SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 151: Pertemuan Anggota Komplit


__ADS_3

Kepala Goron bergerak ke arah seseorang yang berbicara, dan itu Aqila yang bertanya kepadanya.


Dengan senyum di wajahnya Goron mengangguk dan membalas, "Benar, aku Goron. Kamu adalah Ice Frail, kan?"


"Ya, kamu tahu aku juga?" Aqila cukup terkejut mendengar jawaban Goron. Ternyata Goron tahu tentangnya, padahal dia jarang sekali mengungkapkan sosoknya di publik atau khalayak umum.


"Tentu saja aku tahu." Goron berjalan di belakang barisan dan berdampingan bersama Aqila juga Giya. "Nama kamu sudah terkenal di Kota Komodo. Kamu adalah Agter wanita yang difavoritkan banyak Agter. Banyak sekali Agter pria yang ingin punya wanita seperti kamu. Tentu, itu sulit didapatkan."


Ujung bibir Aqila sedikit naik, dia tersenyum kecil mendengar apa yang dikatakan oleh Goron.


Sebenarnya, Aqila sudah mendengar ucapan tersebut tak terhitung berapa kalinya. Pastinya, memang banyak Agter yang punya keinginan tersebut.


Tidak heran juga, sosoknya yang cantik menjadi perhatian banyak pria. Oleh karena ucapan-ucapan tersebut, sebuah keputusan dibuat oleh Aqila untuk tidak memamerkan sosok tubuhnya dan lebih memilih untuk menggunakan pakaian yang tertutup.


Namun, ketika ada Isander di dekatnya, sosoknya tidak boleh ditutup dan harus ditunjukkan. Ada tujuan yang terselubung dari keputusan Aqila tersebut.


"Terima kasih." Aqila mengangguk satu kali pada Goron.


Melihat ini, Goron juga mengangguk dan tersenyum. "Aku hanya memberi tahu fakta."


"Omong-omong, kamu boleh untuk pergi oleh petinggi kota?" tanya Aqila yang tak sengaja mengubah topik pembicaraan.


Goron merespons dengan cepat dengan anggukan kepala sekali lagi, dan menjawab, "Aku sudah dibolehkan pergi ke mana saja. Pasalnya, aku sudah menjadi Agter pengembara, dan posisiku sebagai ketua di Komodo Comity sudah digantikan oleh temanku."


"Kamu sudah Agter King, ya? Aku merasa kekuatanmu sama denganku," kata Aqila yang merasakan pancaran kekuatan Goron sama dengannya, itu sama-sama kuat.


"Benar, aku diberi kesempatan oleh Isander untuk meningkatkan kekuatan Agter sehingga aku berhasil naik ke Agter King Two Star. Bukankah kamu juga sama?"


"Iya, aku juga sama. Kita sudah menjadi tim, dan memang sudah dijatahkan untuk melakukan peningkatan kekuatan Agter." Kepala Aqila terangkat dan melihat jauh ke depan.


Goron yang sadar dengan gerakan Aqila langsung bertanya tentang apa yang sedang dilihat oleh Aqila.


Aqila sama sekali tak menjawab, tetapi wajahnya yang berubah secara tidak langsung menjawab pertanyaan Goron.

__ADS_1


Tak hanya Aqila yang melihat ke depan, Isander pun sama dan dia yang mendengar semua ucapan antara Aqila dengan Goron menjadi terhenti karena menemukan sesuatu yang aneh di depan.


Tempat di mana mereka berjalan ada di hutan bagian selatan Kota Komodo, mereka melalui rute berputar agar tidak ditemukan oleh Agter kota.


"Monster A datang, jumlah mereka sangat banyak," ujar Isander yang tahu dengan keadaan yang ada di depan.


Setelah kata-kata Isander jatuh, mereka semua menjadi waspada dan memutuskan untuk melambatkan laju jalan mereka supaya tidak cepat bertemu dengan kumpulan monster tersebut, dan mereka bisa melakukan persiapan.


Giya dan semua anggota tim lainnya sudah siap untuk mengeluarkan serangan mereka.


Sementara itu, Isander bersama Meisya pergi ke pepohonan untuk menghindari anaknya melihat sesuatu yang sadis dan tak cocok dengan umurnya.


