SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 182: Bertemu Kei dan Timnya


__ADS_3

Begitu mendengar perkataan Hendra, sesosok pria muncul di dalam kepalanya.


Seorang pria kuat yang bisa mengalahkan Deegiant yang legendaris sendirian. Kalau tidak salah ingat, pria itu juga bisa terbang dengan sayap di belakang punggungnya.


"Apakah itu temannya Aqila?" tebak Kei pada Sadam dan Hendra.


Mata keduanya sedikit membesar, sependapat dengan tebakan Kei.


Mereka juga memiliki dugaan sementara yang sama dengan Kei. Ketiganya memiliki pikiran yang sama ke sosok temannya Aqila yang kuat.


Anggota Garuda Comity yang lain menjadi penasaran dengan tebakan ketiganya dan satu per satu anggota bertanya tentang hal itu.


Dengan jelas dan singkat mereka memberi tahu tentang sosok kuat yang tak mereka beri tahu namanya. Mereka bertiga hanya memberikan deskripsi kepada empat anggota Garuda Comity yang lain mengenai kekuatan hebat yang sosok itu punya.


Mereka pernah mendengar ini dari orang lain, tepatnya dari Agter-Agter di kota, tetapi tidak tahu pria yang dibicarakan tersebut punya kemampuan melampaui ketiganya.


Padahal, mereka berempat mengagumi kekuatan Kei, Tara, dan Hendra yang luar biasa.


Di atas langit masih ada luar angkasa yang super luas dan mengagumkan. Ketiga orang ini bahkan mengakui bahwa mereka tidak mampu melawan satu orang pria tersebut.


Tepat ketika mereka semua sedang mengobrol dan membahas tentang pria kuat, sebuah fenomena ditampilkan di depan mereka semua.


Lapisan es yang mereka injak bergetar hebat, kemudian mereka melihat pepohonan yang ada di sekitar mereka bergetar hebat dengan dedaunan kering beku berjatuhan.


Whoosh!


Angin berhembus begitu kencang, membuat baju mereka berkibar ke belakang.


Di bawah tatapan mereka semua, sosok pria bersayap empat dengan dua senjata hitam yang menyala di tangannya mendarat di tanah.


Berdiri di depan mereka semua, sosok pria itu menatap Kei dan yang lain dengan sikap yang mendominasi.


Seluruh mata mereka semua terbelalak memandang pria bersayap ini dengan wajah yang tercengang.


"Kamu?!" Kei menunjuk pria bersayap dengan tangan yang bergetar.


"Kei, wakil ketua Garuda Comity, aku mengenalmu," ucap pria bersayap tersebut yang tidak lain adalah Isander.


Isander hampir menyelesaikan tugasnya memecahkan semua tubuh monster yang membeku di domain es miliknya. Kebetulan menemukan beberapa orang di sini sehingga dia menunda sesaat untuk memeriksa secara langsung kumpulan orang tersebut.


Tak disangka Isander menemukan orang-orang dari Garuda Comity.


Semua anggota Garuda Comity menatap Isander dengan sorot mata yang tidak percaya, mereka beberapa kali menggosok matanya memastikan apa yang sedang mereka lihat adalah manusia asli.


Berikutnya, Kei memberanikan diri mengobrol dengan Isander yang kuat ini, membicarakan tentang fenomena aneh yang sedang terjadi di hari ini.


Isander tidak berpikir Kei tahu mengenai kejadian abnormal pada hari ini.


Ternyata monster-monster yang berdatangan berasal dari Garuda Comity yang jaraknya ratusan kilometer dari sini.


Mereka semua yang ada di depan Isander ini berlari berjam-jam dari hutan Garuda Comity menuju ke tempat ini, lebih tepatnya mereka berlari dari pagi hari.


Jarak monster-monster ini begitu jauh. Dugaannya sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Kei.


Dengan begitu, Isander kembali melanjutkan pembantaiannya terhadap monster-monster yang berhasil dibekukan.


Meminta Kei dan anggota Garuda Comity yang lain untuk tetap tinggal di sini dan membantu membunuh beberapa monster yang mendekati daerah ditutupi es ini.


Melihat Isander yang terbang dengan kedua pasang sayap burung besar berwarna hitam di punggungnya, mereka semua mengagumi Isander yang kuat.


