SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 145: Aqila Datang


__ADS_3

Di depannya adalah Aqila yang entah kapan tiba di rumah ini.


Aqila yang sedang memperhatikan wajah Isander segera duduk dengan manis dan tersenyum.


"Anu, aku tidak sedang berbuat apa-apa. Itu aku melihat kotoran di matamu." Aqila tampak malu dengan kedua pipinya yang memerah.


Mendengar pernyataan Aqila, Isander hanya menggelengkan kepalanya tanpa daya. Pagi-pagi sudah mendapatkan kejadian ini.


Sudah jelas Isander melihat Aqila ingin menciumnya karena bibir depan dan bibir bawahnya sudah siap untuk menciumnya.


Namun, Isander tidak ingin melanjutkan tentang ini, kemudian dia mulai bertanya tentang perjalanan Aqila.


Perlahan wajah Aqila menjadi normal dan peristiwa memalukan sebelumnya disingkirkan untuk sementara.


"Kapan kamu tiba di sini?" tanya Isander dengan duduk yang tegak dan siap untuk membunyikan tulang-tulang yang ada di tubuhnya.


"Baru saja, lima menit yang lalu kurasa," jawab Aqila menyentuh dagunya.


Krak!


Suara tulang yang sengaja dibunyikan terdengar di telinga Isander, membuatnya merasa lega dan sangat enak.


Jawaban Aqila tetap Isander dengar, dan dia tersenyum. "Bagaimana perjalanannya selama seharian lebih?"


"Aku merasa monster tingkat rendah makin dikit, tetapi monster tingkat tinggi mulai bermunculan. Di hutan dekat Kota Garuda saja aku langsung bertemu dengan monster tingkat A. Untungnya, itu mudah untuk aku kalahkan," tutur Aqila dengan wajah yang sedikit bingung.


Apa yang diucapkan Aqila memang benar, monster tingkat C jarang bermunculan, kebanyakan monster tingkat B hingga A yang kerap menampakkan sosoknya pada Agter.


Hal ini membuat semuanya bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Pasti ada sesuatu yang aneh.


"Kamu benar. Aku juga baru sadar tentang hal ini. Di sini pun sama kasusnya." Isander sependapat dengan Aqila karena dia juga merasakan keanehannya secara langsung. "Kamu ceritakan informasi yang lain saat kita sarapan pagi bersama. Aku ingin membangunkan yang lain terlebih dahulu."


Aqila mengangguk paham. "Baik, aku tunggu di sini."


Setelah itu, Isander masuk ke dalam kamar Meisya untuk membangunkan putrinya yang lucu.


Tak lama setelah Isander masuk ke salah satu kamar, seorang gadis kecil membawa boneka keluar dan mendekati Aqila dengan wajah bantal.


Sontak membuat Aqila mendekati gadis kecil tersebut dan memeluknya penuh cinta. "Selamat pagi, Meisya."


".... Pathi!" Meisya menyahut sapaan Aqila dengan suara yang tidak jelas karena dia masih agak ngantuk.


Setelah membangunkan Meisya, Isander pergi ke kamar sebelah untuk membangun Helen dan Reren.


Beberapa menit kemudian, mereka semua sudah ada di ruangan yang sama dengan Aqila.


Semua orang senang dengan kehadiran Aqila, terutama Giya yang merupakan idolanya. Giya sedang berusaha untuk tidak lagi bersikap seperti seorang penggemar berat karena dia dan Aqila satu tim.


Semua anggota tim mengeluarkan makanan untuk mereka sendiri, Isander pun mengeluarkan nasi uduk dan satu mangkuk sereal yang sudah jadi untuk Meisya makan.


Meisya setelah diberikan makana yang bergizi terlihat sehat dan sedikit berisi, bukan gemuk.


Tubuhnya tidak lagi kurus dengan lemah, Isander sudah memastikan Meisya sehat dan kuat.


Menurut Isander bahkan Meisya sudah menjadi lebih tinggi beberapa cm, dan Meisya memang bertumbuh tinggi.


Omong-omong, Aqila terkejut dengan ketiga pet Isander yang ikut bergabung makan di sini.


Dia sempat bertanya tentang apa ketiga binatang Isander.


