SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 178: Sparing dengan Cenagon


__ADS_3

Dug! Dug! Dug!


Dentuman keras terjadi di dalam tubuh Isander, lebih tepatnya di tengah dada Isander.


Suara dentuman itu diiringi oleh gelombang kejut yang kuat.


Setiap dentuman muncul gelombang kejut yang dihasilkan dapat menghancurkan dinding Cenergi di sekitarnya.


Sensasi yang begitu menyakitkan dapat Isander rasakan di detik-detik yang berlalu. Rasa sakit kian parah seiring berjalannya detik.


"Sakit, sialan!!!"


Saking sakitnya, Isander sampai mengutuk keras apa yang sedang ia rasakan pada tubuhnya.


Kedua tangannya menggerus permukaan ruangan Cenagon, membuat Cenergi yang menyelimuti ruangan sedikit ditarik.


Isander melampiaskan kesakitannya dengan cara menggaruk-garuk ruangan Cenagon dengan kuat.


Aliran energi asing menjalar ke seluruh sel dan jaringan tubuh, memperkuat semua yang ada di dalam tubuhnya.


Berikutnya, tubuh Isander memerah karena menjadi panas dengan asap yang membumbung tinggi dari seluruh badannya.


Di belakang punggung Isander tercetak sebuah tato hitam yang menyala dengan sinar merah.


Gambar tato itu adalah dua buah tangan yang mirip dengan tangan Hell Titan dengan empat jarinya, memiliki tanduk di ujung pangkal lengan, tetapi ada perbedaan pada tato ini dengan tangan Hell Titan normal.


Perbedaan tersebut ada pada pergelangan tangan Hell Titan yang dibungkus gelang yang berbentuk kepala atas naga bertanduk.


Keseluruhan gambar tidak bisa dilihat dengan jelas detailnya lantaran gambar tato dibuat dari sudut pandang menyamping.


Lebih dari 10 menit berlalu, sosok Isander yang telah ditusuk oleh berbagai macam rasa sakit yang tak terlukiskan kini berdiri tegak dengan penampilan yang sedikit berbeda.


Di tengah-tengah dada Isander yang bisa penuh otot terdapat simbol tato hitam bergambar tengkorak yang bertanduk empat di atas kepalanya.


Tato itu berukuran kecil, diameter tidak lebih dari bola kasti.


Bukan tatonya yang spesial, melainkan di balik tato tersebut yang tertanam sebuah jantung baru yang berbeda dari jantung normal Isander.


Jantung baru ini punya bentuk bulat dengan diselimuti oleh aura merah gelap.


Fungsi jantung baru ini adalah menyimpan banyak energi dan mengubah ukuran tubuh menjadi lebih besar.


[Superior Hell Titan Body (S): Tubuh yang dapat berkembang besar dengan cepat, ukuran maksimal 10 kilometer, memberikan dua tangan tambahan dari Great Hell Titan di belakang punggung, ukurannya dapat mengikuti ukuran tubuh. Kekuatan Fisik bertambah 50 juta poin!]


Sebuah layar virtual melayang di depan mata Isander, memberi tahu deskripsi kemampuannya yang berevolusi.


Dengan seringai di wajahnya, Isander mengaktifkan kemampuannya untuk menguji kemampuan yang baru didapatkan.


Dalam mata Cenagon, tubuh Isander yang kecil sebesar kotoran hidung itu membesar dengan cepat.


Kurang dari 10 detik berselang, tubuh Isander menjadi besar dengan tinggi 10 kilometer.


Sosok Cenagon yang awalnya besar, di hadapan Isander sekarang telah menjadi sangat kecil.


Belum puas dengan kemampuannya, Isander memanggil dua lengan Great Hell Titan di belakang punggungnya.


Tato yang berbentuk tangan itu menyala merah, kemudian menghilang untuk berubah wujud menjadi dua lengan besar yang melayang di belakang punggung Isander.

__ADS_1


Di dalam tubuhnya, Isander merasakan banyak sekali kekuatan, seolah itu tidak ada habisnya.


Isander mencoba menggerakkan dua lengan Great Hell Titan yang melayang di belakang punggungnya, dimulai dari *******-*****, membentuk tinju, melambaikan tangan, hingga meninju ruang kosong.


"Sangat fleksibel."


