
Sosok wanita tersebut menghilang setelah kabut hitam tebal membungkus seluruh tubuhnya, kemudian asap hitam itu terbang menuju ke luar ruangan. Meninggalkan pria dengan tubuh aneh dan jelek sendiri di ruangan itu.
Melihat ketuanya pergi, pria jelek itu berjalan ke suatu ruangan yang memiliki pintu besar yang terbuat dari besi rongsok.
Dengan ketiga tangannya yang dipenuhi kulit terkelupas dan sisik busuk, pintu besar itu didorong hingga terbuka lebar, menampilkan sebuah pemandangan yang mengerikan.
Di ruangan misterius itu terdapat banyak sekali cangkang telur yang berisikan air hijau dengan makhluk kecil berenang di dalam telur.
Letak telur-telur besar yang tingginya mencapai tinggi manusia dewasa ini sangat acak dan tidak rapi.
Semua telur menjijikkan ini saling terhubung satu sama lain dengan sebuah selang yang mirip dengan ari-ari bayi, tetapi lebih panjang dan besar. Selang-selang itu akan terhubung ke satu tempat, yaitu sebuah tabung besar yang ditutupi oleh kulit monster yang ditempelkan agar tidak kelihatan dalamnya.
Pria itu berjalan ke dalam, bergerak sembari memeriksa semua telur-telur yang tersimpan di sini.
"Pekerjaan yang melelahkan, aku ingin liburan ...."
Keesokan harinya, langit yang gelap mulai memperlihatkan cahaya mentari yang remang-remang, mengubah permukaan dunia yang dipenuhi kegelapan menjadi terang.
Isander telah terbangun dengan senyum lebar di ujung mulutnya.
Sesuatu telah membuatnya puas, kali ini bukan karena ketiga wanitanya, melainkan kekuatannya sendiri.
Di ruangan Cenagon, Isander bertempur dengan sekuat tenaga melawan Cenagon dalam mode raksasa.
Pertempuran berlangsung begitu sengit dan dalam durasi yang cukup lama, memakan waktu hingga 2 jam lamanya.
Meskipun kalah, Isander sudah bisa menunjukkan bahwa kemampuannya sekarang bisa melawan Cenagon yang menggunakan 10% kekuatannya.
Benar, Cenagon mengungkapkan bahwa pertempuran dengannya menggunakan 10% kekuatannya walau hanya mengandalkan kekuatan fisik.
Jika Cenagon menggunakan kekuatan Cenergi yang ia punya, tak ada peluang untuk Isander menang dan hidup.
Cenagon berkata kalau dia menggunakan Cenergi, kemungkinan besar Isander akan lenyap dan mati meninggalkan dunia ini.
Maka dari itu, dalam pertempuran semalam, dia hanya menggunakan kekuatan fisik saja, sedangkan Isander menggunakan seluruh kemampuannya, mulai dari Ball of Storm, Crystal Control, Metal Control, dan lainnya.
Kedua senjatanya yang sangat Isander andalkan dalam melawan Cenagon, itu efektif dalam menyerang tubuh Cenagon yang kuat.
Armor Cenagon yang terkenal tangguh kerap tergores oleh bilah Dark Spear dan Havoc Zweihander.
Goresan tidak begitu berarti bagi Cenagon, armornya bisa memperbaiki diri sendiri sehingga jejak goresan menghilang tak lama goresan muncul.
Dengan ukuran besar, Isander juga dengan mudah mengeluarkan serangan senjatanya kepada Cenagon.
Ukuran tubuh yang besar tidak membuat gerakannya menjadi lambat, Isander bisa bergerak cepat seperti halnya dalam ukuran normal.
Hasil dari pertempuran melawan Cenagon memberikan Isander banyak pengalaman tempur melawan monster besar dan juga meningkatkan kendali kemampuan barunya.
Berdiri di dalam ruang tempat Isander dan wanita-wanitanya bertempur, sebuah kristal yang membentuk cermin datar merata muncul di belakang punggung Isander dan juga depan tubuhnya.
Kedua kristal itu memantulkan cahaya sehingga tampilan punggung lsander bisa dilihat di cermin kristal depan, memang gambarnya tidak terlihat begitu jelas.
