SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 118: Kebangkitan Elemen Kedua Aqila


__ADS_3

Mereka tidak berharap Aqila atau Ice Frail direkrut oleh Isander ke dalam kelompoknya dalam waktu secepat itu.


Isander memang sangat berkuasa, bahkan sekelas Ice Frail bisa dimasukkan sebagai anggota kelompok mereka.


Tidak terlalu terkejut sebetulnya setelah mereka pikir kembali karena Isander punya relasi sebelumnya dengan Aqila.


Sebelum adanya kehancuran di planet ini, mereka berdua sudah mengenal satu lain.


Mungkin karena mereka sudah menjadi seorang teman dan orang yang dekat, Aqila menerima ajakan Isander untuk masuk ke dalam kelompok mereka secara resmi.


Untuk memastikan ucapan Isander benar, mereka segera melihat jam tangan masing-masing untuk mencari nama kontak Aqila.


Orang yang bergabung dengan kelompok Isander secara otomatis akan ada nama kontak jam tangannya di setiap jam tangan milik anggota kelompok.


Benar saja, mereka langsung menemukan kontak hubungan yang tercantum nama Aqila Ice Frail di jam tangan mereka masing-masing.


Isander tidak berbohong, lagi pula mereka selalu percaya dengan ucapan Isander.


"Anu, apakah aku boleh bertanya tentang ibu Meisya?"


Tiba-tiba Giya mengajukan sebuah pertanyaan kepada Isander dengan nada yang sopan dan sikap yang hati-hati takut menyinggung Isander.


Melihat Meisya yang sudah tertidur di pelukannya, Isander menoleh dan berkata, "Tunggu di sini, aku ingin memindahkan Meisya ke kamar."


"Baik."


Setelah Giya mengatakan itu, Isander pergi dengan Meisya di tangannya menuju salah satu kamar.


Sosok Isander ditatap oleh Giya dan lainnya, Helen dan Reren pun ikut menatapnya.


Alasan Helen dan Reren tidak tidur itu karena mereka juga penasaran dengan identitas Ibu Meisya.


Semua anggota kelompok Isander sama sekali belum pernah mendengar Isander membahas tentang istrinya yang sudah tidak ada.


Mereka pun belum pernah bertanya tentang hal itu karena menurut mereka terlalu personal dan tak sopan.


Namun, entah mengapa mereka menjadi makin penasaran dengan siapa sebenarnya Ibu Meisya.


Setelah keluar dari kamar, Isander duduk kembali di posisi duduk sebelumnya.


"Kalian ingin tahu tentang istriku?" Isander kembali bertanya memastikan pertanyaan yang Giya berikan.


Serempak mereka mengangguk dan memandang Isander dengan rasa ingin tahu yang besar.

__ADS_1


Isander tersenyum dan menggelengkan kepalanya tiba-tiba, kemudian dia menetap Giya dan lainnya dengan raut muka yang serius.


"Istriku merupakan teman Ice Frail yang kalian kenal, bisa dikatakan mereka berdua seorang bestie yang selalu berdua di berbagai kondisi, entah suka maupun duka ...."


Dengan suara yang jelas dan dalam, Isander menjelaskan semua tentang siapa itu Istrinya yang tidak lain dan tidak bukan hanya sekadar orang biasa.


Akan tetapi, di telinga mereka, identitas istri Isander merupakan sosok yang mengesankan.


Terutama bagi para wanita, mereka cukup iri dengan istri Isander yang berhasil menikah dan mempunyai anak dari Isander yang kuat.


Di lain sisi, mereka juga merasa kasihan dengan Isander karena telah kehilangan seseorang yang dia cintai.


Mereka baru tahu bahwa seorang Isander pernah mengejar seorang wanita.


Sebelumnya, mereka berpikir Isander merupakan tipe pria yang dikejar oleh banyak wanita, ternyata berbeda dengan kenyataannya.


Tidak tahu kenapa, para wanita setelah mendengar cerita Isander menjadi diam dan merenung seolah sedang membayangkan sesuatu.


Reza tidak ikut diam dan mengkhayal seperti yang sedang wanita-wanita ini bayangkan.


Melirik Isander, Reza berkata dengan senyuman di wajahnya, "Aku yakin dia bahagia melihat kamu dan Meisya hidup dengan sehat. Jadi, jangan sering-sering bersedih. Berjuanglah demi keberlangsungan hidup Meisya menjadi lebih baik, anggap saja Meisya adalah peninggalan paling berharga dari istrimu."


"Ya, kamu benar. Aku mengerti."