Selain itu, Isander juga bisa memindahkan letak dua lengan ini di samping tubuhnya.


Lengan besar Great Hell Titan ini tidak tumbuh dari tubuh Isander, melainkan melayang di udara karena ada sebuah energi merah yang menciptakan lengan ini.


Asumsi Isander itu adalah energi Hell Titan.


Jelas, mengaktifkan ukuran sebesar ini memakan banyak energi setiap menitnya, tak berbeda dengan lengan besar Great Hell Titan ini, tetapi dua lengan Great Hell Titan tidak memakan banyak energi.


"Aku penasaran dengan apa yang terjadi jika aku mengaktifkan Mode Baryon Cenagon dalam tubuh yang memiliki ukuran sebesar ini."


Dengan pikiran tersebut, Isander segera mengaktifkan Armor Baryon Cenagon.


Cenergi menyelimuti sekujur tubuh Isander dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata manusia normal, kemudian bagian-bagian armor terbentuk di tubuh Isander yang besar dan tetap proporsional.


Dalam kurun waktu belasan detik, sosok Isander sudah dibungkus oleh Armor Baryon Cenagon raksasa.


Tidak ada perbedaan pada bentuknya, masih sama seperti ketika Isander di ukuran tubuh aslinya.


Ada perbedaan pada belakang punggung Isander di mana dua pasangan sayap di belakang sangat besar, rentang sayapnya bisa mencapai 40 kilometer.


Dikombinasikan dengan lengan Great Hell Titan, penampilan Isander sangat keren dan mendominasi.


Cenagon yang melihat tampilan Isander sekarang langsung mengangguk puas, usahanya tidak sia-sia.


Ukuran Cenagon ikut membesar menyamai ukuran tubuh Isander yang besar.


Akan tetapi, penampilan mereka jauh berbeda satu dengan yang lain.


Penampilan Cenagon ini mirip sekali dengan makhluk centaur, hanya saja memiliki armor dan sayap di tubuhnya, di atas kepalanya terdapat 2 tanduk yang melengkung ke belakang.


Sementara itu, Isander tubuhnya tidak berbeda dengan bentuk di ukuran normal. Sosok Isander tetap gagah dan juga tampan.


Armor Cenagon tersemat di seluruh tubuhnya, ditambah dengan dua sayap yang ukurannya sama dengan sayap Cenagon, diberkahi dengan dua lengan Great Hell Titan yang kuat.


Mereka berdua saling berhadap-hadapan, kedua mata mereka menyipit tanda ingin bertarung.


Zing!


Hal yang tak terduga, Dark Spear dapat mengikuti ukuran besar Isander, bahkan panjangnya melebihi 11 kilometer.


Havoc Zweihander terlihat tidak ingin kalah, ukurannya juga serupa dengan panjangnya Dark Spear.


Melihat gerakan Isander, Cenagon mengangguk, kemudian dia membuat sebuah senjata dua pedang kembar di kedua tangannya, besarnya tak kalah dari kedua senjata Isander.


"Ayo kita bertarung!"


Isander dengan kepercayaan diri yang tinggi menyerukan pertarungan 1 vs 1 pada Cenagon.


Dengan sikap yang santai dan tenang, Cenagon mengangguk dan berkata, "Jangan salahkan jika kamu terluka."


Berikutnya, dua raksasa bertarung dengan kekuatan yang besar, dan dengan mudah mengguncang ruangan gelap tak berujung.

__ADS_1


Duar!


Pada saat yang sama, di dalam sebuah markas bertuliskan Garuda Comity, terlihat Kei yang duduk di depan halaman markas dengan mata kosong.


Tatapannya terasa begitu hampa, seperti ruang yang ada di luar dunia ini. Kehampaan juga menyelimuti hatinya, orang terdekatnya telah menghilang dan sudah dipastikan mengkhianati dia serta orang lain.


Di belakang, Sadam dan Hendra berdiri memandang Kei yang duduk di luar ruangan yang dingin dan gelap. Malam ini terasa sunyi dan sepi, tak biasanya begini.


"Kei, jangan bersedih, aku yakin Tara akan kembali cepat atau lambat, dia suka sekali mengejek kita semua, kupikir dia tidak akan hidup jika dia tak mengejek kita," ucap Hendra dengan kalimat yang menegangkan Kei.