Embusan angin yang tercipta oleh kedua pasang sayap menerpa tubuh mereka semua, memberikan perasaan yang menekan dari kekuatan Isander.


"Luar biasa kuat!" Kei berkata dengan mata yang membesar.


Sadam mengangguk setuju, kekuatan Isander makin kuat, mereka semua tertinggal sangat jauh, bagai Isander menaiki pesawat jet, sedangkan dirinya dan anggota Garuda Comity menaiki odong-odong yang diam di tempat.


Hendra menepuk keningnya sendiri, lupa akan sesuatu yang ingin ia kerjakan. "Aku lupa bertanya tentang Aqila. Apakah bersama dia atau tidak."

__ADS_1


"Aku juga lupa tidak menanyakan hal itu!"


Mereka semua lupa dengan niatnya di awal jika bertemu dengan Isander, kekaguman mereka melupakan semuanya.


Berikutnya, mereka semua bergerak untuk melawan banyak monster A bersama-sama.


Elemen api, tinju besi gorila, dan cahaya hijau muncul di antara mereka semua, membunuh monster A satu per satu yang terus berdatangan.


Siwar api yang dipegang oleh Kei mampu membakar monster B sampai mati, membuat luka bakar yang tinggi pada tubuh monster A bertubuh besar.


Sosok Sadam bertumbuh besar, berubah menjadi gorila dengan ukuran lebih dari 20 meter untuk meninju semua monster A dan B di dekatnya.


Sementara itu, Hendra diam di atas dahan pohon sambil memegangi tongkat di tangan kanannya. Kekuatan Agtanya yang dapat melipatgandakan kekuatan Agta semua anggota Garuda Comity sangat membantu di situasi ini.


Kerusakan yang Garuda Comity hasilkan diperkuat lebih dari dua kali lipat.


Sayangnya, kekuatan mereka tidak terlalu kuat untuk membunuh puluhan monster A dan B secara bersamaan.


Oleh karena itu, mereka tidak berani berkonfrontasi dengan serbuan monster A dan B yang makin banyak ini.


"Mengerikan!"


Hendra berdiri di samping Kei sambil menyebutkan kata yang sama beberapa kali, wajahnya benar-benar panik melihat pemandangan di bawah pohon.


Banyak sekali monster A dan B di bawah yang mencoba untuk melewati permukaan es yang licin.


Mereka sedikit pintar, sebelum melangkah lebih jauh ke dalam, secara bersamaan mereka semua menghentakkan kaki menghancurkan permukaan es yang keras agar bisa berjalan dan tidak terpeleset jatuh.


Kei mengeluarkan siwar apinya sekali lagi dan mulai menyerang membakar monster-monster A yang jauh dari wilayah permukaan es.


Takut api yang Kei hasilkan melelehkan es yang ada.


Boom!


Sebuah cahaya berbentuk bilah menghantam kumpulan monster secara horizontal.


Namun, dampak dari ledakan itu masih bisa dirasakan oleh mereka semua hingga terpelanting ke berbagai arah.


"Uhuk-uhuk!"


Hendra berdiri di samping batang pohon besar sembari batuk.


Tubuhnya ditutupi oleh noda tanah dan debu, jubah ala penyihirnya sedikit kotor.


Semua ini akibat dari ledakan yang terjadi di dekat mereka semua. Beruntung, Hendra punya fisik yang cukup kuat meski jatuh dari ketinggian belasan meter.


Orang biasa sudah pasti patah tulang dan luka berat.


"Kamu tidak apa-apa, Hendra?" Sosok Sadam muncul di belakang Hendra.


Kondisi Sadam juga tidak terlalu baik, serupa dengan kondisi Hendra.


Hendra mengangguk. "Aku baik-baik saja sekarang. Ledakan itu begitu besar."


Satu demi satu anggota Garuda Comity berkumpul selepas terpental oleh gelombang kejut ledakan.


Sosok Kei juga ikut berkumpul, dan mereka bergerak menuju ke tempat ledakan terjadi.


Setibanya di sana, mereka diperlihatkan sebuah aksi heroik dari Isander yang membunuh monster level A bagaikan memotong kambing yang sakit tak berdaya.


Tombak hitam bercahaya di tangan Isander berputar dan menari begitu menakjubkan, mengeluarkan tebasan energi ungu gelap yang mematikan.


