SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 170: Enam Monster Elgoter


__ADS_3

Mata semua anggota tim Isander terbelalak, memandang Isander dengan ekspresi tercengang, mereka diam lupa untuk bergerak.


Monster Elgoter, monster yang sempat membuat Isander kewalahan dan hampir kalah.


Mereka semua tahu bahwa monster ini punya mode yang superior dan kuat. Sangat sulit untuk dikalahkan oleh mereka semua, bahkan satu ekor monster saja belum tentu bisa mereka kalahkan.


Omong-omong, monster yang berubah dari pria tua memiliki kekuatan yang setara dengan monster B, mereka sudah bisa mengalahkan monster tersebut tanpa menahan kekuatannya lagi.


Sebelumnya, mereka sengaja tidak menggunakan kekuatannya dengan serius lantaran ingin tahu seberapa kuat monster baru.


Maka dari itu, dari hal pertahanan, monster pria tua yang mirip buaya berkaki rusa bisa dinilai kekuatannya yang setara monster B diketahui.


Monster-monster tingkat B, yaitu Goatager, Bullager, dan masih banyak yang lain.


Mereka cukup kuat bagi Agter tingkat Master ke bawah. Bagi Aqila dan Agter Grand Master ke atas, mereka bukanlah apa-apa.


Memang disengaja saat melawan monster pria tua itu. Mereka menguji tanpa menggunakan kekuatan yang besar untuk membunuh monster pria tua yang jelek dan menjijikkan.


"Kamu ingin melawan monster-monster itu sendirian?" tanya Aqila kepada Isander sampingnya.


Isander mengangguk sembari tersenyum dan menjawab, "Siapa lagi yang melawan monster itu?"


Ucapan Isander membuat semua anggota timnya berpikir sesaat dan menemukan bahwa diri mereka sendiri tidak bisa melawan monster-monster meski satu ekor saja.


Maka dari itu, Isander yang harus melawan keenam monster Elgoter, anggota mereka tidak ada yang bisa mengalahkan monster S tersebut walau sudah bergabung.


Serangan mereka ditakutkan tidak memberikan efek kerusakan yang besar, dan hanya menggelitik monster itu saja.


Mereka tidak bisa menjawab pertanyaan Isander karena mereka juga tidak tahu yang bisa mengeluarkan monster S sendirian kalau bukan Isander sendiri.


Goron dan Aqila saja tidak begitu percaya diri melawan Monster Elgoter sendirian meski sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya.


Dengan begitu, mereka semua tidak bisa menghalangi Isander untuk melawan monster S.


Kembali ke awal tujuan mereka, yaitu membasmi monster S yang ada di Pulau Jawa dan tertanda di peta kertas.


Siapa saja boleh membunuh monster S, tidak ada persyaratan khusus dan kewajiban untuk salah seorang Agter.


Jikalau Agter itu mampu, Agter itu boleh membunuh monster S. Kalau satu kelompok itu mampu, kelompok tersebut boleh membunuh monster S.


Sesuatu yang tidak boleh itu adalah jika ada Agter atau kelompok Agter sudah menilai dirinya tidak mampu, kemudian memaksakan diri untuk melawan monster tingkat S. Hal itu akan merepotkan dan juga berbahaya.


Risikonya bukan luka lagi, melainkan nyawa yang hilang dan takkan bisa kembali.


Dengan keputusan Isander yang bulat, mereka semua hanya bisa berharap Isander menang melawan 6 Monster Elgoter yang sudah diketahui punya jurung pamungkas yang tak dimiliki monster S yang lain.


Saat itu saja, Isander hampir kalah jika tidak ada kemampuan Hand of Hell Titan. Untungnya, sistem memberikannya sebuah hadiah dari keinginan Meisya untuk membuatnya tetap hidup dan selamat.


Isander diserahkan kepada Aqila, dia memberi tahu kepada Aqila dan Giya untuk menjaga Meisya.


Sementara itu, Meisya takut ayahnya kenapa-kenapa karena monster yang akan dilawan terdengar kuat dan banyak.


[Ding! Terdeteksi Bahwa Meisya Memiliki Keinginan! Memberikan Anda Kartu Evolusi Kemampuan!]


