
Untungnya, Isander menangkap kerah baju Goron dan menahannya agar tidak terjatuh ke bawah tembok.
"Sama-sama, Penyelamat!" Goron memberi hormat dengan kaku.
Isander tersenyum di balik zirahnya dan menepuk bahu Goron beberapa kali sebelum memeluk Aqila yang berdiri di sampingnya.
Dengan gelombang angin yang menerpa tubuh semua Agter di kota, Isander melesat cepat menuju ke tempat di mana rumah mereka berada.
Kecepatan yang bisa Isander jangkau makin cepat lagi dan tinggi lagi, mungkin bisa 8 Mach, bahkan lebih tinggi lagi dari itu.
Akan tetapi, di perjalanan pulang ini, Isander terbang santai sambil membuka zirah di tubuhnya.
Aqila yang berada di pelukan nyaman Isander sudah memerah karena sangat malu.
Begitu melihat wajah Isander yang tidak lagi ditutup oleh topeng zirah, Aqila menjadi makin malu dan tak berani melirik mata Isander secara langsung.
Tangan Isander terulur, dia mengangkat wajah Aqila dengan tatapan mata yang dalam, membuat Aqila yang malu menjadi tertegun dan diam beberapa saat.
"Aku menerima cintamu. Namun, aku belum bisa menjawabnya sekarang. Paling tidak, tunggu kita semua berhasil mencapai tujuan kita."
"Eum ... aku tidak terburu-buru, Isander. Lagi pula, umur aku masih muda dan tidak begitu tua. Aku akan menunggu jawabanmu, itu pasti," kata Aqila dengan senyuman di wajahnya.
Mendapatkan kata-kata Aqila, Isander menghela napas lega. Untungnya, wanita ini bisa mengerti apa yang dia maksud.
Aqila memang bukan wanita yang keras kepala karena memang dari dahulu dia suka mengalah, bahkan saat bersama mendiang istrinya dahulu, dia sering mengalah.
Tidak heran jika sikap Aqila masih sama dengan sekarang karena sikap Aqila yang dahulu tidak menghilang sedikit pun. Hanya ada penambahan sikap yang membuat Aqila makin baik lagi.
Dengan begitu, mereka berdua melakukan ciuman lagi di langit untuk melampiaskan perasaannya.
Tidak tahu apakah yang Isander lakukan saat ini salah atau tidak.
Sesampainya di dalam rumah, Isander dan Aqila tampak lebih dekat. Terjadi interaksi yang menggemaskan di antara keduanya dan ini disadari oleh Giya dan yang lainnya.
Namun, mereka hanya diam dan sekadar tahu saja, bahwa ada sesuatu yang spesial yang mungkin terjadi di antara keduanya, tentu tidak diketahui oleh mereka semua.
Setelah semuanya telah tidur, Isander mengintip ke kamarnya yang ditempati oleh Meisya dan Aqila.
Mereka memang dekat, dan mereka sangat cocok.
Begitu Isander tatap dan pandang lebih lama, sosok Aqila berangsur-angsur berubah di dalam pandangan Isander, dan sosoknya menjadi sosok istrinya ketika masih hidup.
Pupil mata Isander terbelalak, kemudian dia menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan ilusi.
Setelah gelengan kepala tersebut, sosok Aqila kembali dan mendiang istrinya menghilang.
Dipikir-pikir lagi, sosok di antara keduanya memang mirip, bahkan tubuhnya saja hampir serupa.
Apa yang Isander rasakan ketika memeluk tubuh Aqila adalah dia merasa sedang memeluk tubuh Istrinya saat dahulu.
Namun, Isander sadar bahwa dia sedang memeluk Aqila.
Dengan begitu, Isander berpikir itu cuma ilusi dan bayangannya saja yang memang dia sedang merindukan istrinya.
Akan tetapi, begitu dia memeluk tubuh Aqila untuk kedua dan ketiga kalinya, perasaan tersebut masih sama. Bisa dikatakan tubuh Aqila hampir mirip, terutama lekukan di bagian pinggangnya serupa dengan punya istrinya.
Di saat berciuman bibir pun Isander merasa dirinya sedang dicium oleh istrinya ketika masih hidup dahulu, tetapi begitu melihat wajah yang menciumnya adalah Aqila, dia menjadi tak percaya.
