SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 86: Keakraban Cenagon


__ADS_3

Dengan lekas Isander mencoba kemampuan kursi ini, dan membuktikan ucapan makhluk yang bernama Cenagon ini.


Pada saat merasakan tubuhnya dengan fokus yang tinggi, Isander bisa tahu bahwa ada energi yang masuk ke dalam tubuhnya.


Energi ini terasa murni dan akrab bagi tubuhnya sehingga tidak ada reaksi penolakan alami dari dalam tubuhnya, itu diterima begitu saja.


Isander dengan jelas merasa tubuhnya berangsur-angsur menjadi kuat dan kontrol terhadap kemampuan-kemampuan yang dimilikinya menjadi lebih dalam.


Kemampuannya masih bisa digunakan meski kesadarannya ada di raungan khusus ini.


"Kemampuan kamu dalam beradaptasi sangat bagus, tetapi itu tidak sebaik aku. Bagaimana? Kamu suka dengan kursi itu?" Cenagon dalam bentuk bayangan hitam bertanya kepada Isander yang duduk di singgasananya.


Isander yang memejamkan matanya mulai membuka matanya, dan langsung menatap Cenagon yang ada di kejauhan.


Ukuran tubuh Cenagon cukup besar, masih terlihat besar jika dilihat dari jauh.


"Aku sangat puas," jawab Isander dengan wajah yang menampilkan ekspresi yang senang. "Bolehkah aku melatih kemampuanku di sini?"


"Tentu, ruangan ini bisa kamu masuki kapan saja sesuai dengan keinginan kamu."


Cenagon sama sekali tidak keberatan. Dia berpikir bahwa manusia di depannya ini adalah orang yang layak.


Tak perlu untuk menjadi seorang yang munafik, jika ada orang yang cocok untuk diberikan kekuatan atau warisan darinya, dia takkan menolak sama sekali.


"Terima kasih banyak."


Rasa terima kasih muncul di hati Isander atas kebaikan makhluk misterius ini.


Penampilan tidak mencerminkan sifat dan sikap seseorang, dan itu berlaku pada Cenagon.


Di balik sosoknya yang besar dan mengerikan, terdapat sifat yang baik hati.


Isander tersenyum karena dia bersyukur memiliki beast yang baik, tidak seperti tokoh utama di sebuah anime yang sifatnya sangat-sangat Tsundere, tidak mau bergabung dengan pewaris, bahkan menyusahkan pewaris kekuatannya, dan akhirnya pun mereka berdua bergabung dengan baik.


Setelah itu, di dalam ruangan tersebut yang ada di dalam tubuh Isander, keduanya mengobrol dan membahas sesuatu yang menarik.


"Benda yang menarik, bisa menghasilkan cahaya dan sesuatu makhluk hidup di dalam layar sekecil itu," kata Cenagon yang kagum pada jam tangan yang dimiliki oleh Isander.


Diawali karena rasa iseng, Isander mencoba untuk mengenalkan Cenagon dengan jam tangan.


Entah bagaimana jam tangan di tangannya masih bisa berfungsi di ruangan yang sangat asing ini.


Sesuatu yang masih menjadi pertanyaan bagi Isander. Ini sangat membingungkan.

__ADS_1


"Anu, itu hanya sebuah gambar yang bergerak bukan makhluk hidup sungguhan," kata Isander sambil menggaruk kepalanya.


Tak pernah Isander bayangkan apabila makhluk asing tertarik kepada benda kecil yang disebut jam tangan ini.


Mungkin dia belum pernah sama sekali melihat benda yang sama sehingga ini merupakan pengalaman pertama kalinya.


Cenagon yang ada di belakang Isander yang duduk di atas singgasana masih tidak mengerti apa yang dimaksud Isander.


Isander menampilkan lagi video dari film yang ada di jam tangan, ditujukan untuk Cenagon yang melihatnya dari belakang. "Apa yang kamu lihat sekarang adalah sebuah video. Cahaya yang bisa memberikan efek visual benda bergerak dan sosok di dalam benda ini bukan sungguhan hidup di dalam benda kecil tersebut."


Dengan rasa sabar yang besar, Isander menjelaskan kepada Cenagon perihal video dan beberapa fitur jam tangan yang cukup canggih.


Kebanyakan dari fitur tersebut mampu membuat Cenagon tertarik dan ingin terus melihat.


Tanpa Isander sadari, makhluk kuat dan misterius ini kecanduan dengan video film anak-anak yang biasa ditonton oleh Meisya.


"Maaf, Cenagon, aku tidak bisa terlalu lama di sini dan aku harus pergi."


Di luar rumah terasa panas yang memiliki arti hari sudah mulai siang, tanda Isander harus pergi dari ruangan ini dan melanjutkan perjalanan di dunia nyata.