Dengan cepat, Isander memberi tahu tentang apa sebenarnya mereka bertiga dan identitasnya sekarang.


Reaksi Aqila tentu saja tidak percaya di awal, tetapi melihat ketiganya memang menurut dan mengikuti apa yang dikatakan Isander, Aqila percaya bahwa ketiga monster tersebut adalah hewan peliharaan Isander.


Benar, Aqila menganggap Kimaya, Glatash, dan Magtash sebagai hewan peliharaan.


Sebenarnya, itu bukan hewan peliharaan, melainkan teman perjuangan.

__ADS_1


Mereka bertiga sangat berguna di dalam tim dan berguna untuk membantu dalam penyerangan di dalam kondisi apa pun.


Kekurangannya memang mereka tidak bisa berkomunikasi dengan manusia.


Bisa dikatakan, komunikasi yang Isander lakukan dengan ketiga pet miliknya adalah satu arah saja, kebanyakan.


Isander yang berbicara dan mereka bertiga yang memahaminya sehingga bisa melakukan apa yang Isander perintah.


Mungkin komunikasi dua arah terjadi dengan suara teriakan mereka atau gerakan tubuh mereka. Intinya tidak berbicara layaknya manusia. Sebagai gantinya dengan cara bahasa tubuh, atau kode jeritan atau siulan mereka saja.


Meskipun begitu, Aqila sangat kagum dengan Isander yang bisa menjadikan mereka sebagai pet.


Selama 5 tahun adanya monster ini, tak ada sejarahnya manusia memelihara monster untuk membantunya menyerang monster juga. Terdengar seperti berkhianat.


Selain itu, Aqila juga kagum dengan Isander yang ternyata sudah jauh-jauh lebih kuat dari kekuatannya.


Tak hanya Aqila yang kaget dengan level Agter Isander, tetapi semua anggota timnya.


Pasalnya, Aqila bilang bahwa Agter Emperor ini adalah tingkatan tertinggi yang bisa diketahui oleh manusia saat ini.


Di atas Agter Emperor masih belum jelas dan diketahui apa tingkatannya.


Agter paling tinggi yang diketahui adalah Agter Emperor Three Star.


Sementara level Agter Isander saat ini adalah Agter Emperor Two Star. Satu bintang lagi Isander sampai di puncak kekuatan para Agter.


Akan tetapi, Isander merasa kekuatannya tidak sehebat itu. Dia merasa memang masih ada lagi tingkatan Agter setelah Agter Emperor.


Isander sekarang pun masih belum jelas mengenai tentang kekuatannya sekarang karena dia belum bertarung lagi dengan monster level S.


Jikalau memang kekuatannya teratas di tingkatan Agter, dia seharusnya bisa membunuh monster level S sendirian.


Hal ini membuat Isander menjadi kepikiran dengan rencananya ingin pergi untuk mendatangi monster-monster yang telah ditandai di kertas peta.


Aqila menelan makanannya yang sudah dikunyah, dan dia mulai menceritakan kembali informasi yang sudah didapatkan. "Di Kota Garuda sudah berhasil mengetahui mengapa penjaga Rain Settlement bisa berubah menjadi monster."


"Pak Tole? Bisakah kamu menjelaskannya pelan-pelan?" Giya terkejut dan dia terlihat sangat antusias untuk mendengar informasi Aqila.


Isander pun ikut penasaran, dia ingin mengetahui informasi apa yang ditemukan oleh petinggi Kota Garuda.


Sebelum menjelaskan, Aqila meminum air di botol, menghirup udara, kemudian siap untuk menerangkan.


"Kota Garuda mengetahui bahwa ada orang yang yang bersekongkol dengan monster entah bagaimana caranya dan menjual suatu minuman yang dapat membuat manusia biasa menjadi monster yang mengerikan.


"Pak Tole dan ketua pemukiman, yaitu Pak Ghandi memiliki perubahan monster tingkat tinggi, alias tingkat A. Semua manusia tidak bisa berubah menjadi monster tingkat tinggi. Mayoritas manusia yang terinfeksi menjadi monster terendah, bahkan monster manusia tidak bisa dimasukkan ke dalam kategori monster yang berbahaya.


