SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 176: Tindakan Mendadak Cenagon


__ADS_3

Di malam hari, setelah dari pagi sampai sore hari mereka melawan monster dan berjalan kaki belasan kilometer, mereka berdua melakukan pertempuran besar di sebuah bangunan yang tersembunyi di balik pepohonan.


Benar, Isander membuat rumah untuk mereka melakukan pertempuran di antara pepohonan di banyak hutan.


Letaknya tidak jauh dari rumah pohon dari kayu tempat timnya beristirahat dengan nyenyak.


Mereka sebenarnya ingin istirahat, tetapi keinginan kuat mereka bertiga yang memaksa untuk melakukan pertarungan besar 3 vs 1 dengan Isander.


Bagi Isander, permintaan mereka bukan masalah dan dengan senang hati dia terima.


Saking menerimanya, Isander membuat sebuah bangunan terpisah untuk mereka bisa bertempur tanpa mengganggu para anggota tim yang lain.


Lucunya, ketiga wanita ini pura-pura tidur selama 1 jam sehingga mereka tidak dicurigai oleh anggota tim Isander yang lain.


Bersamaan mereka keluar dari kamar dan mengajak Isander melakukan kegiatan itu. Ketika wanita sudah gatal, seorang pria pun tidak bisa melawannya.


Ketiganya memang sudah kecanduan senjata Isander. Terlebih serangan tusukan kuat Isander yang sampai ingin menerobos masuk ke dalam dinding daging yang sakral.


Tidak semua pria bisa melakukan itu. Isander bisa karena memang senjatanya terlalu besar dan panjang, juga tahan lama.


Dengan begitu, mereka berempat melakukan pertempuran di bangunan khusus dengan intensif, bahkan ketiga wanita memohon untuk jangan kencang-kencang menusuknya.


Malam ini Isander sangat garang dan buas. Tidak ada dari ketiganya yang bisa menghentikan Isander, mereka hanya bisa menerima hentakan dan hantaman senjata Isander yang menakjubkan kuat.


Sangat kuat, setiap tusukan Isander itu sangat terasa jelas kekuatannya di dalam tubuh mereka, begitu penuh dan juga keras.


Selama lebih dari 5 jam mereka bertarung, ketiga wanita itu terbaring lemah di atas tempat tidur dalam keadaan tubuh dipenuhi oleh oli putih kental yang hangat. Kue apem mereka yang berlubang besar karena sering diserang itu telah diisi penuh dengan susu kental manis yang kental dan lengket.


Mereka bertiga menunjukkan ekspresi puas tak tertahankan sambil menggosok perut bagian bawah.


Isander tidak kuat menahan pemandangan indah ini, kemudian dia memasukkan senjatanya lagi ke kue apem Aqila.


Terkejut merasakan ada senjata Isander di dalam tubuhnya, Aqila mengerang kenikmatan. Senjata Isander belum masuk semua dan baru bagian kepalanya saja.


Dengan begitu, Isander melakukan hantaman keras dan sangat cepat, bahkan mesin pun kalah oleh gerakan Isander.


Aqila merasa ada sesuatu yang besar menghantamnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, tidak ada mesin alat pelampiasan yang bisa secepat dan sebesar Isander.


Dalam 10 detik saja Isander melakukan hantaman seribu kali, kemudian hantaman dorongan ke sepuluh ribu kali dalam belasan detik itu diakhiri oleh hantaman kuat Isander hingga bagian ujung kepala senjata Isander sedikit masuk ke dinding sakral.


Perasaan luar biasa dirasakan oleh Aqila, sungguh luar biasa, mengalahkan kenikmatan dorongan Isander yang normal.


Selama beberapa detik itu, Aqila sudah menahan rasa enak dan nikmat yang luar biasa, begitu gerakan Isander berhenti, semburan air kencang keluar dari tubuhnya.


Semburan itu membasahi tubuh Isander saking banyaknya, itu tidak berhenti menyembur selama 1 menit lamanya.


Seluruh tubuh Aqila mengejang hebat karena perasaan kenikmatan yang tak terlukiskan.


Hal ini membuat khawatir Isander, dia segera memeluk tubuh Aqila yang bergetar hebat.


"Terima kasih~"


Tubuh Aqila kembali normal, kemudian dia mengatakan sesuatu di telinga Isander.


Aqila merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, melepaskan pelukannya pada Isander dan tertidur lelap dengan lengkungan di mulutnya.


