SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 193: Monster S Menghilang


__ADS_3

"Pergi?" Isander termenung memikirkan tebakan Reza, itu bisa saja terjadi.


Namun, apakah monster bisa sangat cepat dalam meninggalkan daerah atau wilayah teritorial miliknya.


Monster itu tak jauh dengan binatang, mereka memiliki wilayah sendiri dan akan menjaga wilayah tersebut dari makhluk lain.


Mungkin level rendah tidak dipermasalahkan untuk masuk dan tinggal di wilayahnya, tetapi kalau monster yang punya kekuatan satu tingkat pasti jadi masalah.


Pertarungan kemungkinan besar akan terjadi meski sesama jenis. Tak ubahnya seperti bintang buas.


Maka dari itu, Isander sedikit tidak yakin dengan tebakan Reza kalau monster S pergi meninggalkan daerahnya sendiri.


"Monster S kebanyakan pemalas, dia tidak banyak bergerak dan lebih memilih untuk diam di daerahnya. Tak perlu jauh-jauh contohnya, Whale Gozer dan Hipgoter adalah monster pemalas, hampir semua monster S seperti itu," kata Goron dengan pengetahuan yang dimilikinya.


Mendengar pernyataan Goron, semua anggota tim Isander dan anggota Garuda Comity mengangguk mengerti.


Memang terbukti monster S banyak yang menjadi makhluk paling malas dan lebih banyak diam ketimbang gerak.


Gorgoter saja berjalan di sekitar wilayahnya, dia tidak mau berjalan jauh, lebih lagi keluar dari wilayah dikuasai.


Aqila mengangguk, kemudian dia melirik Isander dan berkata agak bingung, "Kurasa monster itu bersembunyi. Namun, kamu tidak mendeteksinya, kan?"


"Benar, aku sama sekali tidak merasakan ada monster S di sekitar sini," balas Isander dengan pandangan yang serius.


Pemindaian berlandaskan kemampuan Isander takkan pernah meleset atau salah tebakannya.


Memang tidak ada monster S di puluhan kilometer dari tanda S sebagai pusatnya.


Setelah memeriksa dengan pasti dan memang tidak ada monster S di tanda yang sesuai dengan peta kertas, Isander memilih untuk pergi ke tanda S yang lain daripada diam saja di sini dan tidak ada progres.


Mereka bukan sedang berjalan-jalan, melainkan berburu monster S, waktu cukup penting bagi mereka.


Kalau memang tidak ada monster yang mereka tuju di sini, lebih baik bepergian menuju ke tempat monster S yang lain berada.


Dengan demikian, mereka semua bergegas menuju ke tempat monster S yang ada di Cirebon.


Tidak begitu jauh, mungkin memakan waktu sehari kalau mereka berjalan dengan kecepatan sekarang yang kerap dihambat banyak sekali monster.


Sebagian besar monster buatan yang menyerang mereka semua dan itu berasal dari Agter yang terinfeksi minuman.


Sangat menyeramkan ketika manusia mengalami perubahan menjadi sosok monster jelek.

__ADS_1


Oleh karena itu, Isander lebih baik pergi dan naik ke atas pohon, demi menghindari pemandangan mengerikan tersebut dilihat Meisya.


Isander tidak mau Meisya, anaknya sendiri, trauma karena melihat monster yang berubah dari wujud manusia.


Monster asli yang berubah dari wujud binatang buas masih bisa ditoleransi, tetapi kalau sebelumnya memiliki wujud manusia, itu sangat menakutkan.


Tim Isander dan anggota Garuda Comity yang melawan monster-monster buatan.


Mereka bekerja sama dengan baik dan terus menghabisi semua monster buatan yang berdatangan sambil berjalan menuju ke arah yang sudah ditentukan.


Dengan adanya tiga tambahan Agter yang memiliki dua kekuatan Agta unsur elemen, semua monster bisa dihabisi tidak begitu berat, ditambah lagi dengan 3 binatang psikis Isander yang membantu mereka.


Reza dengan manipulasi senjata cahayanya mulai membantai dan memotong tubuh monster buatan.


Tombak cahayanya yang dipegang oleh Reza dengan mudah memotong tubuh monster buatan yang setara kekuatannya dengan monster A.


Slash!


Darah terciprat ke tanah dan tak sengaja membasahi rerumputan pendek.