[Kartu Evolusi Kemampuan hanya bisa digunakan untuk Kemampuan Wood Control!]


[Apakah Anda ingin menggunakan Kartu Evolusi Kemampuan untuk meningkatkan Kemampuan Wood Control ke jenis yang baru?]


Rangkaian pengingat dari Sistem terdengar di dalam telinga Isander secara beruntun.


Isander membaca perlahan pemberitahuan Sistem sebelum pergi dari tempatnya.


Semua anggota tim Isander sedikit bingung melihat Isander yang hendak pergi itu seketika terdiam berdiri di depan mereka semua.


Usai membaca pemberitahuannya, Isander memilih untuk menggunakan hadiah berupa Kartu Evolusi Kemampuan tersebut yang cuma bisa diaplikasikan ke Kemampuan Wood Control.


Tak ada kemampuan yang lain yang bisa dibuat mengalami evolusi.


Terpaksa Isander menggunakan kartu baru tersebut.


[Evolusi sedang dilakukan ....]


[Ding! Selamat Anda telah mendapatkan Kemampuan Wood and Plant Control!]


Sebuah energi aneh meletus di dalam tubuh Isander, menyebar ke segala sudut yang ada di dalam tubuh, membuat sesuatu hal baru dan aneh dapat dirasakan oleh Isander sendiri.


Kemampuan baru yang berasal dari kemampuan lama ini memberikan Isander bisa mengendalikan tanaman.


Benar, tanaman, segala jenis tanaman yang ada di dunia ini.


Isander bisa merasakan semua tanaman yang ada di sekitarnya, sebuah kendali bisa ia gunakan sesuka hati pada semua tanaman dan tumbuhan di jarak beberapa kilometer darinya.


Di bawah tatapan semua timnya, Isander menggerakkan konsentrasi pikirannya pada pohon yang sedang ia injak ini, dahan tempat Isander berpijak seketika tumbuh dan memanjang ke suatu arah, seolah mengantarkan Isander ke sebuah tempat.


Mereka ingin mengikuti Isander yang mengendarai dahan pohon, pohon itu tampak hidup dan memanjangkan dahannya seakan berubah menjadi tunggangan Isander.


Namun, suara Isander terdengar di telinga mereka semua.


"Kalian pergi dan menjauh dari tempat ini, kemungkinan besar tempatku bertarung akan meluas, mengingat mereka punya ukuran besar."


Meski sosok Isander sudah pergi, suaranya bisa terdengar sampai ke telinga mereka semua.


Ketika Aqila memindai dan memperhatikan sumber suara, dia menemukan batang pohon tempat mereka berdiri sekarang memiliki lubang.


Lubang ini saling terhubung satu pohon dengan pohon yang lainnya.


Suara Isander yang pergi itu berasal dari lubang tersebut.


Di sisi lain, Isander sedang berbicara ke sebuah dahan yang terdapat lubang tepat di depan mulutnya.


"Sangat bagus. Aku tak menyangka ini bisa digunakan untuk berbicara dari jarak jauh," gumam Isander dengan senyum di bibirnya.


Isander hanya iseng pada awalnya, dan ingin mencoba mengucapkan kalimat pesan kepada anggota timnya melalui moncong yang mirip terompet dan terbuat dari batang pohon yang padat.


Ternyata gelombang suaranya bisa merambat di lubang kosong yang terdapat udara, sampai-sampai itu bisa terdengar oleh semua anggota timnya yang ada di jarak ratusan meter darinya.


Namun, Isander harus menyematkan kekuatannya juga pada suaranya supaya bisa didengar dan tiba di telinga Aqila dan anggota lain.

__ADS_1


Memang tidak murni karena metode sains, itu sulit untuk dilakukan dan direalisasikan.


Pohon-pohon yang ada di sekitar Isander terlihat berebut untuk mengantarkannya ke suatu tempat yang diinginkan Isander sendiri.


Dari awal perjalanan, Isander hanya berdiri diam memandang ke arah depan, sedangkan beberapa dahan pohon melambai untuk membawa tubuh Isander secara bergantian dengan pohon yang lain.


Pohon yang tak bisa bergerak begitu bebas layaknya binatang dan manusia, kini mereka terlihat aktif seperti benar-benar hidup.


