
Manusia berwujud aneh ini mengucapkan sebuah kalimat yang dapat dimengerti oleh Isander dan yang lain.
“Sa–sangat hebat! Pa–pantas saja semua orang in–ingin se–sekali kekuatan Agta. Ternyata Agter sehebat ini. Hahaha!“
Suara serak yang dapat menggetarkan hati manusia biasa keluar dari mulut hancur manusia aneh yang berdiri jauh di depan Isander dan kedua wanita lainnya.
Walaupun terpaut jauh jaraknya, suara Pak Tole yang berubah menjadi manusia aneh tersebut dapat didengar oleh orang di kejauhan, bahkan jika itu berdiri di berpuluh-puluh meter dari titik Pak Tole berada.
Kedua wanita yang aktif kembali pasif setelah mendengar suara dari Pak Tole yang berubah. Hanya dengan ucapan biasa membuat keberanian mereka tergoyahkan. Keduanya tampak takut dengan kulit wajahnya sedikit pucat.
Posisi mereka berdua yang awalnya ada di samping Isander, berpindah perlahan ke belakang Isander dengan kewaspadaan yang tinggi.
Meisya yang telah terbangun sejak mereka keluar dari rumah menjadi lebih ketakutan begitu mendengar suara aneh Pak Tole yang abnormal.
Isander bisa dengan jelas merasakan tubuh Meisya bergetar hebat sambil mencengkeram kuat bajunya dan memeluk erat Isander.
Mengetahui anaknya yang sangat takut dengan monster ini, membuat Isander sangat ingin sekali memusnahkan monster di depannya.
Sifat pengecut yang dimiliki oleh Isander menghilang karena pertarungan demi pertarungan yang pernah dia alami. Dia benar-benar tidak peduli lagi dengan musuh yang ada di depannya, dia hanya ini hidup tenang tanpa ancaman bersama putri kecilnya.
Siapa pun makhluk ataupun orang yang menghalanginya dan membuat dia menjadi khawatir tentang kondisi keselamatan anaknya, tanpa ada rasa ragu Isander lawan sampai dia mengenyahkan makhluk tersebut dari kehidupannya.
Dan Pak Tole yang aneh ini adalah makhluk yang harus Isander lenyapkan.
Senjata tombak hitam di tangan kanannya menjadi lebih hitam dan listrik ungu makin banyak menyelimuti bagian tubuh senjata. Benang listrik ungu ini menyentuh kulit tangan Isander, tetapi tidak memiliki efek apa-apa kepada Isander.
Senjatanya tidak akan pernah menyakitinya. Dark Spear mengakui Isander sebagai pemilik sehingga kekuatan Dark Spear takkan bisa menyakiti Isander secara tidak sengaja seperti itu.
“Aku merasakan sinyal berbahaya dari senjatamu, gghh!“ Pak Tole berdiri dengan sangat tidak normal dan menatap sosok Isander kejauhan yang berdiri sambil memegang sebuah senjata tombak hitam terbungkus beberapa benang listrik yang keluar.
Cahaya kelap-kelip yang dihasilkan oleh listrik senjata Isander menjadi lebih terang, tak sengaja menyinari wajah Isander yang tampan dan terlihat sangat serius. Matanya sangat tajam membidik sosok Pak Tole.
“Kukira aku takut dengan Agter?“
Perubahan terjadi pada tubuh abnormal Pak Tole, sesuatu tumbuh di punggung Pak Tola hingga merobek baju yang dipakainya.
“Argghhh!!“
__ADS_1
Perasaan sakit yang tak terlukiskan dirasakan oleh Pak Tole, tubuhnya memunculkan banyak bagian tubuh yang tidak biasa. Di punggungnya terbentuk delapan kaki panjang yang mirip laba-laba berukuran besar mengangkat tubuh kecil Pak Tole yang makin lama membesar.
Tubuh manusia Pak Tole terdistorsi dengan bentuk yang abstrak, dan mengembang bagai balon yang ditiup.
Pemandangan Pak Tole yang bertranformasi menjadi seekor monster ditonton oleh ketiganya dari jauh.
Kedua wanita ini memandang sosok Pak Tole dengan ngeri, butiran keringat keluar di kening mereka berdua.
“Ini … ini adalah monster tingkat A!“
“Pak Tole berubah menjadi monster dengan ancaman di Level Anakonda … tidak mungkin!“
Tepat ketika mereka berdua mengatakan kalimat itu, transformasi yang dilakukan oleh Pak Tole telah selesai.
Wujudnya sekarang tidak lagi seperti seorang manusia, melainkan monster besar belasan meter dengan tubuh berbentuk seekor laba-laba besar berkepala manusia.
