SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 70: Mode Beast yang Aneh


__ADS_3

Usai suara itu keluar, sistem tidak mengeluarkan suara lagi, tetapi jendela sistem masih menyala dengan logo berbentuk bundar yang berputar, seperti loading atau logo memuat dalam gim dan lainnya.


Meskipun agak lama, Isander tetap menunggunya sampai proses pemilihan acak kemampuannya selesai.


Jujur saja, Isander sangat penasaran dengan makhluk buas apa yang dia dapatkan dari sistem.


Beaster Badge, sebuah kekuatan lencana yang mampu membuat manusia menjadi hewan buas tertentu.


Mirip dengan mutasi, tetapi ini lebih ke bertransformasi menjadi suatu bentuk yang baru berbasis makhluk buas untuk menjadi kuat.


Kekuatan Agta jenis ini juga tidak terlalu banyak, terbilang langka, serupa dengan jenis Merger Badge, sama-sama langka dan jarang.


Menunggu 2 menit lamanya, jendela sistem yang Isander lihat tersebut mengubah tampilannya menjadi sebuah tulisan disertai dengan suara elektronik di telinganya.


[Ding! Selamat Anda telah mendapatkan Beaster Badge dari makhluk tidak diketahui! Beaster Badge Baryon Cenagon berhasil didapatkan!]


Baru saja Isander bereaksi dengan suara sistem yang muncul, sebuah perasaan yang aneh muncul di tubuhnya, seperti ada sebuah energi asing yang menerobos masuk ke dalam tubuhnya dan mengaliri ke setiap sudut dari tubuhnya.


Sensasi hangat yang nyaman dirasakan oleh Isander, membuatnya tidak berteriak-teriak seperti sedang disiksa.


Proses integrasi kemampuan di kesempatan kali ini sangatlah enak untuk dirasakan beberapa kali. Ingin rasanya dia tidur di proses integrasi sekarang, tetapi dia tidak boleh tidur karena ada Meisya di sisinya.


Namun, rasa nyaman tersebut tiba-tiba saja menghilang, dan rasa sakit mulai mendominasi tubuh Isander.


Di permukaan wajahnya sekarang terlihat mengernyit menahan rasa sakit yang dialami sekarang.


Dengan jelas Isander merasa ada sebuah energi yang menggumpal dan terfokus di tengah dadanya seolah sedang membentuk sesuatu di tubuhnya.


Isander tidak membuka matanya dan masih berkonsentrasi di dalam benaknya berinteraksi dengan sistem.


Tidak sampai 3 menit berlangsung dari awal proses pemberian kekuatan, Isander akhirnya menyelesaikan integrasi yang cukup menyakitkan.


Untungnya, Isander memiliki penerimaan rasa sakit yang tinggi setelah beberapa mendapatkan rasa nyeri dan sakit yang luar biasa. Tubuhnya cukup kuat untuk menahan kesakitan yang tinggi, batas penerimaan rasa sakit Isander berkali-kali lipat dari manusia biasa.


[Proses telah berhasil dilakukan!]


[Baryon Cenagon (D): Kemampuan yang mengubah pengguna menjadi sesuatu makhluk yang kuat, data tidak bisa dimuat semuanya. Memberikan pengguna sebuah armor.]


"Eh??" Sebuah tanda tangan muncul di wajah Isander sekarang begitu melihat keterangan dari kemampuan Agata Beaster Badge.


"Mengapa ini membuatku mendapatkan sebuah armor? Bukannya aku dapat berubah menjadi makhluk buas yang kuat? Apa maksudnya ini?"


[Ding! Makhluk yang Anda dapatkan sangat istimewa yang mungkin hanya Anda saja yang bisa mendapatkannya.]


[Baryon Cenagon sebuah makhluk yang sangat kuat dan sistem pun tidak mengetahui laju perkembangannya dan apa kemampuan yang sebenarnya. Sistem menuliskan sesuai dengan apa yang nanti Anda dapatkan setelah menggunakan kemampuan transformasi ini.]


Mendengar penjelasan dari sistem, Isander menjadi mengerti mengapa keterangan yang tercantum di layar transparan mengambang di depannya nya seperti ini.


Hal tersebut karena sistem pun tidak tahu kekuatan apa yang sebenarnya terkandung pada makhluk ini. Sistem menjelaskan sesuai data yang didapatkan.


