
Siwar yang digenggam Kei mengeluarkan sebuah tebasan berbentuk burung elang terbuat dari api yang terbang menuju tiga monster A Beargarets.
Ukuran tebasan api berbentuk burung lumayan besar dengan lebar 20 meter, mampu meraih 3 monster Beargarets yang berdiri berbaris menyamping.
Boom!
Ledakan api terjadi dengan cahaya merah membakar pepohonan yang di sekitar.
Sosok ketiga Beargarets itu masih bisa bergerak, bahkan hendak pergi menuju Kei yang melepaskan serangan.
Merasa belum cukup, sosok Kei berlari ke depan dengan siwar membara di tangannya.
Tatapannya begitu tajam, kemudian dia mengangkat tangannya untuk menebas Beargarets terbakar paling dekat.
Kobaran api pipih keluar dari bilah siwar Kei, membakar lebih banyak bagian tubuh monster dalam sekejap.
Grahh!!
Kei berlari cepat sambil mengayunkan tangannya menembakkan banyak tembakan tebasan api yang panas.
Jeritan demi jeritan terdengar dari ketiga Beargarets yang besar.
Berlangsung selama lebih dari 2 menit hingga akhirnya menghilang karena mati.
Bau hangus daging terbakar memenuhi sekitar tubuh Beargarets yang menghitam akibat dampak pembakaran besar.
Daging monster ada beberapa yang meleleh akibat api dari siwar yang dipegang Kei.
Di sisi lain, Sadam mengubah tubuhnya menjadi seekor gorila besar berukuran lebih dari 20 meter dengan kedua tinjunya berwarna perak.
Tinju Sadam dibalut oleh besi alami sehingga pukulannya menjadi lebih keras dan kokoh.
Gorila tinju besi adalah kekuatan Agtanya yang berjenis Beaster Badge yang dapat mengubah tubuhnya menjadi binatang buas demi monster.
Tinju yang dilayangkan oleh Sadam dapat menghancurkan cakar Beavger, tetapi Sadam mendapatkan goresan tebal pada tinjunya.
Namun, dia tak perlu khawatir karena Isander akan menyembuhkan mereka semua di setiap 1 menit sekali.
Sementara Hendra terus-menerus memperkuat serangan yang ditimbulkan oleh semua orang.
Kekuatan Agta Hendra tipe Booster Badge sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki tipe penyerangan, efeknya lebih terasa dalam membunuh monster yang ada.
Aqila, Giya, Nina, dan anggota tim Isander juga diberkahi oleh kekuatan Agta dari Hendra yang memperkuat seluruh kekuatan serangan mereka selama beberapa saat.
Isander tidak ikut bersama mereka semua, dia harus menjaga putri tercintanya menonton dan belajar membaca.
Bantuan Isander hanya pemulihan saja karena jumlah monster di hari ini tidak begitu deras seperti kemarin.
Mereka bisa sedikit santai sekarang, tetapi Isander tetap harus memantau laju kedatangan monster yang tiada habisnya.
Memantau dan mengeksekusi apabila monster yang datang memiliki jenis kuat agar tidak merepotkan mereka semua.
Kei dan anggota Garuda Comity yang lain tidak begitu kuat juga, bahkan kekuatan mereka hampir sama dengan Helen dan Reren.
Sayangnya, Isander tidak bisa secara mudah mengajak Kei dan teman-temannya untuk masuk ke tim.
Kalau saja ada kuota atau ketersediaan lebih dalam merekrut tim di fungsi sistem tim, Kei, Hendra, dan Sadam akan Isander ajak untuk bergabung karena mereka bertiga punya potensi tinggi.
Tersisa dua orang untuk bisa Isander rekrut, tidak bisa Isander ambil ketiganya untuk dijadikan sebagai tim.
Memikirkan ini sambil menjaga Meisya, iseng-iseng Isander mencoba bertanya kepada Sistem.
'Sistem, apakah ada cara untuk meningkatkan kuota merekrut orang?' tanya Isander ke Sistem dalam hatinya.
[Ding! Ada cara untuk meningkatkan jumlah orang yang bisa direkrut ke dalam tim!]
[Caranya adalah menggunakan 5 kartu peningkatan kemampuan untuk 5 orang tambahan.]
Mendengar jawaban dari Sistem, ini membuat Isander bimbang dengan pilihannya sendiri.
Ada dua pilihan yang Isander pilih, yaitu menabung untuk mendapatkan 5 Kartu Peningkatan Kemampuan supaya Kemampuan Baryon Cenagon naik ke level S atau menggunakan 5 Kartu Peningkatan Kemampuan untuk menukarkan dengan slot tim agar bisa merekrut orang dengan banyak.