Tidak lam berselang setelah Isander menghilang, Monster Rhigarets datang kepada mereka semua dengan jumlah yang sangat banyak.


Secara kasar mereka menghitung bahwa monster-monster yang datang bisa mencapai 100 ekor.


Bisa dikatakan, kelompok monster A yang datang kepada mereka ini sudah bisa dikatakan dengan penyerbuan besar.


Jumlah dan jenis mereka begitu tinggi sehingga penyerbuan punya ancaman yang besar.


Bam!


Dinding tanah yang menjulang tinggi terbentuk di depan belasan Monster Rhigarets yang berlari mendekati merek semua.


Dengan kemunculan dinding tanah yang besar dan tinggi di depannya, beberapa monster mati akibat menabrak tembok yang tebal tersebut dengan gerakan serudukan yang salah.


Duar!


Monster Rhigarets berhasil menghancurkan dinding tanah yang Goron buat, dan mereka terus berlari ke arah tim Isander.


Sayangnya, semua tim Isander sudah siap dengan ini, dan segera mereka bergerak sesuai dengan tugas masing-masing dalam rencana yang mereka buat.


Kedua sosok Reza dan Kila melesat cepat menghampiri mereka dengan kedua senjata kecil di kedua tangannya.

__ADS_1


Di depan mereka berlari, panah dan pisau terbang untuk membunuh beberapa monster A yang tidak mungkin bisa mereka berdua bunuh semuanya.


Helen dan Giya tersenyum, serangan keduanya berhasil membunuh beberapa monster yang ada di barisan depan.


Ditambah lagi dengan serangan cambuk Kila, formasi para monster menjadi hancur berantakan sehingga anggota tim lain bisa mengeksekusi Monster Rhigarets yang keluar dari formasi.


Reren berlari ke depan, dia memasang kuda-kuda yang kokoh untuk menjaga anggota tim lain berdiri di belakangnya untuk menyerang dari jauh.


Sementara itu, Aqila melemparkan banyak sekali tombak es yang diselimuti aliran listrik ke banyak sekali monster.


Dengan pola penyerangan yang mereka lakukan dengan konstan dan tak berubah-ubah, penyerbuan monster A berhasil mereka hadapi dengan kondisi mereka tanpa luka.


Isander tahu hal ini dari kejauhan, dia menghela napas di atas kepala Meisya yang sedang asyik menonton serial kartun anak-anak yang mendidik.


Kepala Meisya merasakan angin yang keluar dari mulut Isander, dan dia segera menoleh untuk melihat ayahnya dengan bingung.


Dengan cepat Isander memberi tahu bahwa dirinya sedikit lelah duduk di sini, dan meminta Meisya untuk melanjutkan lagi nonton film kartunnya.


Setelah film kartun tersebut selesai ditonton oleh Meisya, sosok Giya dan yang lainnya muncul dan melaporkan bahwa mereka semua berhasil menghilangkan monster-monster level A tersebut yang sempat menyerang mereka.


Dengan cekatan Isander pergi untuk mengurusi bekas pertarungan agar tidak ketahuan, dibantu oleh Goron sehingga pekerjaan selesai dengan sangat baik.


Peristiwa barusan sangat menyenangkan, mereka juga berhasil mendapatkan banyak pendapatan dari penyerbuan ini karena ada banyak bukti kematian Rhigarets yang disebabkan oleh mereka. Pasti, keuntungan bersama dibagi rata dan adil.


Merasa semuanya sudah selesai, mereka semua pergi terus ke arah barat untuk menemukan sebuah wilayah Kebumen.


Menurut peta kertas yang dipegang oleh Isander, di wilayah tersebut ada monster S yang masih belum diketahui jenisnya, dipercaya ada di sana.


Lokasi mereka masih belum pasti lantaran petunjuk peta yang sangat minim.


Dengan begitu mereka semua memutuskan untuk terus berjalan ke arah barat, tentunya mereka bukan kera dan timnya.


Di perjalanan ada beberapa monster yang menyerah mereka, tetapi semuanya sudah dihabiskan dan dimatikan oleh anggota tim Isander, bukan Isander sendiri.

__ADS_1


Lagi pula, monster yang menghampiri mereka tak begitu kuat.


"Di mana wilayah Kebumen?!"


__ADS_2