Semua tubuh monster yang bersentuhan dengan energi ungu gelap Isander terpotong tanpa ada perlawanan dan hambatan.


Tidak peduli monster A jenis apa, semuanya terbelah begitu mudah tidak perlu mengeluarkan energi yang banyak.


Dalam sekejap, ratusan monster A yang ada di sisi barat mati menjadi daging cincang.

__ADS_1


Sebelum Kei ingin memanggil Isander, tubuh Isander berubah menjadi siluet hitam yang dikelilingi cahaya ungu, pergi menuju ke arah utara melalui jalur darat.


Wajah mereka semua terpesona, tubuhnya berdiri diam di tempat, seakan lupa untuk bergerak.


"Aku benar-benar tertinggal jauh."


Kei duduk di atas dahan pohon dengan ekspresi yang pasrah.


Sangat pasrah karena dia merasa tidak cukup cepat perkembangan kekuatannya.


Telapak tangan Sadam dan Hendra memeluk bahu Kei, mereka berdua tersenyum.


"Tenang saja. Di masa depan kita akan sekuat dia." Hendra memberikan ucapan yang memotivasi.


"Benar, aku yakin kita bertiga akan bisa sekuat dia, paling tidak mendekati kekuatan yang dia punya." Sadam juga mendorong mental Kei untuk tidak menyerah.


Ambisi yang ada di dalam tubuh Kei mulai menyala dan itu berkobar menyala-nyala.


Mata Kei dibakar oleh api semangat yang besar. Kei percaya dengan ucapan kedua teman sekaligus sahabatnya.


Kedua tangan Kei bergerak, dia merangkul kedua bahu temannya dan mengangguk tegas.


"Ayo semangat memperkuat kemampuan kita!!"


"Ayoo!"


Anggota Garuda Comity yang lain ikut bersorak dengan semangat juang begitu tinggi.


Beberapa menit berselang, mereka semua dibawa oleh Isander menuju tempat di mana anggota tim Isander berada.


Setiap langkah kaki Isander berpijak, es mulai hancur dan retak hingga merambat ke segala arah.


Pohon-pohon yang ikut membeku juga hancur. Anehnya, mereka melihat seluruh pohon itu bergerak seperti sedang bergidik melepaskan diri dari embun es yang tersisa.


"Jangan terkejut, itu bukan ulah hantu, tetapi karena kemampuanku," ujar Isander kepada mereka semua yang memandang ke sekitar begitu ngeri.


Kei dan yang lain mengubah wajahnya, memandang Isander di depan mereka dengan ekspresi terpana.


Belum sempat mereka bertanya, di seluruh tubuh Isander muncul puluhan tombak besi yang besar.


Klik!


Dengan suara jentikan jari, puluhan tombak besi atau logam itu terbang ke arah yang berbeda.


Anggota Garuda Comity berjalan sambil memandang mengikuti beberapa arah terbang tombak.


Itu sangat cepat dan hampir tak bisa mereka ikut dengan mata kepalanya sendiri.


Tombak logam yang tajam itu menusuk beberapa monster A dan meledak dengan tubuh tombak yang mekar seperti bunga.


Cara membunuh monster yang biasa Isander gunakan kalau sedang malas.


Mereka semua akhirnya tiba setelah diajak lari oleh Isander agar lebih cepat sampai ke tempat di mana tempat tim Isander bermalam.


Kurang dari setengah jam setelah mereka di ajak lari dengan kecepatan 80 kilometer per jam, akhirnya mereka tiba di depan markas yang penuh jebakan berbahaya.


Kei dan yang lainnya bisa melihat banyak sekali monster B dan A yang terpotong dan tertusuk oleh jebakan besar ini, ada banyak sekali monster yang tergantung begitu saja tanpa dipedulikan oleh Isander.


Semua jebakan itu bergerak memberikan jalan untuk Isander dan anggota Garuda Comity yang lain.


Mereka bisa melihat dengan sangat jelas bahwa jurang dalam itu bisa dilewati oleh mereka semua karena Isander membuat jembatan terbuat dari tanah yang ditopang besi.


Entah apa lagi yang akan Isander tunjukkan di depan mereka semua.


"Ayo masuk ke dalam, Kalian Semua!"


Isander mendorong pintu bangunan kotak tersebut dan berjalan ke dalam.

__ADS_1


__ADS_2