
Monster raksasa yang memiliki ukuran panjang 700 meter dengan ketinggian 350 meter berdiri diangkat oleh keempat kakinya, meraung keras ke langit, mendeklarasikan dirinya adalah monster terkuat.
Suara auman Whale Gozer membuat telinga tim Isander dan anggota Garuda Comity menjadi sakit. Terpaksa mereka menutup telinga untuk meringankan suara yang masuk ke dalam telinga.
Aqila sampai berdiri di balik dinding es, mencoba mengurangi kerasnya bunyi monster.
"Kita harus pergi dari sini! Ayo pergi!" Goron tersadar, kemudian dia meneriaki seluruh orang untuk pergi dari tempat ini.
Tim Isander dan anggota Garuda Comity bergerak berbalik arah dari tempat Whale Gozer berada, mereka berlari cepat seperti orang yang sudah tidak tahan untuk BAB.
Mereka tahu pertarungan antara Isander dan Whale Gozer akan berlangsung dengan dampak yang hebat, gelombang angin muncul dan tanah pasti berhamburan ke mana-mana.
Keputusan untuk kabur dan berlari ke tempat yang jauh adalah pilihan terbaik daripada diam di tempat dan tetap berada di dekat tempat pertempuran akan berlangsung.
Meisya yang ada di dalam gendongan Aqila segera berharap, meminta keselamatan untuk ayahnya sendiri dalam menghadapi monster mengerikan.
Terbang di depan monster ini, Isander siap untuk menghajarnya dengan kedua tangannya, menguji kemampuan fisiknya, apakah tinju mentahnya bisa menghancurkan monster atau tidak.
Berikutnya, Isander mengalirkan banyak kekuatan ke kepalan tangannya yang keras.
Dengan mata yang tajam menatap monster besar, serangan akan dimulai.
Whoosh!
Sosok Isander berubah menjadi bayang-bayang, meluncur cepat menuju monster Whale Gozer di depannya.
Kedua tinju Isander sudah terkepal, siap untuk dilayangkan untuk menghajar tubuh keras Whale Gozer.
Melihat sosok manusia menghilang di dalam pandangannya, Whale Gozer itu membuka mulutnya sangat besar, melakukan kewaspadaan dan siaga ketika Isander muncul menyerangnya.
Jejak Isander tidak dapat Whale Gozer temukan karena saking cepatnya Isander bergerak.
Tidak tahu ke mana Isander pergi dan menghilang, Whale Gozer memilih untuk bertahan.
Boom!
Sebuah kekuatan yang besar menabrak rahang bawah mulut Whale Gozer yang besar.
Mulut yang terbuka lebar itu dipaksa ditutup kembali oleh sesuatu yang tidak terlihat karena kecil.
Namun, jika dilihat dengan jelas, titik hitam melayang di sekitar bawah rahang Whale Gozer, bagai seekor nyamuk menyerang manusia yang besar.
Rasa sakit yang diterima oleh Whale Gozer begitu besar.
Hantaman keras yang tidak terlihat membuat mulutnya sulit untuk dibuka lagi.
Seluruh tubuh monster itu juga merasakan sakit, menyebar ke bagian-bagian tubuh yang tidak terkena serangan, seolah rasa nyeri itu merembet ke semua sel tubuh.
Sebelum monster itu bisa membuka mulutnya, sebuah serangan kembali muncul, kali ini berasal dari rahang atas.
Bam!
Bunyi sesuatu yang tumpul dihajar keras terdengar nyaring.
Suaranya bisa didengar oleh tim Isander dan yang lainnya di jarak beberapa kilometer di tempat sedang mereka berada.
Monster itu tiba-tiba tertunduk kepalanya menghantam tanah dengan kuat.
Dentuman keras terjadi di tanah dengan getaran yang hebat di tanah.
Perasaan nyeri dan kesemutan dapat dirasakan oleh Whale Gozer. Sesuatu telah memukulnya dengan sangat keras tanpa ditahan-tahan.
Namun, Whale Gozer tidak dapat menemukan pelakunya. Pasti pelakunya itu adalah sosok manusia yang melayang di depannya barusan.
Duar!
Monster Whale Gozer dengan kepala tertunduk ke tanah tiba-tiba bergeser ke samping oleh suara tumpul yang kencang.
Tubuh Whale Gozer sempat melengkung dan bengkok ke arah kiri. Ada sesuatu yang memukulnya dari arah kanan.
Gruoahhh!
Jeritan yang menyakitkan keluar dari mulut yang dipaksakan terbuka, melampiaskan rasa sakit yang tak tertahankan datang pada tubuh bagian sisi kanannya.
Dapat dilihat sisik kuat Whale Gozer terdapat pola hantaman seperti tembok yang retak dan membentuk pola jaring laba-laba yang melebar.
Boom!
