SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 129: Datang Tepat Waktu


__ADS_3

Di bawah matanya yang terpejam, Goron menunggu akhir hidupnya datang, dia sangat siap untuk merasakan sakit yang luar biasa.


Pasalnya, tanah yang membentuk tangan sudah terkelupas dan rontok seperti pohon yang kering. Dia hanya perlu menunggu kematiannya tiba.


Namun, setelah beberapa detik berlalu, Goron tidak merasakan sama sekali. Sebaliknya, dia merasa tangannya menjadi jauh lebih ringan.


Dengan keanehan yang ia rasakan dan alami sekarang, Goron membuka matanya untuk melihat apa yang sedang terjadi padanya.


Saat dia membuka matanya, Goron langsung diperlihatkan sesosok makhluk dengan tubuh hitam yang sangat dia kenal sedang berdiri menopang kaki besar monster menggunakan satu tangannya seolah itu bukan apa-apa.


"Kamu—" Goron ingin mengatakan sesuatu, tetapi dipotong oleh sosok tersebut.


"Pergilah."


Goron tertegun kembali dalam waktu yang sangat singkat, kemudian dia mengangguk menunjukkan dirinya mengerti.


Dengan begitu, Goron berlari di bawah kaki monster yang besar ini untuk menyelematkan diri.


Setelah melihat Goron berhasil keluar dari bawah kaki monster yang besar ini.


Sosok tersebut meninju telapak kaki monster dengan kepalan tangan yang kuat hingga membuat kaki monster terpental ke atas.


"Sangat kuat," gumam sosok tersebut dengan suara yang penuh kejutan.


Isander berhasil menyelamatkan Goron di waktu yang begitu tepat.


Dari tempat pertemuan antara anggota kelompoknya, Isander terbang dengan kemampuan baru, tidak baru, melainkan ada kemampuan yang ditingkatkan sehingga memberikan efek baru.


[Baryon Cenagon (A) : Kemampuan yang mengubah pengguna menjadi sesuatu makhluk yang kuat, data tidak bisa dimuat semuanya. Memberikan pengguna armor dan senjata, dua sayap naga, fisik bertambah 10.000 poin.]


Tidak menyangka dengan Baryon Cenagon yang punya efek yang menakjubkan. Fisik bertambah 10.000 poin atau setara dengan 10.000 manusia biasa.


Dia mampu meninju seorang manusia biasa hingga terhempas sejauh beberapa kilometer.


Meisya yang memberinya kesempatan untuk meningkatkan Baryon Cenagon dengan memberi 2 kartu peningkatan kemampuan sekaligus.


Melihat betapa ricuh dan kacaunya Kota Komodo, beberapa jeritan yang terdengar hingga ke luar kota, membuat Meisya memintanya untuk menyelamatkan orang-orang dan mengalahkan semua monster yang menyerbu Kota Komodo.


Ada dua permintaan yang dilontarkan oleh Meisya sehingga dia mendapatkan total 2 Kartu Peningkatan Kemampuan.


Isander tidak tahu bahwa meningkat kemampuan Baryon Cenagon akan meningkat kekuatannya secara drastis.

__ADS_1


Dalam sekejap, Isander sudah berada di tingkat Agter King Three Star.


Gruoahhh!


Monster gajah raksasa yang dipukul tangannya merasakan rasa nyeri dari telapak kakinya sehingga dia berteriak kesakitan begitu nyaring.


Dengan merintih kesakitan, monster tersebut melangkah mundur, dan dengan cepat mencari pelaku yang menyakitinya.


Namun, sebelum sempat monster ini sempat menemukan pelakunya, dia merasakan ada sesuatu yang keras memukul kaki kanannya.


Rasa sakit ini membuat kakinya merasa kesemutan dan bergetar, saat digerak pun langsung timbul rasa nyeri.


Hal ini membuat monster tersebut marah besar.


GRUOAHHH!!


Suara yang dikeluarkan oleh monster gajah raksasa kali ini sangat keras membuat beberapa kaca di bangunan yang telah direnovasi hancur dan pecah.


Banyak Agter yang langsung menutup lubang telinganya agar tidak sakit saat mendengar raungan kemarahan dari monster itu.


Namun, raungan dikeluarkan oleh mulut itu sia-sia bagus Isander yang bisa mengaktifkan panca indranya semaunya.


