SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 163: Menghabisi Gorgoter


__ADS_3

Hanya dengan satu pukulan saja untuk Isander menghancurkan setengah badan dari Monster Gorgoter.


Semuanya terkejut, bahkan Isander sendiri pun tidak bisa langsung memercayai apa yang telah terjadi.


Pukulannya menjadi sangat kuat, padahal murni menggunakan kekuatan fisiknya saja.


Dalam sekejap mata, dua Monster Gorgoter mati hanya memakai kekuatan fisik Isander, sedikit bantuan Kemampuan Berlian dan Logam.


Masih ada tiga Monster Gorgoter yang harus Isander habisi, tetapi Isander berniat menyisakan satu Gorgoter untuk menjadi target latihan anggota timnya.


Kedua tangan Isander dalam sekejap diselimuti oleh sarung tinju besar yang terbuat dari gabungan logam dan berlian.


Bang! Bang!


Kedua tinju Isander dibenturkan, dan Isander menatap dengan mantap ketiga monster tersisa yang masih duduk tak bergerak.


Sayap Isander bergerak, sosok Isander berkedip secepat kilat di udara kosong, muncul di salah satu Monster Gorgoter yang tercengang.


Mengangkat kedua tangannya ke belakang sedikit ke atas, Isander mengalirkan kekuatan fisiknya ke kepalan tinjunya.


Dengan suara robekan udara, kedua pukulan Isander terbang menunjuk ke wajah Monster Gorgoter.


Sarung tinju keras Isander menghantam wajah monster tersebut dan langsung menghancurkannya.


Duar!


Ledakan terjadi lagi, tetapi tidak terlalu besar.


Asap putih membumbung ke langit, dan semua orang bisa melihat bahwa kepala yang Isander tinju barusan telah menghilang, menyisakan tubuh setengah dada, kedua tangan terlepas.


Bagian kepala hingga bahu menghilang dan lenyap.


Bruk!


Tubuh Monster Gorgoter yang sudah pasti mati itu terjatuh ke belakang dengan darah yang terus mengucur ke luar, membasahi permukaan rumput di sekitarnya.


Dengan pemandangan ini, kedua Monster Gorgoter yang tersisa langsung tersadar, dengan cepat bangkit dari tempat dirinya duduk dan hendak berlari menjauh dari tempat ini.


Sayang sekali, Isander menciptakan sebuah kurungan besar dari logam dan berlian yang diselimuti Cenergi, dijatuhkan tepat di kedua Monster Gorgoter yang ingin kabur.


Kerangkeng kuat ini mampu menahan dua Monster Gorgoter yang mencoba lari.


Ketahanan kerangkeng atau kurungan ini tak perlu diragukan lagi karena telah menggunakan sebuah energi misterius yang berasal dari Cenagon.


Cenergi ini memiliki efek memperkuat benda sehingga tidak mudah untuk dihancurkan atau dirusak.


Bam! Bug!


Tinju-tinju mereka berdua ditabrakkan ke kurungan ini, tetapi kurungan tak mengalami kerusakan yang signifikan.


Alih-alih rusak, tangan mereka menjadi sakit karena kurungan terlalu keras dan tangguh untuk dipukul.


Sebelum mereka berdua bisa bereaksi, pedang besar berukuran 100 meter yang terbuat dari campuran logam kuat dan berlian meluncur cepat menuju salah satu dari mereka.


Pedang besar yang tajam tersebut menusuk salah satu Monster Gorgoter secara brutal, menusuk satu demi satu hingga menembus tubuhnya.


Cratt!


Dalam sekejap, pedang besar berjumlah 10 itu menghancurkan satu Monster Gorgoter dengan cara yang sadis dan menyakitkan.


Darah merah yang busuk terciprat ke wajah Monster Gorgoter yang terakhir.


Pemandangan yang sedang dia lihat sekarang sangat sadis, membuat monster tersebut terdiam tak bergerak.


Isander mengangguk puas sekaligus gembira, kemampuannya benar-benar bertambah kuat dari penyerangan ini.


Untuk membunuh satu ekor Monster Gorgoter tak perlu berusaha keras hingga membuang banyak sekali tenaga.


Cukup dengan menggunakan kekuatan fisik mentahnya, dan kemampuan manipulasi logam atau berlian, Isander mampu mengalahkan monster S, seperti Monster Gorgoter yang terbilang lemah.


Gorgoter ini paling lemah. Namun, diri Isander sendiri saja tidak yakin dengan pemikiran atau tebakannya ini.


