SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 77: Kabar Baik


__ADS_3

Reza kewalahan dan benar-benar tidak bisa membuka ritsleting yang ada pada tas Isander. Tenaga yang dia kerahkan sudah yang paling maksimal, tetapi tas itu tidak mau terbuka juga.


Sebuah senyuman terpampang jelas di wajah Isander. Semua orang yang melihat ini langsung terkejut, Kila menatap Reza dengan wajah yang tidak percaya, prianya bahkan tidak bisa membuka ritsleting sebuah tas.


Dengan rasa penasaran yang tinggi, semua anggota mencoba membuka tas Isander dengan sekuat tenaga dan semampunya.


Namun sayang, semuanya tidak ada yang bisa menggerakkan ritsleting tas sampai terbuka. Jangankan terbuka, bergerak satu sentimeter dan inci pun tidak bisa.


"Bagaimana? Ingin mencoba lagi?" Isander menatap mereka sambil alisnya terangkat.


Tanggapan mereka semua menjawab tidak secara serempak. Percuma mereka mengeluar tenaga untuk ini, Tas Isander pasti memiliki sesuatu yang ajaib dan terhubung dengan kemampuannya sendiri.


Apabila sudah berkaitan dengan kekuatan, mereka menyerah dan tidak mencoba lagi.


"Tidak, aku percaya bahwa tas dan makanan di dalamnya ini terkait dengan kemampuan kamu," ucap Giya yang mengaku dirinya menyerah.


"Aku pun sama."


"Lagi pula, sudah jelas ini adalah sebuah kemampuan, kami semua takkan bisa membuka tas tersebut."


Isander tersenyum lebar melihat mereka yang tak sanggup lagi mencoba membuka tasnya.


Bukti sudah dibuat dan Isander berhasil memberi tahu mereka bahwa semua makanan yang ia keluarkan dan berikan termasuk kekuatan atau kemampuannya.


Sekarang dia sungguh tak perlu menjelaskan lagi soal makanan kepada mereka semua.


Sehabis istirahat beberapa menit setelah makan, mereka semua pergi keluar bangunan bobrok ini dan mulai menjalankan rencana merek yang sudah dibicarakan semalam.


"Kita berpisah dari sekarang, kita semua akan berkomunikasi melalui jam tangan. Jangan lupa untuk periksa pesan dan menerima panggilan dari semua anggota, itu sangat penting. Kalau kalian sudah mengerti, ayo pergi!"


Usai kata-kata itu keluar daru mulut Isander, mereka semua pergi dan berpencar menjadi dua tim.


Satu tim yang terdiri dari Isander, Giya, Nina, dan Meisya pergi ke arah timur laut, bertujuan mencari tempat strategis.


Sementara Reza dan Kila pergi ke arah tenggara dengan tujuan mencari sarang monster atau kumpulan monster tinggal.


Mereka berdua biasanya tahu dan mudah menemukan kelompok atau koloni monster-monster. Cocok untuk mereka yang ditugaskan mencari kawasan monster.


"Aku masih tidak menyangka kita bisa bertemu dengan orang itu," ujar Kila dengan nada suara yang tidak percaya sambil menatap Reza di sebelahnya.


Mulut Reza melengkung, dan dia berkata sambil tersenyum, "Aku pun sama. Dengan cepat kita langsung berada di tingkat Agter Master Tiga Bintang yang di mana membutuhkan waktu yang banyak untuk bisa sampai setinggi itu. Lebih-lebih, kita berdua awalnya bukan Agter elemen alam. Makin sulit untuk berkembang."


"Aku sangat bersyukur, dan menurutku, ini adalah kesempatan kita untuk berubah menjadi lebih baik." Tatapan mata Kila terlihat sangat murni dan jernih ketika menatap Resa. Membuat Reza yang melihatnya terkesima.

__ADS_1


Dalam sekejap, hati Reza yang masih memiliki noda hitam yang terasa jahat menghilang oleh sinar dari sorot mata wanita yang disukainya.


Meskipun dia teringat masa lalu dan masih membenci peristiwa tersebut, tetapi dia memiliki pikiran yang sama dengan Kila.


Sudah saatnya dia berubah dan tidak lagi menjadikan masa lalu alasannya menjadi jahat kepada orang-orang.


"Kila," panggil Reza sambil menarik tangan Kila secara tiba-tiba. "Maafkan aku."


"Maaf untuk apa?" Kila terkejut dengan tingkah Reza.


"Maaf aku tidak bisa menjagamu saat itu sehingga kamu mengalami hal yang sangat buruk. Aku sangat kecewa sampai saat ini dengan diriku sendiri dan aku membenci semua orang karena aku tidak mau kamu mengalami hal yang serupa," beber Reza dengan mata yang merah hendak menangis.


Mandat Kila menyusut, kemudian sebuah air mata keluar tetes demi tetes.


Plak!


Kila menampar wajah Reza tanpa alasan, dan merasakan ini, Reza terkejut dengan ekspresi yang bingung.


"Mengapa kamu menamparku—"


Di detik berikutnya, Kila memeluk tubuh Reza dengan erat sambil mengeluarkan air mata yang deras.