Tato hitam di punggung putihnya masih bisa terlihat jelas, Isander menyukai tato ini.
Kedua kristal itu hancur terdistorsi dan lenyap dalam hitungan detik.
Isander melirik dadanya, dan tato kepala tengkorak dengan dua tanduk masih bisa dilihat.
__ADS_1
Apa yang ada di ruang Cenagon, tercetak juga di dunia nyata, hal ini juga membuat Isander bingung dengan apa sebenarnya ruangan itu.
Berikutnya, Isander menatap ke depan ke arah ketiga wanitanya yang tertidur pulas tanpa mengenakan pakaian sehelai pun.
Penampilan mereka memang cantik, tidak peduli siapa itu, Isander menyukai ketiganya tanpa membedakan.
"Sayang, ayo bangun."
Isander membangunkan satu per satu wanitanya dengan cara aneh.
Benar, senjata Isander menyerang satu demi sayu kue apem mereka, dan ini mengejutkan ketiganya.
"Aah!"
Suara jeritan keluar dari mulut Aqila, kemudian dia menoleh ke belakang menemukan Isander menyerang dari belakang.
Alih-alih marah, Aqila menggoyangkan pinggulnya dengan cepat menikmati pertempuran mendadak di pagi hari.
Kurang dari 1 menit, tubuh Aqila bergetar hebat dan menyemburkan cairan bening yang banyak.
Serangan Isander berlaku juga untuk Giya dan Nina, mereka tak berbeda reaksi seperti Aqila, sama-sama kalah dengan air banjir keluar dari tubuhnya.
Ketiganya memeluk tubuh Isander dari berbagai sisi, Aqila di depan, Giya di belaka, dan Nina di samping kanannya.
Begitu mereka memeluk Isander, mereka menyadari ada keanehan dengan tubuh Isander.
Aqila menyadari bahwa tubuh Isander jauh lebih keras dan berotot, tetap ramping, hanya saja lebih padat dan tumbuh otot baru.
Contohnya ada di bagian perut, di mana Isander memiliki 12 bungkus otot perut yang rapi dan terlihat jelas, bentuknya sedikit kecil dari 10 kotak di perut, tetapi ini lebih indah dan jantan. Otot di bagian sisi juga makin kuat.
Mereka merasa sangat aman berada di sekitar Isander.
Selain otot, Aqila menemukan ada tato tepat di tengah-tengah dada kuat Isander. Bingung tentang kapan tato ini muncul dan apakah ada tukang tato di dunia ini.
Mustahil ada tukang tato, alatnya saja tidak ada, bagaimana caranya bisa ditato begitu rapi tanpa alat.
Bukan hanya Aqila saja yang menemukan perbedaan atau perubahan tubuh Isander, Giya dan Nina pun mengetahuinya, bahkan ini lebih mengejutkan.
"Sayang, sejak kapan ada dua tato lengan di punggung kamu?" tanya Giya di belakang Isander.
Isander baru ingat tentang tato ini. Tanpa banyak berpikir, Isander menjelaskan tentang tatonya, dan menjawab, "Kalian masih ingat dengan tangan besar berwarna merah yang aku keluarkan saat melawan Super Elgoter pertama kali? Kalau ingat, kedua tato tangan ini adalah kemampuan lengan besar berwarna merah itu, tetapi berevolusi."
Informasi Isander membuat mereka terkejut, ternyata kemampuan masih bisa berevolusi layaknya makhluk hidup.
Dengan rasa ingin tahu yang tinggi, Aqila bertanya lagi, "Apakah ada perbedaan pada kekuatannya?"
"Tentu saja ada, akan aku perlihatkan nanti di perjalanan ke Purbalingga bagian utara," jawab Isander dengan senyuman.
Berikutnya, mereka bertiga melakukan bersih-bersih singkat dan cepat dalam ruangan yang sudah basah kembali oleh mata air ketiganya.
Sementara itu, Isander memeriksa area luar dan juga rumah tempat peristirahatan timnya yang lain.
Dengan kekuatan fisik yang bertambah banyak, kontrol Isander pada kemampuannya makin dalam dan mudah untuk dilakukan.