Tak ada rasa kecewa yang dirasakan oleh Cenagon, hanya ada rasa sedikit kesal lantaran Isander pergi di saat dia sedang asyik menonton film.


Ini cukup mengganggu kesenangannya.


Pada dasarnya, Cenagon tahu apa tujuan Isander dan dia mengerti mengapa Isander harus pergi.


"Keamanan kamu lebih penting. Pergilah, dan jangan lupa untuk kembali, berikan aku video yang lebih seru."


Isander mengeluarkan angin yang terbilang besar dari mulutnya, dia benar-benar merasa lega karena Cenagon tidak marah.


Sejujurnya, Isander tidak bisa mengalahkan Cenagon apabila ada kesempatan dan kejadian yang mengharuskan bertarung bersama Cenagon.


Bagaimana dia bisa mengalahkan sosok orang yang memberikannya kekuatan.


Secara logika, tidak ada bayi yang bisa mengalahkan ayahnya. Isander ibarat bayi yang berhasil dibuat, dan baru bisa berjalan serta menggerakkan bagian tubuhnya, tiba-tiba memiliki niat untuk mengalahkan orang yang memberikan kemampuannya.


Sangat mustahil bisa mengalahkan Cenagon di kekuatan seperti sekarang ini.


Isander tahu bahwa dia tidak terlalu kuat untuk berhadapan secara langsung pada Cenagon, bahkan dia tak bisa tinggal di sini cukup lama.


Makhluk ini dengan sengaja menahan rasa tekanan yang kuat di ruangan tersebut dikarenakan dirinya


Kemungkinan besar makhluk ini merasa bosan dan membiarkan Isander bermain-main di dalam ruangannya tinggal.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan Cenagon, kesadaran Isander ditarik kembali ke dunia nyata.


Dia menemukan dirinya sedang rebahan dengan posisi telentang di atas kasur. Benar, dia telah tidur usai kelelahan akibat lembur menghabiskan banyak monster.


Bangkit dari kasur, kakinya melangkah ke arah ruang tempat mereka berkumpul.


Sampai di ruangan itu, Isander diperlihatkan pemandangan para wanita sedang tertawa terbahak sambil menyaksikan layar Jam tangan milik Nina. Mereka sedang menonton video animasi yang lucu, yaitu Caplyn sebuah drama komedi dengan tokoh utaman membuat lelucon tanpa berkata satu pun kata dalam filmnya


Meisya, anaknya, dia ada di antara mereka dan ikut tertawa ketika ketiga wanita dewasa tertawa oleh lelucon kecil yang dibuat oleh tokoh utama yang ada di dalam video.


"Kamu sudah bangun, Isander?"


Giya langsung mengalihkan pandangan ke sosok Isander, film masihlah kalah ketimbang film yang sedang diputar.


Suara Giya membuat fokus mereka terhadap film menjadi hilang dan mereka semua teralihkan ke Isander yang duduk di seberang sisi ruangan.


"Ayah!"


Meisya yang melihat sosok Isander yang duduk langsung berlari dan menerkam Isander untuk berpelukan.


Memeluk Meisya dengan lembut, Isander mengangguk pelan dan menjawab, "Sudah, kalian ngapain saja ketika aku tidur?"


"Kami semua tidak ke mana-mana, berdiam di sini," Giya berkata dengan apa adanya tanpa ada yang dipalsukan. "Untungnya, ada jam tangan yang membuat kami tidak bosan.


Selama Isander tidur terlelap, mereka hanya melakukan sarapan dan menonton video sambil mengobrol sesuatu yang terdengar penting, dan aslinya tak penting sama sekali.


Lamanya Isander tidur kurang dari 5 jam, itu waktu yang termasuk sebentar bagi mereka yang sibuk menonton video dengan durasi yang panjang.


Pada saat ini, waktu di jam tangan mereka semua sudah menunjukkan pukul jam setengah sepuluh dan mereka masih tidak melakukan apa-apa.


"Kila, kamu di sini untuk menunggu Reza sampai bangun. Apabila terbangun, kalian segera pergi ke tempat kita membantai banyak monster kemarin," ujar Isander kepada Kila.


Kila mengangguk dengan cepat menandakan dirinya mengerti. "Aku mengerti."


"Baik, kami pergi dahulu."


Isander bersama Giya, Nina, dan Meisya, pergi ke tempat monster yang kemarin bersarang.


Mereka berniat untuk memanen koin Agta dan menghabisi banyak monster di sekitar hutan di Kota Garuda.


Tepat sekali ketika mereka telah pergi, sesosok makhluk muncul dari bawah tanah di dekat rumah.


"Sa–saatnya mel–melawan."

__ADS_1


Suara yang mengikis telinga dan terputus-putus keluar dari mulut sosok makhluk aneh ini.


__ADS_2