"Monster yang asalnya dari manusia tidak mudah menjadi monster tingkat tinggi. Ada tingkatan monster level D yang di mana itu monster paling lemah. Monster level S diisi oleh monster yang berubah dari manusia. Pada kasus Rain Settlement ini sangat berbeda dengan kenyataan yang seharusnya. Semua kota tahu tentang monster level D dan manusia terinfeksi menjadi monster apa kebanyakannya.


"Orang misterius inilah yang menjadi buronan di Kota Garuda. Aku sudah mencari satu Minggu pelaku tersebut ke berbagai pemukiman, tetapi tak ada orang yang mencurigakan. Ini sangat aneh."


Penjelasan informasi dari Aqila membuat semuanya terkejut dan merasa ngeri.


Ternyata ada manusia yang bisa bersekongkol dengan monster dan itu membuat pihak manusia yang dirugikan.


Isander termenung sesaat, dia juga sempat berpikir seperti ini. Pasti ada orang yang menjual sesuatu tersebut ke pak Tole.


Melirik Aqila, Isander langsung melontarkan beberapa pertanyaan yang ada di dalam otaknya, "Apakah sudah dikonfirmasikan bahwa memang benar minuman yang menjadi penyebabnya? Dan memang itu benda yang digunakan untuk transaksinya?"


"Iya, dalam bentuk minuman yang bisa membuat manusia berubah. Aku dan Garuda Comity menemukan sebuah botol aneh di tempat Rain Settlement, dan di dalamnya ada satu tetes cairan yang misterius berwarna tidak wajar," jawab Aqila dengan serius dan benar-benar tidak terlihat sedang bercanda. "Tidak ada minuman botol yang dijual di tahun ini. Minuman botol yang kamu berikan saja tidak sama dengan botol itu."


"Aneh," gumam Reza yang ikut termenung dan berpikir.


Semua anggota tim Isander sangat bingung, banyak kejadian janggal yang mereka ketahui sekarang.


Selain siapa pelaku pengerusakan Candi Borobudur, ada lagi pelaku misterius yang menjual atau membagikan minuman yang sangat berbahaya itu.


Semua ini membuat keadaan menjadi sangat genting.

__ADS_1


Pasti ada sosok yang bersembunyi di balik peristiwa itu semua. Mereka masih belum tahu apa yang tersembunyi di balik kegelapan dunia ini.


Tidak tahu mengapa, Isander merasa lebih berwaspada dan ingin menjadi lebih kuat dengan cepat.


Sayangnya, mengingat peningkatan kemampuan butuh benda yang sulit didapatkan, Isander malah menjadi kesal.


Kalau saja peningkatan diberi diskon atau potongan harga, mungkin dia sudah sangat percaya diri untuk melawan semua monster yang ada di dunia ini.


Kemampuan tingkat S adalah kemampuan teratas pada tingkatan atau hierarki yang digunakan oleh Sistem.


Dengan banyaknya kemampuan S, banyak peluang untuk membantu abis monster tanpa kalah.


Kemampuan Hand of Hell Titan masih kurang bagi Isander, terlebih kemampuan kuat ini punya kelemahan yang sangat krusial, yakni konsumsi energi tubuhnya sangat besar setiap detiknya.


Namun, di saat ini konsumsinya mungkin tidak begitu besar lagi karena Isander sudah naik 1 tingkat setelah mendapatkan Orb of Unknown.


"Apakah ada petunjuk atau yang lainnya tentang seseorang yang misterius itu?" Isander bertanya dengan pertanyaan yang lebih ke poinnya.


Tangan Aqila mengelus dagunya beberapa kali, kemudian dia menjawab, "Mungkin petunjuknya adalah orang itu tidak lagi di daerah barat dari Pulau Jawa. Para Agter di Kota Garuda sudah berpencar untuk mencari orang aneh di seluruh pemukiman juga. Sampai hari ini, masih tidak ada berita mengenai orang aneh. Semua orang di pemukiman di sana sudah diperiksa secara ketat satu per satu."


"Jadi, kemungkinan orang itu pindah tempat ke bagian tengah atau timur?" ucap Kila sambil menatap kedua mata Aqila.


"Ya, kamu benar." Aqila mengangguk membenarkan.