Aroma darah busuk tercium di hidup Reza, dengan tombaknya dia menghilangkan darah tersebut.


Cahaya yang Reza pegang ini memiliki suhu panas yang tinggi.


Bayangan hitam besar muncul di belakang Reza, menghalangi pandangan Reza yang sedang melihat ke permukaan tanah.


Tombak cahaya berputar di tangan Reza, kedua ujung batang tombak yang bercahaya menyentuh sosok besar di belakang Reza, membuat daging dan kulit meleleh sampai terpotong.


Crat!


Potongan tubuh monster buatan berjatuhan di tanah, bersamaan dengan darah yang mengucur dan menggenangi tanah. Terlihat horor dan sadis.


Setelah putaran terakhir tombak cahaya selesai, di hadapan Reza terdapat monster kera raksasa yang hanya ada kedua kakinya sedang berdiri.


Kepala hingga pinggang terlah terpotong tombak cahaya yang bisa berkontraksi dan memanjang.


Gruoaahh!


Kepala Reza menoleh ke samping dan melihat beberapa monster buatan dalam bentuk mengerikan bergegas ke arahnya dengan langkah besar.


Tangan Reza bereaksi cepat, tombak di telapak tangannya berputar cepat membuat gelombang pusaran angin yang kuat untuk mendorong mereka ke belakang.

__ADS_1


Tubuh mereka semua terdorong puluhan meter jauh oleh angin dahsyat yang menghantam kuat.


Sebelum mereka sempat menghindar, tombak cahaya yang memanjang itu memotong bagian tubuh mereka semua menjadi potongan-potongan daging per lembar yang halus.


Dibalut dengan darah merah kehitaman yang memiliki bau bangkai tak sedap.


Sudut bibir Reza menampilkan senyum simpul, dia bahagia memiliki kemampuan Agta yang baru ini.


"Aku tak percaya manipulasi cahaya yang aku punya bisa sangat kuat. Entah mengapa tombak cahaya ini mengingatkan aku dengan senjata laser panas. Efeknya hampir serupa," gumam Reza sambil melihat-lihat tombak cahaya putih di tangannya.


Swoosh!


Duri batu menghancurkan kepala monster yang ingin melompat untuk menangkap sosok Reza, menjadikan monster itu tanpa kepala.


Asap debu membumbung tinggi saat tubuh monster jatuh ke tanah dengan lubang luka remuk di mana, sosok Kila mendarat di atas tubuh besar monster itu dan berkata, "Sayang, kamu jangan lengah, banyak sekali monster yang datang, tetap waspada —"


Tombak cahaya di tangan Reza melesat dalam kecepatan tinggi menunjuk ke sosok Kila.


Kila tak bisa menghindari kecepatan tombak cahaya ini dan dia hanya melebarkan matanya dengan keterkejutannya yang luar biasa.


Ternyata tombak cahaya itu membidik monster yang sedang berlari dari arah belakang tubuh Kila, menusuk kuat hingga membuat lubang di tengah wajah monster.


Bam!


Sekali lagi tubuh monster tumbang, mereka berdua tersenyum dengan tindakan tiba-tiba mereka yang bertujuan saling melindungi.


Kila melompat menghampiri Reza, kemudian dia mencium pipinya. "Terima kasih, Sayang."


Di saat yang sama, sosok Goron dan Reren juga sedang serius melawan monster yang kerap berdatangan.


Mereka berdua memiliki teknik yang berbeda dengan gabungan Kila dan Reza.


Goron dan Reren berdiri bersebelahan, mereka menjaga dua sisi berseberangan dengan gabungan serangan kekuatan mereka yang lebih mengarah defensif.


Lumpur kekuatan Agta Goron cocok dengan kekuatan duri tanaman Reren yang memiliki racun, keduanya sama-sama merupakan serangan menjebak.


Berikutnya, dengan pukulan tangan yang terbuat dari tanah menghantam semua monster yang terperangkap hingga mati.


Masing-masing dari mereka memiliki metode pembantaian monster yang berbeda.


Akan tetapi, semuanya didukung oleh satu orang yang sama, yaitu Hendra.

__ADS_1


Dengan kekuatan Agta miliknya, mereka semua menjadi bisa bertahan lama melakukan konfrontasi dengan banyak monster.


"Ternyata beberapa monster kuat mulai berdatangan ke tempat ini."


__ADS_2