
Isander merasakan ada beberapa sosok yang datang ke arah tempat timnya sedang bertarung melawan monster buatan yang jelek.
Bukan satu sosok, Isander menemukan tiga sosok kuat yang datang ke arah mereka.
Mengetahui ini, dengan cepat Isander pergi pinggir formasi para timnya bertarung dan memberi tahu mereka mengenai monster kuat yang akan datang.
Jelas, perintah Isander adalah untuk memberhentikan mereka semua agar tidak terus melanjutkan pertarungan.
Isander dan timnya harus bertukar tugas di mana mereka beristirahat sekarang dan masalah monster kuat yang hendak mendatangi mereka diserahkan pada Isander.
Tanpa banyak berpikir, mereka menghancurkan monster yang sedang dilawan, kemudian dengan cekatan mereka kabur menuju ke tempat Isander menunggu mereka.
Satu per satu anggota tim Isander dan anggota Garuda Comity berdiri di dekat Isander.
Usai berkumpul bersama tanpa ada yang ketinggalan, Terra Ruler digunakan untuk menciptakan benteng atau pertahanan darurat dari monster yang berdatangan selagi Isander mengurus monster kuat.
Monster-monster kroco atau yang lemah akan dilawan oleh tim Isander sendiri.
Isander tak lupa menyediakan sebuah ruangan yang terbuat dari besi dan tanah untuk Meisya dan tiga wanitanya bisa menemani secara bergantian.
Meisya jangan sampai melihat monster-monster buatan yang berdatangan hendak melawan mereka semua. Mereka punya wujud yang mengerikan yang bisa membuat anak kecil menangis.
Tampilan monster yang berasal dari manusia sangat seram desainnya dan tak masuk akal.
Seperti biasa, sebelum pergi, Isander meminta izin kepada Mesya, strategi Isander agar anaknya menciptakan keinginan dan itu akan menguntungkan baginya.
Setelah sosok Isander menghilang di hadapannya, Meisya berharap ayahnya menang melawan beberapa monster kuat.
Meisya berpikir 3 monster kuat yang akan dihadapi Isander punya kekuatan yang bisa mengalahkan Isander.
Sayangnya pikiran Meisya salah, bahkan jika ada 10 monster yang akan dihadapi Isander, masih bisa Isander kalahkan tanpa mengeluarkan banyak tenaga, terlebih menghabiskan seluruh tenaganya.
[Ding! Terdeteksi Bahwa Meisya Memiliki Keinginan! Memberikan Anda 1! Kartu Peningkatan Kemampuan!]
Berdiri di atas dahan pohon yang besar sambil memandangi tiga sosok monster raksasa di kejauhan, senyum Isander melebar.
Hadiah yang diberikan Sistem akan membuat dirinya mendapatkan kemampuan Baryon Cenagon Level S.
Sekarang dia sudah memiliki 5 Kartu Peningkatan Kemampuan yang di mana kurang 5 kartu lagi.
__ADS_1
Isander berharap Kartu Peningkatan Kemampuan akan lebih sering muncul daripada kemampuan yang lain.
Jujur saja, Isander sangat terobsesi dengan kekuatan Baryon Cenagon karena dia memiliki firasat kuat tentang kemampuan tersebut bahwa akan luar biasa menakjubkan.
Bukan tanpa alasan, pikiran Isander mengarah ke relasi yang dimiliki oleh Baryon Cenagon. Tuannya memiliki kemampuan luar biasa, bahkan bisa merobek ruang begitu mudah seolah itu hanya tindakan kecil tak berarti.
Apalagi, kekuatan Baryon Cenagon berasal dari tuannya yang punya wujud manusia sepertinya.
Kekuatan Baryon Cenagon saja sudah sangat kuat, bisa mengalahkan Raja Hell Titan tanpa kesulitan.
Isander berpikir Baryon Cenagon selama ini menahan seluruh kekuatannya, dia sama sekali tidak mengeluarkan 5% dari seluruh kekuatannya dalam melawannya.
Benar-benar kuat dan tak masuk akal.
Maka dari itu, obsesi Isander lebih ke arah kekuatan Cenagon.
Kemampuan lain? Kalau memang bisa ditukar, Isander lebih ditukar dengan Kartu Peningkatan Kemampuan.
Kemampuan baru sama sekali tidak berguna jika Isander sudah punya beberapa kekuatan yang sangat kuat.
Pastinya, Isander akan lebih sering menggunakan kemampuan yang sudah biasa dipakai, kemampuan lain hanya di saat atau situasi tertentu. Tidak menjadi jurus pamungkas yang akan dijadikan serangan pertama apabila ada musuh.