Semua anggota tim Isander mulai panik dengan berita ini.


Pasalnya, tempat yang mereka tempati ini termasuk di bagian tengah sedikit ke timur, artinya orang berbahaya itu kemungkinan ada di wilayah dekat sini.


Tenggelam di dalam pikirannya, Isander sedang memikirkan tentang informasi ini dan mencoba mengaitkan dengan peristiwa yang mereka alami.


Jika memang benar orang misterius itu ada di sekitar sini. Bukan mustahil jika penyerbuan Rhitager dan Rhigarets, serta serbuan selanjutnya yang terdapat Elgoter dikarenakan oleh orang misterius tersebut.


Apabila bisa mengubah manusia menjadi monster level A yang termasuk monster tingkat tinggi, tak menutup kemungkinan apabila monster level S bisa dikendalikan oleh orang itu.


Informasi yang diberikan oleh Aqila masih belum pasti dan valid. Pihak Kota Garuda saja masih belum 100% bilang bahwa orang misterius itu yang menyebabkan peristiwa Rain Settlement terjadi.


Juga, bisa saja orang misterius itu tidak sendirian, melainkan punya tim seperti mereka juga.


"Jangan bilang, pelaku yang membuat Candi Borobudur hancur berantakan adalah orang misterius itu? Dan juga penyerangan monster yang membobol Kota Komodo masih orang yang sama penyebabnya?" Reza menatap semua orang dengan mata yang membesar.


Apa yang diucapkan oleh Reza membuat semuanya terkejut dan berpikir ke hal yang sama.


Isander juga kaget karena Reza punya pikiran yang sama dengannya.


"Mengapa aku juga menebak seperti itu?" ucap Giya yang terheran sekaligus kaget dengan apa yang diucapkan Reza barusa.


Selain Giya, pendapat Nina dan Kila pun serupa dengan Reza. Mereka semua mengaitkan orang misterius tersebut ke semua peristiwa aneh yang terjadi.


"Tunggu, ada apa dengan Kota Komodo?" Aqila bingung dan bertanya kepada Isander dan yang lainnya.


Semua anggota tim Isander mulai menjelaskan kepada Aqila tentang peristiwa yang terjadi kepada mereka, berawal dari peristiwa penyerbuan Rhitager dan Rhigarets.


Wajah Aqila ikut terperangah begitu peristiwa penyerbuan monster itu dibeberkan oleh Reza dan teman-teman.


Hal ini membuat Aqila menjadi teringat dengan penyerangan Gorgoter monster terhadap Kota Garuda beberapa waktu silam.


"Untungnya, Isander ada bersama kita dan berhasil mengalahkan monster Elgoter yang sempat berubah ke mode humanoid," terang Reza dengan ucapan dan intonasi yang enak didengar.


Segera Aqila merasa lega sembari mengeluarkan napas panjang.


"Meski begitu, aku cukup kesulitan melawan Elgoter," celetuk Isander yang membereskan bekas makan Meisya yang sudah selesai. Makanannya sendiri juga sudah dihabiskan.


Mendengar ucapan Isander, Aqila menjadi khawatir dan bertanya, "Mengapa bisa begitu? Kamu baik-baik saja sekarang, kan?"


"Bisa saja kalau monster itu memang lebih kuat dariku. Elgoter yang belum memasuki mode Supreme, masih bisa aku kalahkan. Akan tetapi, jika sudah memasuki mode humanoid atau Supreme, itu menjadi jauh lebih kuat dan aku di saat itu benar-benar mudah untuk dikalahkan," jelas Isander sambil tersenyum di wajahnya.


Aqila membayangkan bagaimana jadinya jika dia yang mendapatkan peristiwa itu, mungkin dia bisa mati dengan cepat. Isander yang lebih kuat darinya saja bisa mudah untuk dikalahkan..

__ADS_1


"Beruntung, aku bisa mengalahkan dengan kemampuan baru yang aku bangkitkan. Jika Elgoter ingin melawanku lagi, aku bisa mengalahkan mereka tanpa merasa berat."


"Syukurlah, kamu tidak terluka dan sekarang baik-baik saja. Aku terkejut mendengar kamu kalah," kata Aqila dengan senyuman di bibirnya.


__ADS_2