"Bodoh! Ka–kamu jangan mengingat hal itu lagi, a–aku tidak mau kamu kecewa denganku karena aku sudah mengalami hal itu—aku merasa aku ti–tidak suci lagi kalau kamu mengingat itu," ucap Kila tersendat-sendat, memaksakan diri untuk berbicara di tengah dirinya menangis.


Bola mata Reza yang membesar menjadi mengecil, dan pandangan yang menampilkan perasaan tercengang menghilang, digantikan oleh sorot mata yang penuh kelembutan dan keikhlasan.


Pada saat mengatakan ini, Reza mengingat kembali sebuah peristiwa yang menjadi cikal-bakal dirinya menjadi seorang yang jahat.


Di suatu hari, satu tahu usai peristiwa pembantaian manusia oleh para monster-monster.


Reza bertemu dengan kila di sebuah pemukiman. Dia dan Kila adalah seorang teman SMP yang dahulu pernah berhubungan alias berpasangan atau berpacaran.


Namun, suatu alasan membuat dia dan Kila harus berpisah, Kila pindah rumah sehabis tamat SMP.


Sampai sejak itu, mereka berdua tidak pernah bertemu, bahkan mereka tidak tahu nomor satu sama lain, dan media sosial satu sama lain sehingga selama beberapa tahun sampai Reza lulus SMA, dia dan Kila tak pernah bertemu.


Beruntungnya, di permukiman luar, setelah Reza berhasil lolos dari kejaran para monster, dia bertemu dengan Kila.


Dari situ mereka berhubungan dan membangun lagi perasaan yang dahulu pernah ada.


Pada akhirnya, mereka berdua resmi berpacaran dan mulai membuat cerita kisah kasih mereka sendiri.


Akan tetapi, baru beberapa hari mereka resmi menjadi pasangan, sebuah peristiwa yang bisa disebut mimpi buruk terjadi.

__ADS_1


Permukiman tempat mereka berdua tinggal untuk sementara waktu diserang oleh sebuah kelompok pria yang beranggotakan belasan orang.


Kelompok pria ini memiliki senjata tajam yang membuat para warga permukiman tidak bisa melawan.


Sayangnya, ketika peristiwa itu terjadi, Reza tidak ada di permukiman sedang mencari makan untuk dia dan Kila.


Sungguh sial nasibnya, Kila tidak dibawa untuk berburu mencari makan, dan Reza meminta Kila untuk tinggal di rumah saja sampai dia pulang.


Dengan demikian, Kila ditangkap oleh para pria tersebut dan digabungkan ke para warga yang disandera.


Di sana para warga mendapatkan penyiksaan khusus untuk para pria dan wanita mendapatkan rudapaksa oleh belasan orang ini.


Kila termasuk korbannya, dia dilecehkan oleh belasan orang tersebut secara bergantian dan pemandangan tersebut sempat dilihat oleh Reza sendiri.


Perasaan sakit, marah, kecewa, sedih, semuanya bercampur aduk saat itu. Reza dengan kekuatan Agta miliknya membantai belasan orang ini, tetapi itu tidaklah mudah.


Dia sempat dikalahkan dan ingin dibunuh oleh beberapa orang yang tersisa.


Tepat ketika tongkat besi tajam hendak menusuk leher Reza, Kila membangkitkan kekuatannya dan berhasil menolong Reza.


Sejak kejadian tersebut, Reza mengubah sikap dan sifatnya yang baik menjadi jahat, dia tak peduli dengan siapa pun, dia akan merampas dan merampok barang orang lain, bahkan nyawa orang tersebut jika dia mau.


Berkali-kali Kila mengingatkan Reza untuk berubah, reza tetap saja tak mau mendengar.


Pada akhirnya, ketika bertemu Isander, Reza mengubah pribadinya menjadi lebih menunduk dan tidak keras kepala.


Adapun alasannya, Reza sudah menemukan seseorang yang dia percayai selain Kila, dan dia merasa kelompok ini mirip dengan warga permukiman dahulu yang begitu peduli terhadap keduanya.


"Aku sangat bahagia kamu berubah. Aku berjanji, aku akan menjadi milikmu selamanya, bahkan jika alam ini tak mengizinkan. Aku sayang jamu juga."


Kila menjerit dengan tangisan yang luar biasa, sebuah keinginannya membuat Reza kembali menjadi baik seperti yang seharusnya.


Keduanya saling berpelukan selama beberapa menit dan mereka benar-benar melampiaskan semua keluhan yang telah lama tersimpan di hati masing-masing.


Di saat yang bersamaan, Isander yang tengah diam dan mengikuti kedua wanita di depannya tiba-tiba tersenyum tanpa kejelasan.


Meisya yang ada di gendongan Isander menjadi heran dan dia pun bertanya, "Ayah, mengapa kamu senyum seperti itu? Apakah ada sesuatu yang baik yang ayah pikirkan?"


"Iya, Sayang. Menurut Meisya, orang yang jahat menjadi baik apakah itu kabar buruk atau baik?"


"Tentu saja kabar baik."


"Maka dari itu, ayah senang dengan kabar itu."

__ADS_1


Isander tetap tersenyum sambil memandang Meisya, membuat putrinya menjadi lebih bingung.


"Ayah dapat kabar dari siapa? Meisya tidak mengerti."


__ADS_2