Perkataan dari Reza akan Isander ingat karena hampir keseluruhan kalimatnya memiliki makna yang benar.


Reza benar, dia harus fokus berjuang demi kelangsungan hidup Meisya yang lebih baik. Apa yang sekarang sedang ia lakukan sudah benar.


Membantai banyak monster merupakan satu langkah untuk membuat kehidupan masa depan Meisya jauh lebih baik.


Sesungguhnya, kehidupan orang tua dipenuhi oleh perjuangan untuk anak-anaknya.


Telah menjadi kewajiban Isander untuk membuat Meisya bahagia dan hidup dengan tenang di tempat yang hancur ini hingga tua.


Setelah para wanita ini terdiam, tiba-tiba mereka izin untuk tidur lebih dahulu karena jam sudah menunjukkan waktu larut malam.


Sudah jam 10 lewat beberapa menit, telah masuk waktu mereka untuk istirahat di malam hari.


Isander mengizinkan mereka semua untuk tidur. Akhirnya, Isander ditinggalkan sendiri di satu ruangan.


Melihat ruang yang kosong, Isander segera menutup matanya untuk bertemu dengan Cenagon, teman curhat paling asyik di malam hari.


"Apakah ada cerita baru di luar sana?"

__ADS_1


Melihat kemunculan sosok Isander di ruangannya, Cenagon mengajak Isander untuk mengobrol bersama.


Isander mengangguk kejam dan tersenyum, kemudian Dark Spear dan Havoc Zweihander muncul di kedua tangannya.


"Aku berhasil membuat teman lamaku kembali bersamaku," ucap Isander sambil bersiap melakukan pelatihan.


Cenagon yang tidak pernah duduk dan terus berdiri tegak dengan tubuhnya besar cukup tertarik dengan peristiwa yang dialami oleh Isander malam ini.


Menatap Isander yang mengayunkan kedua senjatanya dan melemparkan berbagai serangan ke tembok yang terbuat dari energi di ruangan ini, Cenagon bertanya dengan rasa penasaran, "Siapa orang itu? Apakah itu wanita?"


Gerakan Isander tertunda dan dia menoleh untuk melihat Cenagon di arah sisi kanan ruang dan berkata, "Bagaimana kamu bisa tahu?"


"Hanya menebak saja. Tebakanku benar?"


"Ya, itu benar. Teman wanitaku yang sudah lama menghilang, akhirnya berhasil ditemukan dan aku mengajaknya untuk bergabung ke kelompokku."


Cenagon mengangguk mengerti, ini berita yang membahagiakan.


"Apakah temanmu punya kekuatan super sepertimu?"


Isander mengangguk sambil mempercepat gerakan tangannya dalam mengayunkan kedua senjata di tangannya hingga ke batas kecepatan yang bisa dia lakukan.


"Benar, dia punya kekuatan super seperti orang-orang yang ada di dunia ini, bahkan dia salah satu orang yang punya kekuatan tinggi karena jenis Kekuatannya yang langka."


"Kekuatan apa yang dia miliki?" tanya Cenagon yang benar-benar penasaran dengan wanita yang dikatakan oleh Isander.


Dengan begitu, Isander menerangkan tentang identitas Aqila kepada Cenagon sembari melakukan berbagai latihan.


Sepanjang dirinya menceritakan tentang Aqila, banyak sekali pertanyaan yang dikeluarkan oleh Cenagon. Makhluk ini ternyata memiliki keingintahuan yang besar.


"Cukup kuat meski sebenarnya dibandingkan dengan kekuatanmu itu masih lemah," kata Cenagon sesuai fakta.


Isander akui, kekuatan Aqila memang tidak sehebat yang dibicarakan oleh Giya dan yang lain, dia hanya sedikit istimewa dengan kekuatan elemen es.


Elemen es milik Aqila juga tidak sehebat itu untuk membunuh monster tingkat tinggi, dampaknya tak begitu signifikan.


Namun, mengingat Aqila telah mendapatkan kartu kebangkitan elemen, harusnya dia punya elemen baru yang dia peroleh. Total ada 2 elemen yang dikendalikan oleh Aqila.


Isander menjadi penasaran dengan kekuatan berjenis apa yang didapatkan oleh Aqila.


Pada saat yang sama, Aqila sedang duduk sendirian di suatu ruang dalam bangunan.


Duduk bersila dengan sikap tenang sembari memegang pergelangan tangan kirinya.

__ADS_1


Tiba-tiba Aqila membuka matanya dan terperangah. "Aku berhasil mendapatkan kekuatan Agta elemen alam untuk kedua kalinya?!"


__ADS_2