Kepala Pak Tole yang utuh itu diletakkan di depan tubuh laba-laba raksasa sebagai kepalanya.
Tampilan ini sangat mengganggu dan membuat orang tidak nyaman.
Bam! Bam!
Dari pemandangan tersebut saja dapat membuat orang berpikir bahwa monster ini bukan monster yang lemah. Dengan satu gerakan menginjak tanah saja mampu menimbulkan kerusakan yang seperti itu.
Giya dan Nina menelan ludah ketika melihat gerakan monster di kejauhan, mereka tahu betapa kuatnya monster yang sedang mereka hadapi sekarang.
“I–Isander, se–sebaiknya, kita kabur saja. Monster ini le–lebih ku–kuat dibandingkan de–dengan Bullager,” ucap Giya dengan suara yang gugup dan takut. Tangannya menarik baju belakang Isander, mencoba untuk memberi tahu Isander tentang bahaya yang saat ini mereka lawan.
“Kalian tidak perlu takut,” kata Isander dengan tenang. Dia melepaskan Meisya dan memberikannya kepada Giya. “Jaga Meisya, jangan sampai kalian dan Meisya terluka. Aku akan mengurus monster ini.“
Memeluk Meisya, Giya tidak tahu cara bagaimana untuk menghentikan niat Isander. Jujur saja, dia tidak yakin kekuatan Isander bisa mengalahkan monster di tingkat A, ini jauh berkali-kali lipat dari monster banteng yang pernah Isander bunuh.
Bisa dilihat dari ukurannya, monster yang memiliki wujud seekor laba-laba ini lebih besar 2 kali lipat dari Bullager.
Tinggi monster lebih dari 11 meter dan panjang tubuhnya lebih dari 14 meter. Ukuran yang dapat dengan mudah menghancurkan rumah tembok lantai 2 sampai rata bersama tanah.
Ukuran Bullager yang sudah besar benar-benar dikalahkan oleh monster ini. Jika keduanya disandingkan itu akan terlihat seperti anak kecil dan orang dewasa.
__ADS_1
“Ayah, apa kamu bisa berjanji dalat mengalahkan monster ini dan kembali dengan selamat kepada Meisya?“ tanya Meisya yang memberanikan diri menatap Isander meski ia melihat dengan jelas sosok besar di belakang Iskander.
Isander mengangguk dan tersenyum lembut kepada Meisya. “Apakah itu sebuah permintaan Meisya kepada Ayah?“
“Iya, aku ingin Ayah mengalahkan monster itu dan kembali tanpa luka.“ Meisya mengangguk cepat beberapa kali dan menatap Isander dengan mata besar imutnya.
[Ding! Terdeteksi Bahwa Meisya Memiliki Keinginan! Sistem Memberi Anda Kemampuan Finger of Flame!]
“Baiklah, ayah akan mengalahkan monster dan kembali dengan selamat.“ Isander menjadi lebih yakin dengan kekuatannya setelah mendengar suara mekanis Sistem yang muncul di dalam benaknya.
Adanya kemampuan baru menambah kemungkinan dirinya bisa mengalahkan monster yang katanya kuat.
Melihat mereka bertiga menjauh ke arah timur, Isander merasa sedikit lega, posisi mereka tidak berada di kawasan yang berbahaya.
Membalikkan tubuhnya, Isander melirik monster laba-laba raksasa di depannya dengan wajah yang mendalam.
Grrieekkk!
Mulut Pak Tole terbuka dan mengeluarkan raungan khas yang mampu menyebabkan rasa sakit pada telinga orang yang mendengarnya.
Isander menutup telinganya dengan kedua tangannya, mengurangi suara keras yang diterimanya.
“Apakah kamu sedang mencoba memprovokasiku?“
“Pro … vo–vokasi ….“
Pak Tole yang menjadi monster ini mengucapkan satu kata dengan sangat tidak jelas dan terputus-putus.
Griekkk!
Setelah mengatakan itu, monster laba-laba raksasa sekali lagi meraung keras kepada Isander seolah dirinya memang benar sedang menantang Isander.
“Baik, aku akan melawan kamu, Pak Tole!“
Dark Spear di tangan Isander terbentuk lagi dan cahaya ungu gelap bermunculan makin banyak.
Zzztt!
__ADS_1
Isander mulai bergerak, dia melangkah kakinya ke depan secara perlahan menuju ke arah depan. Sosoknya yang tidak takut dan kalem membuat amarah monster laba-laba meledak.
Kaki panjang yang berjumlah delapan bergerak sangat cepat, monster laba-laba besar merangkak dengan kecepatan yang tinggi menghampiri Isander.