Tempat di mana 6 Monster Elgoter itu berada lumayan bergeser dari tanda S di peta. Letaknya ada di 2 kilometer dari reruntuhan pemukiman ini.


Jarak mereka dekat karena ukuran tubuh mereka yang besar sehingga dari jarak ratusan meter, Isander bisa menemukan mereka dari jauh.


Monster yang mirip mammoth zaman dahulu ini sedang berjalan ke sana kemari seolah sedang bersantai bersama.


Mata Isander menemukan banyak sekali bongkahan daging besar di sekitar mereka berenam. Belalai mereka semua sesekali mengambil daging-daging di atas tanah untuk dimakan.


Tempat di mana monster itu berada adalah sebuah hutan rindang, tetapi tempat yang mereka sedang berdiri ini tak ada pepohonan, lahan kosong yang dikelilingi pepohonan besar.


Isander tidak langsung menyerang mereka, melainkan melihat kondisi medan di mana mereka berada sekarang.


Dengan begitu, Isander mulai menyerang ketika sudah mengetahui medan pertempurannya.


Konsentrasi Isander sangat kuat, dia menggunakan kemampuan yang baru saja berevolusi untuk membuat pepohonan yang ada di sekitar lahan mereka mundur dan menjauh beberapa ratus meter secara serempak.


Energi yang dipakai ini cukup besar, padahal ini hanya memindahkan pohon. Sebenarnya, Isander memindahkan ribuan pohon besar secara bersamaan agar menjauh dari tempat yang akan menjadi Medan pertempuran Isander yang dahsyat.


Ketika pepohonan bergerak, keenam monster tersebut memandang ke sekelilingnya dengan ekspresi bingung.


Pasalnya, pohon yang mereka tahu bahwa itu takkan bergerak aktif, kini sedang bergerak menjauhi mereka semua.


Monster-monster itu segera berdiri bersama melirik ke sekitar untuk mengawasi perpindahan pohon-pohon.


Dalam waktu kurang 3 menit, semua pohon sudah dipindahkan, menciptakan lahan tempat enam Monster Elgoter yang tengah bersantai itu menjadi lebih luas lagi dari sebelumnya.


Tujuan sebenarnya Isander melakukan ini adalah untuk tidak merusak hutan. Pohon adalah sesuatu yang langka di alam semesta ini.


Berlian dan batuan mulia sangat banyak di alam semesta, berbeda dengan pohon-pohon, mungkin yang bisa diketahui secara nyata hanya di dunia ini, Bumi Paralel.


Benar, dunia ini Isander duga adalah Bumi Paralel karena ada banyak sekali kesamaan dengan Bumi yang Isander ketahui.


Sesuatu yang memancarkan sinar di atas langit adalah matahari, lantaran sinarnya terasa sama dengan sinar matahari di Bumi.


Kemampuan Wood and Plant Control punya kelebihan lain, yakni Isander bisa menumbuhkan tanaman dan pohon. Jelas, energi yang diperlukan juga besar dan banyak.


Di samping itu, kemampuan ini sangat penting demi menjaga alam di dunia.


Jikalau pohon banyak yang hancur, Isander bisa menumbuhkannya kembali yang sudah mati dengan energi dan kemampuannya sendiri.


Isander menjadi penguasa hutan dan tumbuhan. Tak lagi takut jika hutan hancur.


Namun, jika sudah ada hutan, lebih baik dijaga dan menghindari pepohonan hutan hancur atau dirusak.


Upaya ini sudah Isander lakukan barusan.


Sosok Isander yang bersembunyi di balik pohon sudah berubah memasuki Mode Baryon Cenagon. Senjata yang digunakan adalah tombak Pegasus yang dibuat dari bahan logam dan berlian.


Sosok Isander menghilang di tempat dan tiba-tiba muncul di depan keenam Monster Elgoter.


Berdiri tegak di hadapan enam monster dengan tinggi mencapai 100 meter. Penampilan Isander begitu santai sambil memegang tombak Pegasus tanpa ketakutan.


Keenam Monster Elgoter terkejut dengan kedatangan Isander. Mereka tidak tahu dari mana sosok kecil untuk muncul di antara mereka semua.


Di saat mereka melirik Isander, Elgoter hanya diam dan tak bereaksi apa-apa, seolah berubah menjadi patung yang tak bisa bergerak.