Dua pasang sayap mengepak begitu lebar dengan ukuran lebar rentang sayap sekitar beberapa meter.
Whoosh!
Sosok Isander meluncur dengan empat sayap di belakangnya menuju ke tiga sosok monster besar.
Tiga sosok monster yang dimaksud adalah Hipgoter, mesin pengisap pembersih lantai yang berjalan.
Hipgoter bisa memakan apa pun benda yang diisapnya.
Rahangnya yang sedikit lebih kecil di bawah Whale Gozer, bisa memakan dan menggigit monster level A yang besarnya sekitar 10 sampai puluhan meter saja. Mencabik-cabik tubuh monster A tanpa kesulitan yang berarti.
Gigi taring Hipgoter bisa menembus tubuh monster A dan monster S yang besarnya puluhan sampai 100 meter.
Rahangnya yang lebar dan kuat tak masalah untuk menghancurkan tubuh besar mereka, asalkan daging monster yang menjadi mangsanya memiliki energi yang besar untuk mereka terus bertumbuh dan mungkin berevolusi menjadi makhluk lebih kuat.
Begitu tiba di hadapan ketiganya, kemampuan Isander diaktifkan dan dua tangan Great Hell Titan muncul di samping tubuhnya.
__ADS_1
Ukuran tangan Great Hell Titan membesar sampai 700 meter panjangnya, membuat ketiga Monster Hipgoter terbelalak dan terdiam.
Ukuran dua tangan Great Hell Titan sangat jomplang dengan kurang tubuh Hipgoter yang hanya 300 meter dan lebih sedikit.
Dengan ukuran sebesar itu, kedua tangan Great Hell Titan mampu mengambil seluruh tubuh Monster Hipgoter.
Berikutnya, tubuh Monster Hipgoter yang memberontak ingin melepaskan dari cengkeraman kuat telapak tangan Great Hell Titan mulai ditekan oleh kekuatan yang sangat besar.
Mulut Monster Hipgoter terpaksa terbuka, dengan panik Monster Hipgoter mengisap apa pun ada di depan kepalanya.
Namun, gerakan monster ini sudah diketahui Isander, dengan cepat mengarahkan kepala Hipgoter ke atas langit.
Gruoahhh!
Dua Monster Hipgoter yang melihat ini menjadi marah dan mulai menyerah tangan Great Hell Titan.
Sayang sekali, mereka langsung ditekan oleh tangan Great Hell Titan hingga mereka tak bisa membuka mulutnya.
Pemandangan ini bisa dilihat tim Isander dan anggota Garuda Comity. Jarak di mana Isander bertarung dengan 3 Monster Hipgoter lumayan dekat dengan jarak di mana mereka berada sekarang, terpisah jarak 2 kilometer jauhnya.
Tangan besar berwarna merah yang memegang Monster Hipgoter tampak seperti tangan anak kecil sedang memegang mainan mobil-mobilan.
Di bawah tatapan semua orang, Monster Hipgoter yang dicengkeram itu diremukkan hingga mati.
Gaya tarik dari angin yang diisap itu menghilang, hanya ada darah yang memancarkan keluar bagai pancuran air.
Isander mengendalikan tangan Great Hell Titan yang memegang Monster Hipgoter yang terdistorsi untuk turun dan mengambil lagi Monster Hipgoter yang dijepit oleh tangan satunya.
Di detik berikutnya, dua Monster Hipgoter yang dipegang Great Hell Titan tewas seperti kaleng minuman soda yang diremas kuat-kuat.
Semua jeroan, darah, daging, dan kulit berjatuhan dari atas langit menuju pepohonan yang ada di bawahnya.
Kemampuan gaya tarik 3 monster ini tidak berguna di hadapan dua tangan Great Hell Titan.
Peristiwa ini juga contoh dari fungsi ukuran, ukuran bisa mempengaruhi kemenangan dalam pertandingan, terlebih jika berhubungan dengan fisik.
Setelah membenahi dan mengurusi semua kekacauan yang terjadi, kedua tangan Great Hell Titan simpan kembali dan menghilang di udara kosong.
Baru saja Isander ingin pergi kembali ke tempat timnya berada, sesuatu energi besar kembali terdeteksi.
__ADS_1
"Energi dari mana ini? Siapa pemilik energi besar di sana? Bukan Hipgoter, ini terlalu besar," gumam Isander sambil menatap ke ujung hutan.