Mengangguk menunjukkan dirinya mengerti dan Isander berkata, "Baiklah. Kalau begitu, aku ingin menggunakan kartu peningkatan terakhir untuk kemampuan ini."


[Ding! Kartu Peningkatan Kemampuan Satu Level Berhasil Digunakan!]


Dalam sekejap, perasaan yang hangat kembali dirasakan lagi oleh Isander.


Sebuah sensasi yang nyaman dengan diakhiri dengan rasa nyeri dan sakit dialami Isander untuk kedua kalinya.


Proses tidak memakan waktu yang lama hanya lebih dari 1 menit lamanya. Dan proses selesai.


[Baryon Cenagon (C): Kemampuan yang mengubah pengguna menjadi sesuatu makhluk yang kuat, data tidak bisa dimuat semuanya. Memberikan pengguna sebuah armor dan senjata yang kuat.]


Keterangan dalam layar telah berubah dan ada sedikit tambahan pada manfaat dari kemampuan ini.


"Aneh, sebenarnya, aku mendapatkan kemampuan untuk berubah menjadi makhluk buas atau mendapatkan peralatan bertempur?" Isander berkata dengan perasaan yang terheran-heran.


Semua sudah selesai, tidak ada kartu yang Isander miliki dan gunakan. Keempat kartu yang terdiri dari 3 kartu peningkatan dan 1 kartu Beaster Badge telah dipakai. Hanya tersisa beberapa item untuk dibagikan kepada semua anggota kelompoknya.


"Mungkin aku akan mencoba kemampuan Beaster Badge nanti. Sekarang aku harus membagikan barang-barang kepada merek."


Setelah mengatakan itu, kesadaran Isander ditarik kembali ke dunia nyata.


Ketika membuka matanya, Isander melihat Meisya yang asyik mengunyah makanan kecil sembari melihat bungkus yang berwarna-warni.


Ketika melihat putri sendiri, rasa khawatir, kelelahan, stress, dan emosi negatif semuanya menghilang, juga entah mengapa terasa bahagia serta senang di dalam hatinya.


Mengelus kepala Meisya yang memiliki rambut hitam yang panjang, menampilkan senyuman di wajahnya, Isander bertanya dengan suara yang lembut, "Apakah makanannya enak, Sayang?"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Isander, Meisya mengangkat kepalanya dan mengangguk cepat, kemudian menjawab, "Enak sekali, Meisya suka makanan ini. Lezat!"


"Bagus kalau kamu suka. Namun, ayah tidak bisa memberi kamu ini banyak-banyak, gigi kamu nanti berlubang dan itu menyakitkan."


"Memangnya gigi bisa berlubang?" Meisya memandang Isander dengan pupil mata yang penasaran.


Isander menganggukkan kepalanya. "Apabila kamu makan banyak sekali yang manis, terlebih permen dan sejenisnya, itu akan membuat gigi kamu dihinggapi ulat gigi yang dapat melubangi gigi putih punyamu."


Sontak Meisya menjadi takut, dia membuang makanan di tangannya kepada Isander dan memeluk tubuh Isander dengan erat. "Meisya takut, Ayah!"


Tubuh Meisya yang kecil dipeluk oleh Isander dengan penuh kasih sayang. Isander menatap mata Meisya yang takut dengan sorot mata yang membuat orang aman dan nyaman.


"Maka dari itu, ayah sarankan kamu jangan memakan banyak makanan yang terlalu manis, contohnya kue, cokelat, dan segala macam permen. Lebih baik kamu makan sayur karena itu akan membuat kamu tumbuh sehat dan kuat."


"Sayuran tidak enak, Ayah. Rasanya pahit dan hambar," keluh Meisya dengan wajah yang sedih.


"Kamu mending memilih sehat atau sakit?" tanya Isander dengan wajah yang masih terlihat ramah terhadap anak-anak.


Meisya merenung sejenak, kemudian menjawabnya, "Aku ingin sehat, tetapi aku juga mau makan makanan yang manis, Ayah."


"Ya sudah, ayah memberi keringanan untukmu. Kamu hanya boleh makan tiga permen kecil dalam dua hari atau makan cokelat beberapa kali dalam satu Minggu, bagaimana?"


Tanpa banyak berpikir, Meisya mengangguk dengan hati yang gembira. "Oke, Ayah!"


Setelah negosiasi antar ayah dan anak, anggota kelompok Isander berjalan bersamaan menuju ke tempat Isander dan Meisya berada.