Sejauh ini, monster ini yang mudah untuk dibunuh.

__ADS_1


Meski Whale Gozer juga mudah Isander bunuh, tetapi butuh usaha dan tenaga yang besar untuk membunuh monster S terkuat tersebut.


Sementara Gorgoter, perkiraan Isander tak perlu membutuhkan banyak energi.


Cukup menciptakan pedang besar di tangannya saja, Isander bisa mengalahkan Monster Gorgoter.


Mengingat lagi bahwa Gorgoter tak memiliki mode Supreme layaknya Elgoter.


Fakta bahwa Gorgoter memang lemah.


Satu-satunya Monster Gorgoter yang masih hidup Isander kurung di sana, kekuatan kurungan ditambah lagi oleh Isander agar terjamin monster ini tak bisa kabur.


Isander harus pergi ke tempat anggota timnya bersembunyi dan memberi tahu bahwa masih ada Monster S yang harus mereka bunuh.


[Ding! Terdeteksi Bahwa Meisya Memiliki Keinginan! Memberikan Anda Kemampuan Sand Ruler!]


Baru saja Isander terbang untuk memberi tahu mereka tentang monster yang sengaja disisakan satu, sebuah suara dari Sistem memasuki jiwanya untuk menginformasikan hadiah.


Sand Ruler tingkat A, sebuah kemampuan yang tingkatnya sama dengan kemampuan Crystal Control dan Metal Control.


Namun, objek yang dikuasai atau dimanipulasi berbeda dari kedua kemampuan tersebut.


Apa yang bisa dikendalikan oleh kemampuan ini ialah pasir.


Tidak tahu pasir apa lebih spesifiknya. Hal yang pasti Isander bisa mengendalikan pasir dengan mudah.


Tingkatan kemampuan A merupakan tingkatan yang cukup hebat, bisa mengendalikan atau menggunakan kemampuan dengan dalam dan terlihat mudah.


Jadi, Isander yang sekarang bisa mengendalikan atau memanipulasi sekaligus menciptakan pasir.


Benar, bisa menciptakan pasir dari tubuhnya.


Sand Ruler adalah kemampuan penguasa pasir.


Ujung bibir Isander membentuk kurva. Dalam hatinya sangat senang dan bahagia mendapatkan kemampuan unsur elemen baru ini.


Dengan begitu Isander segera mencoba sejenak kemampuan pasir ini ketika terbang.


Pasir keluar dari ujung tangannya mulai membungkus seluruh pergelangan tangannya sampai ke jari-jari.


Pasir memiliki kekurangan pada air, tidak cocok digunakan ketika hujan datang, terlebih ketika hujan deras.


Bam!


Sosok Isander mendarat dengan heroik di depan para anggota timnya, kemudian dia membatalkan Armor Baryon Cenagon.


"Satu Monster Gorgoter telah aku sisakan untuk kalian. Sekarang kalian bisa mencoba kekuatan dan kerja sama kalian ke target Monster Gorgoter itu," ujar Isander memberi informasi mengenai satu Monster Gorgoter yang sengaja tidak dibunuh.


Semua anggota tim Isander merasa lega, ketuanya berhasil melawan kelima monster tingkat S tanpa ada luka.


Dengan anggukan kepala yang menandakan setuju, mereka semua pergi mengikuti Isander.


Sebelum sampai di titik di mana Monster Gorgoter satu-satunya berada, Isander berhenti di atas pohon bersama Meisya di pelukannya.


Isander menunggu mereka menyelesaikan tugas membunuh Monster Gorgoter di sini.


Pasalnya, Meisya tidak diperbolehkan melihat sesuatu yang sadis dengan sengaja. Diusahakan untuk tidak melihat kegiatan membunuh monster.


Umur Meisya masih sangat mudah, balita tepatnya.


Sementara itu, semua anggota Isander maju untuk memulai pertarungan melawan satu Monster Gorgoter.


Pada saat mereka tiba di Medan pertempuran, sebuah kerangkeng besar mengurung Monster Gorgoter tanpa bisa apa-apa.


Monster Gorgoter ini tampak lemas karena sudah membuang tenaganya demi merusak kurungan Isander, berharap benda kuat ini hancur.


Sayangnya, itu hanya ada di dalam mimpi monster itu. Kurungan dari Isander sulit untuk dihancurkan, kecuali diserang oleh kekuatan yang setara dengan ketahanan kurungan ini.


