SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 114: Kimaya yang Unik dan Misterius


__ADS_3

Rusa kecil yang aneh ini dipanggil Kimaya sejak hari ini.


Meisya, Reren, dan Helen sangat senang bermain dengan Kimaya. Berlarian bersama di perjalanan mengikuti Kimaya yang sedang berjalan sembari melompat.


Pemandangan yang hangat dan menyejukkan jiwa, di tengah-tengah kekacauan ada kegembiraan yang masih dipertahankan.


Mereka sangat membutuhkan hiburan seperti ini, melihat dunia yang masih banyak dipenuhi oleh canda dan tawa anak kecil yang suci. Bukan dunia yang hancur dipenuhi darah dan pertarungan yang mereka inginkan.


Sekarang mereka semua berjuang untuk mewujudkan kebahagiaan umat manusia di generasi selanjutnya.


Dunia tidak boleh terus-menerus seperti ini, takkan pernah bisa monster-monster merusak menguasai dunia. Tanah kelahiran umat manusia harus tetap dijaga, dan mereka sedang berjuang untuk itu.


Mereka semua terus berjalan ke arah Kota Komodo yang diperkirakan tidak begitu jauh, mungkin besok akan sampai di sana.


Selama di perjalanan mereka melewati hutan, ada beberapa monster level B yang datang menghampiri mereka hendak menjadi Isander dan lainnya sebagai makanan utama.


Sayang sekali, monster-monster itu bertemu dengan kumpulan orang yang salah.


Hanya dengan kekuatan anggota kelompok Isander, semua monster yang memiliki tingkat B dibunuh dan diambil bukti pembunuhan dari salah satu bagian tubuh monster. Hal ini membuat mereka semua menjadi banyak Koin Agta.


Ada yang menarik dari perjalanan ini, Kimaya si Rusa Kecil membantu mereka membasmi monster dengan tanaman merambat yang menjebak kaki mereka semua.


Saat Isander melihat ini, dia langsung teringat Deegiant yang memiliki kemampuan yang sama.


Deegiant sempat menggunakan kemampuan ini, tetapi Isander tidak menganggapnya serius karena ikatan tanaman merambat di kakinya tidak berarti, mudah terlepas dan hancur.


Berbeda dengan kemampuan yang ditampilkan Kimaya, ikatannya mampu menjebak monster level B beberapa saat sehingga anggota kelompoknya bisa melancarkan serangan dengan mudah.


Mungkin saja karena objek ikatan Deegiant adalah dirinya dan itu tidak berefek banyak, terlihat lemah.


Misalkan digunakan kepada target lain, seperti monster B dan A yang lebih lemah, mungkin bisa dan benar-benar efektif.


Jujur, Isander mengakui dirinya lebih kuat dari Deegiant. Wajar apabila dia begitu percaya diri lantaran dia memiliki ukuran pada kekuatannya sendiri.


"Kimaya sangat hebat!"


Meisya yang tahu Kimaya banyak membantu anggota kelompok ayahnya langsung memuji Kimaya sambil memeluknya bak memeluk boneka.


Selain Meisya, anggota kelompok Isander yang lainnya pun ikut menuju Kimaya karena banyak membantu pertarungan melawan monster barusan.

__ADS_1


Kimaya melepaskan pelukan Meisya perlahan dan dia melompat kegirangan dikarenakan banyak dipuji.


Menyaksikan Kimaya, Isander menjadi bingung dengan identitas rusa ini yang sesungguhnya.


Ada 2 tebakan yang Isander buat terhadap identitas Kimaya, pertama adalah Kimaya ini anak dari Deegiant yang mati, kedua Kimaya merupakan Deegiant yang berubah menjadi kecil.


Kedua kemungkinan itu yang masuk akal bagi Isander.


Mau itu fisik dan kemampuan Kimaya, ini sangat mirip dengan Deegiant, hanya saja dalam bentuk mini dan terlihat lucu.


Anehnya, dan hal ini yang membuat Isander bingung adalah sifat Kimaya yang berbanding terbalik dari Deegiant besar.


Seolah Kimaya ini berkhianat dan membantu manusia yang merupakan musuh dari rasnya sendiri.


Kimaya ini sangat membingungkan. Monster yang membantu manusia dalam menghilangkan monster di muka planet ini.


Perjalanan terus berlanjut sampai langit menjadi gelap.