Giya, Nina, Reza, dan Kila duduk di depan Isander dengan sikap yang sopan.


Pasalnya, mereka mengetahui sesuatu tentang Isander, pria di depan mereka adalah pria yang sangat luar biasa hebat.


Sebelumnya, mereka merasa kekuatannya ditingkatkan selain mendapatkan kekuatan Agta unsur elemen alam.


Ketika mereka periksa, kekuatan mereka memang ditingkatkan ke level yang selanjutnya.


Mereka semua berada di tingkat Agter Master Tiga Bintang, di mana kekuatan mereka dengan mudah mengalahkan monster Salmagtress, bahkan lumayan kuat melawan Bullager banteng merah.


"Aku meminta kalian ke sini untuk memberikan beberapa barang ini. Semua yang aku berikan anggap saja sebagai hadiah karena telah menjadi anggota kelompok."


Setelah mengatakan itu, Isander memberikan 1 tas selempang kecil dan 1 buah jam tangan pintar berbeda warna kepada masing-masing dari mereka.


Isander segera memberi tahu apa kegunaan dari barang-barang tersebut.


"Tas selempang ini memiliki ruang satu meter kubik yang bisa kalian masukan banyak barang. Kapasitasnya setara dengan beberapa banyak tas yang digabung. Kalian bisa periksa sendiri.


"Sementara jam tangan tersebut khusus untuk para anggota, lebih baik kalian pakai, jam tangan ini tidak akan habis apabila kalian tidak mati. Baterei jam tangan ini menggunakan kekuatan Agta, dan memakan sedikit kekuatan saja. Memiliki banyak fungsi, salah satu berkomunikasi jarak jauh via video atau suara, dan bisa mendeteksi di mana anggota lain berada.


"Jam tangan tidak akan terlepas meski itu dilepas secara paksa."


Sehabis mendengar penjelasan dari Isander mengenai dua barang yang mereka pegang, mereka langsung memakai kedua barang ini.


Jam tangan mereka langsung pakai dan mencoba untuk melihat apa saja fitur-fitur yang disediakan.


Selain anggota, Isander yang sebagai Anggota pun mendapatkan jam tangan, kecuali tas penyimpanan.


Memakai jam tangan di tangan kirinya, jam tangan tersebut sekejap menyala.


Sebuah layar sentuh berbentuk bulat keluar dari bingkai jam tangan dan menampilkan sebuah gambar jam yang menginformasikan tentang waktu terkini.


Sekarang waktu menunjukkan pukul 10 pagi lewat 23 menit.


Isander bersama Meisya melihat-lihat jam tangan pintar yang super canggih ini dan mencoba beberapa fitur yang unik.


"Apa ini, Ayah?" Meisya menunjuk sebuah logo yang ada di layar kecil jam tangan.


Melihat logo yang dimaksud oleh Meisya, Isander tersenyum dan berkata, "Coba kamu tekan itu."


"Oke, Ayah."


Berikutnya, Meisya menekan logo tersebut dan jam tangan bereaksi.


Layar berubah dan menampilkan beberapa foto orang.


"Bukankah ini Kakak Giya?" kata Meisya setelah melihat-lihat foto beberapa orang ditampilkan di layar.


Meisya menekan tombol panggilan yang dapat memanggil dan melakukan panggilan telepon dengan para anggota.


Ketika Meisya menekan foto Giya, layar berganti lagi dan memperlihatkan sosok Giya di dalam layar jam tangan.

__ADS_1


Dengan cepat Isander menekan salah satu tombol fisik di bingkai jam tangan lalu layar kecil membesar dan menjadi lebar.


Awalnya hanya 1,9 inci, kini berubah menjadi 5 inci dengan lebar ke samping atau horizontal, itu juga dapat diputar menjadi vertikal ketika melakukan panggilan video, seperti yang dilakukan Isander sekarang dengan Giya.


"Kakak Giya!" seru Meisya yang terkejut melihat wajah Giya tercetak di layar di depannya.


Giya tersenyum melihat Isander dan Meisya yang ditampilkan melalui layar dari jam tangannya.


Mereka mencoba fitur tersebut beberapa menit dan kembali melihat-lihat fitur lain.


Setelah beberapa waktu mereka mencoba berbagai fungsi jam tangan, mereka mendapatkan kesimpulan atau hasilnya.


