SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 111 Akhir Deegiant


__ADS_3

Organ dalam Isander bergeser akibat benturan keras tinju monster. Dia menggunakan kekuatan penyembuhannya untuk membenarkan dan menyembuhkan luka dalam serta luar.


Penggunaan kemampuan penyembuhan sengaja Isander lakukan sambil bergerak karena tak ada waktu untuk beristirahat. Maka dari itu, dia harus mengerjakan dua tugas sekaligus dalam mengatasi kesulitan yang ia hadapi sekarang ini.


Tak perlu menunggu waktu yang lama untuk Isander menyembuhkan tubuhnya yang terluka. Dia siap untuk menjalankan serangannya.


Dark Spear dan Havoc Zweihander menebas punggung belakang monster, dan itu mengenai tubuh monster dengan telak.


Bam!


Dengan kekuatan dari dua energi senjatanya, punggung Deegiant tenggelam dan menghancurkan sebagian tanaman merambat yang membentuk punggung kokoh monster ini.


Groaahhh!


Monster ini mendengking keras karena rasa sakit dari luka yang diberikan oleh Isander.


Kedua tangannya mencoba meraih Isander yang terbang di belakangnya dan dia berbalik untuk menyerang kembali Isander.


Tinju demi tinju terlontar menunjuk Isander, tinju ini bergerak sangat cepat mencoba melukai Isander seperti sebelumnya.


Sayangnya, monster ini takkan bisa lagi meninju Isander. Pukulannya telah Isander antisipasi dengan baik dan dia benar-benar tidak akan lengah pada serangan yang dilakukan oleh Deegiant.


Semua serangan monster ini berhasil Isander hindari tanpa ada satu pun tinju yang menyentuh tubuhnya. Sangat fatal jika dia terkena tinju monster lagi, mungkin dia tidak punya kesempatan untuk berdiri.


Zingg!


Bilah Dark Spear menyala terang, Isander mengayunkan senjatanya memukul tinju monster yang datang.


Dengan energi ungu yang terkandung di dalam bilah Dark Spear, kepalan tangan monster berhasil Isander tahan dengan benturan yang keras.


Gelombang angin tercipta dari dua benda ini menunjukkan betapa kuatnya dua serangan yang saling beradu.


Monster ini marah, dia menggunakan tangan lainnya untuk meninju Isander.


Sebuah tinju yang lain terbang ke arah Isander dengan kecepatan yang tinggi.


Mengetahui ini, Isander menggerakkan pedang Havoc dan berhasil menahan kepalan tinju monster yang datang.


Bam!


Bisa dirasakan energi yang dihasilkan oleh tinju monster sangat kuat hingga membuat tubuh Isander sedikit gemetar.


Mereka berdua terjebak dalam beradu kekuatan fisik. Terlihat keduanya seimbang, mereka berdua tidak bisa mendorong tubuh satu sama lain.


Akan tetapi, Isander yang sudah melakukan persiapan langsung mengaktifkan serangan rahasianya.


Bilah yang menyala pada Dark Spear dan Havoc Zweihander bukan untuk aksesoris dan terlihat keren. Alasan bilahnya menyala karena tersimpan energi unik pada kedua senjata ini yang mampu menghancurkan banyak benda.


Duar!


Semburan energi lilac dan ungu merusak hingga menembus tinju monster.


Kedua energi kuat tersebut terus menjalar ke bahu monster dan menghancurkannya berkeping-keping.


Energi tersebut seolah tak menghiraukan pertahanan tubuh monster, itu merusak tanaman merambat yang saling terjalin dengan kuat dan membuatnya tercerai-berai.


Laser energi yang menghancurkan seluruh kedua tangan monster ini tak berhenti dan terus terbang melenyapkan banyak pohon di belakang hingga ratusan meter.


Sebelum monster ini menjerit, Isander mengendalikan kedua senjatanya dan menebas leher monster secepat kilat.


Bang!


Kepala monster yang memiliki tanduk besar dan lebar terjatuh ke tanah dengan mata merah yang berangsur-angsur meredup.


Tubuh monster tanpa kepala dan kedua tangan tidak bergerak, berdiri diam beberapa detik sebelum tersungkur ke depan.