__ADS_1
Ledakan kuat muncul di sisi berlawanan, sebuah gelombang kejut muncul di bagian sisi tubuh Whale Gozer yang sedang kesakitan.
Tubuh Whale Gozer terdorong ke samping kanan, terseret hingga beberapa ratus meter jauhnya.
Namun, suara hantaman keras itu dan serangan yang tidak terlihat lambat laun sering muncul di sekujur tubuh Whale Gozer.
Kepala, punggung, ekor, kaki, bawah perut, sisi perut, semuanya ditabrak oleh serangan yang keras hingga setiap hantaman terjadi, akan ada efek gelombang kejut berukuran sedang.
Whale Gozer tidak bisa menangkap dan menyerang kembali sesuatu yang sedari tadi melukainya.
Hanya berdiri diam dan menerima semua serangan yang mendarat tubuhnya.
Perlahan tubuh Whale Gozer terasa kaku, seluruh tubuhnya sudah dipenuhi oleh rasa sakit yang luar biasa.
Terlihat penampilan gagah Whale Gozer telah seperti kaca yang yang retak dan rapuh, sebentar lagi akan hancur dan mati.
Duar!
Gelombang kejut yang besar muncul tepat di depan moncong Whale Gozer, disertai oleh sesuatu berwarna merah yang terlontar ke segala arah.
Daging dan kulit Whale Gozer tidak bisa lagi menahan dampak kerusakan hantaman benda tumpul.
Mulut Whale Gozer tenggelam ke tubuh begitu gelombang kejut muncul. Retakan halus menjadi besar dan lebar, menjalar ke seluruh bagian tubuh Whale Gozer.
Pada akhirnya, tubuh Whale Gozer meledak dengan daging dan darah yang terlempar ke semua arah.
Sebelum potongan tubuh Whale Gozer meledak, kurungan bulat telah melayang di sekitar Whale Gozer.
Potongan daging dan semburan darah menghantamkan kurungan tersebut dan memperkecil ledakan yang terjadi.
Duar!
Aqila dan yang lainnya bisa mendengar suara sesuatu yang meledak begitu keras di jarak 10 kilometer dari tempat Whale Gozer berada.
"Aku mencium bau darah busuk," kata Reza berdiri di atas dahan pohon. "Apa kalian mencium baunya?"
Mereka semua mengangguk bersamaan. Tidak hanya Reza saja yang mencium aroma darah yang berbau, Aqila dan anggota tim yang lain pun sama.
Bau darah ini begitu menyengat ke hidung, membuat merak tidak nyaman.
Aqila mengambil beberapa permen dari tas, kemudian diberikan kepada semua orang, termasuk Meisya.
Cepat-cepat mereka membuka permen manis yang wangi, didekatkan ke lubang hidung masing-masing.
Bau darah yang tidak sedap menghilang, diganti dengan aroma buah-buahan dari permen.
Namun, Meisya langsung memakan permen ini.
Aqila segera mengambil permen lain, dan membantuk Meisya untuk menghirup aroma wangi permen.
Di saat yang sama, Isander yang menghilang itu menampakkan sosoknya di udara dengan wajah yang penuh kepuasan.
[Invisible (B): Dapat membuat tubuh tuan rumah tak terlihat. Mengonsumsi kekuatan fisik setiap detiknya saat digunakan.]
Meisya memberikan permintaan dan Sistem mengubahnya menjadi sebuah kemampuan yang cukup bagus.
Sosok Isander menghilang dan tidak terlihat sepenuhnya di dalam cahaya yang banyak seperti di pagi sampai sore hari, atau di malam hari yang gelap.
Kemampuan yang sangat berguna untuk musuh yang bermodalkan mata untuk melihatnya.
Whale Gozer sama sekali tidak melihat Isander ketika penyerangan beruntun dilakukan bebas.
Kekuatan Invisible telah aktif saat sosok Isander terbang dan meluncur cepat ke arah Whale Gozer sehingga tampak tak terlihat, sulit untuk ditemukan.
"Sangat berguna. Sayangnya, ini tidak bisa digunakan untuk orang lain juga, cuma diri sendiri saja."
Isander tersenyum puas, tetapi dia sedikit merasa sedikit kecewa karena kemampuan ini tidak fleksibel untuk digunakan ke orang lain.
Jadi, tidak diri sendiri saja, orang lain juga bisa dihilangkan sosoknya menjadi tembus pandang.
Selain kemampuan baru, Isander juga puas dengan tinju mentahnya yang menggunakan 5% dari seluruh kekuatan fisiknya.
Satu pukulannya bisa membuat tubuh Whale Gozer hancur dari dalam karena dampak getaran yang dihasilkan dari benturan keras cukup mengacak-acak bagian dalam tubuh.
Seiring mendaratnya tinju keras Isander, tubuh Whale Gozer akan terus menjadi lunak dan terkoyak di dalam.