Tidak tahu apakah ini salah atau tidak.
Isander berbalik ke ruangan tempat biasa mereka berkumpul untuk makan malam bersama, dia ingin mengeksplorasi tentang kemampuan barunya.
Di dalam ruang Cenagon yang gelap dan suram, Isander segera diketahui oleh Cenagon bahwa tubuhnya mengandung suatu energi yang jauh lebih besar dari sebelumnya dia datang ke sini, artinya kemarin malam.
"Aneh, tubuhmu mengandung tiga kali energi yang kamu milik sebelumnya. Apa yang terjadi?" tanya Cenagon dengan wajah yang penasaran.
Isander lantas tersenyum dan dia menjawab, "Aku berhasil membuka kemampuanku yang baru, yaitu kemampuan menyerap semua energi bintang."
"Wow! Apakah itu sungguhan?"
Sontak Cenagon terkejut dengan tatapan yang melebar, cahaya di mata Cenagon melebar.
Kepala Isander mengangguk, membenarkan apa yang ia ucapkan tadi. "Ya, itu benar. Bagaimana menurut kamu terhadap kemampuan baruku ini?"
"Sangat hebat dan kuat." Cenagon memberikan jempol tangannya yang sangat besar kepada Isander. "Kamu hanya perlu berjemur di bahwa sinar panas Matahari."
"Kamu sangat benar. Entah mengapa kemampuan ini mirip dengan kemampuan dari tokoh komik terkenal itu," kata Isander sambil menyentuh dagunya yang tumbuh rambut halus.
__ADS_1
"Siapa itu? Apakah dia hebat?" Cenagon memang punya sikap yang ingin tahu. Jadi, apa pun ia tanya demi rasa penasarannya yang tinggi.
"Sangat hebat, ada varian di mana dia bisa memanipulasi realitas dan menghancurkan para dewa."
Mendengar ucapan Isander, Cenagon menjadi teringat dengan orang yang memberinya kekuatan hebat. Hampir mirip kekuatannya.
"Sangat kuat. Namun, apakah itu bisa mengalahkan master yang memberikan aku kekuatan?" tanya Cenagon yang pertanyaannya tidak bisa Isander jawab.
"Tentu, aku tidak tahu tentang itu. Aku saja belum bertemu dengan siapa tuan yang kamu cerita itu," jawab Isander dengan ketidaktahuan yang pasti.
Mendengar ini, Cenagon menjadi bingung dan bingung.
Dia mencoba untuk mengukur kekuatan tokoh karakter komik yang disebut Isander dengan tuannya sendiri. Hasilnya, tentu tidak tahu juga.
"Sayang sekali, aku tidak bisa pergi ke luar angkasa karena aku tidak kebal dengan kehampaan di luar dunia ini," keluh Isander dengan wajah yang kecewa.
Magnetar Body hanya bisa menyerap bintang, tetapi tidak punya kekebalan terhadap luar angkasa yang sangat berbahaya.
Mendengar keluhan Isander, Cenagon memberhentikan pikirannya yang mengadukan kekuatan tokoh komik dan tuan kebanggaannya sendiri.
"Kemampuan yang kamu miliki dariku punya efek kebal dari kehampaan di luar sana. Kamu harus terus berusaha untuk menyerap kekuatanku agar kemampuan tersebut bisa kamu dapatkan," kata Cenagon dengan bangga dan senang.
Mendengar ini, Isander menjadi semangat untuk memiliki 9 kartu lagi untuk meningkatkan kemampuan Baryon Cenagon.
Meski sulit, Isander akan mencoba mendapatkannya dengan penuh semangat.
Isander mengangguk kejam dan membalas, "Aku sedang berusaha untuk menyerap kekuatanmu, Cenagon. Tenang saja dengan itu."
Berikutnya mereka berdua terus mengobrol membahas tentang monster yang jahil karena menghancurkan Candi Borobudur yang sudah ia perbaiki dan bersihkan.
Mendengar cerita Isander, entah mengapa Cenagon juga ikut merasa kesal hingga ruangan ini bergetar hebat, seperti ingin runtuh.
"Kepara! Monster itu harus dibunuh!" seru Cenagon dengan amarah yang melonjak.
Isander menahan tawanya dan berkata, "Mereka berdua sudah mati. Apakah kamu tidak mendengarkan kataku yang barusan?"