__ADS_1
Mengetahui dia memang membutuhkan banyak orang untuk bisa membantunya mengalahkan banyak monster.
Isander lebih condong memilih menggunakan kartu-kartu yang sedang ia kumpulkan untuk menambah kuota perekrutan.
Ketika merekrut orang Sistem akan memberikan dirinya dan anggota tim hadiah. Semoga saja hadiah yang didapatkan sangat bagus. Paling tidak, nilainya bisa setara dengan 5 Kartu Peningkatan Kemampuan.
'Baik, aku memilih untuk menambah jumlah orang yang dapat direkrut!' ucap Isander pada Sistem dengan tegas
[Ding! Jumlah orang yang dapat direkrut bertambah menjadi 15 orang!]
[Item 5 Kartu Peningkatan Kemampuan telah diambil kembali!]
Dalam sekejap kartu yang sedang ditabung menghilang, menjadi angka 0 yang awalnya angka 5 kartu.
Isander tidak menyesal dengan pilihannya sekarang, banyak mitra banyak juga manfaatnya.
Melihat ada 7 orang yang bisa direkrut, Isander akan memilih Kei, Hendra, dan Sadam untuk menjadikan merek sebagai anggota timnya.
Di bawah petinggi kota, mereka hanya dijadikan alat dan tidak mendapatkan peningkatan kekuatan signifikan.
Sayang disayangkan apabila tiga orang berpotensi tersebut didiamkan saja dan tidak diolah.
Isander memiliki keyakinan bahwa mereka bertiga akan menciptakan kekokohan tim.
Sekarang hanya perlu mencari momen yang tepat untuk merekrut ketiganya tanpa diketahui 4 orang anggota Garuda Comity yang tidak direkrut.
Anggota lain dari Garuda Comity punya kemampuan yang rendah, tidak cocok dalam kriteria perekrutan Isander.
Butuh waktu lebih untuk memperkuat mereka karena tingkat kekuatan Agter mereka yang tidak tinggi.
Berbeda dengan Kei, Hendra, dan Sadam di mana mereka bertiga punya kekuatan Agter Grand Master.
Keempat anggota Garuda Comity hanya ada di Agter Master, satu tingkat dari Agter Grand Master.
Setelah menukarkan kartu, Isander duduk santai bersama Meisya di pelukannya untuk menonton bersama film kartun kesukaan Meisya.
Tak ada yang lebih indah selain bermain dan bercanda ria dengan anak. Apalagi, usianya seperti Meisya ini.
Gelombang serbuan monster pertama berakhir usai 3 jam terus-menerus menyerang tim Isander dan Garuda Comity.
Isander juga perlahan bergerak sambil memantau keselamatan mereka semua yang sedang bertempur dengan ribuan monster B dan A.
Saking kesulitannya mereka sampai dibantu oleh Kimaya, Magtash, dan Glatash.
Untungnya, ada Isander yang akan terus menyembuhkan memulihkan sebagian energi mereka menggunakan kekuatan penyembuhannya.
Semua aman apabila ada Isander di antara mereka.
Tidak terasa mereka telah sampai di titik tempat tanda S berada.
Titik di mana mereka berada ada di tanda S yang ternyata berlokasi di pegunungan.
Bisa terlihat jelas dari tempat Isander dan yang lainnya yang sedang berdiri memantau monster-monster di sekitar.
Masih ada beberapa ratus monster yang sedang berlarian mendatangi mereka, tetapi Isander telah memblokir mereka dengan permukaan es yang licin dan perangkap bawah tanah.
Mereka semua tidak menemukan ada monster level S yang identik dengan ukuran besar.
"Di mana monster S itu?" tanya Kei yang sudah tidak sabar ingin bertemu monster S yang mereka takuti.
Goron berdiri menghadap ke barat, arah berlawanan dari mereka semua untuk mencari monster S. "Mereka tidak terlihat di sekitar sini.
Beberapa monster A ada berada di kejauhan, tetapi Goron dengan santai mengabaikan mereka semua karena monster itu akan mati.
Cratt!
Di kejauhan terdengar suara daging yang ditusuk oleh sesuatu. Aroma darah segar sedikit busuk bisa dicium oleh mereka semua.
Tanpa melihat, mereka sudah tahu dengan apa yang terjadi. Monster-monster yang mendekat ditusuk oleh bongkahan es yang besar dan tajam.
Beberapa anggota tim Isander menghadap ke arah yang berbeda untuk memeriksa sekelilingnya.
__ADS_1
Bisa saja monster S ini bersembunyi di tempat yang ditutupi oleh pepohonan.