Sebelum malam, mereka semua tidak lupa makan siang bersama.


Mereka sangat menikmati makan yang diberikan Isander di setiap Minggu. Bagi mereka, makanan merupakan sumber kebahagiaan yang utama. Bisa dibilang salah satu hiburan mereka di dunia yang kacau ini.


Namun, makanan sebanyak itu tidak cukup untuk diberikan kepada umat manusia di dunia ini. Pasti kurang dan dia butuh puluhan mungkin jutaan ton untuk menyediakan makanan enak kepada umat manusia.


Sistem tidak memberinya makanan yang banyak, membuat Isander tak bisa banyak berbagi kepada orang lain.


Sebisa mungkin Iskander akan berbagai ke orang-orang yang benar-benar membutuhkan.


Ya, Isander tetap memilih dalam membagi kebaikan, tidak semua manusia layak untuk diberikan kebaikannya.


Kembali tentang makan siang, Kimaya ini ternyata suka dengan makanan manusia, padahal Isander tidak tahu di mana lidah dan organ dalam Kimaya ini lantaran seluruh tubuhnya terbuat dari tanaman merambat yang saling mengikat dan bersatu membuat bentuk rusa ini.


Tidak ada komponen-komponen lain selain tanaman panjang, kecuali bagian mata Kimaya yang bersinar biru laut yang entah cahaya itu berasal dari mana.


Sesuatu yang masih dipikirkan oleh Isander sampai sekarang, bagaimana monster ini bisa punya cahaya di bagian mata yang tidak ada bola mata.


Mata Kimaya hanya berupa cahaya biru laut yang cukup terang meski di bawah cahaya terik matahari.


Di malam hari itu lebih jelas terlihat, tetapi hanya terlihat seperti dua bola cahaya kecil yang menyala di dalam kegelapan yang sepi.

__ADS_1


Cukup menakutkan.


Isander dan semua anggotanya malam ini tinggal di sebuah pemukiman seperti desa.


Desa yang letaknya ada di dataran yang cukup datar tidak naik atau turun.


Ada satu bangunan yang terbuat dari perpaduan kayu dan tembok masih berdiri meski ada beberapa bagian rumah tersebut rusak.


Dengan kekuatan Isander, itu bisa diperbaiki sesuai dengan keinginannya sendiri.


Malam ini mereka bisa tidur dengan aman dan nyaman, Isander juga sudah memeriksa wilayah pemukiman apakah ada monster atau tidak.


Mereka bisa tidur tanpa harus cemas dan memikirkan monster akan menyerang mereka saat tidur atau tidak.


Isander ada di ruang keluarga atau ruang mereka berkumpul dan sudah bisa dijamin mereka tidak akan terluka atau diserang oleh monster.


Malam ini Isander tidak diam di ruang kumpul atau keluarga sendirian, Kimaya menemaninya walau dia akhirnya tertidur di samping Isander yang sedang duduk.


Memang imut makhluk aneh ini, mirip seperti binatang peliharaan yang memiliki kepribadian lucu dan penurut.


Lebih condong seperti anjing, tetapi dalam bentuk monster Deegiant versi kecil.


Pada saat yang sama, di malam hari ini, Aqila dan anggota Garuda Comity telah berada area Kota Komodo, tepatnya di area pemukiman yang cukup dekat dengan Kota Komodo.


Mereka bermalam di salah satu bangunan yang setengah runtuh tanpa ada rasa khawatir.


Di sana mereka membicarakan sesuatu yang serius dan penting.


"Orang itu jika bisa direkrut akan membuat tim kita makin kuat dan terpandang. Sayangnya, orang itu terlalu misterius untuk direkrut."


Kei menatap Aqila, Tara, Sadam, dan Hendra dan berkata, "Bagaimana menurut kalian, orang ini pantas kita ajak masuk ke dalam kelompok kita?"


Tanpa banyak berpikir, Aqila menjawab dengan lantang, "Tidak."


"Mengapa kamu menjawab tidak? Apakah ada alasannya?"


Kei melirik Aqila dengan heran dan juga penasaran. Tak menduga kalau Aqila akan menjawab seperti itu.


Aqila duduk bersandar di dinding bangunan, mengarahkan pandangannya ke Kei dan mulai menjelaskan, "Dia bukanlah tipe orang yang mudah untuk diajak melakukan sesuatu ....."

__ADS_1


__ADS_2