Sebelum kurungan terlepas, mereka semua memulai strategi cepat, dan bergerak sesuai dengan posisinya masing-masing.


Reren dengan kedua perisai durinya berdiri di baringan paling depan, bersama dengan Goron yang sudah menggunakan sarung tanah besar di kedua tangannya.


Di belakang keduanya ada Nina dan Reza yang akan maju untuk menyerang, dan akan dibantu oleh Helen, Giya, Aqila, dan Kila.

__ADS_1


Dengan formasi 2-2-4 yang mereka gunakan, strategi ini diyakini oleh mereka efektif melawan Monster Gorgoter.


"Semuanya, apa kalian siap?" Goron bertanya dengan pandangan terfokus ke sosok Monster Gorgoter.


Kepala mereka mengangguk hampir bersamaan. "Kami siap!"


Setelah jawaban mereka, penyerangan segera dimulai.


Krak!


Kurungan langsung hancur berkeping-keping, menjadi serpihan berlian dan logam di atas tanah.


Monster Gorgoter yang ada di dalam kerangkeng menjadi sangat marah setelah kurungan hancur.


Tatapan Monster Gorgoter mengarah ke anggota tim Isander dan tak berpikir lagi untuk menyerang.


Berlari cepat menggunakan kedua kaki belakang dan kedua tangan besarnya, sosok Monster Gorgoter dengan cepat tiba di depan barisan mereka semua.


Goron sudah menunggu ini kemudian dia dan Reren siap untuk menahan serangan.


Tinju besar Monster Gorgoter melayang menuju ke arah tim Isander.


Kedua tangan Goron sudah siap untuk menahan serangan ini.


"Ayo, Reren!"


Kedua tangan Goron menjadi besar, kemudian perisai Reren berubah menjadi lebih besar untuk bisa dipakai Goron.


Duri tajam dari perisai tersebut siap untuk menahan serangan monster.


Tangan tanah Goron menangkap peristiwa besar, dan kedua kaki Goron masuk ke dalam tanah untuk menopang tubuhnya.


Bang!


Pukulan berhasil mendarat tepat di perisai bulat Reren berdiri besar.


Sosok Goron menjadi sedikit masuk ke dalam, lututnya bahkan sampai tenggelam ke dalam tanah ditimbulkan oleh dampak keras pukulan Monster Gorgoter.


Seluruh tubuh Goron agak merasakan sakit menahan getaran yang dihasilkan oleh tindakan menahan serangan monster, bahkan kedua tangan tanah Goron mulai keropos dan berjatuhan.


Graahh!


Monster Gorgoter ini langsung menarik tinjunya pada perisai bulat milik Reren. Semua orang bisa melihat bahwa kepalan tangannya beberapa bagian bolong akibat tertancap duri besar.


Darah mengalir keluar dari kepalan tinjunya, menetes ke tanah.


Reza dan Nina tidak menyia-nyiakan kesempatan kali ini, keduanya bergerak begitu sinkron menuju ke sosok monster yang fokus pada rasa sakitnya.


Kedua sosok mereka melesat cepat ke tubuh Monster Gorgoter dan langsung memberikan serangan yang fatal.


Dua belati pada tangan Reza menyerang pada titik mata Gorgoter, sedangkan dua pisau besar Nina membidik memberikan luka di leher Monster Gorgoter.


Slash!


Cahaya hijau dan biru menyala di atas tubuh Gorgoter, mereka berdua berhasil melakukan penyerangan.


Lolongan kesakitan keluar dari mulut besar Gorgoter, tangan kirinya terangkat untuk menyentuh leher dan matanya.


Sayang sekali, Monster Gorgoter langsung buta dan tak bisa melihat, cahaya merah di kedua matanya menghilang, berubah menjadi hitam gelap.


Hal ini membuat Monster Gorgoter mengamuk liar, dengan kedua tinjunya terlontar segala arah.


Dengan gerakan tubuh mereka yang cepat, keduanya dapat menghindari segala gerakan Gorgoter yang acak tanpa terluka.


Sambil mereka turun, jejak luka yang panjang diberikan oleh mereka berdua yang membuat Gorgoter tambah kesakitan.


Melihat Nina dan Reza sudah turun, Aqila dan yang lainnya langsung melancarkan serangan yang sudah mereka persiapkan.


"Ice Arrow!"


"Stromice Arrow!"


"Shot Fire Knife!"

__ADS_1


"Lash Rock!"


Keempat serangan diluncurkan secara bersamaan dari keempat wanita.


__ADS_2