"Monster S mungkin ada di balik pegunungan di depan," ujar Aqila tiba-tiba sambil menatap ke arah pegunungan yang menjulang tinggi.
Semua anggota tim Isander dan Garuda Comity melirik Aqila meminta konfirmasi yang jelas.
"Hanya firasatku saja. Tidak ada alasan khusus," kata Aqila dengan senyum canggung.
Semua anggota tim menggelengkan kepalanya, kemudian kembali memeriksa ke segala arah yang bisa mereka lihat.
Tidak lama berselang, Isander mendadak meminta Aqila menggendong Meisya untuk sementara waktu karena dia telah menemukan sesuatu.
"Tunggu di sini bersama Kak Aqila, Ayah ingin melihat sesuatu terlebih dahulu," ucap Isander pada Meisya dengan senyuman lembut.
Meisya mengangguk dengan wajah yang agak berat. Di dalam hati kecil Meisya, dia ingin terus bersama ayahnya, bermain bersama, mengobrol bersama.
Mengingat Ayahnya ingin mengalahkan semua monster dan menyelamatkan manusia, Meisya mau tidak mau harus mengerti tentang ini.
Rasa sayang Meisya kepada ayahnya begitu besar.
"Hati-hati, Ayah." Meisya mencium pipi dan bibir Isander sekilas. "Meisya menunggu di sini bersama Kakak Aqila dan kakak yang lain."
"Iya, Sayang. Ayah akan kembali secepat mungkin, hanya memeriksa dan memastikan saja. Ini akan cepat." Isander mengangguk dan membalas cium kening Meisya.
Setelah memandang Kei dan yang lainnya, Isander berlari beberapa langkah ke arah pegunungan yang ada di utara, kemudian melompat jauh ke atas pohon.
Whoosh!
Sosok Isander dengan dua pasang sayap keluar dari dedaunan pepohonan, kemudian terbang menuju ke tempat pegunungan.
Pemandangan manusia bersayap ini masih terlihat mengagumkan di dalam mata Kei dan anggota timnya.
Tidak peduli seberapa banyak mereka melihat, fenomena manusia bersayap begitu menakjubkan dan mencengangkan.
Mereka saling memandang satu sama lain, kemudian mengangguk bersama untuk melakukan sesuatu.
Bersama-sama mereka naik ke atas dahan pohon untuk tidak terlihat oleh banyak monster yang menuju ke tempat mereka untuk sementara waktu.
Pada saat ini, Isander telah berada di atas pegunungan yang jaraknya tidak begitu jauh dari tempat timnya berada.
Melayang di udara tipis seperti tidak dipengaruhi oleh efek gravitasi, pupil mata Isander bergerak ke bawah untuk mengintai sesuatu di dekat pegunungan.
"Aku merasakan ada energi besar di sekitar sini," gumam Isander dengan wajah yang serius sambil menyentuh dagunya.
Mata Isander terfokus pada salah satu bagian pegunungan yang tampak familier baginya.
Kemungkinan itu Gunung Slamet, tetapi Isander tidak bisa mengonfirmasikan hal tersebut krena dia juga tak tahu pastinya.
Sebuah senjata tombak, Dark Spear, muncul di tangan Isander. Bilah panjang di ujung tongkat menyala dengan cahaya ungu gelap.
Swoosh!
Gelombang energi berbentuk lengkungan sabit meluncur cepat menuju kaki pegunungan.
Tebasan energi ungu gelap itu sangat besar, lebarnya mencapai 100 meter, bahkan Isander harus mengayunkan dengan panjang dari kiri ke kanan.
Cahaya ungu menabrak kaki pegunungan dan sebuah ledakan tercipta.
Bumm!
Asap hitam membumbung tinggi ke langit, dengan bebatuan kecil terlontar ke segala arah.
Tanah sempat bergetar selama puluhan detik lamanya, hingga pohon terombang-ambing bersamaan dengan gelombang Angi yang kuat.
Tim Isander dan Garuda Comity menahan kuat dampak ledakan tersebut, posisi mereka agak dekat dengan lokasi serangan Isander.
"Mengapa Isander menyerang pegunungan di depan?" tanya Hendra dengan wajah panik dan kebingungan.
Alih-alih menjawab pertanyaan Hendra, Sadam membalikkan tubuh Hendra yang menghadap ke arahnya, menjadi menghadap pegunungan.
"Ini?!"
__ADS_1
Monster Whale Gozer dengan ukuran sangat besar bangkit dari tempat hibernasi di dalam tanah, mengangkat kepalanya tinggi-tinggi, dan membuka mulutnya.
Gruoah!!!