SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 46: Kemampuan Defensif Baru


__ADS_3

“Itu karena kemampuan baruku.“ Isander tersenyum ke arah mereka dan memasang wajah yang sangat meyakinkan.


“Sungguh?!“ Giya terkejut mendengar ini. “Kamu membangkitkan kemampuan lagi?!“


Selain Giya, Nina juga kaget dengan ucapan Isander, dia tidak menyangka Isander bisa membangkitkan kemampuan lagi.


Kemampuannya sudah sangat banyak, dihitung ada sekitar 5 kemampuan, yaitu kendali kayu, bola badai, kendali tanah, penyembuhan, tombak hitam, kemampuan-kemampuan itu yang mereka ketahui sampai saat ini.


Sebenarnya, kemampuan Isander lebih dari itu. Ada Magnetar Body dan Hand of Earth yang memang tidak begitu jelas diperlihatkan.


Untuk kasus Hand of Earth, mereka berdua menyangka satu paket dengan Foot of Earth. Maka dari itu, keduanya mengenali kemampuannya dengan kendali tanah.


Tidak sepenuhnya salah dan benar. Kemampuan Isander memang terpisah-pisah, tetapi memiliki unsur yang sama di beberapa kemampuan.


“Iya, aku tidak tahu. Tiba-tiba saja kemampuannya ini muncul dan aku bisa menggunakannya. Setelah itu, aku mencoba kemampuan ini kepada kalian.“ Isander sempat menggaruk-garuk kulit pipinya dan dia memasang postur tubuh yang berdiri tegak.


Mendengar perkataan Isander, membuat Giya dan Nina menjadi sangat penasaran dengan kemampuannya. Mereka baru tahu bahwa ada kemampuan yang membuat mereka tidak bisa diserang oleh serangan monster yang datang.


Pada saat mereka bertarung dengan puluhan monster Dogagtress, ada adegan Dogagtress yang membidik Giya dan Nina. Banyak serangan yang dilontarkan oleh monster-monster ini kepada keduanya. Cakaran, gigitan, dan serudukan kepala telah mereka coba untuk melukai kedua wanita ini. Namun sayang, tidak ada satu pun serangan yang berhasil membuat mereka berdua terluka.


Saat serangan itu hendak mengenai tubuh Giya dan Nina, seperti ujung cakar tajam monster beberapa puluh sentimeter ingin merobek kulit Giya dan Nina, mendadak ada sesuatu yang menghalangi serangan tersebut dan membuat banyak serangan monster ditangkis oleh sesuatu benda yang tak terlihat.


Tidak peduli diserang dari sudut dan arah apa, mereka tidak bisa menyentuh rambut keduanya satu helai pun. Sesuatu ini disadari oleh keduanya dan mereka terheran.


Dalam sekejap pikiran mereka bersatu, mereka berdua sama-sama menduga bahwa semua ini berasal dari Isander. Tak ada yang bisa melahirkan sesuatu peristiwa yang aneh kecuali Isander.


“Bolehkah kamu beri tahu kami tentang kemampuan itu?“ Giya menatap Isander dengan wajah yang ingin tahu dan penasaran berat. Tidak berbeda dengan ekspresi muka Nina.


Menatap raut wajah mereka yang memohon dan penasaran, Isander tidak bisa menahannya lagi dan berkata mengungkapkan kemampuannya itu, “Wind Barrier, itulah nama kemampuannya.“


“Wind Barrier?!“ Giya dan Nina memiliki ekspresi yang sama, keduanya menatap Isander dengan pupil mata yang membesar.


“Ya, Wind Barrier. Pelindung atau penghalang diri yang terbuat dari putaran angin atau gerakan angin yang sangat cepat dan tinggi di sekitar tubuh sehingga dapat menolak beberapa serangan musuh yang menuju ke arah kita,“ terang Isander sambil mengangguk kejam. Wajah Isander sama sekali tidak terlihat sedang berbohong.

__ADS_1


Namun, keduanya benar-benar terkejut saat ini sampai-sampai keduanya mematung tak bergerak beberapa saat.


“Kemampuan unsur elemen alam lagi?! Jangan bilang padaku kamu adalah pria yang disukai alam?!“ Giya menatap Isander dengan manik mata yang tertulis perasaan terkejut.


“Tidak, aku tidak tahu.“


Isander sama sekali tidak tahu dengan Sistem. Kemampuan ini diberikan oleh Sistem begitu Meisya berkeinginan dirinya mengalahkan para monster tadi.


Sebenarnya, Isander sudah tahu cara memicu Sistem dan bagaimana Sistem ini bekerja. Dia harus membuat Meisya memiliki keinginan agar dirinya diberikan hadiah yang berkaitan dengan keinginan Meisya.


Akan tetapi, Sistem tidak bisa dipicu secara sengaja, seperti dirinya saat itu meminta Meisya melontarkan keinginannya sesuai dengan arahan Isander.