Jam tangan mereka memiliki fungsi, yakni ada fitur panggilan video dan suara, kamera membuat video atau foto, map atau peta, deteksi keberadaan anggota, mendeteksi kesehatan pengguna, mengirim pesan, tentu ada pemberitahuan waktu, alarm, kompas, senter, dan mendengarkan musik.


Ada beberapa musik yang sistem sematkan di jam tangan tersebut, musiknya hanyalah musik pengantar tidur agar mereka semua tidur dengan mudah.


Jam tangan ini memiliki fitur atau spesifikasi yang berguna untuk keawetan dan keamanan jam tangan, di antara lain ada fitur buka kunci akses dengan scan wajah, tahan air, bisa memperbaiki komponen yang rusak dengan sendirinya, dan satu lagi adalah mode invisible.


Untuk jam tangan sudah dijelajahi kegunaan serta fiturnya, tersisa tas penyimpanan yang belum mereka periksa.


Tas penyimpanan hanya memiliki satu fitur, yaitu dapat memuat banyak barang di dalamnya.


Bentuknya kecil membuat mereka mudah untuk membawanya dan juga tidak berat, layaknya membawa tas yang kecil dengan berat isi 1— 4 kilogram.


Mereka sudah memindahkan semua barang-barang pribadi mereka ke tas tersebut sehingga sekarang mereka terlihat sederhana tidak seperti orang yang sedang pindah rumah dengan membawa banyak tas.


Namun, Isander mengingatkan mereka untuk membawa satu tas yang biasa mereka bawa supaya orang tidak curiga dengan keanehan tasnya.


Dengan demikian, Isander pun memberi tahu tas yang dia bawa ini adalah tas yang serupa, tetapi memiliki sedikit perbedaan.


Tas Isander hanya untuk makanan dan minum yang berasal dari sistem.


Maka dari itu, Isander menitipkan barang-barangnya, seperti baju Meisya dan baju gantinya serta yang lainnya yang tak begitu banyak ke Giya dan Nina.


Tentu, mereka menerima permintaan Isander.


Terlihat jelas penampilan mereka semua yang agak berbeda. Mulai dari sosok Reza sampai Isander sendiri memiliki aura yang lebih kuat dibanding beberapa waktu yang lalu.


Tampilan mereka disertai dengan aura yang kuat sesuai dengan tingkatan level masing-masing.


Selain itu juga terlihat lebih percaya diri ketimbang sebelumnya.


Isander sangat senang mereka memiliki kekuatan yang yang lebih kuat. Agter Master Three Star cukup kuat untuk melawan Bullager, lebih lagi mereka memiliki kemampuan unsur elemen alam yang terbilang kuat.


"Sudah mau jam sebelas siang, kita harus berjalan lagi," ujar Isander kepada mereka berempat. "Ayo kita pergi!"


Giya dan lainnya mengangguk menuruti perintah Isander.


Mereka semua berjalan secara bersamaan ke arah yang sama, arah timur.


Di perjalanan kali ini, mereka semua merasa monster-monster tidak lagi terasa mengancam.


Monster dari jenis Catagtress, Salmagtress, Dogagtress, dan Bugagtress mampu dibantai habis-habisan oleh mereka berempat tanpa bantuan Isander.


Peningkatan mereka jelas terlihat dari performa mereka bertarung.


"Makan pisauku!"


Sosok Giya melompat ke atas beberapa meter dari tanah, tangannya membuang beberapa 2 pisau lempar berapi ke 2 monster Salmagtress yang ada di depannya.


Swooh! Swoshh!


Kecepatan pisau terbang tersebut sangat cepat, membuat monster-monster tersebut tidak sempat mengelak.


Cuakkkks!


Jeritan kedua monster berbunyi bersamaan dengan suara api yang membakar seluruh tubuh mereka.


Api berwarna kuning milik Giya cukup untuk melelehkan emas. Suhu apinya sudah berkembang lebih panas menjadi 1.100 setelah dilatih beberapa saat.


Kelompok Salmagtress terus bermunculan dari sungai besar yang tercemar yang sempat mereka jumpai.


Keempatnya dengan senang hati membantai mereka sampai habis.


Whoosh!


Reza berlari dengan sangat cepat, belati di kedua tangannya dengan gerakan yang seakan-akan lambat dalam memotong tubuh seekor Salmagtress tersebut menjadi beberapa bagian.

__ADS_1


__ADS_2