Dengan demikian, teriakan tersebut seolah tidak ada, tetapi Isander masih bisa merasakan gelombang suara yang membuat telinga berdengung.


Bam!


Gelombang kejut kecil tercipta dari tabrakan ini, monster mundur lagi hingga tubuhnya hampir keluar dari wilayah Kota Komodo.


Fenomena ini disaksikan secara langsung oleh para Agter dan petinggi kota.


Mereka semua terkejut dengan penampilan Isander yang luar biasa kuat.


Goron pun tak bisa menahan rasa keterkejutannya setelah melihat Isander yang memukul mundur monster.


"Sial! Dia benar bisa memukul monster ini sampai mundur beberapa langkah!" Teman Goron yang membantu Goron kabur dari telapak kaki monster berseru sangat heboh.


Sosok manusia berzirah hitam dan bersayap ini menampilkan kekuatan yang menakjubkan.


Mereka sama sekali tidak bisa meninju monster besar dengan tinggi puluhan meter hingga bergerak mundur.


Kekuatan mereka jauh dari kekuatan yang dimilik sosok humanoid bersayap ini.

__ADS_1


Di dalam pandangan mereka semua, mereka melihat sosok bersayap tersebut mengeluarkan dua senjata yang pernah mereka lihat sebelumnya.


Reaksi mereka terhadap kedua senjata yang dipegang Isander adalah kengerian.


Mereka tahu betapa mengerikannya senjata Isander, monster level A saja dengan mudah dipotong seperti daging biasa.


Melihat ini, mereka semua berharap Isander berhasil melenyapkan monster.


Namun, Goron tiba-tiba tersadar akan sesuatu, dia menoleh melihat teman-temannya dan berkata, "Tolong kerahkan Agter untuk menyerang monster yang ada di luar kota. Agter yang ada di dalam sudah cukup untuk berjaga-jaga di kejauhan. Diharapkan para Agter tersebut mampu mengurangi jumlah monster yang ada di luar sehingga jumlah yang masuk ke dalam kota berkurang."


"Baik, aku mengerti, Goron. Ingat tetapi komandoi para Agter, jangan sampai para monster kecil ini menghancurkan banyak bangunan di kota lebih dalam lagi."


"Siap, aku paham."


Selanjutnya, dua orang teman Goron berlari ke arah yang berbeda, mereka bergegas menuju ke tempat keluar alternatif kota untuk mengirimkan Agter Weapon Badge tipe jarak jauh bertujuan membunuh banyak monster di luar dan mengurangi beban Agter yang ada di dalam.


Tak lama kemudian, sebuah cahaya lilac dan ungu gelap yang menyilaukan tercipta dari kedua senjata Isander, membentuk sebuah gelombang energi berbentuk lengkungan sabit yang besar, ukuran nya mencapai setengah dari monster tersebut.


Monster gajah raksasa tidak tahun ada dua energi kuat yang mengarah kepadanya.


Di detik berikutnya, ledakan tercipta dengan darah yang menyembur keluar seperti hujan, membasahi jalanan yang ada di dekat tubuh monster berdiri.


Kabut merah membungkus kepala monster itu di udara sehingga banyak orang yang tidak mengetahui kondisi monster gajah tersebut.


Setelah kabur darah itu menghilang, semua orang bisa melihat terdapat luka dalam berbentuk huruf X sehingga itu tampak mengerikan.


Salah satu mata monster raksasa satu ini telah terpotong dan terikat sangat parah.


Tak hanya sampai di situ, Isander dengan bilah pedang dan tombaknya yang menyala siap untuk melancarkan gelombang energi yang terkonsentrasi.


Tepat ketika para Agter menunggu serangan Isander, mereka semua merasakan ada yang salah.


Bam!


Isander yang terbang di udara sekejap mata menghilang karena dihantam oleh belalai besar gajah raksasa.


Tubuhnya terbang cepat hingga menabrak tembok kota di bagian utara.


"...."


Untuk sementara waktu, semua tercengang dengan apa yang telah terjadi barusan. Kejadian ini terlalu mendadak bagi mereka.

__ADS_1


Goron yang melihat sosok Isander yang terpental jauh sampai menabrak tembok kota dengan keras langsung memiliki wajah yang pucat.


"Aku lupa, belalai monster ini tidak sama dengan bagian tubuhnya yang lain, belalainya mampu bergerak menampar dengan kecepatan mendekati kecepatan suara."


__ADS_2