Senjata Isander terlepas, mengeluarkan muntahan susu kental manis yang sangat banyak sampai meleleh ke luar.


Itu tidak hanya berlaku untuk Aqila saja, Giya dan Nina pun kena serangan kilat Isander yang sangat cepat.


Kedua wanita ini bahkan terkena percobaan Isander yang di mana dirinya meningkatkan kecepatan dorongan, itu menembus belasan ribu dalam waktu 15 detik.

__ADS_1


Giya berteriak kuat sambil menarik kain tempat tidur saking sulitnya menahan serangan Isander.


Begitu hantaman terakhir dilakukan, reaksi yang berlebihan itu terjadi, ruangan ini benar-benar dibanjiri oleh air mereka semua.


Berlaku juga untuk Nina, bahkan Nina yang paling banyak keluaran sumber airnya.


Mereka bertiga tidur telentang di tempat tidur, kue apem mereka benar-benar berantakan.


Sebuah lampu hijau keluar dari tangan Isander, menyinari ketiga kue apem itu agar tidak terlihat besar dan menjaga kekencangannya.


Jika kekencangan elastisitas kue apem mereka berkurang, perasaan menjepit itu akan menghilang.


Perasaan nyaman bisa dirasakan oleh ketiganya ketika Isander memberikan penyembuhan pada bagian kue apem saja.


Kondisi Isander sangat biasa saja, tidak ada perasaan lelah ataupun lemas setelah menghancurkan ketiga wanitanya, seolah banyaknya cairan sakral berwarna putih yang keluar itu bukan apa-apa.


Setelah Isander melawan ketiga wanitanya, pembersihan dilakukan Isander dengan cepat.


Ruangan tempat mereka berempat berada dipenuhi oleh cairan kental dan bening di berbagai tempat.


Isander menggunakan kemampuan supernya untuk mempercepat pembersihan yang ia lakukan pada ruangan.


Tidak sampai 20 menit dia membersihkan ruangan, semua noda cairan putih dan air bening membanjiri ruangan menghilang. Setiap sudut ruangan telah kering dan wangi, tidak memiliki bau amis lagi.


Melihat semuanya sudah dibersihkan, Isander duduk di atas lantai, memfokuskan pikiran di dalam kepalanya.


Kesadaran Isander berpindah dan memasuki sebuah ruangan gelap yang berisi makhluk besar dan kuat.


"Sangat hebat, kamu pria terganas yang pernah aku lihat, besarnya nafsu pada tubuh kamu tidak bisa diukur. Sayang sekali, kamu selalu mengunci nafsu besar itu, kalau kamu buka sepenuhnya, kukira seratus juta wanita pun tidak bisa mengalahkan kamu."


Suara Cenagon terdengar di dalam telinga Isander.


"Jangan berkhayal berlebihan. Tidak mungkin aku mengencani seratus juta wanita di dunia ini, bagaimana aku bisa melakukan hal tersebut? Berapa lama aku bisa melakukan itu dengan seratus juta wanita?" Isander duduk di atas singgasana dan menatap Cenagon dengan heran.


"Hahaha!"


Cenagon tertawa sambil menutup mulutnya, bahkan Cenagon sendiri pun tertawa membayangkan Isander melawan 100 juta wanita sendirian.


"Kamu bener, aku merasa lucu ketika kamu melakukan itu satu per satu ke seratus juta wanita, bahkan dalam waktu lima tahun lebih pun kamu tak bisa melakukan kegiatan itu dengan wanita sebanyak itu."


"Terserah kamu, Cenagon. Aku ingin mulai berlatih."


Dengan perasaan semangat yang kuat, Isander melakukan latihan yang keras hingga dia mengeluarkan banyak sekali jurus pamungkas untuk berlatih.


Ruangan Cenagon sampai bergetar karena menahan serangan kuat dari Isander.


Isander mengeluarkan Ball of Storm raksasa dengan diameter 100 meter, mengonsumsi setengah kekuatan fisiknya untuk membuat serangan besar tersebut.


Begitu Ball of Storm mendarat dan menghantam balik Cenergi yang besar, ledakan kuat hingga menggetarkan ruangan Cenagon selama 2 menit muncul.


Cenagon sampai menggelengkan kepalanya melihat ini, tak menyangka Isander memiliki kemampuan besar ini.