Isander menghindari tubuh monster dan membiarkan benda besar ini terjatuh.


Namun, Isander tidak puas dengan itu. Dia mengaktifkan kemampuannya dengan seluruh kekuatannya tanpa dia tahan.


Ball of Storm berdiameter 3 meter Isander angkat dengan menggunakan kedua tangannya. Busur listrik berwarna kuning bergerak ke segala arah seolah tak sabar untuk menghancurkan sesuatu benda.


Dengan kekuatan fisiknya, Isander menjatuhkan Ball of Storm ke tubuh monster Deegiant seraya berkata, "Titan Ball of Storm!"


Berikutnya, Ball of Storm meledak sangat kuat menciptakan bulatan energi kuat yang menelan seluruh tubuh monster bersama kepala Deegiant.


Tanah yang terkena ledakan energi ini terkikis dan lenyap, bahkan pohon yang ada di sekitar tak mampu lagi untuk berdiri tegak dan menjadi miring karena terkena efek gelombang udara yang kencang.


Duar!

__ADS_1


Cahaya kuning yang terang tercipta di tempat monster itu terjatuh, disertai dengan getaran pada tanah begitu besar.


Aqila dan temannya yang terpana dari awal sampai akhir saat menyaksikan pertarungan Isander dengan Deegiant, refleks untuk berbalik badan dan menjauhi tempat ledakan terjadi.


Ledakan besar yang dahsyat dengan gelombang udara yang kencang berlangsung lama, lebih dari 1 menit ledakan itu tercipta, dan kemudian menghilang bak ditelan Bumi.


Pada saat ini, Isander berada di langit di ketinggian 1 kilometer dari permukaan laut.


Dia menatap ke bawah untuk melihat kerusakan yang ditimbulkan oleh Ball of Storm terkuat yang pernah dia keluarkan.


Terlihat dari kejauhan, tempat di mana ledakan itu terjadi terbentuk lubang besar dengan diameter lebih dari 60 meter dan kedalaman mencapai 9 meter ke bawah.


Isander tidak melihat ada tanaman merambat yang eksis di sana, itu bersih hanya ada bongkahan tanah yang punya variasi ukuran, selebihnya hanya ada noda hitam akibat sambaran petir yang terisi di Ball of Storm.


Monster Deegiant lenyap menjadi abu, monster itu sudah tak bisa untuk beregenerasi karena tidak ada tanaman merambat lagi yang membentuk sosoknya.


Dari pertarungannya, Isander tahu bahwa Deegiant memiliki keterbatasan dalam memanipulasi pohon, dia tak bisa memanipulasi pohon untuk dijadikan sebagai tubuhnya.


Secara garis besar, Deegiant mengandalkan tanaman merambat untuk bisa membentuk tubuhnya. Pohon hanyalah cara alternatifnya.


Dengan demikian, Isander telah membuat keputusan saat pertarungan berlangsung, dia harus menghilangkan tanaman merambat ini untuk membunuh monster Deegiant sepenuhnya.


Jika tidak, kemampuan regenerasi akan terus menyembuhkan dan memulihkan tubuh monster supaya tetap bisa ada.


Bam!


Sosok Isander mendarat tepat di tengah-tengah lubang yang ia ciptakan.


Armor Cenagon memudar dengan visual yang mirip abu yang berterbangan. Dimulai dari keempat sayap di punggungnya dilanjutkan ke bagian armor kepala sampai ujung kaki.


"Apa ini?" Isander mengambil sebuah batu kecil berwarna hijau yang berkilau di dekat sepatunya.


Dia mengamati dan memeriksa batu di tangannya ini untuk mengetahui apa sebenarnya batu yang ia temui.


Namun, sesuatu keanehan terjadi, batu ini mengeluarkan tanaman merambat dan mencoba untuk menjangkau tangan Isander.


Refleks Isander sangat cepat, dia membuang batu tersebut ke tanah dan siap untuk menghancurkannya.


"Hmm?"


Baru saja Dark Spear muncul, Isander menahan gerakannya yang ingin mengeluarkan tembakan energi dari Dark Spear, ada sesuatu yang aneh dari batu ini yang Isander rasakan.


Tampaknya, batu ini bukanlah monster.