"Aku lupa karena terlalu bersemangat. Hehe!"
Cenagon menggaruk-garuk kepalanya dengan kikuk.
"Aku ingin melihat pedang yang kamu ciptakan untuk membunuh monster-monster itu," pinta Cenagon dengan wajah yang penasaran.
Dengan kedua tangannya yang terangkat ke atas, pedang besar dengan ukuran besar melebihi 200 meter melayang tepat di atas Isander.
Sosok Isander di bandingkan dengan pedang besar ini sangat timpang jauh sekali, bagaikan semut yang membawa satu lidi dari sapu tradisional.
Cenagon terkejut dengan ukuran pedang Isander yang dibuat ini.
Ukuran tubuh Cenagon yang hanya 100 meter saja kalah dan Cenagon harus mendongak untuk melihat ujung dari pedang logam Isander.
"Sangat besar!" Cenagon berseru dengan suara yang kagum. "Hanya begitu?"
Namun, suara Cenagon yang terkejut itu berhenti mendadak, disusul dengan kurang Cenagon yang menjadi sangat besar.
Ukuran besar Cenagon ini membuat pedang logam Isander layaknya mainan anak bayi.
Pada saat ini, ukuran Cenagon lebih dari 5 kilometer dan itu bisa dibesarkan lagi.
Glup!
Isander yang mengetahui ini tertegun selama lebih 5 menit sembari melihat ke atas untuk melihat kepala Cenagon di ketinggian yang luar biasa.
Tidak disangka bahwa ukuran Cenagon ini bisa sangat besar hingga satuan ukuran kilometer.
Dibandingkan dengan tangan yang keluar dari kemampuan Hand of Hell Titan, tangan Cenagon jauh lebih besar dari tangan tersebut.
Pantas saja, Cenagon tidak begitu menuju Hand of Hell Titan karena mungkin ukurannya yang tidak begitu besar baginya.
Kekuatan tidak diukur dari besarnya, melainkan kemampuannya. Besar belum tentu kuat, dan kecil belum tentu lemah.
Secara keseluruhan, Isander sangat terkejut mengetahui Cenagon bisa mengubah ukuran tubuhnya sampai 5 kilometer besarnya.
Baru pertama kali Isander melihat makhluk sebesar Cenagon.
Mengingat sosok Monster Whale Gozer yang diceritakan oleh Aqila. Besarnya tidak sampai seukuran Cenagon. Hanya hampir 3 kali ukuran panjang pedangnya.
Dengan rasa ingin tahu yang besar Isander bertanya, "Cenagon, apakah kamu bisa membuat tubuhmu menjadi lebih besar lagi?!"
__ADS_1
Isander harus mengeraskan suaranya agar Cenagon mendengar apa yang ia ucapkan barusan.
"Jelas, aku bisa melakukan itu."
Di detik berikutnya, ukuran tubuh Cenagon menjadi lebih besar, itu berkembang lebih besar dan lebar.
Sampai-sampai ukuran tubuh Cenagon hingga 20 kilometer tingginya.
Untuk melihat wajah Cenagon perlu mendongak ke atas sekali.
Sangat luar biasa, Isander menjadi memiliki keinginan untuk punya kemampuan seperti Cenagon yang bisa mengubah tubuhnya menjadi sangat besar.
Jikalau ukuran tubuhnya sebesar Cenagon yang sekarang ini, mungkin Isander sudah lama menguasai dunia dan membantu umat manusia naik ke puncak mata rantai makanan dunia.
Sayangnya, untuk bisa meningkatkan kemampuan Baryon Cenagon butuh banyak sekali kartu.
Isander akan mencoba mendapatkannya di hari-hari berikutnya.
Dalam sekejap mata, ukuran Cenagon kembali ke ukuran normalnya yang hanya sampai 100 meter saja.
Meski begitu, itu masuk terlihat besar di mata manusia yang punya ukuran kecil.
Mengetahui kemampuan Cenagon yang bisa membesarkan tubuh, membuat Isander menjadi bersemangat untuk latihan.
Dia mengasah kemampuan Metal Control yang baru saja didapatkan agar dia kreatif lagi dalam menggunakan kemampuan tersebut dalam segala kondisi yang datang atau dihadapi.
Maka dari itu, Isander lebih sering memakai Metal Control di malam hari ini di ruang Cenagon.
