SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 31: Senjata Kebangkitan?


__ADS_3

Malam yang gelap berganti. Cahaya matahari melenyapkan kegelapan yang ada di Bumi, membuat tanda bahwa hari yang baru sudah dimulai.


Sinar matahari yang cerah mulai menabrak hutan tempat di mana mereka bertiga beristirahat.


Isander yang memeluk Meisya mulai membuka matanya karena cahaya matahari sudah mencolek tubuhnya.


Begitu membuka mata, Isander melihat bahwa kedua wanita yang tidur di dahan pohon lainnya masih tertidur pulas dalam postur duduk dan bersandar pada batang pohon.


Mereka tertidur begitu pulas, matahari yang sudah menyentuh wajahnya pun tidak bisa mengganggu mimpi yang sedang mereka alami.


Merasa bosan menunggu mereka bangun, Isander memiliki ide untuk melihat senjata atau kemampuan yang baru dia dapatkan semalam.


Di malam hari, senjata ini tidak terlalu jelas. Maka dari itu, Isander ingin melihat bentuk senjata di bawah cahaya yang cukup.


Segera, Isander menjulurkan tangan kanannya ke samping. Sebuah logo hitam tombak yang menarik perhatian mengeluarkan asap hitam.


Asap hitam ini seperti tidak akan habis dan terus keluar selama beberapa detik dengan jumlah yang begitu banyak.


Kurang dari 10 detik berlalu, asap tersebut memadat dan membentuk sebuah benda yang panjang di telapak tangan kanan Isander.


Begitu asap hitam menghilang, sebuah senjata panjang terwujud di telapak tangan Isander. Senjata ini memiliki panjang sekitar 1,7 meter.


Isander melihat senjata ini dengan wajah yang tersenyum. Tampaknya dia sangat menyukai senjata hitam ini.


Secara keseluruhan, senjata tersebut berbentuk tombak, tetapi memiliki keunikan di mana bilah tombak ada di kedua ujung tongkat atau tubuh tombak.


Cara membedakan yang mana atas dan bawah tombak itu bisa dilihat dari bilahnya. Salah satu bilah hitam tombak memiliki ukuran yang besar dan bentuk yang berbeda.


Bilah tombak yang besar itu memiliki bentuk mirip dengan bilah pada katana yang panjang, tetapi bilah ini ada 2 dan terdapat di bagian depan dan belakang, terdapat rongga atau ruang di antara kedua bilah tersebut.


Selain itu, ada tanda penghubung antara bilah dengan tongkat tombak, yaitu sebuah bagian tombak yang memiliki bentuk huruf V sehingga terlihat tubuh tongkat itu bercabang dan memunculkan kedua bilah.


Isander bisa mengubah kerapatan pada bilah tersebut, itu sesuai dengan kemampuannya dia.


Sementara itu, di ujung bawah tongkat terdapat bilah tombak yang berukuran kecil. Memiliki desain seperti tombak bilah bermata dua dengan ujung yang lancip.

__ADS_1


Seluruh tubuh tombak terbungkus berwarna hitam, di beberapa bagian tongkat tombak terpancar warna ungu gelap, serta ada asap hitam dan benang petir ungu di sekujur tubuh tombak.


Sangat keren Isander katakan. Dia suka dnegan perpaduan warna hitam dan ungu gelap.


Setelah itu, Isander mengembalikan senjata ini ke dalam punggung tangan kanannya.


Senjata ini memudar dan berubah menjadi sebuah kumpulan asap hitam yang dibungkus oleh cahaya ungu.


Berikutnya, asap tersebut memenuhi punggung tangan Isander dan memunculkan sebuah tato berlogo tombak yang mirip dengan desain tombaknya tadi.


Selain menambah penampilannya menjadi keren, adanya tato di sini memudahkan Isander untuk memanggil senjatanya di kondisi yang darurat.


Namun, Isander tidak sadar bahwa gerakannya tadi dilihat oleh Giya yang baru saja terbangun.


“Anu, apa itu tadi, Isander?“ tanya Giya dengan wajah yang terkejut dan ingin tahu.