Batu giok kecil berwarna hijau yang menyala terus mengeluarkan banyak tanaman merambat yang bergerak menyelimuti seluruh tubuh batu.


Tanaman merambat ini membungkus batu dan berangsur-angsur berkembang.


Isander tidak memindahkan perhatiannya dan fokus pada batu ini yang tampak melakukan proses perubahan.


Setelah 3 menit Isander diam dan menunggu, batu hijau yang Isander temukan telah berubah menjadi sesosok anak rusa berukuran kecil dengan tinggi kurang dari 40 sentimeter yang terbuat dari tanaman merambat murni yang padat.


Mirip sekali dengan Deegiant, bedanya ini memiliki ukuran yang kecil, bahkan punya tanduk besar di kepalanya.


Anehnya, rusa kecil ini memiliki cahaya mata berwarna hijau, dan dia mendekati Isander dengan hati-hati.


Isander yang melihat ini langsung memasang kembali kewaspadaannya. Tangannya yan mencengkeram Dark Spear telah siap untuk memotong monster ini menjadi beberapa bagian.


Begitu Isander perhatikan, monster ini mendekatinya tanpa ada niatan untuk mendekat.


Anak rusa ini berhenti di depan Isander dan mendongak untuk melihat wajah Isander.


Meskipun tidak terlihat bagaimana ekspresinya, Isander merasa anak rusa ini tertarik padanya.


Benar saja, anak rusa ini membelai kaki Isander dengan kepalanya seolah dirinya adalah seekor anjing yang setia dan jinak.


Mandat Isander membesar, dia benar-benar terkejut dengan makhluk aneh ini.


Isander menebak anak rusa yang satu ini adalah Deegiant karena secara keseluruhan bentuknya mirip Deegiant yang dia bunuh.


Anak rusa ini terus menggosok kepalanya ke celana Isander bagaikan kucing atau anjing yang menyukai pemiliknya.


Namun, Isander tidak bergerak dan masih waspada dengan makhluk kecil ini.


Hingga pada akhirnya, Isander mencoba untuk menyentuh kepala rusa kecil ini dan mengelusnya.


Benar, anak rusa ini mirip sekali dengan anjing, dia diam tak bergerak saat Isander mengelus kepalanya dan malah menikmati sentuhan lembut Isander.


Dengan rasa penasaran, Isander mencoba untuk bertanya kepada anak rusa kecil ini, "Apakah kamu monster yang aku bunuh?"

__ADS_1


Anak rusa ini seolah mengerti apa yang Isander katakan dan merespons dengan gelengan kepala.


Isander terheran-heran melihat anak rusa aneh ini. "Kamu bukan monster yang tadi?"


Lagi-lagi anak rusa menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.


Ini sangat aneh. Kalau memang anak rusa ini bukan berasal dari monster tadi lalu dari mana asal anak rusa yang mirip Deegiant tadi, apakah itu muncul begitu saja tanpa sebab.


Saat Isander terdiam, anak rusa ini mengelilingi Isander seakan sedang melampiaskan kebahagiaannya bertemu Isander.


Dengan demikian, Isander mengamati monster ini lebih lama untuk memastikan bahwa monster aneh di depannya ini tak berbahaya.


Begitu Isander mengamati gerak-gerik monster ini, Aqila dan teman-temannya datang menghampiri Isander dengan wajah yang tak mengerti.


"Ini, apakah monster tadi telah menjadi anak rusa?" tanya Kei yang penasaran dengan anak rusa yang terbuat sepenuhnya dari tanaman.


Isander mengangkat bahunya dan menjawab, "Bukan, anak rusa aneh ini tidak mengakuinya."


Aqila dan temannya terkejut dan juga merasa aneh dengan ini.


Jelas-jelas anak rusa ini mirip sekali dengan Deegiant, tetapi versi lebih kecil dan tidak menyeramkan.


Anak rusa ini sangat lucu dan menggemaskan.


Memandang kedatangan keempat orang ini, anak rusa terlihat penasaran dengan mereka dan mencoba untuk mengendus-endus tubuh mereka melalui kakinya.


Setelah mencium bau mereka, anak rusa ini kembali ke Isander dan menggosok lehernya ke kaki kanan dan kiri Isander.


