
Cenagon terdiam beberapa saat, seakan sedang memikirkan jawabannya. Namun, Cenagon bukan mengarang jawabannya, melainkan jawaban dari pertanyaan Isander terbilang agak di luar apa yang dia ketahui.
Mengingat Isander yang adalah penerus kekuatannya, dia berusaha memberikan jawabannya sesuai dengan penalaran yang dapat dikatakan fakta karena berdasarkan dengan apa yang ia tahu.
Dengan suara yang dalam dan serius, Cenagon menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Isander, "Kurasa, dia tidak ada di sini. Tidak ada di sistem Tata Surya ini. Sesuatu yang aku ketahui dari Dia, keberadaan Dia ada di mana saja, tetap aku tak tahu apakah Dia ada di sini atau tidak."
"Bagaimana kamu bisa tahu dia tidak ada di sini? Bukankah kamu bilang Dia ada di mana-mana?" Isander agak bingung dengan ucapan Cenagon. Ia belum sepenuhnya mengerti jawaban Cenagon atas pertanyaannya.
Cenagon terdiam sesaat, menatap Isander dengan kedua matanya yang menyala berwarna lilac. "Aku tidak bisa merasakan keberadaannya di dunia ini. Aku bisa memastikan dia memang tidak ada di Tata Surya. Jika ada, Dia harusnya ke sini karena Bumi adalah planet kesukaannya."
Jawaban Cenagon satu ini mampu dipahami oleh Isander. Pada intinya, Cenagon percaya makhluk kuat yang disebutkan tidak ada di Tata Surya ini yang berarti ada di galaksi atau alam semesta yang berbeda.
Dipikir-pikir lagi, makhluk kuat yang diceritakan Cenagon sangat di luar nalar kekuatannya, bahkan dapat menghancurkan alam semesta hanya dengan gerakan jarinya.
Jelas, makhluk yang menciptakan Cenagon adalah entitas yang paling kuat.
Bukan hal yang mustahil jika dia memang tidak berada di alam yang sama dengannya, mengingat kekuatan orang tersebut begitu kuat.
Setelah jawaban Cenagon dikeluarkan, mereka berdua melanjutkan cerita tentang pencipta Cenagon.
Apa yang Isander dapatkan dari obrolan ini ialah dirinya menjadi tahu bahwa ada makhluk yang kekuatannya sangat mirip dengan Dewa.
Wujud pencipta Cenagon mirip manusia, tetapi kekuatan yang terkandung sangat berbeda dengan manusia. Jauh sekali.
Hal yang menakjubkan dari pencipta Cenagon menurut Isander, yaitu makhluk tersebut mampu menghidupkan orang yang telah mati, dan mematikan orang yang masih hidup sesuka hati.
Bukankah ini terdengar seperti sesosok Dewa atau Tuhan?
Makhluk yang sangat kuat, bisa melakukan apa pun sesuka hatinya. Mengatur kehidupan yang ada di Bumi bagaikan mainan, bermain dengan waktu seolah itu adalah bahan mengatasi rasa bosannya, dan menciptakan apa pun yang dia suka.
Mendengar semua cerita Cenagon tentang penciptanya membuat Isander pusing dan tak habis pikir.
Bagaimana makhluk yang kuat seperti itu bisa hidup di dunia tersebut yang kata Cenagon mirip Bumi? Sangat tidak cocok.
__ADS_1
Namun, entah mengapa Isander menjadi iri dengan kekuatan yang dimiliki oleh pencinta Cenagon.
Dia bertanya di dalam hatinya beberapa kali, apakah dia bisa mencapai kekuatan seperti itu atau tidak.
Seharusnya, Sistem bisa membantunya untuk mendapatkan kekuatan yang bisa menyamai makhluk yang dibicarakan oleh Cenagon.
Sistem adalah sesuatu benda yang punya kemampuan begitu luar biasa kuat, apa pun bisa dia wujudkan olehnya tanpa kesusahan.
Mungkin Sistem bisa saja menjadikan dia seperti pencipta Cenagon kalau Meisya banyak meminta sesuatu kepadanya.
Salah satu cara agar dia bisa bertambah kuat secara cepat adalah mengandalkan Sistem.
Ada kesulitan yang Isander pikirkan, yaitu bagaimana caranya membuat Meisya membuat permintaan atau keinginan kepadanya.
Sistem tak menerima permintaan Meisya yang direncanakan atau disengaja, bukan spontan dan memang alami terjadi.