Akhirnya, kulit dan daging bagian tubuh terluar tidak kuat menahan lagi kerusakan, meledak dengan letusan yang kuat
__ADS_1
Melihat banyak sekali daging dan darah berceceran di sekitar kaki pegunungan.
Segera Isander mulai membersihkan seluruh kekacauan yang dihasilkan melawan Monster Whale Gozer.
Benar-benar pembatalan satu pihak. Whale Gozer tak diberi kesempatan menyerang balik ke Isander.
Setelah semuanya telah dibersihkan tanpa ada daging dan darah bau di sekitar pegunungan, Isander menoleh ke tempat timnya dan Garuda Comity berada.
Namun, Isander menemukan keanehan di balik pegunungan.
Ada sesuatu yang berdatangan dalam jumlah banyak, tetapi ini berbeda dengan monster yang Isander ketahui.
Pancaran kekuatan makhluk yang sedang menuju ke tempatnya agak serupa dengan monster yang dikenal, tetapi ada perbedaan yang menonjol.
Sebuah kekuatan Agta tersemat pada makhluk tersebut.
"Tidak baik. Kurasa Agter yang terkontaminasi sedang menuju ke sini," ucap Isander yang ada pada pegunungan di depannya.
Baru saja dia melirik ke tempat para timnya menunggu lagi, makhluk-makhluk tersebut tidak hanya berasal dari pegunungan, melainkan dari segala arah.
Wajah Isander menjadi tidak enak dipandang, dia langsung meluncur cepat untuk terbang menuju timnya.
Bam!
Kurang dari 10 detik terbang, sosok Isander mendarat tepat di tanah dengan gerakan pendaratan yang keren.
Berdiri mendongak ke atas, beberapa timnya sedang menunggu di atas pohon yang tinggi.
Kedatangan Isander dilihat oleh semua orang, sekejap mereka turun dan menemui Isander.
Meisya dikembalikan oleh Aqila ke pelukan Isander sambil menanyakan tentang Whale Gozer.
"Sudah mati. Akan tetapi ... ancaman baru sedang menuju ke sini. Kalian semua harus siaga dan jangan jauh dari setiap anggota," ujar Isander pada semua anggota timnya dan Garuda Comity.
Sontak mereka menjadi panik dan buru-buru menyiapkan senjata juga kekuatan Agtanya.
Reza dengan wajah yang cemas bertanya, "Ancaman apa yang akan datang?"
"Monster Agter, orang-orang yang sudah meminum cairan berbahaya itu," jawab Isander dengan cepat. "Jumlahnya mungkin ribuan. Ini akan sulit bagi kalian semua."
Tahu akan hal ini, mereka semua menjadi lebih cemas dengan apa yang akan terjadi pada mereka.
"Apa yang harus kita lakukan?" Kei menoleh pada Isander yang menggendong putrinya, wajah Kei tampak sedikit ketakutan.
"Kamu, kamu, dan kamu, ikut aku sekarang."
Isander menunjuk ke sosok Kei, Sadam, dan Hendra dengan ekspresi serius di wajahnya.
Mereka bertiga bingung dengan tindakan Isander, tetapi mereka tidak bisa menolak dan mengangguk.
Kali ini Meisya dititipkan pada Giya untuk sesaat.
Sebelum pergi membawa ketiganya, Isander memasang jebakan dan benteng besi supaya monster tidak bisa menyentuh mereka dengan mudah selama dirinya tidak ada di tim.
"Jangan ke mana-mana dan tetap di sini. Aku tidak akan lama, mungkin sekitar lima menit akan kembali ke sini," ucap Isander memberikan pesan kepada semuanya.
"Goron, aku akan menunjuk kamu untuk menjaga mereka semua selama aku pergi."
Setelah Isander mengatakan itu, Kei dan keduanya bergegas meninggalkan mereka semua menuju ke arah pegunungan tempat Isander bertarung melawan Whale Gozer.
Menyaksikan kepergian keempatnya, semua anggota tim Isander dan Garuda Comity memasuki siaga yang tinggi.
Mata mereka bergerak ke sekeliling, ada tembok besi yang mengurung mereka dengan ketinggian 20 meter yang terbuat dari besi.
Pada saat ini, Isander berdiri di dahan pohon yang rendah, menghadap ketiganya dengan tatapan yang dalam.
"Aku ingin bertanya kepada kalian. Aku harap kalian menjawab dengan jujur."
Kei, Sadam, dan Hendra mengangguk mengerti.
"Siap!"
Isander mengangguk melihat mereka yang serius dan yakin.
"Kalian sudah tahu tentang Aqila menjadi anggota timku, bukan? Aku membawa kalian untuk mengajak kalian bergabung ke timku, kalian bersedia?"
Pertanyaan Isander membuat mereka bertiga tercengang, wajah mereka terpana dengan mata yang tak percaya.
__ADS_1
"Aku ... aku bersedia!"