Sayangnya, Kei cuma menganggukkan sedikit kepalanya dan tak mengatakan apa pun.


Hendra dan Sadam saling memandang, kemudian berjalan menghampiri Kei dan duduk di sebelahnya.


"Jangan terlalu dipikirkan. Hari besok, kita akan mencari dan menemukan dia, aku yakin dia tidak jauh dari sini. Paling tidak, dia masih di Pulau Jawa dan tak ke mana-mana," tambah Sadam yang mencoba membujuk Kei yang sudah satu hari ini diam.


Kali ini, ucapan Sadam tampaknya membuat Kei tergerak dengan bujukannya.


Menoleh untuk melihat Sadam di samping kirinya, dengan wajah yang pucat tanpa sedikit pun emosi, Kei bertanya, "Apakah kamu serius dengan omongan yang keluar dari mulutmu?"


Sadam dengan cepat mengangguk dan menjawab, "Aku serius. Kita akan pergi mencari Tara, tetapi kamu harus kembali seperti Kei yang kami berdua kenal."


Sontak Kei terdiam beberapa saat, menoleh ke arah Hendra dan Sadam dengan pikiran di dalam kepalanya.


Mereka berdua tersenyum tulus melihat Kei melirik ke wajah mereka, menandakan mereka baik-baik saja dan tidak berubah.


Hendra tetap Hendra, Sadam tetap Sadam, keduanya tidak berubah sedikit pun. Mereka hanya ingin Garuda Comity tim inti kembali lagi.


Setidaknya, mereka bertiga bersama Kei tidak pisah dan tetap bersama.


Bagaimana pun persahabatan merupakan energi terbesar seorang teman, tanpa sahabat, mereka akan lemah.


Jadi, Hendra dan Sadam ingin seluruh tim inti berkumpul dalam memerangi monster di dunia ini, sama seperti tujuan awal mereka membentuk tim Garuda Comity.


Mulut Kei terbentuk garis kurva, menampilkan senyuman tulus. Sebuah ingatan telah diputar di dalam kepalanya, dan sekarang dia sudah tersadar akan kesalahan


Kedua tangan Kei terentang, kemudian merangkul bahu Sadam dan Hendra seraya berkata, "Maafkan aku, Sadam, Hendra, aku berjanji akan terus bersama kalian berdua di dalam tim ini. Terima kasih banyak sudah menyadarkan aku."


Mendengar ucapan ini, Sadam dan Hendra tersenyum lebar ikut merangkul bahu Kei dan saling tertawa bersama-sama.


"Monster S makin cepat berkurang?"


"Benar, Ketua, kecepatan pengurangan ini lebih dari empat kali lipat dari biasanya."


Di sisi lain, di dalam gua yang tersembunyi, seorang pria bertubuh aneh sedang berdiri di depan sosok wanita berjubah yang sangat tertutup.


Pria itu adalah anak buah dari pelaku yang membawa dan membuat Tara berkhianat, pelaku itu ada di depannya.


"Siapa orang yang membunuh Monster S itu? Apakah ada petunjuk atau ciri-cirinya?" Wanita misterius itu bertanya kepada pria yang melaporkan suatu peristiwa besar dan penting.


"Ya, Ketua!" Pria yang memiliki tubuh bersisik dan menjijikkan itu mengangguk. "Orang yang membunuh monster S di beberapa daerah adalah seorang pria yang mengenakan zirah gelap, tampak sangat kuat. Pria itu bahkan bisa mengalahkan Whale Gozer dengan mudah. Salah satu orang di tim pengintai mengonfirmasikan peristiwa tersebut."


Begitu mendengar deskripsi dari pria jelek dan aneh ini, wanita itu memeluk tangannya, merenung untuk mengingat kembali laporan yang sebelumnya.


Ada sebuah laporan yang di mana pelakunya juga memiliki ciri yang sama.


Matanya menyala, wanita itu langsung bertanya, "Bukankah pelaku itu sama dengan orang yang membunuh pria tua Ghandi dan Tole?"

__ADS_1


"Benar, beberapa Infected juga sudah mendeteksi keberadaan pria itu dan timnya," jawab anak buah yang jelek. "Apakah kita ingin menghentikan dan menghabisinya?"


"Tidak perlu, biar aku saja yang menghadapinya. Kamu terus pantau dan kontrol makhluk-makhluk itu."


__ADS_2