Isander berpikir mereka sedang mengamati dirinya, menilai apakah dia mengancam atau tidak.


Namun, setelah menunggu lebih dari 5 menit, enam monster ini masih berdiri dan tak ingin menyerang Isander sama sekali.


Merasa aneh dengan tingkah mereka, Isander mencoba untuk berjalan ke depan berniat menghampiri mereka.


Alih-alih ikut maju dan menyerang Isander, monster-monster ini bergerak mundur seakan tidak mau didekati Isander.


Hal ini membuat Isander bingung dan sekaligus merenung.


Berhenti berjalan maju, kaki Isander diam dan dia berdiri termenung memikirkan apa yang sedang terjadi pada keenam monster ini.


Saat Isander sekarang sedang termenung diam pun, monster-monster di depannya tidak bergerak sama sekali dan tak mau menyerang Isander.


Setelah berpikir, Isander memiliki sebuah ide di dalam kepalanya.


Dengan kaki yang mengalir kekuatannya, sosok Isander meluncur cepat menuju ke salah satu kepala Monster Elgoter.


Begitu Isander ada di atas kepala Monster Elgoter tersebut, sebuah suara raungan terdengar.


Semua monster Elgoter yang lainnya menjauhi Elgoter yang ditunggangi Isander di atas kepalanya.


Chuaaakkk!


Semua monster menghindar dan tidak mau mendekati monster yang dihinggapi Isander.


Melihat reaksi ini Isander mengangguk mengerti dan kemudian dia mulai menjalankan idenya yang belum selesai.


Mode Baryon Cenagon dibatalkan, armor hitam yang terdapat energi berwarna lilac menghilang, menampilkan sosok Isander dalam tubuh biasa. Penampilannya kembali ke manusia.


Begitu Isander ke penampilan manusianya, semua Monster Elgoter yang menjauh tersebut mendekat dengan niat membunuh yang kuat.


Kurva terbentuk di sudut bibir Isander, idenya ternyata efektif untuk mengetahui mengapa Monster Elgoter bertingkah aneh.


Armor Baryon Cenagon membuat mereka takut dan asing. Terlebih pancaran kekuatan Isander di mode itu lebih terlihat karena ada sebuah temperamen mendominasi yang di mana jika musuh kekuatannya ada di tingkat bawah dari kekuatan Isander, mereka akan pingsan atau lumpuh tak bisa bergerak.


Hal ini menciptakan ketakutan bagi Elgoter dan lebih memilih untuk menjauh serta berwaspada.


"Oke, aku takkan menggunakan armor itu. Ayo kita bertarung!"


Setelah mengatakan itu, Isander bergerak menghindari belalai raksasa dari Monster Elgoter yang Isander injak kepalanya.


Tombak Pegasus melambai kuat dang menebas belalai yang datang ke arahnya.

__ADS_1


Cratt!


Chuak!


Darah menyembur dan suara rintihan kesakitan terdengar dari Monster Elgoter.


Isander tidak ingin berada di sini terlalu lama dan harus berpindah.


Sosoknya berubah menjadi bayang-bayang lalu menghilang dari atas punggung Monster Elgoter.


Berikutnya, sosok Isander muncul kembali di dekat kaki salah satu Monster Elgoter sambil melambaikan tombak Pegasus di tangannya dengan gerakan yang sangat cepat.


Chuakk!


Kaki depan Monster Elgoter tidak terpotong oleh ayunan tombak Pegasus karena ukuran senjatanya yang kecil.


"Maaf, tombak Pegasus, aku akan menggunakan kamu nanti."


Tombak Pegasus yang ada di tangan Isander menghilang, digantikan oleh Dark Spear dan Havoc Zweihander.


Dua pasang sayap muncul di punggung belakang Isander, kemudian sosoknya terbang ke atas langit.


[Fisik: 973.000 Poin]


Layar virtual kecil muncul di sudut retinanya, wajah Isander melebar tak percaya.


Fisiknya menjadi lebih kuat hanya dalam beberapa hari saja.


Magnetar Body sangat-sangat luar biasa, menyerap energi apa pun di sekitar, bahkan sinar cahaya matahari pun diserap ke dalam tubuh Isander.