Sebuah senyuman terbentuk di wajah Isander, ia berpikir untuk tidak menyembunyikan, dia menjawab dengan senyum yang ramah, “Ini senjata kebangkitan aku, ternyata aku baru tahu bisa membangkitkan kekuatan Agta jenis Weapon Badge.“


“Sungguh?!“ Giya menjadi terkejut mendengar ini. “Jadi, selama ini kamu memang sudah membangkitkan kekuatan Agta jenis senjata?“


“Iya. Aku baru tahu semalam.“ Isander menganggukkan dan membenarkan tebakan Giya.


Sebuah pikiran tersebut masih terngiang-ngiang di kepala Giya. Sampai sekarang dia tidak mengerti bagaimana caranya Isander mengeluarkan kekuatan bola angin, bongkahan batu, akar tanaman tanpa dimunculkan kekuatan senjata Agta.


Sebuah pengetahuan yang Giya tahu, seorang Agter yang memiliki unsur kekuatan alam itu pasti mengeluarkan kekuatan unsur alam melalui senjatanya, contohnya ada seorang Agter yang memiliki kekuatan panah dan api, unsur api yang dimiliki Agter tersebut baru bisa digunakan apabila busur dan anak panah dikeluarkan.


Mustahil tanpa senjata dikeluarkan kekuatan unsur alam bisa digunakan, terlebih begitu lihai seperti Isander ini.


Namun, Giya masih belum yakin dengan dugaan dan opininya tersebut.


Ada sebuah kemungkinan bahwa seorang Agter bisa mengendalikan kekuatan unsur alam tanpa ada perantara kekuatan Agta tipe senjata atau Weapon Badge.


Dunia ini luas, dia tidak bisa memastikan dugaannya benar.


“Apakah itu tombak senjata yang kamu bangkitkan?“

__ADS_1


Giya sempat melihat bentuk senjata yang Isander bangunkan. Terlihat agak aneh proses penarikan senjatanya, banyak sekali asap hitam.


Umumnya, proses pengeluaran atau menyimpan senjata memiliki efek cahaya putih atau efek dari unsur alam yang dimiliki.


Kekuatan Agta Giya yang berupaya pisau lempar ketika muncul memiliki efek visual berupa cahaya terang berwarna putih, efek ini adalah efek biasa.


Efek spesial biasanya yang memiliki unsur elemen, itu sesuai dengan elemen yang dibangunkan. Jikalau memiliki unsur api, senjata itu muncul disertai dengan kobaran api atau bahkan muncul dari api alias terbuat dari api.


Lantas, tombak Isander terbuat dari apa?


“Benar, itu tombak berbilah dua, atas dan bawah.“ Isander mengangguk dan tersenyum.


“Asap itu? Apakah itu elemennya?“ tebak Giya yang penasaran.


Isander tidak langsung menjawab, dia berpikir dahulu sebelum menjawab. Jawabannya ini akan memiliki dampak yang lain.


“Tidak, hanya visual saja.“ Isander menggelengkan kepalanya. wajahnya tampak meyakinkan.


Untuk sekarang, Isander belum berani untuk mengungkapkan kekuatan penuh dari senjatanya. Isander berencana untuk menjadikan kekuatan sebenarnya dari senjatanya ini sebagai kartu pamungkas yang selalu disimpan dan digunakan dalam kondisi tertentu.


“Oh ….“ Giya mengangguk paham akan sesuatu. “Aku kira itu terkait dengan elemen yang terkandung pada senjata kebangkitan kamu, Isander.“


“Haha, bukan. Bagaimana efek tampilan dan bentuk senjataku tadi?“ Isander menaikkan alisnya dan meminta tanggapan.


Giya memberi jempol tangan kanannya kepada Isander. “Bagus, terlihat keren dan menyeramkan.“


“Haha, terima kasih. Senjata kamu juga keren.“


Setelah obrolan ringan tersebut, tak lama kemudian Nina dan Meisya terbangun dari tidurnya.


Mereka semua turun dari pohon, tetapi tidak beranjak pergi, melainkan duduk di bawah batang pohon yang besar.


Sebelum melanjutkan perjalanan, mereka memasak daging ayam untuk makan di pagi hari.


Isander sudah terbiasa dengan rasa ayam panggang atau bakar ini. Bumbunya hanya garam saja, itu terasa sedikit asin.

__ADS_1


Setelah makan pagi, mereka bertiga melanjutkan bertualang mereka menuju Gunung Salak.


“Hari yang begitu cerah, semoga tidak ada monster yang merepotkan.“


__ADS_2