggota tim bepergian menuju ke suatu tempat yang tak begitu jauh dari tempat mereka bertempur di awal.
"Kalian tunggu di tempat ini, isi tubuh kalian dengan makanan makan siang," perintah Isander dengan suara yang dalam.
Isander tidak mau mereka kelelahan ketika hendak bertempur lagi. Tenaga dan stamina sangat dibutuhkan karena itu adalah penggerak mereka agar bisa membantai monster-monster yang berdatangan.
"Baik, aku mengerti."
"Hehe, makan juga akhirnya. Aku sudah lama tidak ingin makan ayam goreng tepung krispi!"
"Di mana burgerku?!"
"Hei, jangan makan makanan yang tidak sehat, kalian butuh nutrisi dan protein tinggi!"
"..."
Mereka semua menjadi ramai, sibuk mencari makanan yang ingin mereka makan.
Tanah sedikit bergetar, dinding yang terbuat dari logam keras mulai tumbuh ke atas dengan kokohnya.
Kristal ikut timbul dan melapisi dinding logam dari bawah permukaan tanah.
Dalam sekejap, benteng bundar dengan jari-jari yang seimbang mengelilingi daerah tempat di mana tim Isander sedang makan siang.
Suara goresan dan hantaman keras meramaikan suasana mereka sedang sibuk makan. Namun, mereka semua tidak peduli dengan hal ini dan terus melahap makanannya sampai habis.
Saking santainya mereka, Reza bahkan sempat tertidur beberapa menit usai makan sambil duduk bersandar di pohon.
Mereka tidak khawatir akan hal ini karena sudah terjamin keselamatannya oleh ketua kelompok mereka sendiri.
Saat ini, Isander sedang menimbang-nimbang orang yang pantas mendapatkan satu kartu terakhir Kartu Kebangkitan Agta Elemen Alam di tangannya.
Kandidat yang sedang ditimbang Isander ada 2 orang, yaitu Giya dan Nina.
__ADS_1
Dipikir lagi, jika dia memilih satu di antara keduanya itu akan membuat terpecah belah, hubungan antara istri-istri Isander menjadi tidak damai.
"Aku tahu siapa orang yang tepat mendapatkan kartu ini." Isander tersenyum penuh arti sambil mengelus pipi Meisya yang lembut. "Dia pasti sangat senang."