Banyak sekali benda yang Isander coba buat, di mulai dari sekop, celurit, kapal bertarung, pedang panjang, katana, bogem duri, hingga palu raksasa dengan ukuran tinggi seratus meter.
Tidak terbatas dengan benda tajam yang dibesarkan, Isander mencoba membuat rantai besar dari logam yang ia ciptakan dan mencoba untuk mengurung serta mengekang Cenagon dengan rantainya.
Alhasil, rantainya itu cukup kuat untuk menahan tubuh Cenagon yang ingin bergerak.
"Ukuran rantai jangan terlalu besar, terpenting panjangnya bisa melilit seluruh tubuh monster dan bisa disangkutkan ke dalam tanah. Setidaknya, bisa kamu genggam dan tahan," saran Cenagon kepada Isander.
Mendengar saran Cenagon, tentu Isander ingat dan langsung ia coba lagi.
Untuk percobaan kedua kalinya, ketahanan rantai logam besar Isander sukses dan sesuai dengan saran Cenagon.
Cenagon cukup kesulitan untuk membuka rantai yang dibuat Isander, lantaran mode Baryon Cenagon yang dimiliki Isander dipindahkan ke rantai tersebut sehingga menyelimuti seluruh tubuh rantai dan itu membuat rantai menjadi lebih tangguh.
Mengetahui ini, Isander menemukan sebuah kartu truf lain yang dimiliki olehnya.
Omong-omong, kemampuan untuk mengendalikan energi aneh dari Cenagon bisa Isander gunakan setelah Magnetar Body naik ke level S.
Kata Cenagon itu wajar karena fisiknya sudah memenuhi syarat untuk menggunakan energinya yang bernama Cenergi.
Tidak tahu apakah itu nama resmi atau dibuat secara spontan oleh Cenagon sendiri.
Isander bisa mengendalikan Cenergi, tetapi sangat terbatas. Cuma bisa dipakai untuk menyelimuti senjata agar lebih kuat atau tajam.
Meskipun demikian, Isander bersyukur dengan kemampuan yang ia miliki saat ini.
Cenagon tidak memberi tahu apa kegunaan dari energi pribadinya. Dia bilang dirinya akan tahu nanti setelah menyerap semua kekuatan dan kemampuannya.
Waktunya saja Isander tidak bisa memastikan karena Sistem memiliki sifat yang tidak diprediksi sehingga Isander tidak bisa menebak kapan Sistem bisa mengeluarkan hadiah kartu peningkatan kemampuan.
Satu-satunya cara untuk bisa mendapatkannya adalah dengan mencoba terus dan membuat Meisya banyak meminta atau berkeinginan terhadap sesuatu kepadanya.
Dengan arti lain, Isander harus pergi ke tempat yang berbahaya.
"Baik! Aku akan memutuskan untuk pergi mengembara ke tempat-tempat monster-monster S berada," kata Isander dengan tegas.
Isander tidak begitu takut lagi karena dia punya 2 kemampuan S yang sangat kuat. Dia punya kartu truf yang mungkin bisa menyelamatkannya di saat kondisi berbahaya datang.
Melihat penampilan Isander yang penuh dengan ledakan semangat juang masa muda, Cenagon tersenyum senang karena penerusnya punya ambisi yang cukup besar.
Berbeda dengan tuannya yang tak punya ambisi besar karena dia sudah seperti dewa. Tidak-tidak, tuannya melebihi dewa, bahkan waktu dan ruang hanyalah mainan kecil baginya.
Cenagon merasa jika tuannya mau, dia bisa datang ke sini kapan saja.
Tidak tahu mengapa tuannya tak berkunjung ke dunia ini dan menemuinya.
'Apakah dunia ini terlalu jauh?' tanya Cenagon dengan wajah yang penasaran.
Tepat ketika Cenagon sedang bertanya-tanya tentang tuannya, sebuah suara yang tinggi dan megah terdengar di dalam ruangan ini.
__ADS_1
"SUDAH LAMA AKU TIDAK BERTEMU DENGANMU, CENAGON. AKU TELAH MENCARIMU RIBUAN TAHUN KE BANYAK TEMPAT DAN DUNIA LAIN, TERNYATA KAMU ADA DI DUNIA YANG ANEH INI."