Usai membahas tentang sosok yang menjadi pencipta Cenagon, makhluk misterius tersebut meminta Isander untuk pergi dari sini dan melanjutkan harinya dengan baik dan benar.
Isander tahu bahwa hari sudah mulai terang lantaran matahari muncul dari ufuk timur dan bukan barat.
Cenagon mengangguk sebagai jawabannya, tanda dirinya setuju dengan rencana Isander yang ingin kembali lagi ke tempat ini. Cenagon sama sekali tidak keberatan, malah dia senang karena ada teman untuk mengobrol.
Ditemani sangat lebih baik daripada diam tak jelas hanya memikirkan nasib hidup kehidupannya nanti.
Cenagon melambaikan tangannya yang hampir satu warna dengan kegelapan, merespons Isander yang melambaikan tangannya ke kiri dan ke kanan sebagai bentuk salam perpisahan.
Usai sosok Isander menghilang di ruangan yang gelap ini Cenagon kembali merasa kesepian, tetapi perasaan sepi ini tidak terlalu buruk, malah dia menggunakan suasana yang sepi ini untuk mengingat kembali peristiwa yang sebelumnya terjadi.
Membuka matanya, Isander melihat ke luar dari jendela rumah, kelihatan cahaya matahari satu per satu menembus dedaunan pohon-pohon hingga menyentuh permukaan tanah dan rumah Isander.
Dengan adanya cahaya matahari, menunjukkan bahwa pagi sudah datang.
Isander pergi ke dalam kamar Meisya untuk membangunkan Meisya dari tidurnya, dan mengajaknya sarapan pagi bersama.
__ADS_1
Untungnya, Meisya sudah terbiasa bangun pagi, tanpa dibangunkan dirinya akan bangun sendiri.
Seperti yang sekarang terjadi, baru saja Isander masuk ke dalam kamar, Meisya yang terbaring langsung membuka matanya dan menatap Isander dengan bingung.
Diam sesaat di atas kasur, Isander menggendong Meisya dan membawanya keluar kamar.
Di hari ini, sesuai dengan agenda yang sudah dibuat oleh mereka semua, Isander dan lainnya pergi ke Kota Garuda untuk menukarkan bukti pembunuhan monster dengan Koin Agta.
Sebagai informasi, Koin Agta ini berlaku di berbagai kota, tidak hanya di Indonesia, melainkan di luar negeri pun ada.
Jadi, tidak perlu khawatir di mana tempat menebus Koin Agta. Kota-kota lain, contohnya Kota Komodo, di kota itu bisa menukarkan Koin Agta, dan mengubah Koin Agta ke barang yang sangat dibutuhkan.
Di perjalanan menuju Kota Garuda, ada berbagai kendala yang semua orang alami.
Tidak tahu mengapa Reza tiba-tiba ingin buang air besar di tengah-tengah hutan. Dengan begitu, mereka semua mendadak harus mencari perairan terdekat untuk Reza bisa buang air besar dengan nyaman dan baik.
Di rumah ada toilet, Isander membuat septic tank untuk pembuangan limbah yang mereka semua hasilkan dari makanan.
Namun, di tengah perjalanan, Isander tidak bisa membuat toilet dalam sekejap dan itu butuh waktu.
Untungnya, keberadaan Isander dan Nina membantu peristiwa ini.
Dengan kekuatan keduanya, Reza bisa buang limbah dengan nyaman dan tertutup.
Isander membuat lubang dan Nina mengeluarkan kekuatannya yang berelemen air untuk mengisi lubang, menjadikan lubang berisikan air tempat Reza buang air besar.
Usai kejadian Reza, banyak monster yang menghalangi mereka di perjalanan sehingga waktu yang mereka tempuh untuk sampai di Kota Garuda menjadi makin lama.
Setibanya di sana, mereka semua berpisah menjadi beberapa tim, dan bagian ini sama persis dengan sebelumnya, Isander dan Meisya ditinggalkan oleh mereka semua karena mereka ingin ke dalam Kota Garuda, sedangkan Isander tidak ke sana.
Isander pergi ke luar Kota Garuda untuk berbelanja.
Tepat pada saat dia sampai di luar kota, dia melihat tempat kumuh ini kian berkurang, penduduknya terlihat lebih sedikit dari sebelumnya.
__ADS_1
Tanpa memikirkan hal ini, Isander bersama Meisya mulai menelusuri pemukiman untuk mencari pedagang yang menjual barang unik dan menarik.
"Halo, Tuan? Bolehkah kita bicara sebentar?"