Sistem tidak akan muncul dan memberikannya kemampuan super.


Kemampuan akan diberikan apabila Meisya memiliki keinginan yang datangnya dari hati dan bukan karena disuruh atau paksaan dari orang lain.


Mau bagaimana pun Isander meminta Meisya membuat keinginan, Sistem mustahil muncul dan mengabulkan permintaan Meisya.


Maka dari itu, hadiah yang diperoleh dari Sistem pun sangat acak dan dia tidak bisa menebaknya sama sekali.


Dengan kemampuan ini, Isander tidak perlu takut lagi Meisya terluka. Dia bisa memasang penghalang kepada tubuh Meisya selama dirinya bertarung melawan monster-monster.


“Aku sangat iri kepadamu, Isander. Aku juga ingin memiliki kemampuan yang lebih dari satu seperti kamu.“ Giya menampik raut muka yang menyedihkan.


Nina menepuk tangan Giya dan berkata, “Kamu harusnya bersyukur, aku ingin sekali memiliki kemampuan yang dimiliki kamu, menurutku cukup praktis karena bisa dilempar dan ditarik kembali layaknya bumerang. Kekuatan Agta senjata punyaku tidak bisa seperti itu.“


Jujur saja, Nina ingin memiliki kekuatan yang dipunya Giya, menurut dirinya sangat bagus dan praktis dalam beberapa kondisi.


Berbeda dengan kemampuan senjatanya yang hanya bisa menebas dan memotong. Jika dia lempar pisaunya, itu tidak akan kembali lagi.


Isander tidak menjawab ucapan keduanya. Dia tidak tahu harus menjawab apa.


“Sungguhan? Kamu pasti bercanda, Nina.“

__ADS_1


“Tidak, aku tidak bercanda. Aku serius.“


“…”


Melihat keduanya mulai berdebat hal sepele, Isander memanfaatkan kondisi ini untuk memeriksa keadaan Meisya. Dia masih tertidur pulas di pelukannya.


Sejak awal pertempuran terjadi, Isander sama sekali tidak bergerak, dia hanya berdiri di tempat sambil mengaktifkan Dark Spear di tangan kanannya, serta beberapa kemampuan untuk menghancurkan puluhan monster berbentuk anjing yang menyerangnya.


Meisya membuat keinginan ketika pertempuran belum dimulai. Meisya merasa mengantuk di saat pertempuran berlangsung selama beberapa detik karena dia memejamkan matanya sambil memeluk leher Isander agar tidak melihat pemandangan monster yang mengerikan.


Lambat-laun rasa kantuknya mendominasi dan dia tidur di pelukan ayahnya dengan perasaan yang damai dan tenang.


Melihat banyak jasad monster bertebaran di mana-mana, Isander mulai melakukan pembersihan kasar, seperti yang biasa dilakukan, yakni menimbun dan mengubur mayat monster ke dalam tanah.


“Tunggu, Isander!“ Giya menahan Isander untuk memasukkan jasad-jasad monster ke tanah. “Ambil dulu ekor monster ini sebagai bukti pembunuhan. Lumayan untuk pendapatan.“


“Benar kata Giya. Lebih baik kita ambil ekornya sebagai bukti.“ Nina mengangguk dan setuju dengan ucapan Giya.


Isander tidak peduli dengan bukti pembunuhan monster. Pasalnya, dia tidak tahu ingin ke kota atau tidak. Lagi pula, tidak ada kepentingan di kota.


Perasaan ketidaksenangan kepada kota masih bersemayam di hati Isander. Dia malas untuk ke kota, tidak ada keinginan untuk ke sana.


Awalnya, dia ingin ikut menukarkan bukti pembunuhan monster yang dia bunuh. Namun, setelah dipikir-pikir beberapa hari ini, Isander mengubah pilihannya.


Untuk tujuan apa dirinya ke kota apabila dia sekarang sudah memiliki kemampuan yang kuat dan tak butuh lagi perlindungan dari pihak kotak. Urusan makanan pun Isander tidak kekurangan sama sekali. Tak butuh bantuan sedikit pun dari kota untuk sekarang.


“Ambil saja. Aku tidak menginginkannya.“


“Eh? Mengapa?“ Nina dan Giya terkejut dan bersamaan menoleh menatap Isander dengan heran.


Isander tersenyum penuh arti. “Tidak apa-apa, ambil saja. Jangan pikirkan tentang pilihanku.“


“Umm, baiklah.“

__ADS_1


Setelah itu, keduanya mengambil beberapa ekor monster yang utuh dan mengumpulkannya dengan rapi. Total ada 27 ekor yang berhasil mereka kumpulkan. Ekor-ekor tersebut di letakkan ke dalam kain dan Giya jinjing. Tasnya sudah penuh.


Usai semua selesai, mereka semua mulai meneruskan perjalanannya lagi pergi ke tempat tujuan Rain Settlement.


__ADS_2