Penyerapannya sangat luar biasa. Tak perlu menunggu lama untuk kekuatan fisiknya menjadi 1 juta poin.


Dengan kekuatan fisik sebesar ini, Isander sama sekali tidak takut melawan 6 Monster Elgoter.


Bilah Dark Spear dan Havoc Zweihander berdengung makin nyaring.


Cahaya ungu gelap melapisi seluruh bilah Dark Spear dan Sinar lilac terang membungkus seluruh bilah pedang Havoc Zweihander.


Isander menggunakan seperempat dari kekuatan fisiknya untuk mengisi energi asli dua senjata ini dalam serangan yang akan ia lancarkan sebentar lagi.


Keenam Monster Elgoter tak bisa berbuat apa-apa lantaran sosok Isander ada di ketinggian 800 meter dari tanah tempat Monster itu berpijak.


Sementara tinggi mereka cuma ada di sekitar 100 meter.


Selanjutnya, di dalam pengelihatan mereka semua, Isander mengayunkan kedua senjatanya ke arah tempat di mana mereka berdiri.


"Two Big Slash Energy!"


Dengan raungan Isander yang terdengar sampai ke telinga Monster Elgoter.


Dua tebasan melengkung yang sangat besar hingga lebarnya 200 meter membentuk silang, meluncur cepat menuju keenam Monster Elgoter yang tertegun.


Sebelum mereka sempat sadar dan mengelak serangan.


Two Big Slash Energy menghantam mereka semua dan menimbulkan ledakan yang besar.


BOOM!


Lingkaran ledakan tercipta di tempat serangan senjata Isander mendarat.


Lebar ledakan sampai menutupi seluruh luasnya lahan tanpa pepohonan.


Bayangan sosok keenam monster tersebut tenggelam di dalam ledakan besar.


Getaran di tanah terasa hingga ke tempat di mana Aqila dan anggota tim yang lain sedang menunggu Isander kembali.


Padahal, jaraknya ada 8 kilometer dari tempat ledakan terjadi.


"Gempa?" tanya Reza kepada anggota tim yang lain.


Aqila menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Bukan, bukan gempa."


"Lalu, apa getaran tanah ini?"


Semua anggota yang lain melirik Aqila dan Goron yang paling kuat di antara mereka selain Isander.


Goron tersenyum dan merentangkan tangannya untuk merilekskan tubuhnya. "Dia, ketua kita semua yang menyebabkan getaran ini."


Begitu suara Goron jatuh, suara ledakan dan juga getaran yang makin keras bisa mereka dengan dan rasakan sekarang.


Semuanya ketakutan dan berjongkok untuk menahan keseimbangan.


"Ini terlalu kuat!" seru Reza dengan nada luar biasa.


Di tempat Isander sekarang, pemandangan yang mengerikan dan menjijikkan muncul di tengah-tengah di mana Monster Elgoter berdiri sebelumnya.


Isander melihat bahwa ledakan besar tadi tidak menghancurkan keenam Monster Elgoter.


Ketangguhan dan ketahanan mereka sangat kuat sehingga Isander salut dengan tubuh monster satu ini.


Ada 3 Monster Elgoter yang masih hidup, tubuh mereka memang sudah terluka parah, beberapa bagian tubuhnya pun menghilang. Namun, 3 monster itu masih berdiri dan menatap Isander di atas langit dengan matanya yang merah menyala.


Sementara tiga Monster Elgoter lainnya dipastikan mati karena 90 persen dari tubuhnya menguap dan lenyap.


Tanah tempat monster-monster itu berada menjadi gersang sekaligus berubah menjadi lubang raksasa yang besar.


Kerasnya tanah pun tak bisa menahan serangan energi senjata Isander.


Chuakk!


Baru saja Isander ingin melancarkan serangan terakhir.


Ketiga monster yang tersisa tersebut mengalami perubahan yang mengguncang tanah.


Isander yang melihat ini langsung tahu apa arti dari perubahan yang terjadi pada ketiga Monster Elgoter.


"Apakah mereka akan berubah ke mode Supreme?" Isander menaikkan salah satu alisnya. "Aku menunggu kalian berubah. Aku ingin tahu apakah seranganku masih bisa kalian tahan lagi?"

__ADS_1


__ADS_2