Kemampuan Wood and Plant Control bisa dijadikan alat untuk mendeteksi dan memeriksa lingkungan sekitar, apakah ada musuh berupa monster dan yang lain atau tidak, semuanya akan terdeteksi saat Isander menyebarkan konsentrasinya ke seluruh hutan dalam jangkauan radius puluhan kilometer.
Sangat jauh dan sangat lebar jangkauannya, Isander bisa mengetahui keberadaan apa pun di dalam jangkauannya tersebut.
__ADS_1
Setelah diperiksa tidak ada keanehan pada rumah tempat bermalam tim yang lain, perasaan lega datang ke tubuh Isander dan dia menghela napas lega.
Isander bergerak dengan cepat membantu ketiganya bersih-bersih dan merapikan ruangan.
Habis bersih-bersih, mereka langsung mengenakan pakaian yang digantung di dinding rumah dengan cekatan.
Lebih dahulu Isander yang mengenakan pakaian dari pada ketiga wanitanya lantaran pakaian Isander sederhana dan tidak banyak macamnya.
Sementara wanita begitu banyak atribut pakaiannya.
Jelas, ketiga wanita di dunia ini tidak memakai riasan karena sudah tidak ada yang memproduksi barang kecantikan.
Semua perusahaan hancur dalam waktu yang singkat, apa pun perusahaannya, semua itu hancur dan rata dengan reruntuhan.
Perusahaan yang dahulu besar dan memonopoli perdagangan, perusahaan itu hancur bersamaan dengan perusahaan-perusahaan besar yang lain.
Kembali ke rumah utama, mereka bertiga membangunkan Meisya dan kedua gadis remaja. Isander membangunkan Goron dan Reza yang tidur tak mengenakan busana dengan Kila.
Isander pura-pura tidak lihat dan tidak jadi masuk ke dalam ruangan Reza, dia hanya memanggil Reza dari luar kamar.
Tidak disangka, Kila juga punya sosok yang luar biasa, itu sudah jadi hak milik Reza.
Untuk ukuran senjata Reza, masih kalah jauh oleh ukuran Isander yang gagah perkasa, ditambah lagi dengan adanya kemampuan Superior Hell Titan Body, bertambah kekar dan memuaskan.
Usai mendengar panggilan Isander, keduanya bangun dan mengenakan pakaian.
Semua tim berkumpul untuk sarapan pagi bersama-sama.
Masih serupa dengan sarapan pagi yang kemarin-kemarin atau hari-hari yang lalu, dipenuhi tawa dan canda di antara mereka.
Setelah makan di pagi hari, mereka pergi untuk menempuh perjalanan lagi menuju ke Purbalingga bagian utara.
Di perjalanan mereka menemukan banyak sekali monster A yang menyerbu mereka, baru 1 jam di perjalanan mereka sudah bertemu ribuan monster A.
Saking banyaknya, Kimaya, Magtash, dan Glatash harus membantu mereka semua untuk melawan semua monster yang terus berdatangan.
Pemandangan ini membuat Isander curiga dan menaruh prasangka buruk, hari ini ada yang salah dan sebagainya.
Isander tidak membantu karena kalau dia membantu, seluruh monster yang ada di sekelilingnya dalam jangkauan radius 30 kilometer akan mati.
Dengan deteksinya, Isander bisa mengetahui seberapa banyak monster yang berlari menuju ke tempat mereka berada, itu ada puluhan ribu monster level A dan B.
Tentu saja, ini adalah peristiwa abnormal dan tak biasa.
Biasanya tidak seperti ini, ada ribuan monster yang sama sekali tidak tahu tentang keberadaannya, dan hanya di jarak yang dekat dengannya yang bergerak. Itu hasil deteksi Isander di hari-hari sebelumnya.
Rasanya ada sesuatu yang mengarahkan semua monster ini kepada mereka semua.
Isander melirik ke bawah, di mana semua timnya bersama melawan monster-monster yang berdatangan.
Tak ada sesuatu yang aneh pada mereka semua, itu terlihat normal.
Mereka tidak membawa sesuatu yang memancing banyak monster me sini.
Bisa dikatakan masalah ini bukan dari merek,la, tepatnya berasal dari eksternal, dari monster itu sendiri.
"Aneh, aku merasa ada sesuatu yang buruk akan menimpa kami semua."
__ADS_1