Siapa pun tahu bahwa anak rusa ini lebih tertarik kepada Isander.


Aqila tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk mencoba menyentuh kepala monster anak rusa kecil ini.


Ketika tangan Aqila menyentuh kepala atas rusa, tidak ada reaksi agresif dari monster ini, malahan monster ini tetap manja kepada Isander.


Satu per satu Kei dan Hendra ikut mengelus tubuh monster kecil yang imut ini.


Sadam yang penasaran mencoba mengelus dan mencoba untuk mengikuti mereka menyentuh tubuh rusa kecil ini.


Kiekk!


Anak rusa tiba-tiba berbalik dan mengigit jari Sadam dengan cepat.


Merasakan sakit di jarinya, Sadam dengan refleks cepat menarik tangannya gigitan monster ini.


"Sialan!" Sadam mengumpat setelah melihat ada jejak gigitan rusa di empat jarinya.


Dia ingin memukul rusa ini, tetapi tidak jadi karena melihat monster kecil ini menampilkan sisi imutnya yang membuatnya tidak tega untuk menyakiti makhluk kecil ini.


Isander dan yang lain tersenyum melihat Sadam dan rusa kecil ini yang memiliki hubungan yang baik.


Setelah itu, Isander memerintahkan anak rusa kecil ini untuk pergi bersama Aqila dan timnya.


Menempelkan kedua tangannya di atas tengah lubang, lubang, mengaktifkan kekuatannya memanipulasi tanah, tiba-tiba tanah yang ada di atas mulai turun ke bawah dan mengisi lubang.


Sosok Isander terangkat bersamaan dengan tingginya permukaan lubang yang terus bertambah.


"Aku tidak paham dengan orang ini. Kemampuan apa yang sebenarnya dia miliki? Dua senjata yang dia pegang belum pernah aku lihat sebelumnya, ditambah dengan armor hitam yang ada di tubuhnya tadi, juga dua pasang sayap itu." Kei menggelengkan kepalanya tanpa daya, dia benar-benar tidak mengerti apa-apa dengan Isander.


Pria yang baru saja dia temui ini punya kemampuan yang aneh dan jumlah yang banyak. Tiada Agter yang pernah punya kemampuan tersebut, terlebih kemampuannya lebih dari dua.


Bisa dilihat dengan jelas, Isander mempunyai kemampuan yang banyak, mulai dari dua senjata aneh di tangannya, armor, sayap, mengendalikan sebuah bola besar yang dikelilingi listrik jenis yang berbeda, dan kali ini tanah bisa dia kendalikan layaknya seorang dewa. Juga, dia sempat melihat Isander yang mengeluarkan cahaya hijau pada tubuhnya yang diduga sebagai kemampuan penyembuhan.


Hendra sempat berseru ketika Isander menampilkan cahaya hijau yang keluar dari telapak tangannya. Sebagai Agter bertipe Pendukung, Hendra sangat dekat dan familier dengan salah satu kekuatan Isander itu.


Belum pernah Kei temui Agter yang punya banyak kemampuan seperti Isander.


Menatap Isander lagi, Kei melanjutkan, "Untungnya, kita tak punya masalah yang menyangkut pria ini. Aku tidak tahu bagaimana caranya kita bisa lolos dari amukan pria ini."


Kei belum tahu bahwa Isander punya kemampuan yang belum ditunjukkan kepada mereka berempat.


Mendengar ucapan Kei, Aqila terdiam, entah apa yang dia pikirkan.


Setelah Isander mengurusi kekacauan, Isander membawa rusa kecil aneh ini di pelukannya dan mendatangi Aqila.


"Kalian baik-baik saja?" tanya Isander memastikan mereka tidak terluka dari insiden monster Deegiant.


Kei menjawab sambil menganggukkan kepalanya, "Kamu semua baik-baik saja, tidak terluka oleh monster itu."


Mendengar ini, Isander menghembuskan napas dan tersenyum. "Aku pergi dahulu. Selamat tinggal!"

__ADS_1


Begitu Isander ingin melompat ke atas bersama anak rusa, Aqila menahan tubuhnya dan berkata, "Isander, aku ingin berbicara denganmu sebentar."


__ADS_2