Ball of Storm dengan ukuran dan kekuatan kerusakan sebesar itu mampu melenyapkan sebuah kota dengan ukuran belasan kilometer. Cenagon bisa mengukur pengeluaran kekuatan Isander dan seberapa besar kehancuran yang ditimbulkannya.


Pasalnya, target selanjutnya Ball of Storm adalah Cenagon sendiri.


Isander meminta Cenagon untuk menahan serangan besar tersebut untuk mengetahui berapa destruktif serangannya.


Selain Ball of Storm, beberapa kemampuan pamungkas Isander juga dikeluarkan kepada Cenagon.


Serangan Two Big Slash Energy juga dilancarkan, Cenagon mengatakan serangan tersebut takkan ada monster S yang bisa menahannya.

__ADS_1


Dapat dipastikan monster S yang kedapatan serangan tersebut mengenai tubuhnya akan mati dan lenyap.


Cenagon yang terkena ini hanya terdapat goresan pada armornya yang selalu dipakai dan tak pernah dilepas.


Kekuatan serangan sebesar itu hanya menggores armor Cenagon. Tampaknya Cenagon bisa meningkatkan ketahanan tubuhnya sesuka hati.


Dia takkan mati walaupun sudah terkena ribuan nuklir yang hebat.


Dengan begitu, Isander mencoba menggunakan Hand of Hell Titan untuk kedua kalinya.


Begitu Hand of Hell Titan keluar, Cenagon merasa tertarik dengan lengan besar berwarna merah.


Besarnya 1.000 meter alias 1 kilometer, itu bertambah besar seiring meningkatnya kekuatan Isander.


Tangan besar itu mengepal kuat, kemudian bergerak cepat meninju tubuh Cenagon yang ukurannya hanya 100 meter.


Bum!


Ledakan besar terjadi di ruangan gelap ini. Menggetarkan seluruh ruangan hingga tak bisa berdiri sedikit pun.


Suara gemuruh terdengar nyaring, Isander menonaktifkan fungsi indra pendengarannya saking kuatnya gelombang suara yang diciptakan oleh benturan dua makhluk kuat.


"Menarik!"


Sebuah suara Cenagon terdengar, dan Isander menatap lurus ke atas ruangan dengan ekspresi luar biasa.


Tubuh Cenagon yang ditinju itu mengembang hingga ukuran 20.000 meter, terlihat sangat megah dan sangat besar.


Berikutnya, keduanya tangan Cenagon diselimuti oleh energi lilac yang melimpah.


Satu tangan Hell Titan itu dibombardir habis oleh Cenagon dengan pukulan tangan yang sangat cepat.


Satu tangan yang terbuat dari Cenergi muncul dari belakang tubuh Cenagon dan menahan Hand of Hell Titan agar tidak bergerak dan melarikan diri.


Kedua tangan Cenagon memegang dua sisi portal bulat yang mengeluarkan tangan besar ini.


Dengan Cenergi yang ada di tubuhnya, Cenagon meraung dan memaksa portal tersebut untuk menjadi besar.


"Hancurlah!!"


DUAR!


Ruangan yang terkoyak itu meledak dan bertambah besar dengan ukuran 25 kilometer diameter tingginya.


Di dalam mata Isander sekarang, dia melihat sebuah ruang lain yang terang, di dalamnya diisi oleh banyak sekali makhluk raksasa yang tak terhitung jumlahnya.


Makhluk ini sangat besar dengan ukuran puluhan kilometer, memiliki tubuh seperti manusia berkaki dua dan bertangan dua, punya otot tubuh yang kuat. Perbedaannya adalah monster ini memiliki kulit merah dan tanduk dia bahunya.


Sangat mengerikan, Isander tak sadar mengeluarkan keringat ketika melihat monster-monster ini melirik dirinya dan Cenagon.


Selanjutnya, Cenagon menendang pemilik tangan dengan ukuran 1 kilometer itu, tingginya ternyata tidak mencapai 3 kilometer.


Monster raksasa itu terhempas jauh ke dalam ruangan penuh api dan tebing.


Perlahan Cenagon melangkahkan kakinya ke dalam dimensi lain dengan senyum simpul di wajahnya.


"Kamu tunggu aku di sini, aku akan membawamu sesuatu."


Setelah Cenagon masuk, portal yang besar itu menutup cepat sebelum Isander bisa bergerak.


[Ding! Kemampuan Hand of Hell Titan telah rusak!]

__ADS_1


__ADS_2